Jas Hujan Sepatu Menjadi Ide Terbaik



Keterangan eBook
CreationDate 2014-01-15T21:15:33+07:00
Author suara merdeka
Creator QuarkXPress 4.04: LaserWriter 8 8.7.3
Producer Acrobat Distiller 7.0 (Windows)
ModDate 2014-01-15T21:15:33+07:00
Title 32SM16A14SMT
Pages 1 Page
Ukuran File 3,168 KB
Dibuka 9 Kali
Topik Contoh Proposal
Tanggal Unggah Monday, 07 Nov 2016 - 12:06 AM
Link Unduh
Baca Halaman Penuh BUKA
Rating eBook
Bagi ke Yang Lain

Kesimpulan

KAMIS,16 JANUARI 2014SEMARANG- Senin (13/1)lalu, kabar duka datang dari duniaseni rupa. Kartunis senior yangtinggal di Semarang, GoenawanPranyoto wafat di kediamannya.Sejak tiga tahun lalu, Goen,menderita stroke.Budayawan Prie GS mengung-kapkan, Goenawan adalah guru,yang membuka jalan baginya danrekan-rekan yang lain di dunia kar-tun. Pria yang juga dikenal sebagaikartunis itu bahkan menyebutGoenawan seorang master. Karya-karya almarhum terbilang maju dizamannya.“Saat saya berguru, saya biasamelihat karyanya pada pagi hari,beberapa saat setelah selesaidigarap. Begitu melihat, sayaselalu terkejut. Gambarnyamengejutkan, humornya juga,”terang Prie.Pendiri Semarang Cartoon Club(Secac), Yehana SR, mengung-kapkan, setelah mendirikan komu-nitas itu, Goenawan adalah orangpertama yang mendaftar. Diamendaftar lewat telepon. Setelahitu, mereka kerap terlibat dalamproses bersama.“Kami beberapa kali pameranbersama. Salah satunya yakni saatpameran internasional di WismaPancasila, dulu,” kenangnya.Dia mengungkapkan, Goena-wan juga telah diberi gelar EmpuKartun Indonesia. Bahkan, peng-usaha yang juga kartunis JayaSuprana, pada pesan singkat yangditujukan padanya mengatakan,kita kehilangan begawan kartunIndonesia. Yehana juga mengata-kan, almarhum sangat dekat den-gannya. Bahkan saat terbaringsakit, dia juga selalu menjenguk.Kartunis Darminto M Sudarmomenyatakan, proses berkaryaGoenawan sangat menarik.Semula, dia mengira Goenawanmenggambar dengan spontanitasyang kental. Namun ternyata tidak.“Dia lebih dulu membuat kon-sep dengan pensil. Setelah itumenebalinya hingga kemudianjadi. Bahkan, tulisan yang ada dikaryanya juga dibuat dengansangat detail. Seingat saya, diabahkan membuat garis lebih dulusehingga tulisannya bisa terlihatrapi,” jelasnya.Goenawan Pranyoto lahir diPurwokerto, 30 April 1951. Diadikenal terutama lewat karyanyaWayang Mbeling dan KetoprakMbeling. Karya-karyanya itudimuat di Suara Merdekadanmajalah Mop. Selain itu, dia bebe-rapa kali menjadi ilustrator untukcerpen. (Adhitia A-72) PELEPAHPisang seringkali di pandang sebelah mata olehsebagian orang. Namun tidak demikian dengan Rusman Pujiono.Pria 64 tahun itu mampu menjadikan pelepah pisang menjadikarya seni yang memiliki nilai jual tinggi hingga jutaan rupiah. Melalui tangan-tangannya yang terampil, bahan tersebut disu-lap menjadi lukisan yang sangat indah. Motifnya beraneka ragam,mulai dari gambar Gedung Lawang Sewu, Klenteng Sam PooKong dan masih banyak yang lainnya. Bahkan sudah tak terlihatlagi bahwa bahan dasarnya adalah pelepah pisang. Hal itu ditekuni bapak lima anak itu sejak 2003. Awalnya, dia pe-nasaran dengan limbah pelepah pisang yang dibuang begitu saja.Melihat motif alami pelepah pisang, Rusman menemukan ide un-tuk menjadikannya buah tangan yang memiliki harga tinggi. “Setelah saya bersihkan, ternyata ada motif di pelepah pisang.Dari situ, muncul ide untuk dijadikan kap lampu. Namun kemudianberalih membuat sebuah lukisan,” ujar Rusman saat ditemui dikediamannya di Jalan Sumur Adem RT 3 RW 1 KelurahanBengetayu Wetan, Kecamatan Genuk. Bahan BakuUntuk mencari bahan baku yang berasal dari Pisang Klutuk,bukan hal susah baginya. Pasalnya, pohon pisang tumbuh suburdi Semarang, khususnya di Kecamatan Genuk. Karenanya, dalampembuatan tidak mengenal musim. Apalagi bila banyak pesanan. Terlebih dulu, Rusman merendam pelepah pisang di dalam airterlebih dahulu untuk menghilangkan getahnya. Kemudian menje-mur di bawah sinar matahari selama sehari agar kering merata.Pisahkan bagian luar dan bagian dalam pelepah. Memilih bagianluar karena mempunyai motif alami untuk bahan dasar lukisan. Menempel pelepah pisang di atas papan triplek sebagai mediautama lukisan. Pelepah pisang yang sudah dibersihkan di tempeldengan kertas minyak dan distrika agar merekat dengan sempur-na. Selanjutnya, tinggal menempelkan pelepah pisang di atasmedia sesuai imajinasi. Bila lukisan sudah jadi tinggal dibingkaisupaya mempercantik penampilan. Satu lukisan dihargai Rp 1Juta. (Hendra Setiawan-72) Bermodal KetenanganMULAI awal 2013, kesibukan Dewi Febberlipat dua. Selainmenjadi konselor di Pusat Pelayanan Terpadu (PPT)Kecamatan Semarang Barat, Dewi juga didapuk menjadi kon-selor di PPT Seruni Kota Semarang yang diketuaiKrisseptiana Hendrar Prihadi, istri Wali Kota Semarang. “Kalau pagi saya di PPT Semarang Barat. Siangnya diSeruni. Waktunya harus terjadwal, biar biar terlaksanasemuanya,” kata Dewi.Dalam satu hari, perempuan kelahiran 6 Februari itu men-jadwalkan memberikan konseling kepada satu perempuandan anak korban kekerasan bebasis gender. Itu untuk men-gantisipasi datangnya korban baru yang datang dalam satuhari. “Mereka berganti-ganti. Dalam seminggu saya bisabertemu dengan lima perempuan berbeda. Dalam sehari bisamemberikan konseling kepada dua atau tiga perempuan,” uraiDewi.KDRTTidak setiap konseling berujung aduan kekerasan dalamrumah tangga. Selama 2013 lalu, di PPT Semarang baratmenerima 21 aduan dengan 22 korban kekerasan.Sedangkan PPT Seruni menerima 109 aduan. “Trennyameningkat. Artinya kesadaran masyarakat akan ketidakadilanberbasis gender semakin tinggi. Menurut saya itu bagus,” ujarDewi.Ia tak merasa kerepotan mendengar bermacam keluhkesah persoalan rumah tangga. Menurut Dewi, biasanya yangdatang ke PPT adalah perempuan yang mengalami ke-kerasan psikis dan ekonomi. “Sebagian besar diterlantarkansuaminya. Tidak sedikit yang mengalami kekerasan fisik,” lan-jut Dewi. Ada tahapan yang dilakukan Dewi, pertama adalahpemulihan perasaan perempuan korban.Kedua, pengembalian rasa percayadiri, dan ketiga adalah padapenyelesaian kasusnya.“Banyak yang datang kesinisampai nangis-nangis.Sebagai konselor ya sayaharus tenang, modalnyahanya itu. Agar mereka maumembuka diri. Kalau kon-selornya ikut heboh, malahndak karu-karuan nanti,”kata Dewi. Ia juga menyelipkanbahasa tubuh yang menim-bulkan efek nyamanpada setiap orang yangdatang untuk konsel-ing. Itulah yangdilakukan Dewi sela-ma lima tahun ter-akhir. Prinsipnya, kon-selor seperti Dewibertugasmenyadarkan perem-puan akan hak-haknya. Serta men-guatkan perem-puan agar tidaktakut meraih hak-haknya itu. (EkaHandriana-72) SEMARANG -Berbagai kom-petensi dan karya peserta didikSMK Theresiana Semarangdipamerkan kepada dalamkegiatan ”Gelar Prestasi danKompetensi Siswa”, kemarin.Namun tidak hanya unjuk gigi,pengunjung yang hadir jugadapat menjajal produk dan jasadari siswa tersebut.SMK Theresiana memilikiempat kompetensi keahlian, diantaranya Farmasi Industri, AnalisKesehatan, Farmasi, dan Patiseri.Dari masing-masing kompetensiitu para siswa mempresentasikankarya mereka, seperti di stanPatiseri. Siswa yang berada dijurusan itu memamerkan hasilkreasi bakery sekaligus demoteknik membuat kue.”Patiseri ini berbeda denganjurusan tata boga, sebab jurusanini lebih detail dan fokus padapembuatan kue serta roti.Adapun bagi siswa yang men-dalami Patiseri, peluang kerjanyasangat luas baik menjadi pe-gawai di toko bakery atau punberwirausaha sendiri,” ungkapNicholas Raymond, siswa kelasXI Patiseri. Begitu pun dengan FarmasiIndustri, para siswa jurusan terse-but juga menunjukkan produkmereka yang tidak kalah denganproduk buatan pabrik. Misalnya,obat-obat dari bahan tradisional,sabun cuci piring, pembersih lan-tai, dan lainnya. Sementara dijurusan Farmasi para siswamemberikan pelayanan infor-masi tentang resep obat, sedang-kan untuk unit produksi merekamembuat minyak aromaterapihingga permen hebal.Periksa KesehatanPada kegiatan tersebut ,di stanAnalis Kesehatan banyak dikun-jungi oleh pengunjung yang ma-yoritas orang tua siswa untuk me-meriksakan kesehatan. Seperti,tes golongan darah, tes gula,kolesterol, asam urat, hingga tesformalin pada makanan tertentu. Salah satu orang tua siswayang hadir, Mugi Pamungkasmengatakan, kegiatan ini sangatbermanfaat bagi orang tua. Kepala SMK Theresiana, YDwi Winarto mengatakan,gelar karya dan kompetensiini memberikan gambarankepada pengunjung danorang tua siswa untukmengetahui kemam-puan anaknya. Sedang-kan bagi siswa, mem-berikan wadah kreasimenunjukkan kompe-tensi mereka.”Acara ini juga mem-berikan pemahamankepada masyarakatbahwa SMK merupakansekolah vokasi yangmemiliki peluang luasuntuk bekerja seusai lulusataupun berwirausaha,”katanya. (K3-72)SM/DokTUNJUKKAN LUKISAN : Rusman Pujiono (kanan)menampilkan lukisan hasil karyanya di rumahnya, Genuk,belum lama ini.(72) Ubah Pelepah Pisang Jadi Lukisan Jutaan RupiahSM/Anggun PuspitaGELAR KARYA: Siswa SMK Theresiana Semarang menun-jukkan hasil karya dan kompetensi di bidangnya pada kegiatan”Gelar Prestasi dan Kompetensi Siswa”, kemarin. (72) SMK Theresiana Pamerkan Karya SiswaNamun, dari sekian banyak ide yangtertuang dalam proposal bisnis, jas hujansepatu menjadi ide terbaik.”Idenya sangat menarik. Bisa menjadiinspirasi bagi siswa-siswi yang lain.Namun terpenting ide itu bisa direalisas-ikan dengan baik,” tutur pendiriKomunitas Suara Indonesia, JonathanFerry yang menjadi juri kemarin. Perwakilan kelompok yang terpilihberhak mengikuti Awarding Night, Aprilmendatang. Proposal bisnis terbaik padamalam awarding sekaligus akan menda-patkan sertifikat ISO pendidikan. ”Kriteria penilaian workshop proposalbisnis mencakup sejumlah hal. Mulai darijiwa entrepreneuship, proposal bisnis,mutu produk, dan presentasi propo-sal,”imbuh Jonathan. Sering KehujananPenemu jas hujan sepatu, yaitu Joshua,Felix, Enrico, Sundaru, dan Ting Malvinmengaku proses kreativitas bermula daripengalaman pribadi. Mereka, acap kehu-janan ketika berangkat sekolah.Berangkat atau pulang tersiram air hujancukup menyusahkan bagi anak sekolah.Baju dan sepatu mereka basah tidak bisadipakai keesokan hari.”Kalau pun bisa dipakai kondisinyabasah kuyup. Kami tentu merasa tak nya-man ketika belajar. Bermula dari pengala-man itu digagas ide kreatif yang kami berinama untouchables raincoat,” tuturJoshua. Bak gayung bersambut ide kemudiandigarap saat sekolah itu menjadi bagianrangkaian roadshow JSEA 2013. Mereka pun bolak-bolik ke tukang jahituntuk bisa merealisasikan ide. Walhasilkerja keras itu membuahkan alat yang bisadipakai menutupi sepatu dari tetes airhujan. Bentuknya berupa jas hujan namunkhusus sepatu. Bahannya terbuat dari kainanti air dijahit menyerupai sepatu. Mereka menjamin, sepatu yang ditu-tupi produk untouchables raincoatiniakan terhindar dari air meski ketika men-erobos banjir. Ini yang kemudian membu-at juri memberikan nilai lebih padatemuan ini. Rangkaian roadshow di SMAYSKI juga menghadirkan wartawan sen-ior Suara Merdeka Ananto Pradono danAri Widiarto untuk pelatihan jurnalistiksiswa. (H41-72)IDE TERBAIK: Jas hujan sepatu terpilih sebagai ide terbaikdalam workshop kewirausahaandi ajang JSEA 2013 di SMA YSKIRabu (15/1). (72)Jas Hujan Sepatu Menjadi Ide TerbaikSEMARANG- Ide usaha menarik ditampilkan siswa-siswi SMA YSKI di ajang Jateng StudentEntrepreneurship Award (JSEA) 2013, Rabu (15/1).Mereka, menawarkan ide wirausaha mulai kuliner, busana,hingga pernak-pernik properti. SM/ Hari Santoso❒ Wonderia, : “TembangKenangan” Bared Band(19.00)❒ Blue Moon, SingosariRaya 10: DJ Queto(22.00)❒ Club 123, Novotel:Rainbow Band, DJ Iwan(22.00)❒ New Side Pocket,Peterongan: AlexisDancer (22.00)❒ Rendezvous, Jagalan40: DJ Andy (22.00)❒ X-Point, Tanah Mas: DJVictor Aje Gile (22.00)❒ Vegas Lounge: Tyas &Kiky, DJ Mikho (22.00)❒ X-Pool Lounge, KeludRaya: Karaoke Hall, biliar(22.00)❒ Sonar Cafe, Gajah Raya128: Duo Yayan & Lia(21.00) (D18)Master Kartun Itu Tinggalkan Karya Besar● Goenawan Pranyoto WafatSM/dokSM/Eka Handriana

Dokumen Terkait

Daftar Nama Ketua Dan Sekretaris Kwartir

Daftar Nama Ketua Dan Sekretaris Kwartir

Daftar nama ketua dan sekretaris kwartir no nama kwarcab ket.

Contoh Proposal / 6 kali tayang / 87KB

Siko Singkong Kocak Pkmmfkasimcom

Siko Singkong Kocak Pkmmfkasimcom

Judul program ini adalah siko singkong kocak usaha singkong.

Contoh Proposal / 9 kali tayang / 534KB

Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Prestasi

Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Prestasi

Terhadap prestasi akademik mahasiswa perguruan serta pemberi.

Contoh Proposal / 4 kali tayang / 1,879KB

Bab Iv Hasil Penelitian Dan Pembahasan A Deskripsi Lokasi

Bab Iv Hasil Penelitian Dan Pembahasan A Deskripsi Lokasi

54 bab iv hasil penelitian dan pembahasan a deskripsi lokasi.

Contoh Proposal / 11 kali tayang / 390KB

Pembuatan Database Kredit Motor Pdfsdocumentscom

Pembuatan Database Kredit Motor Pdfsdocumentscom

Proposal implementasi aplikasi file type pdf bab iv http dan.

Contoh Proposal / 16 kali tayang / 26KB

Manajemen Operasi Dan Produksi Staffunyacid

Manajemen Operasi Dan Produksi Staffunyacid

Contoh bangunan kantor gudang mesin mesin pabrik dan lain se.

Contoh Proposal / 14 kali tayang / 823KB