Bab Ii Tinjauan Pustaka 21 Pengertian Kredit



Keterangan eBook
Author Asus
CreationDate 2012-10-08T09:45:42+07:00
Creator Acrobat PDFMaker 9.0 for Word
ModDate 2012-10-08T09:45:48+07:00
Producer Adobe PDF Library 9.0
Pages 18 Page
Ukuran File 564 KB
Dibuka 24 Kali
Topik Contoh Proposal
Tanggal Unggah Thursday, 17 Nov 2016 - 02:55 PM
Link Unduh
Baca Halaman Penuh BUKA
Rating eBook
Bagi ke Yang Lain

Kesimpulan

BAB II TINJAU AN PU ST AK A 2.1 Pengertian Kredit Kredit berasal dari kata credere yang artinya kepercayaan, maksudnya adalah apabila seseorang memperoleh kredit maka berarti memperoleh kepercayaa n. Sedangkan bagi si pemberi kredit artinya memberikan kepercayaan kepada seseorang. Menurut Unda ng – undang P erbankan No. 10 tahun 1998, “Kredit adalah penyediaan uang atau ta gihan ya ng da pat disa makan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam – meminjam antara bank dengan pihak lain ya ng mewajibkan pihak peminja m untuk melu nasi hutangnya setela h jangka waktu tertentu denga n pemberia n bu nga, imbalan atau pembagian hasil keuntungannya”. Menurut Drs. O P. Simorangkir, kredit adala h pemberia n presta si (misalnya uang, bara ng) dengan bala s presta si, (kontra presta si) ya ng akan terja di pa da waktu ya ng ak an datang (Untung,2005 : 1). 2.1.1 Unsur – unsur kre dit Menurut Kasmir (2002: 75 – 76) unsur – unsur kredit , yaitu : a. Kepercayaan yaitu keyakinan pemberi kredit bahwa kredit yang diberikan baik berupa uang, barang atau jasa akan benar – benar diterima k embali di ma sa yang akan data ng. Universitas Sumatera Utara

b. Kesepakatan Kesepakatan ini dituangkan dalam suatu perja njia n dima na masing – ma sing pihak mena ndata ngani hak dan k ewajibannya ma sing – ma sing. c. Jangka waktu Jangka waktu ini mencakup masa pengembalian kredit yang telah disepakati. d. Resik o Resiko kerugian dapat terjadi akibat dua hal yaitu resiko kerugian yang diakibatka n nasa bah sengaja tidak mau membayar kreditnya pada hal ma mpu dan kerugian ya ng diakibatkan oleh hal – hal yang tidak disengaja seperti musibah dan bencana alam. Dalam hal ini menjadi tanggung jawab si pemberi kredit. e. Balas ja sa yaitu keuntungan atas pemberian kredit atau jasa yang dikenal seba gai bunga bagi bank konvensiona l. Seda ngkan bagi bank syariah bala s jasa ditentukan denga n sistem ba gi ha sil. 2.1.2 Jenis – Jeni s Kredit Adapu n jenis – jenis kredit tersebut adalah : a. Dilihat dari segi penggunaannya 1. Kredit investa si yaitu biasanya digunakan untuk keperluan perluasa n usa ha atau membangun proyek/pa brik baru di ma na masa pemakaiannya untuk suatu periode yang relatif lebih lama Universitas Sumatera Utara

dan bia sanya k egu naan kredit ini a dalah untuk kegiata n uta ma perusa haan. 2. Kredit modal kerja ya itu kredit ya ng digunakan untuk keperluan meningkatkan produk si dalam operasionalnya. Contohnya u ntuk pembelian baha n baku, ataupn u ntuk pemba yaran gaji karya wan. b. Dilihat dari segi tujuan kredit 1. Kredit produktif yaitu kredit ya ng digunakan untuk peningkata n usaha, produksi atau investasi. 2. Kredit konsumtif yaitu kredit yang digunakan untuk konsumsi atau dipakai secara pribadi. 3. Kredit perdaga ngan y aitu kredit yang digunakan untuk kegiatan perda gangan dan bia sanya untuk membeli barang da gangan yang pemba yarannya diharapkan dari hasil penjualan bara ng daga nga n tersebut. c. Dilihat dari segi jangka waktu 1. Kredit jangka pendek yaitu kredit yang memiliki jangka waktu kurang dari satu tahun atau paling lama satu tahun dan biasanya digunakan untuk keperluan modal kerja. 2. Kredit ja ngka menengah yaitu kredit dengan jangka waktu berkisar antara satu sampai tiga tahun, kredit ini juga dapat diberikan u ntuk modal k erja. Universitas Sumatera Utara

3. Kredit jangka panjang y aitu kredit yang masa pengembaliannya paling pa njang yakni di ata s tiga tahu n atau lim a tahun. d. Dilihat dari segi jaminan 1. Kredit dengan ja mina n y aitu kredit ya ng diberikan dengan jaminan tertentu. 2. Kredit tanpa ja minan yaitu kredit yang diberikan tanpa jaminan tertentu. e. Dilihat dari segi sektor usaha 1. Kredit pertanian yaitu kredit yang dibia ya i untuk sektor perkebunanda n pertania n rakya t. 2. Kredit peternakan Dalam hal ini kredit diberikan untuk jangka waktu yang relatif pendek misalnya peternakan ayam dan untuk kredit jangka panja ng misalnya sa pi atau kambing. 3. Kredit Industri y aitu kredit untuk membiayai indu stri pengolahan untuk industri kecil, menengah dan besar. 4. Kredit pertamba nga n y aitu jenis kredit untuk usaha tambang, yang dibia yai bia sanya dala m jangka panjang, seperti ta mba ng emas, minyak atau tambang timah. 5. Kredit pendidikan yaitu kredit ya ng diberikan untuk pemba nguna n sarana da n prasara na pendidikan atau da pat pula berupa kredit untuk para maha siswa ya ng seda ng belajar. Universitas Sumatera Utara

6. Kredit profesi yaitu kredit ya ng diberikan kepada kalangan profesional seperti : dosen, dokter, atau pengacara. 7. Kr edit peru maha n yaitu kredit untuk membiayai pembangunan atau pembelian rumah. 8. Dan kredit sektor – sektor u sa ha lainnya. 2.1.3 Prinsip Pe mberian Kredit Salah satu pemberian kredit adalah dengan cara analisis 5C yaitu : a. Character yaitu sifat atau watak seseorang dalam hal ini calon debitur. b. Capacity (Capability) Untuk melihat k emampuan calon na saba h dala m memba yar kredit yang dihubu ngka n denga n kema mpuannya mengelola bisnis serta kemampuannya mencari laba. c. Capital Untuk mengetahui sumber – sumber pembia yaan yang dimili ki nasa bah terha dap usa ha yang akan dibia yai oleh ba nk. d. Colleteral Merupakan jamina n yang diberikan calon na sa bah baik ya ng bersfat fisik da n nonfisik. e. Condition D alam menilai kredit hendaknya juga dinilai kondisi ekonomi sekarang dan u ntuk ma sa ya ng akan datang sesuai sektor ma sing – ma sing. Universitas Sumatera Utara

2.2 Kredit pada Program Ke mitr aan dan Bina Ling kungan Tabel 2.1 Kredit Pada Program Ke mitr aan dan Bina Ling kungan Jang ka waktu pinjaman 3 tahun Jaminan Sertifikat Tanah Bung a 6% per tahun Catatan : pe mbayar an c icilan dimulai pada bulan ke 4 2.2.1 Tata car a / Persyar atan Pinjaman : a. Mengajukan proposal permohona n pinja man yang memuat : 1. Data pribadi sesuai KTP. 2. Data Keuangan meliputi Laporan Keuangan / Catatan Keuangan 3 bulan terakhir. 3. Renca na penggunaan da na pinjama n. b. M elampirka n : 1. Fotocopy KTP Suami/Istri atau identitas lainnya. 2. Fotocopy Kartu Keluarga 3. Pas Photo ukuran 3x4. 4. Ijin Usaha / Surat Keterangan dari pihak yang berwenang. 5. Gambar / Denah Lokasi Usaha. 6. Fotocopy Rekening Bank / Buku Tabungan. 7. Laporan Keuangan Sederha na (diisi pa da formulir a plika si). 8. Surat Pernya taan tidak sedang menda patkan pinja man Kemitraan dari BUMN lain. c. Ketentuan Kredit Universitas Sumatera Utara

1. Jangka waktu pinjaman 3 tahun 2. Jaminan kredit adalah sertifikat dan surat tanah 3. Bunga pinja man 6% per tahun 4. Pembayara n cicila n dimulai pada bula n ke 4 2.3 Program Ke mitr aan dan Bina Ling kungan Menurut Kementrian Negara Badan Usaha Milik Negara, PKBL merupakan Program Pembinaan Usaha Kecil da n pemberda yaan kondisi lingkungan oleh BUMN melalui pemanfaatan dana dari bagian l a ba B UMN . Jumlah penyisihan laba untuk pendanaa n progra m mak simal sebesar 2% (dua persen) dari laba bersih untuk Progra m Kemitraan da n mak simal 2 % (dua persen) dari la ba bersih untuk Progra m Bina Lingkungan. 2.3.1 Pengertian Kemitraan a. Kemitraan adalah suatu strategi bisnis yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih dalam jangka waktu tertentu untuk meraih keuntungan bersama dengan prinsip saling membesarkan (Hafsah, 2000 : 43). b. Kemitraa n merupakan hubungan k erja sa ma usa ha di berbagai pihak yang sinergis, bersi fat sukarela, dan berdasarkan prinsip saling membutuhkan, saling mendukung, dengan disertai pembinaan da n pengembanga n UKM oleh u sa ha besar. (Rachmat, 2004 : 40). Universitas Sumatera Utara

2.3.2 Tujuan Kemitraan a. Meningkatkan pendapatan usaha kecil dan masyarakat b. Meningkatkan perolehan nilai tambah bagi pelaku kemitraan. c. Meningkatkan pemerataan dan pemberdayaan masyarakat. d. Meningkatkan pertu mbu han ek onomi pedesaan, wilaya h dan nasional. e. Memperluas kesempatan kerja. f. Meningkatkan ketahana n ekonomi na sional 2.3.3 Beberapa pola atau je nis ke mitraan usaha antar a lain : a. Inti – plasma, Inti berfungsi melakukan pembinaan, penyediaan sarana produksi, bimbingan teknis, dan pemasaran, sedangkan plasma melakukan fungsi produksi. b. Sub k ontrak Pola ini merujuk pada usaha kecil memproduksi komponen yan g diperluas oleh u sa ha menenga h besar seba gai bagian dari produksinya. Seda ngkan u saha menengah dan besar berfungsi melakukan pembelian komponen dari usaha kecil untuk keperluan produksinya. Pola ini didorong oleh ketentuan da n peraturan ya ng diteta pkan untuk menyelamatkan usaha kecil sebagai mitra bagian yang tidak terpisahkan, pola ini lebih sederhana dan mudah ditera pkan bila di dukung oleh suatu aturan yang jela s dari pemerinta h. c. Dagang u mum Universitas Sumatera Utara

Pada pola ini usaha menengah dan besar memasarkan hasil produksi usaha atau usaha kecil sebagai pemasok kebutuhan usaha menengah dan besar. Pola ini dilakukan dalam dunia bisnis atas dasar saling menguntu ngkan. d. Waralaba pemberian Waralaba memberikan hak penguasaan lisensi merek dagang dan saluran distribu si peru sahaa nnya kepada penerima waralaba dengan bantuan bimbingan ma najemen. Pada prinsipnya pola ini banyak digu nakan dala m dunia bisnis teruta ma bagi merek – mer ek terk enal dan dikonsumsi banyak orang. Ha mpir setiap cela h bisnis dapat menggu nakan pola ini seperti f ast food, industri kimia, obat – obata n dan indu stri ja sa lainnya. Pola ini secara bisnis lebih menjamin keberhasilan namu n dala m jangka panja ng pola ini dapat menguras devisa negara sangatlah besar karena royalti yang akan dibayar secara totalitas sangatl a h besar. e. Keagenan Pola keagenan merupakan salah satu bentuk hubungan kemitraan dimana usaha kecil diberikan hak khusus untuk memasarkan barang dan jasa da n u saha menengah da n besar seba gai mitra nya. 2.3.4 Bentuk Program Kemitraan : a. Pemberia n pinja ma n untuk modal kerja dan/atau pembelian aktiva teta p produktif Universitas Sumatera Utara

b. Pinjama n khu sus bagi UMK ya ng telah menja di binaan ya ng bersifat pinjaman dalam rangka memenuhi pesanan dari rekanan usaha UMK Binaa n. c. Progra m penda mpinga n dala m ra ngka peningkatan kapa sitas (capa city b uilding) UMK binaan dala m bentuk ba ntuan pendidikan / pelatiha n, pemaga nga n, da n promosi 2.3.5 Ketentuan usaha yang dapat di biayai a. Memiliki kriteria sebagai usaha kecil (termasuk usaha mikro ), yaitu memiliki kekayaan bersih maksimal Rp. 200 juta (tidak ter ma su k tanah dan banguanan tempat usaha) atau memiliki hasil penjuala n ta hunan paling banyak Rp. 1 milyar. b. Milik Warga Negara Indonesia c. Berdiri sendiri, bukan merupakan a nak peru sahaan atau caba ng perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau berfiliasi langsung maup un tidak langsung dengan usaha menengah atau usaha besar. d. Berbentuk usaha orang perseorangan, badan usaha yang tidak berba dan hukum atau badan usa ha yang berbada n hukum, terma suk koperasi. e. Mempunyai potensi dan prospek usaha untuk dikembangkan. f. Telah melak ukan kegiatan usaha minimal 1 (satu ) tahun g. Belu m memenu hi persyarata n perba nkan (non ba nkable). Universitas Sumatera Utara

2.3.6 Pembinaan PT Persero Pelabuhan Indonesia I juga melakukan pembinaan terhada p mitra binaa nnya, a ntara lain : a. Pendidikan / pelatihan, pengkajia n / penelitian , seminar kewira usahaan da n permaga nga n untuk meningkatkan k emampuan kewirausa haan, manajemen da n k eterampilan tek nis produk si. b. Pema saran da n promosi ha sil produksi 2.4 Pengertian Usaha Kecil dan Menengah 2.4.1 Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 Pengertia n Usa ha Kecil Menengah: Kegiata n ekonomi rak yat ya ng berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiata n u saha k ecil da n perlu dilindungi u ntuk mencega h dari persaingan usa ha yang tidak sehat. 2.4.2 Berdasar kan Undang – undang Nomor 9 Tahun 1995 UKM adalah kegiatan ekonomi rakyat berskala kecil dan bersifat tradisional, denga n k ekayaan Rp. 50 juta – 200 juta (tidak termasuk tanah da n banguna n tempa t u saha) dan omset tahu nan ≤ Rp. 1 Miliar. Pengertia n pengelompokkan kegiata n u saha dapat ditinjau dari jumlah pek erja senagai berikut : Usa ha kecil adala h unit usa ha dengan jumla h tenaga kerja paling sedikit lima ora ng dan paling banyak 19 orang terma suk pengu saha. Seda ngkan indu stri ruma h ta ngga adala h unit usaha denga n jumlah tenaga k erja paling banyak empat orang terma suk pengu sa ha. Seda ngkan industri skala menengah dan besar Universitas Sumatera Utara

adalah unit usaha dengan jumlah pekerja lebih dari 20 orang (Tambunan, 2000 : 670) Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor. 31 6/KMK.06 1/1994, usaha kecil di defenisika n seba gai perora ngan atau bada n usaha ya ng telah melakukan kegiata n/u saha yang mempunyai penjuala n / omset setinggi – tingginya Rp. 600 juta (di luar tanah dan banguna n yang ditempati) terdiri dari : a. Badan usaha (Fa, CV, PT, dan Koperasi). b. Per ora nga n (pengrajin / indu stri ru mah ta ngga, petani, peternak, nelaya n, pera mbah hutan, pena mbang, peda gang bara ng, dan jasa, dan sebagainya). 2.4.3 Jenis dan Bentuk Usaha Kecil dan Meneng ah (UKM) Menurut Wibowo (2003:5), kegiatan perusahaan pada prinsipnya dapat dikelompokkan dala m tiga jenis u saha yaitu : a. Jenis u saha perda gangan distribu si Jenis usaha ini merupakan yang terutama bergerak dalam kegiatan meminda hkan barang dari produ sen ke k onsu men atau dari tempat yang mempu nya i kebutuha n persediaa n ketempat ya ng membutu hkan. Jenis usa ha ini diantaranya bergerak di bida ng pertokoan, warung, rumah makan, peragenan (filial), penyalur ( whole saler), pedaga ng pera ntara, tengkulak, da n seba gainya. Komisioner dan mak elar da pat juga dima sukkan dala m kegiatan perda gangan karena kegiatannya dalam jual beli barang. Universitas Sumatera Utara

b. Jenis u saha produk si Industri adalah jenis usaha yang terutama bergerak dalam kegiatan proses pengubaha n suatu baha n / barang lain yang berbeda bentuk atau sifatnya da n mempunyai nilai ta mba h. Kegiatan ini dapat berupa produksi / industri pangan, pakaian, peralatan rumah tangga, kera jina n, baha n banguna n, dan seba gainya. Dala m hal ini, kegiata n dala m budidaya sektor perta nian / perikana n / peternakan / perkebunan dan kegiatan penangkapan ikan termasuk jenis usaha produksi. c. Jenis usaha komersial Usaha jenis komersial merupakan usaha yang bergerak dalam kegiatan pelayanan atau menjual jasa sebagai kegiatan utamanya. Contoh jenis usaha ini adalah asuransi, bank, konsultan, biro perjalanan, pariwisata, pengiriman bara ng (ekspedisi), bengkel, salon k eca ntikan, pengina pan, gedu ng biosk op, da n sebagainya terma suk praktek dokter dan perenca naan ba ngu nan 2.4.4 Keunggulan Usaha Kecil dan Meneng ah (UKM) Adapu n yang menja di keu nggulan dari usa ha kecil da n menengah adalah : a. Tetap bertahan dan mengantisipasi kelesuan perekonomian yang diakibatkan infla si maupu n berba gai faktor penyeba b lainnya . b. Tanpa su bsidi dan proteksi, u saha k ecil dan menengah (UKM) di Indonesia mampu menambah nilai devisa bagi negara. Universitas Sumatera Utara

c. Usaha kecil yang informa si mampu berperan sebagai penyangga (buffer) dala m perek onomia n ma syarakay lapisa n ba wah. d. Kemampuan menciptakan kesempatan kerja cukup banyak atau penyerapa nnya terhada p tenaga k erja. e. Independen dalam menentukan harga produksi atau barang – barang atau jasa – ja sa yang diha silkannya. f. Fleksibilita s dan k emampuan menyesuaikan diri terha dap k ondisi pasar yang cepat beruba h denga n cepa t dibanding dengan perusa haan skala besar ya ng pa da u mumnya birokratis. g. Prosedur hukum yang sederhana. h. Pajak relatif ringan, sebab yang dikenakan pajak bukanlah perusa haannya tetapi pengu sa hanya. i. Mudah dala m proses pendiria nnya. j. Mudah untuk dibubarkan pada waktu yang dikehendaki. k. Pemilik mengelola secara mandiri dan bebas waktu. l. Pemilik menerima seluruh laba. m. Umumnya mempunyai kecende rungan untuk bertahan (survive). n. Usaha kecil dan menenga h (UKM) sangat cocok untuk didirikan oleh para pengu saha ya ng sa ma sekali belu m pernah mencoba untuk mendirikan suatu usaha sehingga memiliki sedikit pesaing. o. Terbukanya peluang dengan adanya berbagai k emu daha n dalam peraturan da n kebijakan pemerinta h mendukung berk emba ngnya usaha kecil di Indonesia. Universitas Sumatera Utara

p. Diversifikasi usaha terbuka luas sepanjang waktu dan pasar konsumen senantiasa tergali melalui kreativitas pengelola. q. Relatif tidak membutuhka investasi y ang terlalu besar, tenaga kerja yang tidak berpendidikan tinggi, serta sarana produk si lainnya yang tidak terla lu ma hal. r. Terdapatnya dina misme ma najerial da n pera nan kewirausahaa n. 2.4.5 Kelemahan Usaha Kecil dan Menengah Adapu n Kelemaha n dari Usa ha Kecil dan M enengah (UKM) adalah : a. Umumnya usaha kecil dan menengah tidak pernah melakukan studi kelayakan, penelitian pasar, analisis perputaran uang tunai / kas serta penelitian lainnya ya ng diperlukan dala m suatu aktivitas bisnis. b. Tidak memilik perencanaan sistem jangka panjang, sistem akutansi yang memadai serta alat – alat manajerial lainnya (perencanaan, pelaksanaan, serta pengendalian usaha) yang diperlukan oleh suatu perusa haan bisnis yang profit oriented. c. Usaha Kecil dan Menen ga h (UKM) mempunyai k ekuranga n dalam informasi, baik itu informa si pa sar, produk, da n informa si lainnya yang berhu bungan denga n bisnis. d. Kurangnya petunjuk penjelasan tekhnis operasional kegiatan dan penga wasa n mutu hasil k erja dan e. produk, serta seiring tidak konsisten dengan ketentuan order atau pesanan yang mengakibatkan klaim atau produk yang ditolak. Universitas Sumatera Utara

f. Terlalu ba nyak bia ya – biaya yang diluar pengendalian serta huta ng – hutang ya ng tidak bermanfaat, juga tidak dipatuhinya ketentuan – ketentua n pembukuan s tandar. g. Pembagian k erja pada u saha kecil da n menenga h tidak profesional, sering terja di pengelolaan memiliki pek erjaan ya ng melimpa h atau karyawa n yang bek erja di luar ba tas ja m kerja sta ndar. h. Kesulitan mengenai kebutuhan modal kerja, sebab tidak dilakukan perencanaan kas. i. Sering terjadi kelebihan persediaan bara ng ya ng tidak laku. j. Resik o dan hutang – hutang pihak ketiga di tanggung oleh kekayaan pribadi pemilik. k. Sumber modal terbatas pada kemampuan pemilik dan kesempatan untuk menda patkan kredit dan ba nk s angat kecil. 2.5 Peneliti Terdahulu Hasibuan (2005) meneliti dengan judul “ Pengaruh pemberian kredit terhada p peningkatan k ema mpulabaan u saha kecil percetakan di Kelura han Medan Barat”. Per ma salaha n pada penelitian ini adalah “ Apakah terda pat pengaruh yang signifikan dari pemberia n kredit terha dap k ema mpulabaan bagi usaha kecil sebelu m da n sesudah menerima kredit ?” . “ Apakah terda pat kemampulabaan bagi usaha kecil sebelum dan sesudah menerima kredit ?”. Populasi pada peneli tian ini a dalah semua percetakan ya ng a da di Jala n Ahmad Yani I dan Jalan Mesjid sebanyak 28 percetakan, seda ngkan yang menjadi Universitas Sumatera Utara

sa mpel ada lah 10 usaha percetakan. Metode pengu mpulan data ya ng diguna kan dalam penelitian ini adalah wawancara, kuesioner dan studi pustaka. Metode analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan pemberian kredit berpengaruh positif dan signifika n terhada p peningkata n usa ha kecil percetakan di k elura han Medan Barat . Tampubolon (2006) meneliti dengan judul “ Pengaruh pemberian kredit terhada p u saha kecil pada Progra m Kemitraa n da n Bina Lingkungan (PKBL) PT. Angkasa Pura II Polonia Medan” . Adapun ya ng menjadi peru musan masalah pada penelitian ini adalah “Apakah pember ian kredit usaha kecil oleh Progra m Kemitraa n da n Bina Lingkunga n (PKBL) PT. Angka sa Pura II Polonia Medan berpengaruh terhada p pengemba nga n usa ha kecil ?”. “ Apa kah terdapat perbedaan ya ng signifikan terhada p u saha kecil sebelu m dan sesu dah mener ima kr edit ?”. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh usaha kecil di Meda n yang menerima pinja man dan PKBL PT. Angkasa Pura II Polonia Meda n, yaitu seba nyak 271 usaha, sedangkan sa mpel pada penelitia n ini sebanyak 40 usaha kecil. Metode pengumpulan data yang di gunakan ada lah wawancara, observasi dan kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan Analisis regresi linier sederhana. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kredit berpengaruh positif dan signifikan terha dap perkembangan usaha kecil pada Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT. Angka sa Pura II Polonia Meda n. Universitas Sumatera Utara

2.6 Kerang ka Konseptual Kerangka konseptual merupakan sintesa tentang hubu nga n antar varia bel yang disu sun dari berbaga i teori yang tela h dideskripsikan tersebut, sela njutnya dianalisis secara kritis dan sistematis, sehingga menghasilkan sintesa tentang hubungan antar variabel yang diteliti. Sintesa tentang hu bungan varia bel tersebut, selanjutnya digunakan u ntuk meru muskan hipotesa. (Su giyono, 2004:49) . Variabel -variabel yang diterapkan dala m kajian ini tela h dimodifikasi dengan ta mba han seperlu nya , sesuai dengan kondisi di lapangan. Ada pun kerangka konseptual untuk penelitian ini da pat dilihat di ba wa h ini, yang selanjutnya akan menjadi acua n untuk melakukan penelitian. Adapu n kera ngka konseptual pa da penelitian ini dapat dilihat pada ga mbar diba wa h ini. Gambar 2.1 Kerang ka Konseptual 2.7 Hipotesis Hipotesi s pada penelitia n ini a dalah pemberian kredit berpengaruh terhada p perk emba nga n usaaha kecil da n menengah pada progra m kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) pada PT. Persero Pelabuha n Indonesia I Ca bang Belawan. Pemberian Kredit (X) Perke mbangan Usaha Kecil dan Mene ngah (Y) Universitas Sumatera Utara

Dokumen Terkait

Domidufileswordpresscom

Domidufileswordpresscom

26 macam macam kebutuhan macam macam kebutuhan subyek golong.

Contoh Proposal / 14 kali tayang / 5,507KB

Daftar Hajikemenaggoid

Daftar Hajikemenaggoid

Memberikan manfaat untuk kita semua dan semua jemaah calon i.

Contoh Proposal / 24 kali tayang / 8,953KB

Program Kreativitas Mahasiswa Pkm Lolos Pendanaan Dikti

Program Kreativitas Mahasiswa Pkm Lolos Pendanaan Dikti

Program kreativitas mahasiswa pkm lolos pendanaan dikti 2015.

Contoh Proposal / 17 kali tayang / 177KB

Teknik Pengambilan Sampel Sman8yogyaschid

Teknik Pengambilan Sampel Sman8yogyaschid

Kelompok ilmiah remaja kir delayota experiment team dexpert.

Contoh Proposal / 28 kali tayang / 1,505KB

Pengadaan Jasa Konsultansi Khalidmustafainfo

Pengadaan Jasa Konsultansi Khalidmustafainfo

Badan perencanaan pembangunan nasional pelaksanaan pengadaan.

Contoh Proposal / 17 kali tayang / 516KB

Bab I Pendahuluan Sma1 Sukawatischid

Bab I Pendahuluan Sma1 Sukawatischid

4 bab ii kajian pustaka 21 tanaman lidah buaya aloe vera lid.

Contoh Proposal / 25 kali tayang / 102KB