Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar 2008 Kursus



Keterangan eBook
Author JustLink
CreationDate 2008-05-14T19:15:56+07:00
Creator PDFCreator Version 0.9.0
Keywords
ModDate 2014-03-10T09:35:42+07:00
Producer GPL Ghostscript 8.50
Subject
Title KMD BOOK
Pages 103 Page
Ukuran File 1,413 KB
Dibuka 37 Kali
Topik Contoh Proposal
Tanggal Unggah Wednesday, 16 Nov 2016 - 06:15 PM
Link Unduh
Baca Halaman Penuh BUKA
Rating eBook
Bagi ke Yang Lain

Kesimpulan

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 1

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 2 KATA PENGANTAR ١روـــ ـم ـــّـــ١ــــــــوـّ  Salam Pramuka ! Alhamdulillahirobbil’alamin, kami panjatkan kepada Allah SWT, Tuhan semesta alam yang telah menciptakan kami sebagai khalifah-Nya di bumi. Shalawat dan salam tercurah kepada pemimpin umat Nabi Muhammad SAW beserta kelu arga dan sahabat – sahabatnya, yang telah membawa kita ke dalam jalan yang lurus d an direstui oleh-Nya. Dalam kesempatan yang baik ini, perkenankanlah kami mengucapkan syukur bahwa penyusunan buku panduan materi Kursus Pembina Pramu ka Mahir Tingkat Dasar tahun 2008 dapat kami selesaikan dengan baik. Upaya kami dalam menyusun kembali buku panduan Kursus sebagai bekal dan panduan peserta pada saat kegiatan Kursus ataupun pasca kegiatan Kursus dan bermanfaat di kemudian hari. Walau denga n berbagai kendala dan halangan namun buku materi ini dapat tersusun secara sistema tis, dan telah mengalami proses perbaikan di sana – sini namun kami percaya bahwa buku ini te lah dapat dikatakan sempurna. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada kakak – k akak Pelatih yang telah memberikan bimbingan, ilmu serta bimbingannya sehin gga materi yang bersifat teoritis dapat kami susun dengan bahasa yang mudah sistematis namu n tetap berbobot dan memiliki nilai lebih bagi semua pihak, baik pelatih maupun peserta . Akhirnya kami berharap bahwa langkah kami dalam mem buat buku panduan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tigkat Dasar ( KMD ) tahun 20 08 diridhoi dan berkenan kepada para peserta. Kami ucapkan selamat kepada seluruh pesert a dan semoga selama Kursus ini dapat memperoleh hal – hal yang berguna. Selamat berlatih , tetap semangat, maju terus pantang mundur, semoga menjadi Pembina Pramuka yang profesi onal, handal dan tangguh dalam membina generasi penerus bangsa dalam Gerakan Pramu ka. Satyaku Kudharmakan, Dharmaku Kubhaktikan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Fastabikhul Khairaat Penyusun

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 3 SAMBUTAN PEMBINA GUGUS DEPAN BANYUMAS 08.2683 – 08.2684 RACANA KH AHMAD DAHLAN – NYI Hj. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO Assalamu’alaikum wr. Wb. Salam Pramuka ! Marilah tak henti – hentinya kita panjatkan puji da n syukur hanya kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan hidayah – Nya. Sholawat se rta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan para pengikutnya yang senantiasa berpegang teguh kepada sunnahNya sampai akhir jaman. Dalam kesempatan ini kita simak kembali tujuan dari Gerakan Pramuka yaitu menumbuhkan tunas bangsa menjadi generasi yang memi liki watak dan budi pekerti luhur, dapat menjaga keutuhan perSatuan dan keSatuan bangs a, bertanggungjawab serta mampu mengisi kemerdekaan nasional. Tujuan yang demikian ideal dan luhur tersebut tidak mungkin bisa tercapai tanpa usaha yang terus menerus dan de ngan perencanaan matang yang melibatkan semua unsur. Kegiatan Kursus Mahir Dasar ( KMD ) ini berusaha me mbantu menjawab masalah pokok kegiatan Pramuka yaitu rendahnya kualitas dalam pen erapan prinsip dasar Kepramukaan yang kurang mendapat perhatian dan kurang ditanamkan sej ak Siaga sampai Pandega. Akibatnya kegiatan Kepramukaan menjadi tidak lagi menarik min at kaum muda dan tidak mampu menangkal dan menyelesaikan berbagai masalah genera si muda. Uniresitas Muhammadiyah Purwokerto dengan menyeleng garakan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar ( KMD ) berusaha memban tu revitalisasi Gerakan Pramuka dengan cara mengembalikan Gerakan Pramuka kepada wu jud dan fungsi utama sebagai lembaga pendidikan kader bangsa, sekaligus sebagai bagian dari upaya penyempurnaan sistem pendidikan nasional. Keterampilan dan kemampuan yang diperoleh dari Kurs us Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar ( KMD ) ini diharapkan dapat memberik an bekal kepada seluruh peserta sebaga tenaga yang profesional dan memiliki kecakapan hidu p sehingga kelak mampu berkiprah di dunia pendidikan maupun masyarakat. Ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi – tingginya kami ucapkan kepada seluruh jajaran penyelenggara Kursus Pembina Pramuk a Mahir Tingkat Dasar ( KMD ) dan semua pihak yang tekah mendukung terselenggaranya k egiatan ini, semoga segala yang kita kerjakan bermanfaat dan bernilai ibadah. Kepada seluruh peserta kami ucapkan selamat mengiku ti Kursus Pembina Pramuka Tingkat Dasar ( KMD ), dengan harapan bisa mengambi l manfaat yang pada akhirnya mampu disumbangkan dan didarmabaktikan untuk kemajuan gen erasi muda dan penanaman nilai – nilai bangsa. Selamat mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Ting kat Dasar. Salam Pramuka ! Wassalamu’alaikum wr. Wb.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 4 DAFTAR ISI Halaman Judul Kata Pengantar Sambutan Pembina Racana Ahmad Dahlan UMP Daftar Isi Daftar Lampiran I. MATERI PEMBUKA 1. Upacara Pembukaan Kursus 2. Orientasi dan Sasaran Kursus 3. Dinamika Kelompok II. MATERI DASAR 1. AD / ART Gerakan Pramuka 2. Pengertian, Sifat dan Fungsi Kepramukaan 3. Sejarah Singkat Kepramukaan 4. Tujuan dan Tugas Pokok Gerakan Pramuka 5. Lambang dan Tanda Pengenal Gerakan Pramuka 6. Struktur Organisasi Gerakan Pramuka 7. Pendidikan Dalam Kepramukaan III. MATERI PENGHAYATAN 1. Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka 2. Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan 3. Kode Kehormatan dan Motto Gerakan Pramuka 4. Kiasan Dasar Gerakan Pramuka 5. Sistem Among dan Sikap Pembina 6. Kode Etik Pembina Pramuka 7. Mengelola Satuan 8. Organisasi dan Administrasi Gugus Depan 9. Dewan Satuan Pramuka IV. MATERI KETERAMPILAN 1. Cara Membina Peserta Didik 2. Cara Memberi Instruksi dan Menguji Kecakapan 3. Kegiatan Lapangan Golongan Siaga 4. Penghayatan Kegiatan Golongan Penggalang 5. Kegiatan Lapangan Golongan Penegak 6. Pengembangan Jiwa Bela Negara Dalam Gerakan Pra muka 7. Pengembangan Jiwa Kewirausahaan Dalam Gerakan P ramuka 8. Pemahaman Materi Khusus V. MATERI PENGEMBANGAN 1. Upacara Sebagai Alat Pendidikan 2. Perkemahan Sebagai Alat Pendidikan 3. Api Unggun Sebagai Alat Pendidikan 4. Pelantikan Sebagai Alat Pendidikan 5. SKU / TKU, SKK / TKK dan SPG / TPG 6. Satuan Karya Pramuka 7. Pertemuan Peserta Didik VI. MATERI PENGAYAAN 1. Komunikasi dan bergaul Dengan Peserta Didik 2. Memahami Peserta Didik dan Kebutuhannya 3. Kegiatan Bermutu 4. Sejarah dan Peraturan Bendera Merah Putih

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 5 5. Sejarah dan Peraturan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya 6. Peran, Tugas dan Tanggungjawab Pembina Pramuka VII. MATERI PENUTUP 1. Forum Terbuka 2. Rencana Tindak lanjut 3. Evaluasi Kursus 4. Upacara Penutupan Kursus Lampiran Daftar Pustaka

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 6 UPACARA PEMBUKAAN KURSUS 1. TUJUAN A. TUJUAN UMUM Peserta Kursus menghayati dan memahami proses jalan nya pelaksanaan upacara pembukaan Kursus B. TUJUAN KHUSUS KURSUS Setelah mengikuti materi Kursus diharapkan ddapat : 1. Menjelaskan sasaran upacara pembukaan Kursus 2. Menyebutkan alat-alat perlengkapan upacara pembu kaan Kursus 3. Menjelaskan urut-urutan pembukaan Kursus. 2. MATERI 1. Sasaran upacara pembukaan Kursus Sasaran setelah mengikuti upacara pembukaan Kursus adalah 1. Peserta mampu memiliki rasa tanggungjawab dan di siplin pribadi 2. Mampu selalu tertib dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari serta kehidupan dalam Kursus. 3. Mampu memiliki komitmen serta jiwa gotong royong pada orang lain. 2. Alat-alat perlengkapan upacara pembukaan Kursus Alat-alat perlengkapan upacara pembukaan Kursus yan g dibutuhkan, yaitu: a. Bendera Merah Putih b. Bendera Tunas Kelapa c. Bendera Pandu Dunia d. Bendera tunggal latihan e. Jagrag f. Teks susunan upacara g. Teks sambutan / amanat h. Teks doa i. Tanda peserta yang yang akan disematkan j. Teks peserta yang akan disematkan k. Teks laporan persiapan Kursus. Adapun petugas-petugas yang perlu ada dalam upacara pembukaan Kursus adalah : a. Pembina upacara b. Pembawa acara c. Pembaca laporan kesiapan Kursus d. Pembaca do’a e. Dirigen f. Pembawa bendera tunggal latihan g. Pembawa baki / nampan h. Pembaca surat keputusan penyelenggaraan Kursus i. Perwakilan yang akan disemati tanda peserta Kur sus 3. Urut-urutan upacara pembukaan Kursus. Urutan-urutan upacara pembukaan Kursus disusun seba gai berikut. a. Pembina upacara beserta rombongan memasuki ruang upacara b. Menyanyikan lagu Satya Dharma Pramuka c. Pembacaan Surat Keputusan Penyelenggaraan Kursus d. Laporan Kesiapan Kursus e. Amanat Pembina Upacara dilanjutkan dengan pernya taan pembukaan Kursus f. Penyematan secara simbolis tanda pengenal Kursus g. Pembina upacara dan perwakilan berkenaan menempa tkan diri h. Pembacaan do’a i. Menyanyikan lagu Bagimu Negeri j. Pembina upacara beserta rombongan meninggalkan r uang upacara.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 7 ORIENTASI DAN SASARAN KURSUS 1. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus Peserta Kursus memahami dan selanjutnya mau, senang mengikuti kegiatan Kursus sehingga kegiatan interaksi dengan cara saling memberi dan m enerima informasi-informasi yang sangat diperlukan bagi seorang Pembina Pramuka. B. Tujuan Khusus Kursus Setelah mengikuti materi ini, diharapkan peserta di dik dapat : 1. Mengikuti dan menerima masukan-masukan baik dari pelatih maupun dari sesama peserta. 2. Berperan aktif dalam semua kegiatan pendidikan. 3. Melaksanakan semua kegiatan Kursus dengan baik k arena sesuai apa yang mereka inginkan. 4. Bekerja dan bergiat dalam kelompok masing-masing 2. MATERI A. Pengertian. 1. Sebagai seorang dewasa, seorang Pramuka, tentu t elah banyak memiliki pengalaman yang diyakini kebenarannya sehingga sulit untuk dipengar uhi. Orang dewasa mau apabila ia senang dan diuntungkan. 2. Mereka mempunyai keinginan-keinginan tertentu ya ng ingin dicapai. Sesuatu kegiatan atau Kursus akan mendapat perhatian dari peserta Kursus apabila Kursus tersebut dapat mengetahui apa saja yang diinginkan peserta Kursus. B. Pelaksanaan Orientasi Kursus 1. Orientasi Kursus diberikan oleh Kepala Lemdika a tau Pemimpin Kursus / Ketua Tim Pelatih. 2. Materi Orientasi Kursus a. Pendekatan sistematis pelatihan anggota dewasa. b. Hubungan antara Pembina Pramuka dan kebutuhan pe serta didik. c. Kebutuhan Pembina Pramuka agar dapat memerankan dirinya sebagai Pembina Pramuka yang baik. d. Bagaimana peserta Kursus memerankan dirinya dala m Kursus Yang menggunakan pendekatan androgogis yang interaktif progresif ( Progressive Interactional Learning Process ). C. Sasaran Kursus 1. Pemimpin kelompok dengan didampingi pelatih pend amping masing-masing aktif menghimpun sasaran yang ingin dicapai oleh anggota kelompoknya. 2. Masing-masing pemimpin kelompok merumuskan sasar an apa yang diinginkan oleh kelompoknya. 3. Para pemimpin kelompok mempresentasikan hasil ru musannya / menyerahkan kepada pemimpin Kursus. 4. Pemimpin Kursus / Ketua Tim Pelatih dengan diban tu oleh pelatih pendamping mengkomlikasikan semua sasaran yang diinginkan pese rta dengan sasaran Kursus yang direncanakan oleh penyelenggara. 5. Hasil dari kompilasi tersebut diinformasikan kep ada peserta. 6. Bilamana dari perkembangan Kursus terdapat mater i yang belum direncanakan. Pemimpin Kursus / Ketua Tim Pelatih akan mengupayakan agar s emua sasaran yang diinginkan dapat disajikan dalam Kursus tersebut.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 8 DINAMIKA KELOMPOK 1. TUJUAN. A. Tujuan Umum Kursus Peserta Kursus mengerti, memahami dan menghayati ke giatan dinamika kelompok. B. Tujuan Khusus Kursus Setelah mengikuti materi ini peserta Kursus dapat : 1. Mencairkan kebekuan melalui kegiatan, permainan dan nyanyian. 2. Memperkenalkan diri dan membuka diri dalam hal k ekurangan maupun kelebihan masing – masing. 3. Membentuk kerjasama dalam kelompok yang kompak. 4. Menciptakan persaudaraan antar anggota kelompok yang saling mempercayai dan menghormati satu sama lainnya. 2. MATERI A. Pendahuluan Sebagai peserta Kursus pendidikan orang dewasa yang masing-masing telah memiliki bekal konsep diri dan pengalaman yang berbeda satu dengan lainnya, sehingga timbul kemungkinan mereka cenderung kurang dapat bekerja sama satu den gan lainnya dalam satu kelompok. Mereka cenderung saling menutup diri terutama masal ah kekurangan mereka masing-masing dan lebih menonjolkan kelebihan masing-masing. Mere ka melalui dinamika kelompok diharapkan dapat membentuk kerjasama dalam kelompok sebagai Team Building dan Team Work yang kompak agar proses pembelajaran dapat berjalan deng an lancar. B. Pelaksanaan Dinamika Kelompok. 1. Dinamika kelompok dipimpin dan dikendalikan oleh Tim Pelatih. 2. Tim Pelatih menciptakan kegiatan bersama yang da pat mencairkan kebekuan peserta Kursus dengan permainan bersama sambil menyanyi dan menari. 3. Dalam suasana gembira dan kebersamaan, tim pelat ih secara acak membentuk kelompok-kelompok peserta yang akan merupakan satu tim kerja dalam proses pembelajaran yang berlangsung selama Kursus. 4. Tim Pelatih membagi diri sebagai pendamping kelo mpok yang baru terbentuk. Mereka saling memperkenalkan diri, membuka diri dengan jalan meng informasikan kelemahan dan kelebihan, hal-hal yang disenangi maupun yang tidak disenangi. 5. Kelompok yang merupakan tim kerja menciptakan, m enetapkan dan mengumandangkan yel-yelnya sebagai satu pertanda adanya kekompakan dala m kelompok. C. Penutup. Banyak dan beragam kegiatan dinamika kelompok. Krea tivitas pelatih diharapkan untuk menciptakan permainan (game) yang menyenangkan dan mengesankan diawal kegiatan bagi orang dewasa. Pada awal yang menyenangkan dan kesan pertama inila h yang dapat memberi corak kehidupan pembelajaran orang dewasa berikutnya.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 9 ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA GERAKAN PR AMUKA 1. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus Peserta Kursus mengerti, memahami dan menghayati an ggaran dasar dan anggaran rumah tangga Gerakan Pramuka serta Petunjuk Penyelenggara annya. B. Tujuan Khusus Kursus Setelah mengikuti materi ini, diharapkan peserta Ku rsus dapat: 1. Menjelaskan maksud dan tujuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka serta Petujuk Penyelenggaraannya. 2. Menjelaskan pengertian dan hubungan antara Angga ran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Petunjuk Penyelenggaraan. 3. Mengatur segala sesuatu yang berkaitan dengan ke hidupan Gerakan Pramuka berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. 4. Melaksanakan secara optimal ketentuan dalam Angg aran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka serta Petunjuk Penyelenggara annya. 2. MATERI A. Pendahuluan. 1. Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pr amuka dan petunjuk penyelenggaraannya merupakan landasan hukum semua g erak kegiatan Gerakan Pramuka yang harus ditaati oleh anggota Pramuka. 2. Anggaran Dasar Gerakan Pramuka berisi mukadimah dan hal-hal yang bersangkutan dengan apa dan bagaimana Gerakan Pramuka itu. Uraia n-uraian dalam Anggaran Dasar bersifat umum dan pokok. 3. Anggaran Dasar Gerakan Pramuka dibuat dan di sya hkan oleh Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka sebagai pemegang kekuasaan tertingg i Gerakan Pramuka, dan ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia. 4. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka serta petunjuk-petunjuk pen yelenggaraan itu harus dipahami, ditaati, dihay ati oleh setiap anggota Gerakan Pramuka. 5. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka dapat dirubah oleh Masyarakat Nasional Gerakan Pramuka untuk disesuaik an dengan keperluan, situasi dan kondisi bangsa Indonesia pada saat itu. B. Maksud dan tujuan adanya Anggaran Dasar, Anggara n Rumah Tangga serta Petunjuk Penyelenggaraan: 1. Maksud adanya Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tan gga Gerakan Pramuka serta Petunjuk Penyelenggaraan adalah untuk dijadikan peg angan dan landasan gerak kegiatan setiap anggota Gerakan Pramuka, Kwartir dan Satuan Pramuka. 2. Tujuan adanya Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tan gga Gerakan Pramuka serta Petunjuk Penyelenggaraan itu adalah untuk mengatur segala se suatu yang berkaitan dengan kehidupan Gerakan Pramuka. C. Pokok-pokok Ketetapan: 1. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 tahun 1961 berisi ketetapan : a) Penyelenggaraan pendidikan kepanduan kepada anak -anak dan pemuda indonesia ditugaskan kepada kumpulan Gerakan Pramuka. b) Di wilayah Republik Indonesia, perkumpulan Gerak an Pramuka dengan Anggaran Dasarnya, adalah satu-satunya badan yang diperboleh kan menyelenggarakan pendidikan kepanduan. c) Badan-badan lain yang sama sifatnya atau menyeru pai perkumpulan Gerakan Pramuka dilarang adanya. d) Surat Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal 2 0 Mei 1961. 2. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 tahun 2004 berisi ketetapan : a) Mencabut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka sebagaim ana terlampir pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 34 tahun 1999. b) Mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka melal ui pembahasan dalam Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka 2003 yang berla ngsung dari tanggal 15 sampai dengan 19 Desember 2003 di Pontianak, Kalimantan Ba rat c) Hal-hal lain dibidang Kepramukaan yang belum cuk up diatur dalam Keputusan Presiden ini, akan diatur lebih lanjut oleh Menteri Pendidik an Nasional dengan mendengarkan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. 3. Keputusan Kwartir Nasional Nomor 104 tahun 2004 berisi ketetapan : a) Mencabut keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pram uka Nomor 107 tahun 1999 tentang Anggaran rumah Tangga Gerakan Pramuka.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 10 b) Mengesahkan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuk a seperti tercantum pada lampiran keputusan ini. c) Mengintruksikan kepada semua jajaran Gerakan Pra muka untuk melaksanakan dan memperluaskan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka ini. 4. Mukadimah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka hendakn ya dipelajari dan dihayati, karena mukadimah itu merupakan landasan cita Gerakan Pramu ka serta gambaran tentang mengapa dan kemana arah gerak kegiatan Gerakan Pram uka itu. 5. Dari Anggaran Dasar Gerakan Pramuka itu dapat d iketahui apa Gerakan Pramuka itu, apa dasar filsafat dan sifatnya, serta bagaimana usaha Gerakan Pramuka dalam mencapai tujuannya. Dalam menelaah dan menghayati Anggaran D asar itu, supaya juga menelaah perincian bab-bab tersebut dalam Anggaran Rumah Tan gga Gerakan Pramuka. D. Sistematika Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Ta ngga: 1. Anggaran Dasar Gerakan Pramuka menurut Keppres R I Nomor 104 tahun 2004 terdiri dari : Pembukaan, 12 Bab dan 38 Pasal. 2. Anggaran Rumah Tangga menurut keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 086 tahun 2005, terdiri dari : 15 Bab dan 122 Pasal . E. Isi Kepres RI nomor 238 tahun 1961 memuat ketet apan: Pertama : Penyelenggaraan pendidikan Kepramukaan d itugaskan kepada perkumpulan Gerakan Pramuka Kedua : Di seluruh wilayah Republik Indonesia per kumpulan Gerakan Pramuka dengan Anggaran Dasar sebagaimana tertera pada lampiran ke putusanini adalah satu - satunya Badan yang diperbolehkan menyelenggarakan p endidikan kepanduan itu. Ketiga : Badan lain yang sama sifatnya atau yang menyerupai perkumpulan Gerakan Pramuka dilarang adanya. Keempat : Surat Keputusan ini mulai berlaku tangg al 20 Mei 1961. (* AD ART GP kami lampirkan)

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 11 PENGERTIAN, SIFAT DAN FUNGSI KEPRAMUKAAN I. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus Peserta Kursus mengerti, memahami dan menghayati pengertoan, sifat dan fungsi Kepramukaan. B. Tujuan Khusus Kursus Setelah menerima materi ini, diharapkan peserta K ursus dapat : 1. Menjelaskan pengertian Kepramukaan 2. Mempraktekkan kegiatan yang menyenangkan dan m engandung pendidikan 3. Menguraikan bahwa Kepramukaan tempat pengabdia n bagi orang dewasa 4. Menerangkan bahwa kegiatan Kepramukaan titik b eratnya adalah Pembinaan watak 5. Menjelaskan bahwa Kepramukaan merupakan kegiat an yang tepat untuk membina dan mengembangkan kepemimpinan II. MATERI Pengertian Kepramukaan merupakan proses pendidikan luar lingku ngan sekolah dan di luar keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, terat ur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan yang sasaran akhirnya pembentukan watak.. Sementara itu, The W orld Organization of Scout Move ment (WOSM) menyatakan bahwa Kepramukaan adalah : 1. Pendidikaan Sepanjang Hayat, yang artinya Kepramukaan merupakan pelengkap pendidikan sekolah dan pendidikan dalam keluarga, mengisi kebutuhan peserta didik yang tidak terpenuhi oleh k edua pendidikan tersebut. Kepramukaan mengembangkan pengetahuan yang telah dimiliki peser ta didik, minat untuk melakukan penjelajahan / penelitian, penemuan dan keinginan u ntuk tahu. 2. Kegiatan Kaum Muda, yang artinya : Kepramukaan adalah suatu gerakan, suatu proses, su atu aktivitas yang dinamis dan selalu bergerak maju. Kepramukaan sebagai proses pendidika n dalam bentuk kegiatan bagi remaja dan pemuda itu dimanapun dan kapanpun selalu berubah se suai dengan kepentingan, kebutuhan dan kondisi setempat. Peserta didik Pramuka memberikan darma baktinya sesuai kebutuhan masyarakat setempat. 3. Rekreasi yang Edukatif, yang artinya : Kepramukaan sebagai proses pendidikan dalam bentuk kegiatan menggunakan tata cara rekreasi dalam mencapai tujuan dan sasarannya kegiatan itu h arus dirasakan oleh peserta didik sebagai suatu yang menyenangkan, menarik, tidak menjemukkan , bukan paksaan. Kepramukaan bukan sekedar rekreasi. Dengan rekreasi itu, peserta didi k dikembangkan mental, fisik, pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan rasa sosial serta spir itual. 4. Terbuka Bagi Siapapun, yang artinya : Sesuai dengan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan yang diterapkan oleh penemu Kepramukaan, Lord Baden Powell, Kepramukaan itu ter buka untuk siapapun dengan tidak memandang suku, agama, ras dan golongan. 5. Tantangan Bagi Orang Dewasa, yang artinya : Dalam Kepramukaan orang dewasa tidak hanya mempero leh kesempatan untuk beribadah atau memberikan pengabdian, membantu kaum muda, tapi jug a menghadapi tantangan dalam membina interaksi dan saling pengertian dengan kaum muda, serta dalam memahami kaum muda. Dalam pengabdiannya itu orang dewasa (Pembina ) akan memperoleh pelatihan dan pengalaman yang sangat berharga yangdapat meningkat kan kualitas sumber daya potensi yang dimilikinya. 6. Kesukarelaan, yang artinya : Kesukarelaan merupakan ketentuan konstitusional ke anggotaan organisasi gerakan Kepramukaan di seluruh dunia. Gerakan Pramuka yang keanggotaann ya tidak berdasarkan kesukarelaan bukanlah organisasi gerakan Kepramukaan dan menjadi anggota organisasi gerakan Kepramukaan dan tidak menjadi anggota WOSM (World Organization Scouting Movement – Mabes di Jenewa Swiss). Seorang yang menjadi anggot a Gerakan Pramuka kalau ia sukarela menerima, menerapkan ketentuan moral Gerakan Pramuk a berupa kode kehormatan Pramuka Tri Satya dan Dasa Darma serta secara sukarela mengucap kan Tri Satya dan mengamalkannya. 7. Non Politik dan Non Pemerintah, yang artinya : Gerakan Kepramukaan sebagai organisasi pendidikan, tidak dan harus tidak menjadi bagian atau mewakili partai politik atau organisasi apapun peme rintah dan instansinya. Namun para Pramuka didorong untuk memberikan pengabdian yang konstrukt if kepada masyarakat, bangsa dan negara. Setiap Pramuka disiapkan untuk menjadi warga negara yang bermoral tinggi, sehat mental fisiknya dan mengabdikan dirinya bagi masyarakat, bangsa dan negara.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 12 8. Metode, yang artinya : Kepramukaan merupakan cara Pembinaan dan pengembang an sumberdaya manusia/potensi/akhlak, budi pekerti kaum muda, yan g dilaksanakan dengan Metode Kepramukaan. Metode Kepramukaan diterapkan dalam se mua kegiatan dengan cara: a. Pengamalan Kode Kehormatan Pramuka b. Belajar sambil mengerjakan, peserta didik berpar tisipasi aktif bersama rekannya dalam setiap kegiatan yang diikutinya. c. Kegiatan Kelompok Kecil dilakukan dalam kelompok kecil untuk mengembangkan kepemimpinan, keterampilan kelompok, team work, dan rasa tanggungjawab pribadi. d. Kegiatan di alam terbuka dimana terjadi kontak d engan alam seisinya merupakan proses pembelajaran lingkungan yang kaya dimana keadaan al am kreativitas dan penemuan berpadu menimbulkan petualangan dan tantangan. Pemberian an ugerah karya merupakan dorongan bagi peserta didik untuk berkarya. 9. Norma Hidup, yang artinya : Kepramukaan sebagai proses pendidikan, merupakan no rma hidup yang mengandung : nilai spiritual Nilai hidup yang menekankan pada upaya mengutamakan nilai spiritual dalam kehidupan dan penghidupan diatas kehidupan material. 10. Nilai sosial Mendorong peserta didik untuk melibatkan diri dalam pembangunan masyarakat, menghormati dan menghargai orang lain dan integritas alam seisi nya. Dengan Kepramukaan mempromosikan kerukunan dan kedamaian lokal maupun internasional, serta memupuk saling pengertian dan kerjasama. 11. Nilai Pribadi. Membina dan mengembangkan rasa tanggungjawab pribad i serta membangkitkan hasrat peserta didik untuk bersikap dan bertindak laku yang bertan ggungjawab. 12. Sifat Kepramukaan. Gerakan Pramuka adalah Gerakan Kepanduan Nasional I ndonesia. Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan yang k eanggotaannya bersifat sukarela, yang timbul dari dalam hati sanubarinya, tanpa paksaan d an tekanan tidak membedakan suku, agama, ras dan golongan. a. Gerakan Pramuka bukan organisasi kekuatan politi k, bukan bagian dari salah satu organisasi politik dan tidak menjalankan kegiatan politik prak tis. b. Gerakan Pramuka ikut serta membantu masyarakat d alam melaksanakan pembangunan di bidang pendidikan, khususnya pendidikan luar sekola h dan di luar keluarga. c. Gerakan Pramuka menjamin kemerdekaan tiap-tiap a nggotanya memeluk agama dan kepercayaannya masing-masing dan beribadah menurut agama dan kepercayaannya masing-masing. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Kepramu kaan bersifat : Nasional, Internasional dan Universal. 13. Fungsi Kepramukaan Gerakan Pramuka berfungsi sebagai lembaga pendidika n luar sekolah dan diluar sekolah dan diluar keluarga serta sebagai wadah Pembinaan dan p engembangan generasi muda, dengan menerapkan prinsip dasar Kepramukaan dan metode Kep ramukaan serta sistem among, yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan, kepentin gan dan perkembangan bangsa serta masyarakat Indonesia. Dapat juga dikatakan bahwa fungsi Kepramukaan adala h ; PERMAINAN, bagi peserta didik (permainan yang menyenangkan, me narik, menantang dan mengandung pendidikan). PENGABDIAN , bagi orang dewasa yang memerlukan keikhlasan, ket ulusan dalam mengabdikan dirinya untuk peserta didik. ALAT UNTUK MENCAPAI TUJUAN , (untuk mencapai tujuan gerakan Pramuka). Pramuka sebagai pelopor / penggerak PERUBAHAN DALAM MASYARAKAT. Mau dibawa kemana Pramuka? Sebenarnya sudah tersirat di dalam lagu Hymne Pramu ka.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 13 SEJARAH GERAKAN PRAMUKA 1. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus Peserta Kursus mengerti, memahami dan menghayati se jarah Gerakan Pramuka B. Tujuan Khusus Kursus Setelah mengikuti materi ini, peserta Kursus dapat : 1) Menguraikan andil Gerakan Pramuka dalam perjuang an kemerdekaan, sebagai patriot perjuangan bangsa untuk mewujudkan adi cita rakyat Indonesia dalam menegakkan Negara KeSatuan Republik Indonesia. 2) Menguraikan bahwa Gerakan Kepanduan Praja Muda K arana, sebagai kelanjutan dan pembaharuan gerakan kepanduan nasional. 3) Menjaga kelstarian Negara KeSatuan Republik Indo nesia yang berdasarkan pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. 4) Menjelaskan pengabdian Lord Baden Powell Of Gilw ell 2. MATERI Awal Kepramukaan Di Indonesia Masa Hindia Belanda Kenyataan sejarah menunjukkan bahwa pemuda Indonesi a mempunyai saham besar dalam pergerakan perjuangan kemerdekaan Indonesia serta a da dan berkembangnya pendidikan Kepramukaan nasional Indonesia. Dalam perkembangan pendidikan Kepramukaan itu tampak adanya dorongan dan semangat untuk bersatu, namun t erdapat gejala adanya berorganisasi yang Bhinneka. Organisasi Kepramukaan di Indonesia dimulai oleh ad anya cabang "Nederlandse Padvinders Organisatie" (NPO) pada tahun 1912, yang pada saat pecahnya Perang Dunia I memiliki kwartir besar sendiri serta kemudian berganti nama menjadi "Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging" (NIPV) pada tahun 1916. Organisasi Kepramukaan yang diprakarsai oleh bangsa Indonesia adalah "Javaanse Padvinders Organisatie" (JPO); berdiri atas prakarsa S.P. Mang kunegara VII pada tahun 1916. Kenyataan bahwa Kepramukaan itu senapas dengan perg erakan nasional, seperti tersebut di atas dapat diperhatikan pada adanya "Padvinder Muhammadi yah" yang pada 1920 berganti nama menjadi "Hizbul Wathon" (HW); "Nationale Padvinderi j" yang didirikan oleh Budi Utomo; Syarikat Islam mendirikan "Syarikat Islam Afdeling Padvinder ij" yang kemudian diganti menjadi "Syarikat Islam Afdeling Pandu" dan lebih dikenal dengan SIAP, Nati onale Islamietishe Padvinderij (NATIPIJ) didirikan oleh Jong Islamieten Bond (JIB) dan Indon esisch Nationale Padvinders Organisatie (INPO) didirikan oleh Pemuda Indonesia. Hasrat bersatu bagi organisasi Kepramukaan Indonesi a waktu itu tampak mulai dengan terbentuknya PAPI yaitu "Persaudaraan Antara Pandu Indonesia" me rupakan federasi dari Pandu Kebangsaan, INPO, SIAP, NATIPIJ dan PPS pada tanggal 23 Mei 192 8. Federasi ini tidak dapat bertahan lama, karena niat adanya fusi, akibatnya pada 1930 berdirilah Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) yang dirintis oleh tokoh dari Jong Java Padvinders/Pandu Kebangsaan (JJP/PK), INPO dan PPS (JJP-Jong Java Pa dvinderij); PK-Pandu Kebangsaan).PAPI kemudian berkembang menjadi Badan Pusat Persaudaraa n Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada bulan April 1938. Antara tahun 1928-1935 bermuncullah gerakan Kepramu kaan Indonesia baik yang bernafas utama kebangsaan maupun bernafas agama. Kepramukaan yang bernafas kebangsaan dapat dicatat Pandu Indonesia (PI), Padvinders Organisatie Pasund an (POP), Pandu Kesultanan (PK), Sinar Pandu Kita (SPK) dan Kepanduan Rakyat Indonesia (KR I). Sedangkan yang bernafas agama Pandu Ansor, Al W athoni, Hizbul W athon, Kepanduan Islam I ndonesia (KII), Islamitische Padvinders Organisatie (IPO), Tri Darma (Kristen), Kepanduan A zas Katholik Indonesia (KAKI), Kepanduan Masehi Indonesia (KMI). Sebagai upaya untuk menggalang keSatuan dan perSatu an, Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia BPPKI merencanakan "All Indonesian Jambor ee". Rencana ini mengalami beberapa perubahan baik dalam waktu pelaksanaan maupun nama kegiatan, yang kemudian disepakati diganti dengan "Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem" disi ngkat PERKINO dan dilaksanakan pada tanggal 19-23 Juli 1941 di Yogyakarta. Masa Bala Tentara Dai Nippon "Dai Nippon" ! Itulah nama yang dipakai untuk menye but Jepang pada waktu itu. Pada masa Perang Dunia II, bala tentara Jepang mengadakan penyeranga n dan Belanda meninggalkan Indonesia. Partai dan organisasi rakyat Indonesia, termasuk ge rakan Kepramukaan, dilarang berdiri. Namun upaya menyelenggarakan PERKINO II tetap dilakukan. Bukan hanya itu, semangat Kepramukaan tetap menyala di dada para anggotanya.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 14 Masa Republik Indonesia Sebulan sesudah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, beberapa tokoh Kepramukaan berkumpul di Yogyakarta dan bersepakat untuk memben tuk Panitia KeSatuan Kepanduan Indonesia sebagai suatu panitia kerja, menunjukkan pembentuka n satu wadah organisasi Kepramukaan untuk seluruh bangsa Indonesia dan segera mengadakan Kong res KeSatuan Kepanduan Indonesia. Kongres yang dimaksud, dilaksanakan pada tanggal 27 -29 Desember 1945 di Surakarta dengan hasil terbentuknya Pandu Rakyat Indonesia. Perkumpu lan ini didukung oleh segenap pimpinan dan tokoh serta dikuatkan dengan "Janji Ikatan Sakti", lalu pemerintah RI mengakui sebagai satu-satunya organisasi Kepramukaan yang ditetapkan dengan keput usan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No.93/Bag. A, tertanggal 1 Februari 1947 . Tahun-tahun sulit dihadapi oleh Pandu Rakyat Indone sia karena serbuan Belanda. Bahkan pada peringatan kemerdekaan 17 Agustus 1948 waktu diadak an api unggun di halaman gedung Pegangsaan Timur 56, Jakarta, senjata Belanda menga ncam dan memaksa Soeprapto menghadap Tuhan, gugur sebagai Pandu, sebagai patriot yang me mbuktikan cintanya pada negara, tanah air dan bangsanya. Di daerah yang diduduki Belanda, Pandu R akyat dilarang berdiri,. Keadaan ini mendorong berdirinya perkumpulan lain seperti Kepan duan Putera Indonesia (KPI), Pandu Puteri Indonesia (PPI), Kepanduan Indonesia Muda (KIM). Masa perjuangan bersenjata untuk mempertahankan neg eri tercinta merupakan pengabdian juga bagi para anggota pergerakan Kepramukaan di Indones ia, kemudian berakhirlah periode perjuangan bersenjata untuk menegakkan dan mempertahakan kemer dekaan itu, pada waktu inilah Pandu Rakyat Indonesia mengadakan Kongres II di Yogyakart a pada tanggal 20-22 Januari 1950. Kongres ini antara lain memutuskan untuk menerima k onsepsi baru, yaitu memberi kesempatan kepada golongan khusus untuk menghidupkan kembali b ekas organisasinya masing-masing dan terbukalah suatu kesempatan bahwa Pandu Rakyat Indo nesia bukan lagi satu-satunya organisasi Kepramukaan di Indonesia dengan keputusan Menteri P P dan K nomor 2344/Kab. tertanggal 6 September 1951 dicabutlah pengakuan pemerintah bahw a Pandu Rakyat Indonesia merupakan satu-satunya wadah Kepramukaan di Indonesia, jadi keputu san nomor 93/Bag. A tertanggal 1 Februari 1947 itu berakhir sudah. Mungkin agak aneh juga kalau direnungi, sebab sepul uh hari sesudah keputusan Menteri No. 2334/Kab. itu keluar, maka wakil-wakil organisasi K epramukaan mengadakan konferensi di Jakarta. Pada saat inilah tepatnya tanggal 16 September 1951 diputuskan berdirinya Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO) sebagai suatu federasi. Pada 1953 IPINDO berhasil menjadi anggota Kepramuka an sedunia IPINDO merupakan federasi bagi organisasi Kepramuka an putera, sedangkan bagi organisasi puteri terdapat dua federasi yaitu PKPI (PerSatuan Kepandu an Puteri Indonesia) dan POPPINDO (PerSatuan Organisasi Pandu Puteri Indonesia). Kedu a federasi ini pernah bersama-sama menyambut singgahnya Lady Baden-Powell ke Indonesia , dalam perjalanan ke Australia. Dalam peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI yan g ke-10 IPINDO menyelenggarakan Jambore Nasional, bertempat di Ragunan, Pasar Minggu pada t anggal 10-20 Agustus 1955, Jakarta. IPINDO sebagai wadah pelaksana kegiatan Kepramukaan merasa perlu menyelenggarakan seminar agar dapat gambaran upaya untuk menjamin kemurnian dan kelestarian hidup Kepramukaan. Seminar ini diadakan di Tugu, Bogor pada bulan Janu ari 1957. Seminar Tugu ini menghasilkan suatu rumusan yang di harapkan dapat dijadikan acuan bagi setiap gerakan Kepramukaan di Indonesia. Dengan demikian d iharapkan Kepramukaan yang ada dapat dipersatukan. Setahun kemudian pada bulan November 1958, Pemerintah RI, dalam hal ini Departemen PP dan K mengadakan seminar di Ciloto, B ogor, Jawa Barat, dengan topik "Penasionalan Kepanduan". Kalau Jambore untuk putera dilaksanakan di Ragunan Pasar Minggu-Jakarta, maka PKPI menyelenggarakan perkemahan besar untuk puteri yang disebut Desa Semanggi bertempat di Ciputat. Desa Semanggi itu terlaksana pada tahun 19 59. Pada tahun ini juga IPINDO mengirimkan kontingennya ke Jambore Dunia di MT. Makiling Filip ina. Kelahiran Gerakan Pramuka Kelahiran Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkai an peristiwa yang saling berkaitan yaitu : 1. Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para t okoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka seb agai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidik an kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari K ebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 15 Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indo nesia yang dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebu t sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA. 2. Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Ista na Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului deng an penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada tanggal pa da tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA. Gerakan Pramuka Diperkenalkan Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga meng gariskan agar pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan dikena l oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada pendukungnya yaitu p engurus dan anggotanya. Menurut Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan pe rkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdap at Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwartir Nasional Harian. Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun de ngan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas beranggotakan 45 orang di anta ranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam Kwarnasri 8 orang. Namun demikian dalam reali sasinya seperti tersebut dalam Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah a nggota Mapinas menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya s ebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi anggota Kwarnari. Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan W akil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan W akil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh. Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat Ketua dan Brigjen TNI D r.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari. Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada s eluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi ju ga di tempat yang penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan A pel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkel iling Jakarta. Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik an ggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana Negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX ses aat sebelum pawai/defile dimulai. Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dil akukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 16 TUJUAN DAN TUGAS POKOK GERAKAN PRAMUKA A. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus. Peserta Kursus mengerti, memahami dan menghayati tu juan dan tugas pokok Gerakan Pramuka B. Tujuan Khusus Kursus Setelah mengikuti materi ini, peserta Kursus dapat: 1. Menyebutkan Asas Gerakan Pramuka 2. Menjelaskan Tujuan Gerakan Pramuka 3. Menjelaskan Tugas Pokok Gerakan Pramuka 4. Menjelaskan Sasaran Gerakan Pramuka 5. Membedakan Tujuan dan Tugas Pokok Gerakan Pramuk a B. MATERI A. Asas dan Tujuan Gerakan Pramuka 1) Asas setiap anggota Gerakan Pramuka adalah pengh ayatan dan pengamalan pancasila yang diwujudkan dalam setiap sikap dan perilaku seh ari-hari. 2) Gerakan Pramuka bertujuan mendidik dan membina k aum muda indonesia agar : a) Manusia berkepribadian, berwatak dan berbudi pek erti luhur yang : Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, k uat mental dan tinggi moral. Tinggi kecerdasan dan mutu keterampilan. Kuat dan sehat jasmaninya. b) Warga Negara Republik Indonesia yang berjiwa pan casila, setia dan patuh kepada Negara KeSatuan Republik Indonesia serta menjadi an ggota masyarakat yang baik dan berguna, dapat membangun dirinya sendiri secara man diri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa dan negara , memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan, baik lokal, nasio nal maupun internasional. B. Tugas Pokok gerakan Pramuka Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok melaksanakan pendidikan bagi kaum muda melalui Kepramukaan di lingkungan luar sekolah, yang meleng kapi pendidikan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Adapun tujuannya : 1. Membentuk kader bangsa dan sekaligus kader pemba ngunan yang beriman dan bertaqwa serta berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2. Membentuk sikap dan perilaku yang positif, mengu asai keterampilan dan kecakapan serta memiliki kecerdasan emosional sehingga dapat menjad i manusia yang berkepribadian Indonesia, yang percaya kepada kemampuan sendiri, s anggup dan mampu membangun dirinya sendirinya serta bersama-sama bertanggungja wab atas pembangunan masyarakat, bangsa dan negara. 3. Dalam melaksanakan pendidikan Kepramukaan, Gerak an Pramuka selalu memperhatikan a) Keadaan, kemampuan, kebutuhan dan minat peserta didiknya. b) Keadaan, kemampuan, adat istiadat dan harapan ma syarakat termasuk orang tua Pramuka. 4. Dalam pelaksanaan kegiatannya, Gerakan Pramuka m enggunakan PDK dan MK, Sistem Among dan berbagai metode penyajian lainnya. Para P ramuka mendapat Pembinaan dalam Satuan gerak sesuai dengan usia dan bidang kegiatan nya, dengan mengikuti ketentuan SKU, SKK, TKU, TKK dan , SPG – TPG. C. Sasaran Kepramukaan. Sasaran Kepramukaan adalah mempersiapkan kader bang sa yang : 1. Memiliki kepribadian dan kepemimpinan yang berji wa Pancasila 2. Berdisiplin yaitu : berfikir, bersikap dan berti ngkah laku tertib. 3. Sehat dan Kuat mental, moral dan fisiknya. 4. Memiliki jiwa patriot yang berwawasan luas dan d ijiwai nilai-nilai kejuangan yang diwariskan oleh para pejuang bangsa. 5. Berkemampuan untuk berkarya dengan semangat kema ndirian, berfikir kreatif, inovatif, dapat dipercaya, berani dan mampu menghadapi tugas-tugas.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 17 LAMBANG DAN TANDA PENGENAL GERAKAN PRAMUKA 1. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus . Peserta Kursus mengerti, memahami dan menghayati ma kna yang terkandung dalam lambang Gerakan Pramuka dan menjadikannya sebagai sikap hid up sehari-hari, serta dapat memakai tanda pengenal pada tempatnya. B. Tujuan Khusus Kursus Setelah mengikuti materi ini, peserta Kursus dapat: 1. Menjelaskan pengertian lambang Gerakan Pramuka s ebagai tanda pengenal organisasi yang bersifat tetap. 2. Menyebutkan dan menjelaskan arti kiasan lambang Gerakan Pramuka. 3. Menjelaskan penggunaan lambang Gerakan Pramuka s ebagai tanda pengenal organisasi dan sebagai alat administrasi Gerakan Pramuka. 4. Menerapkan kiasan lambang dalam kehidupan sehari -hari. 2. MATERI Pengertian Lambang Lambang Gerakan Pramuka adalah tanda pengenal tetap yang mengkiaskan sifat, keadaan, nilai dan norma yang dimiliki oleh setiap anggota Gerakan Pra muka yang dicita - citakan oleh Gerakan Pramuka. Lambang tersebut diciptakan oleh Almarhum Bapak Soenardjo Atmodipuro, seorang Pembina Pramuka yang aktif bekerja sebagai pegawai tinggi Departemen Pertanian. Lambang Gerakan Pramuka ini digunakan sejak tanggal 14 Agus tus 1961, pada Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia yang dianugerahkan kep ada Gerakan Pramuka. Bentuk dan Arti Kiasan a. Bentuk Lambang Gerakan Pramuka adalah gambar bayangan (silhouelte) tunas kelapa. b. Arti kiasan adalah: 1. Buah Nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan CIKAL dan istilah CIKAL-BAKAL di Indonesia berarti : "Penduduk asli yang pe rtama yang meurunkan generasi baru". Jadi lambang buah nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan bahwa tiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia. 2. Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan bag aimanapun juga. Jadi mengkiaskan bahwa tiap Pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat, dan ulet, serta menghadapi s egala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsa Indonesia. 3. Nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membuktikan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekelilingnya. Jadi mengkias kan bahwa tiap Pramuka dapat menyesuaikan diri dalam masyarakat di mana ia berad a dan dalam keadaan yang bagaimanapun juga. 4. Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas dan merupak an salah satu pohon tertinggi di Indonesia. Jadi mengkiaskan bahwa tiap Pramuka mempunyai cita- cita yang tinggi dan lurus, yang mulia dan jujur dan ia tetap tegak tidak mudah diombang-ambin gkan oleh sesuatu. 5. Akar nyiur tumbuh kuat dan erat didalam tanah. J adi mengkiaskan tekad dan keyakinan tiap Pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasa n-landasan yang baik, benar kuat dan nyata, ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehn ya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya. 6. Nyiur adalah pohon yang serba guna dari ujung at as hingga akarnya. Jadi mengkiaskan bahwa tiap Pramuka adalah manusia yang berguna dan membak tikan diri dan kegunaannya kepada tanah air, bangsa dan Negara KeSatuan Republik Indo nesia serta kepada umat manusia. Pengertian Tanda Pengenal Yang dimaksud Tanda Pengenal dalam Gerakan Pramuka adalah tanda-tanda yang dikenakan pada pakaian seragam Pramuka yang dapat menunjukkan sega la sesuatu mengenai identitas seorang anggota Gerakan Pramuka. Maksud dan Tujuan 1. Pemakaian tanda Pengenal Gerakan Pramuka ini dim aksudkan untuk mempermudah mengenal identitas diri seorang Pramuka, Satuan, Wilayah Tug as, Jabatan dan kecakapannya. 2. Tujuan dipakainya Tanda Pengenal Gerakan Pramuka yaitu: 1) Memberi motivasi kepada anggota Gerakan Pramuka agar, a. Menggunakan hak dan melaksanakan kewajiban sesua i tugas dan tanggungjawabnya, b. Bergairah dan bersemangat dalam meningkatkan kem ampuan, kecakapan dan karyanya,

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 18 c. Bersungguh-sungguh melaksanakan janji dan ketentuan moral, d. Mengamalkan pengetahuan dan kecakapan sesuai tan da-tanda pengenal yang dipakainya. 2) Menanamkan dan mengembangkan, a. Rasa persaudaraan di kalangan anggota Gerakan Pr amuka, b. Kesadaran ikut memiliki, memelihara dan bertangg ungjawab atas dirinya sendiri, Satuan dan Organisasi, c. Kebanggaan dan rasa percaya diri, d. Jiwa kepemimpinan. 3. Fungsi Tanda Pengenal 1) Sebagai alat pendidikan, 2) Sebagai alat pengenal, 3) Sebagai tanda pengakuan atau pengesahan, 4) Sebagai tanda penghargaan. 4. Macam-macam Tanda Pengenal 1) Tanda Umum Dipakai secara umum oleh semua anggota Gerakan Pram uka yang sudah dilantik baik putra maupun putri. Macamnya: Tanda tutup kepala, setangan / pita leher , tanda pelantikan, tanda harian, tanda WOSM. 2) Tanda Satuan Menunjukkan Satuan / Kwartir tertentu tempat seoran g anggota Gerakan Pramuka bergabung. Macamnya: Tanda Barung / Regu / Sangga, Gugus Depan , Kwartir, MABI, Krida, Saka, Lencana Daerah, Satuan dll. 3) Tanda Jabatan Tanda jabatan menunjukkan jabatan dan tanggungjawab seorang anggota Gerakan Pramuka dalam lingkungan organisasi Gerakan Pramuka. Macamnya: Tanda Pimpinan / Wakil Pimpinan Barung / Regu / Sangga, Sulung, Pratama, Pradana, Pimpinan / Wakil Krida / Saka, Dewan Kerja , Pembina, Pembantu Pembina, Pelatih, Andalan, Pembimbing, Pamong Saka, Dewan Saka, dll. 4) Tanda Kecakapan Menunjukkan kecakapan, ketrampilan, ketangkasan, ke mampuan, sikap, tingkat usaha seorang Pramuka dalam bidang tertentu, sesuai golon gan usianya. Macamnya: Tanda Kecakapan Umum / Khusus, Pramuka Ga ruda dan tanda keahlian lain bagi orang dewasa. 5) Tanda Kehormatan Menunjukkan jasa atau penghargaan yang diberikan ke pada seseorang atas jasa, darma baktinya dan lain-lain yang cukup bermutu dan berma nfaat bagi Gerakan Pramuka, Kepramukaan, masyarakat, bangsa, negara dan umat ma nusia. Macamnya : Peserta didik: Tiska, Tigor, Bint ang Tahunan, Bintang W iratama, Bintang Teladan. Orang dewasa : Pancawarsa, Darma Bakti, Wiratama, M elati, Tunas Kencana. 5. Penggunaan Tanda Pengenal 1) Tanda Pengenal bukan sebagai perhiasan dan bukan alat untuk membedakan kedudukan atau martabat anggota Pramuka. 2) Agar pemakaian dan pemberian Tanda Pengenal dapa t menepati fungsi dan memenuhi upaya pencapaian tujuan, maka harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. Pemakaian tanda pengenal selalu disertai dengan tanggungjawab dan kewajiban untuk menjaga nama baik diri, Satuan, dan organisasi, ber upaya memanfaatkan dan meningkatkan kemampuan serta berusaha mengamalkan S atya dan Darma. b. Tanda Pengenal yang dipakai harus tanda pengenal yang sah dan benar; baik bentuk, ukuran dan warna sebagaimana diatur dalam Petunjuk Penyelanggaraan. c. Pemberian Tanda Pengenal hanya kepada seseorang yang telah memenuhi syarat tertentu sebagaimana diatur dalam Petunjuk Penyelan ggaraan. *) Gambar tanda pengenal terlampir Bendera Gerakan Pramuka Bendera Gerakan Pramuka berbentuk segi empat panjan g dan beukuran tiga banding dua, berwarna dasar putih, ditengah-tengahnya terdapat lambang Ge rakan Pramuka berwarna merah. Di bagian atas dan bawah bendera terdapat jalur merah dengan ukura n lebar 1/10 dari lebar bendera. Letaknya 1/10 dari lebar bendera, dari sisi atas dan sisi bawah. Pada bagian pinggiran tempat tali bendera terdapat jalur merah sepanjang lebar bendera dengan ukuran lebarnya 1/8 dari panjang bendera, dengan tu lisan a. untuk nama Kwartir, b. untuk nama Gugus Depan dan Nomor Gugus Depan. Ukuran untuk tingkat : Nasional : 200 x 300 cm Ranting : 60 x 90 cm Daerah : 150 x 225 cm Gugus Depan : 60 x 90 cm Cabang : 90 x 135 cm

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 19 STRUKTUR ORGANISASI GERAKAN PRAMUKA 1. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus. Peserta Kursus mengerti, memahami dan menghayati st ruktur organisasi Gerakan Pramuka sebagai bekal membina Pramuka. B. Tujuan Khusus Kursus. Setelah mengikuti materi ini, peserta Kursus dapat: 1. Menjelaskan struktur organisasi Gerakan Pramuka. 2. Menjelaskan tujuan adanya struktur organisasi Ge rakan Pramuka. 3. Menjelaskan manfaat struktur organisasi Gerakan Pramuka. 4. Membuat bagan (skema) struktur Gerakan Pramuka. 2. MATERI Pengertian Setiap organisasi baik organisasi sosial, politik m aupun kepemudaan pasti mempunyai susunan pengurus yang berbeda satu dengan yang lainnya. Tin gkat kedudukan dan kewenangan pengurus suatu organisasi berbeda-beda. Demikian pula dengan organisasi Gerakan Pramuka, dimana setiap pengurusnya memiliki kedudukan dan kewenangan yang tidak sama. Dengan demikian, maka perlu dibuat struktur organisasi Gerakan Pramuka. Struktur organisasi Gerakan Pramuka merupakan suatu kerangka yang berupa bagan atau skema yang menggambarkan tingkatan-tingkatan organisasi g erakan Pramuka mulai dari bawah sampai dengan yang paling atas beserta mekanisme kerjanya. Tujuan Adanya Struktur Organisasi Gerakan Pramuka Dengan struktur organisasi Gerakan Pramuka, maka me kanisme kerja organisasi Gerakan Pramuka dapat lebih terarah dan sistematis sehingga menduku ng tercapainya tujuan Gerakan Pramuka. Karena itu struktur organisasi Gerakan Pramuka dapa t dijadikan pegangan dan sekaligus pedoman di dalam mengelola Gerakan Pramuka. Dengan struktur organisasi Gerakan Pramuka, maka da pat dihindari terjadinya tumpang tindih (kerancuan) dalam pelaksanaan tugas, kewenangan dan tanggungjawab dari masing-masing kwartir. Yang terpenting untuk diperhatikan, keberadaan stru ktur organisasi Gerakan Pramuka adalah adanya kesadaran, ketaatan dan kepatuhan bersama un tuk melaksanakan struktur organisasi Gerakan Pramuka secara objektif dan sesuai dengan a turan main yang telah disepakati bersama. Manfaat Struktur Organisasi Gerakan Pramuka Keberadaan struktur Gerakan Pramuka bagi para anggo ta Pramuka memiliki banyak manfaat, diantaranya 1. Dijadikan pedoman didalam menjalankan roda organ isasi. 2. Dijadikan acuan didalam menjalankan tugas dan ke wenangan pengurus organisasi. 3. Sebagai acuan didalam menjalankan kerjasama deng an organisasi diatasnya atau dibawahnya. STRUKTUR ORGANISASI GERAKAN PRAMUKA DARI TINGKAT NASIONAL – GUGUS DEPAN

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 20 PENDIDIKAN DALAM KEPRAMUKAAN A. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus Peserta Kursus mengerti dan memahami pendidikan dal am Kepramukaan. B. Tujuan Khusus Kursus Setelah mengikuti materi ini, peserta Kursus dihara pkan dapat: 1. Menjelaskan pengertian pendidikan dan pendidikan Kepramukaan, 2. Menjelaskan lingkungan pendidikan dalam kehidupa n manusia, 3. Menjelaskan lingkungan pendidikan komplementer d alam upaya self education , 4. Menjelaskan pendidikan dalam Kepramukaan sebagai suatu proses Pembinaan dan pengembangan sepanjang hayat yang berkesinambungan, 5. Menjelaskan pendidikan yang betumpu pada empat s endi/soko guru, 6. Menjelaskan pendidikan peserta didik, 7. Menjelaskan pendidikan orang dewasa/Pembina. B. MATERI A. Pengertian 1. Pendidikan adalah usaha sendiri menyiapkan peser ta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan bagi perannya di masa yang a kan datang. 2. Di dalam kehidupan manusia, terdapat tiga lingku ngan pendidikan yaitu: a) Lingkungan keluarga sebagai lingkungan yang bers ifat mendidik, b) Lingkungan sekolah yang bertugas melaksanakan pe ndidikan (bimbingan, pengajaran dan latihan), c) Lingkungan masyarakat yang bersifat mendidik (Ge rakan Pramuka dan kegiatan lain). Kepramukaan merupakan proses pendidikan luar li ngkungan keluarga dan sekolah dalam bentuk kegiatan yang menarik, menyenangkan, s ehat, teratur, terarah, praktis, yang dilakukan di alam terbuka dengan PDK dan MK ya ng sasaran akhir adalah pembentukan watak (AD/ART Gerakan Pramuka Bab III, pasal 8, butir 2B, Keppres RI Nomor: 104 / 2004). 3. Pendidikan dan Kepramukaan diartikan secara luas adalah: suatu proses Pembinaan dan pengembangan sepanjang hayat yang berkesinambungan atas kecakapan yang dimiliki peserta didik sebagai pribadi maupun sebagai anggot a masyarakat. 4. Pendidikan dalam arti luas bertumpu pada empat s endi yaitu: a) Belajar Mengetahui ( Learning to know) Untuk memiliki pengetahuan umum yang cukup luas dan untuk dapat bekerja secara mendalam dalam beberapa hal adalah belajar memanfaa tkan peluang pendidikan sepanjang hidup. b) Belajar Berbuat ( Learning to do) Bukan hanya memperoleh kecakapan atau ketrampil an, melainkan juga untuk memperoleh yang lebih luas daripada itu termasuk hu bungan sangat pribadi dan antar kelompok. c) Belajar hidup Bermasyarakat ( Learning to life together) Diperlukan saling pengertian dan kerukunan sert a keadilan untuk menyelesaikan pertentangan-pertentangan yang terjadi serta untuk menumbuhkan pemahaman orang lain mengenai saling menghargai. d) Belajar menjadi Seseorang ( Learning to Be) Agar dapat mengembangkan watak yang dapat berti ndak dengan kemandirian berpendapat dan bertanggungjawab pribadi yang makin besar. 5. Proses pendidikan dalam Kepramukaan terjadi saat peserta didik melakukan kegiatan menarik, menyenangkan, kreatif, menantang. Pada saa t itu, Pembina memberikan bimbingan dan pengembangan watak. B. Pendidikan Peserta Didik Proses pendidikan peserta didik ditujukan pada penc apaian tujuan Gerakan Pramuka, yang dilakukan dalam bentuk kegiatan yang dilaksanakan d ari, oleh dan untuk peserta didik dalam lingkungan alam mereka sendiri. Mereka memimpin dir i mereka sendiri, namun masih dalam pengawasan Pembinanya. 1. Pramuka Siaga Usia 7-10 tahun, ada 3 tingkat SKU: - Siaga Mula - Siaga Bantu - Siaga Tata

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 21 Siaga Tata yang telah memenuhi kecakapan dan persyaratan tertentu dapat mencapai Pramuka Garuda Siaga. 2. Pramuka Penggalang Usia 11-15 tahun, ada 3 tingkat SKU: - Penggalang Ramu - Penggalang Rakit - Penggalang Terap Penggalang Terap yang telah memenuhi kecakapan dan persyaratan tertentu dapat mencapai Pramuka Penggalang Garuda. 3. Pramuka Penegak Usia 16-20 tahun, ada 2 tingkat SKU: - Penegak Bantara - Penegak Laksana Penegak Laksana yang telah memenuhi kecakapan dan p ersyaratan tertentu dapat mencapai Pramuka Penegak Garuda. 4. Pramuka Pandega Usia 21-25 tahun, ada 1 tingkatan saja yaitu Pan dega. Pandega yang telah memenuhi kecakapan dan persyaratan tertentu dapat mencapai P ramuka Pandega Garuda. Seorang anak/pemuda yang usianya pindah melampau i batas tertinggi dari suatu golongan usia, harus pindah golongan tanpa harus menyelesaik an SKU tingkat tertinggi di golongannya. C. Pendidikan Orang Dewasa/Pembina Pendidikan orang dewasa dalam Gerakan Pramuka dituj ukan kepada pemberian bekal kemampuan agar orang itu dapat mengabdikan diri sec ara sukarela dan aktif menjalankan kewajibannya sebagai Pembantu Pembina Pramuka, Pemb ina Pramuka, Pelatih Pembina Pramuka, Andalan, MABI dan Staf Kwartir. Pendidikan formal bagi orang-orang dewasa berbentuk Kursus-Kursus: 1. Kursus Orientasi Diadakan untuk orang tua Pramuka, MABI, masyarakat lainnya. Kursus Orientasi sesuai dengan lamanya dibagi menjadi: a) Kursus Orientasi Singkat b) Kursus Orientasi Sedang c) Kursus Orientasi Lengkap 2. Kursus Pembina Pramuka Mahir Diadakan bagi mereka yang akan membina peserta didi k secara langsung yaitu Pembina, Pembantu Pembina. Pramuka Penegak dan Pandega dapat juga mengikuti Kursus ini sebagai kader. Ada dua jenis Kursus ini, yaitu: a) Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar b) Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjut Di akhir Kursus akan ada pengembangan selama 6 bula n untuk latihan mengelola administrasi dan kegiatan Satuan yang dibimbing ole h Pelatih. 3. Kursus Pelatih Pembina Pramuka Kursus ini diadakan bagi para Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan yang berbakat dan bersedia menjadi Pelatih Pembina Pramuka. Kursus in i ada 2 tingkat, yaitu: a) Kursus Pelatih Dasar b) Kursus Pelatih Lanjutan Peserta Kursus tersebut diatas menerima ijazah dan dapat diangkat oleh Kwartir Cabangnya menjadi seorang Pelatih Pembina Pramuka yang dinyat akan dengan Surat Hak Latih. Predikat Pelatih ini digunakan selama yang bersangk utan melakukan tugasnya sebagai Pelatih dan memegang SHL. D. Kesimpulan 1. Pendidikan watak dan kepribadian dilakukan kepad a peserta didik pada saat melaksanakan kegiatan yang menarik, menyenangkan, kreatif dan me nantang. 2. Pembina Pramuka bertanggungjawab terhadap pelaks anaan kegiatan yang kreatif dan menarik, dengan syarat melibatkan peserta didik dal am perencanaannya. 3. Kegiatan Kepramukaan yang menarik, menyenangkan, kreatif dan menantang hanya bisa terwujud bilamana Pembina melibatkan peserta didik dalam perencanaannya 4. Kegiatan Kepramukaan lebih mengutamakan kegiatan dialam terbuka, sehingga setiap kegiatan Kepramukaan mempunyai dua nilai yaitu Nila i Formal dan Nilai Pendidikan Pembentukan Watak.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 22 MAJELIS PEMBIMBING GERAKAN PRAMUKA 1. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus Setelah mengikuti Kursus peserta Kursus mampu memah ami peranan dan fungsi Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka. B. Tujuan Khusus Kursus Setelah mengikuti materi ini, para peserta Kursus: 1. Dapat menyebutkan hak, kewajiban, dan tanggungja wab Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka (MABI GP), 2. Dapat memfungsikan semua hak, kewajiban dan tang gungjawab MABI GP, 3. Dapat mendorong dan meningkatkan semangat untuk mengabdi bagi para anggota MABI dalam membantu terlaksananya semua kegiatan pendidi kan Kepramukaan di Kwartir, Gudep dan Satuan-Satuan Pramuka jajarannya, 4. Dapat berkomunikasi dengan baik antara Pembina, Pelatih, Andalan GP dengan para anggota pengurus MABI GP di jajarannya, 5. Dapat menyebutkan peranan, fungsi dan tugas poko k MABI GP. 2. MATERI A. Hak dan Kewajiban Majelis Pembimbing 1. Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka (MABI GP) ada lah suatu badan dalam Gerakan Pramuka (GP) yang memberi bimbingan, bantuan moril, organisatoris, materiil dan finansial kepada Gudep, Satuan Pramuka, Kwartir GP dari tingk at Nasional hingga Ranting. 2. MABI GP yang diangkat dan telah dilantik sekuran g-kurangnya telah mengikuti Kursus Orientasi Gerakan Pramuka. 3. Pelantikan anggota MABI dilakukan oleh Ketua Kwa rtir jajaran diatasnya dengan TRI SATYA dan menandatangani IKRAR, kecuali Ketua Majelis Pem bimbing Nasional yang dijabat langsung oleh Presiden RI. 4. MABI GP adalah anggota Pramuka Dewasa Gerakan Pr amuka yang berhak mendapatkan Kartu Tanda Anggota, berseragam Pramuka dan berhak menjadi anggota Dewan Kehormatan di jajaran (Bab V pasal 39 Anggaran Rum ah Tangga Gerakan Pramuka). Dapat menjadi Badan Pemeriksa Keuangan di jajarannya (bab VIII pasal 64 Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka). 5. Susunan MABI Gugus Depan, Ranting, Cabang, Daera h dan Nasional berasal dari unsur-unsur tokoh masyarakat pada masing-masing tingkata n yang memiliki perhatian dan rasa tanggungjawab terhadap Gerakan Pramuka serta mampu menjalankan peran MABI. 6. MABI Gugus Depan berasal dari unsur-unsur orang tua peserta didik dan tokoh masyarakat dilingkungan Gugus Depannya, yang memiliki perhatia n dan rasa tanggungjawab terhadap Gerakan Pramuka serta mampu menjalankan peran MABI. 7. MABI terdiri atas : a. Seorang Ketua b. Seorang atau beberapa orang Wakil Ketua c. Seorang atau beberapa orang Sekretaris d. Beberapa orang dewasa 8. MABI membentuk MABI Harian terdiri atas : a. Seorang Ketua yang dijabat oleh Ketua Majelis Pe mbimbing atau salah seorang dari antara Wakil Ketua. b. Seorang Wakil Ketua. c. Seorang Sekretaris d. Beberapa orang anggota 9. Pembina Gugus Depan dan Ketua Kwartir Gerakan Pr amuka se ex-officio menjadi anggota MABI 10. Nama dan Pengurus MABI : a. MABI Nasional disingkat MABINAS yang dijabat Pre siden RI, sebagai Ketua Mabinas/Ka Mabinas. b. MABI Daerah disingkat MABIDA yang dijabat oleh G ubernur/Kepala Daerah sebagai ketua Mabida/Ka Mabida. c. MABI Cabang disingkat MABICAB yang dijabat oleh Bupati/walikota/Kepala Daerah sebagai Ketua Mabicab/Ka Mabicab d. MABI Ranting disingkat MABIRAN yang dijabat oleh Camat, sebagai Ketua MABIRAN yang disingkat ka Mabiran e. MABI Desa/Kelurahan disingkat MABISA yang dijaba t oleh Kepala Desa/Lurah sebagai ketua Mabisa yang disingkat Ka Mabisa. Sedangkan KO RSA adalah Koordinator Desa yang dapat dijabat atau dipilih dari Pembina Gugus Depan di wilayah yang bersangkutan.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 23 f. MABI Gugus Depan disingkat MABIGUS yang dijabat oleh orang tua peserta didik atau tokoh masyarakat disekitar Gugus Depan yang dipilih secara musyawarah bersama para Pembina Gugus Depan sebagai Ketua MABIGUS disingkat Ka Mabigus. Selama ini Ka Mabigus dijabat oleh Kepala Sekolah, terutama Gugus Depan yang berpangkalan di sekolah. B. Tata Kerja MABI GP 1. Mengadakan rapat MABI sekurang-kurangnya sekali dalam waktu satu tahun 2. MABI Harian sekurang-kurangnya mengadapakan rapa t MABI Harian tiga bulan sekali 3. Sidang-sidang MABI disesuaikan dengan kebutuhan dan ditentukan oleh Ketua MABI (Bab IX pasal 67 Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka) 4. Mengadakan hubungan timbal balik secara periodik dengan Gugus Depan dan Kwartir yang bersangkutan 5. MABI ikut aktif dalam musywarah Gerakan Pramuka di jajarannya C. Fungsi MABI GP MABI GP mempunyai 3 fungsi pokok : 1. Fungsi Bimbingan · Bimbingan yang mengandung makna : tuntunan, penga rahan, saran dan nasehat · MABI ikut menentukan arah kegiatan Kepramukaan, me ngoreksi segala penyimpangan di Kwartir maupun di Gugus Depan terhadap ketentuan -ketentuan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka 2. Fungsi Partisipasi MABI selalu berpartisipasi aktif dalam segala kegia tan dalam usahanya memberi Pembinaan, peningkatan dan pengembangan Gerakan Pramuka secara aktif berusaha mengatasi kesulitan dan hambatan yang dihadapi oleh Kwartir a tau Satuan-Satuan Pramuka di Gugus Depan 3. Fungsi Bantuan 1. MABI dalam usahanya mendukung Gerakan Pramuka me ngusahakan fasilitas-fasilitas, moril, finansial, maupun materiil yang diperlukan o leh Kwartir atau Satuan-Satuan Pramuka di Gugus Depan 2. Mengadakan kerjasama dengan tokoh masyarakat unt uk memperoleh pengertian, dukungan, bantuan dan kepercayaan masyarakat D. Penyangga Utama Keberhasilan Pemaparan tentang MABI merupakan upaya Kwartir Gera kan Pramuka dalam usahanya agar para pejabat pemerintah, tokoh masyarakat dan para orang tua peserta didik sadar akan keberadaan Gerakan Pramuka, untuk selanjutnya berse dia membantu Gerakan Pramuka dengan sukarela, sanggup menjadi pengurus MABI GP. Akhirny a diharapakan MABI menjadi penyangga utama keberhasilan pendidikan Kepramukaan sesuai de ngan tujuan Gerakan Pramuka

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 24 PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN DAN METODE KEPRAMUKAAN (P DK DAN MK) 1. TUJUAN. A. Tujuan Umum Kursus. Peserta Kursus mengenal dan memahami dan menghayati Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan (PDK dan MK) sebagai norma seora ng anggota Gerakan Pramuka. B. Tujuan Khusus Kursus. Setelah menerima materi ini, diharapkan peserta Kur sus dapat : 1. Menjelaskan PDK dan MK 2. Membedakan PDK dan MK dengan PDMPK 3. Menyebutkan unsur-unsur PDK dan MK secara terpad u. 4. Menerapkan Prinsip-prinsip PDK dan MK dalam Gera kan Pramuka. 2. MATERI. PRINSIP DASAR KEPRAMUKAAN Prinsip dasar ialah asas yang mendasar yang menjadi dasar dalam berfikir dan bertindak. Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekola h dan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan dan menantang yang d ilakukan di alam terbuka dengan sasaran akhir pembentukan watak. Prinsip Dasar Kepramukaan adalah asas yang mendasari kegiatan Kepramukaan da lam upaya membina watak peserta didik. Prinsip Dasar Kepramukaan terdiri atas : 1. Iman dan taqwa kepada Tuhan YME 2. Peduli terhadap bangsa, negara, sesama manusia d an alam serta seisinya. 3. Peduli terhadap diri sendiri. 4. Taat kepada Kode Kehormatan Gerakan Pramuka. Menerima dan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan a dalah hakekat Pramuka, baik sebagai makhluk Tuhan YME, mahluk sosial maupun individu ya ng menyadari bahwa pribadinya : a. Taat pada perintah Tuhan YME, dan beribadah sesu ai tata cara dari agama yang dipeluknya serta menjalankan segala perintah-Nya dan manjauhi segala larangan-Nya b. Mengakui bahwa manusia tidak hidup sendiri, mela inkan hidup bersama dengan sesama manusia dalam kehidupan bersama yang didasari oleh prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab. c. Diberi tempat hidup dan berkembang oleh Tuhan YM E di bumi yang berunsurkan tanah, air dan udara yang merupakan tempat bagi manusia untuk hidu p bersama, berkeluarga, bermasyarakat, dan berbangsa yang rukun dan damai. d. Memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarika n lingkungan sosial serta memperkokoh persatuan menerima kebhinekaan dalam Negara Kesatua n Republik Indonesia. e. Merasa wajib peduli terhadap lingkungannya denga n cara menjaga, memelihara dan menciptakan lingkungan hidup yang baik. f. Menyadari bahwa sebahai anggota masyarakat, waji b peduli pada kebutuhan sendiri agar kader pembangunan dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan. g. Selalu berusaha taat pada Satya dan Darma Pramuk a dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi Prinsip Dasar Kepramukaan, sebagai : a. Norma hidup anggota Gerakan Pramuka b. Landasan Kode Etik Gerakan Pramuka c. Landasan sistem nilai Gerakan Pramuka d. Pedoman dan arah Pembinaan kaum muda anggota Ger akan Pramuka e. Landasan gerak dan kegiatan Pramuka mencapai sas aran dan tujuannya METODE KEPRAMUKAAN. Metode adalah suatu cara/teknik untuk mempermudah t ercapainya tujuan kegiatan. Metode Kepramukaan ialah cara memberikan pendidikan watak pada peserta didik melalui kegiatan Kepramukaan yang menarik, menyenangkan dan menantan g yang disesuaikan kondisi, situasi kegiatan peserta didik. Metode Kepramukaan merupakan cara belajar progesif melalui : Pengamalan Kode Kehormatan Gerakan Pramuka a. Belajar sambil melakukan b. Sistem berkelompok c. Kegiatan yang menantang dan menarik serta mengan dung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani peserta didik d. Kegiatan di alam terbuka

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 25 e. Sistem tanda kecakapan f. Sistem Satuan terpisah untuk Satuan putra dan pu tri g. Kiasan Dasar KODE KEHORMATAN PRAMUKA DAN MOTTO GERAKAN PRAMUKA 1. TUJUAN. A. Tujuan Umum Kursus. Peserta Kursus mengenal dan memahami Kode Kehormata n Pramuka dan Motto Gerakan Pramuka dalam bentuk janji / satya ketentuan moral / darma. B. Tujuan Khusus Kursus. Setelah menerima materi ini, diharapkan peserta Kur sus dapat : 1. Menjelaskan makna kode kehormatan Pramuka dalam bentuk janji / satya dan ketentuan moral / darma 2. Menyebutkan kode kehormatan Pramuka dalam bentuk janji / satya bagi golongan Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega. 3. Menyebutkan kode kehormatan Pramuka dalam bentuk ketentuan moral bagi golongan Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega. 4. Menyebutkan cara-cara mengamalkan kode kehormata n Pramuka. 5. Menjelaskan pengertian motto Kepramukaan. 6. Menyebutkan Motto Kepramukaan. 2. MATERI. a. Kode Kehormatan Pramuka. 1) Makna Kode Kehormatan Pramuka yang disebut satya / janji adalah : Janji yang diucapkan secara sukarela oleh seorang calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi persyaratan keanggotaan. Tindakan pribadi untuk mengikat diri secara sukare la menerapkan dan mengamalkan janji. Titik tolak memasuki proses pendidikan sendiri gun a mengembangkan visi, intelektualitas, emosi, sosial, dan spiritual, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat lingkungannya. 2) Makna Kode Kehormatan Pramuka dalam bentuk keten tuan moral yang disebut darma merupakan : Alat proses pendidikan sendiri yang progresif untu k mengembangkan budi pekerti luhur. Upaya memberi pengalaman praktis. Landasan gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tuju an pendidikan melalui Kepramukaan. Kode Etik organisasi Gerakan Pramuka. 3) Pengertian Kode Kehormatan Gerakan Pramuka adala h : Kode Kehormatan adalah suatu norma / ukuran kesada ran mengenai akhlak (budi pekerti) yang tersimpan dalam hati orang sebagai ak ibat karena orang tersebut tahu akan harga dirinya. Kode Kehormatan Pramuka adalah suatu norma dalam k ehidupan Pramuka yang merupakan ukuran atau standar tingkah laku Pramuka di masyarakat. 4) Kode Kehormatan Pramuka terdiri atas : a. SATYA PRAMUKA , merupakan janji yang diucapkan secara suka rela o leh seorang calon anggota Gerakan Pramuka setelah memenuhi pers yaratan keanggotaannya. b. DARMA PRAMUKA , adalah alat proses pendidikan diri yang progesif untuk mengembangkan budi pekerti luhurjuga sebagai landas an gerak Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan melalui Kepramukaa n yang kegiatan mendorong Pramuka manunggal dengan masyarakat, bersikap demok ratis, saling menghormati, memiliki rasa kebersamaan dan kegotong royong. Kode kehormatan Gerakan Pramuka untuk masing-masing golongan usia itu berbeda-beda disesuaikan dengan perkembangan rohani dan jasmani masing-masing golongan anggota gerakan Pramuka yaitu : 1. Siaga ( 7 – 10 tahun) : janji → DWI SATYA : Darma → DWI DARMA 2. Penggalang (11 – 15 tahun) : janji → TRI SATYA : Darma → DASA DARMA 3. Penegak (16 – 20 tahun) : janji → TRI SATYA : Darma → DASA DARMA 4. Pandega (21 – 25 tahun) : janji → TRI SATYA : Darma → DASA DARMA 5. Anggota Dewasa : janji → TRI SATYA : Darma → DASA DARMA

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 26 Kode Kehormaan bagi Anggota Siaga 1. Janji yang disebut Dwi Satya yang berbunyi sebag ai berikut : Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sung guh : - Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara KeS atuan Republik Indonesia dan mengikuti Tata Krama keluarga - Setiap hari berbuat kebajikan. 2. Ketentuan moral disebut Dwi Darma selengkapnya b erbunyi 1. Siaga Berbakti kepada Ayah Bundanya 2. Siaga berani dan tidak putus asa Kode Kehormatan bagi Pramuka Penggalang 1. Janji yang disebut Tri Satya yang berbunyi sebag ai berikut : Demi kehormatanku akau berjanji akan bersungguh-sun gguh - Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kes atuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila - Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri memba ngun masyarakat - Menepati Dasa Darma 2. Ketentuan Moral yang disebut Dasa Darma yang sel engkapnya berbunyi : Pramuka itu : 1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2. Cinta Alam dan kasih sayang sesama manusia 3. Patriot yang sopan dan ksatria 4. Patuh dan suka bermusyawarah 5. Rela menolong dan tabah 6. Rajin terampil dan gembira 7. Hemat cermat dan bersahaja 8. Disiplin berani dan setia 9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya 10. Suci dalam pikiran berkataan dan perbuatan Kode kehormatan bagi Penegak, Pandega dan anggota D ewasa 1. Janji yang disebut Tri Satya yang berbunyi sebag ai berkut: Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sung guh - Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kes atuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila - Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun mas yarakat - Menepati Dasa Darma 2. Ketentuan moral yang disebut Dasa Darma (sama se perti Pramuka Penggalang) yang selengkapnya berbunyi : Pramuka itu : 1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2. Cinta Alam dan kasih sayang sesama manusia 3. Patriot yang sopan dan ksatria 4. Patuh dan suka bermusyawarah 5. Rela menolong dan tabah 6. Rajin terampil dan gembira 7. Hemat cermat dan bersahaja 8. Disiplin berani dan setia 9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya 10. Suci dalam pikiran berkataan dan perbuatan b. Motto Gerakan Pramuka Motto adalah semboyan yang diciptakan dalam usaha u ntuk memberikan semangat (spirit) kepada anggota dalam visi dan misi lembaga. Motto Pembina Pramuka : ” IKHLAS BAKTI BINA BANGSA BER BUDI BAWA LAKSANA” Motto Gerakan Pramuka merupakan motto tetap dan tun ggal bagi Gerakan Pramuka : ”SATYAKU KUDARMAKAN, DARMAKU KUBAKTIKAN ” Motto Gerakan Pramuka merupakan bagian terpadu pros es pendidikan untuk meningkatkan setiap anggota Gerakan Pramuka bahwa setiap mengiku ti kegiatan berarti mempersiapkan diri untuk mengamalkan kode kehormatan Pramuka.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 27 KIASAN DASAR GERAKAN PRAMUKA 1. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus. Peserta memahami isi pokok Kiasan Dasar Gerakan Pra muka B. Tujuan Khusus Kursus Setelah mengikuti materi ini, peserta Kursus dapat : A. Menjelaskan latar belakang penerapan Kiasan Dasa r Gerakan Pramuka B. Menerangkan pengertian Kiasan Dasar Gerakan Pram uka C. Menerangkan sejarah perjuangan bangsa Indonesia sejak awal zaman pergerakan nasional, kemerdakaan sampai dengan mengisi pembangunan bangs a. D. Menyebutkan budaya bangsa Indonesia yang digunak an dalam Kiasan Dasar Gerakan Pramuka E. Menguraikan pelaksanaan Kiasan Dasar Gerakan Das ar Gerakan Pramuka. 2. MATERI A. Latar Belakang Pada hakekatnya tiap orang mempunyai kecenderungan untuk mengenakan dan menikmati kembali sesuatu yang indah, meyenangkan, memuaskan dan membanggakan yang pernah dialami dalam hidupnya. Kecenderungan ini dimanfaat kan oleh gerakan Pramuka secara positif dalam bentuk Kiasan Dasar. Hal ini terbukti dengan dicantumkannya kiasan dasar dalam Anggaran Dasar (Pasal 15) dan dalam Anggaran Rumah Tangga (Pasal 30). B. Pengertian a. Kiasan Dasar Gerakan Pramuka adalah pikiran yang mengandung kiasan (gambaran) sesuatu yang disanjung dan didambakan (Kwarnas Gera kan Pramuka, Kursus Pembina Mahir Dasar, Halaman 46) b. Kiasan Dasar Gerakan Pramuka 1. Anggaran Dasar Gerakan Pramuka Bab IV pasal 15 m enyebutkan, “Penyelenggaraan Kepramukaan dikemas dengan menggunakan Kiasan Dasar bersumber pada sejarah dan budaya bangsa”. 2. Dalam Anggaran Rumah Tangga Gerakan Dasar Pramuk a Bab IV pasal 30 ayat 2 disebutkan bahwa hakikatnya Kiasan Dasar merupakan Metode Kepramukaan. 3. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Kias an Dasar Gerakan Pramuka adalah Metode Kepramukaan yang didasarkan pada pikiran yan g mengandung kiasan (gambaran) sesuatu yang disanjung dan didambakan ya itu sejarah perjuangan dan nilai – nilai budaya bangsa. C. Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia Kebesaran bangsa Indonesia dimulai sejak jaman kera jaan Sriwijaya Dan Majapahit. Setelah kerajaan tersebut runtuh, Indonesia secara berganti an dijajah oleh bangsa asing. Dalam masa penjajahan itu terjadi pergolakan – perg olakan untuk merebut kembali kemerdekaan. Mula – mula pergolakan itu masih bersi fat kedaerahan / kesukuan misalanya pemberontakan – pemberontakan yang dipimipin oleh T runojoyo, Pattimura, Hasannudin, Diponegoro, dan lain –lain. Karena masih bersifat k edaerahan / kesukuan, belum ada Persatuan dan Kesatuan maka tentu saja mudah dikalahkan oleh para penjajah. Baru pada tanggal 20 Mei 1908, yaitu pada saat berd irinya “Boedi Oetomo”, mulailah babak perjuangan baru perjuangan men Siagakan rakyat. Perjuangan pada zaman inipun belum berhasil, karena masih lemahnya semangat Persatuan dan Kesatuan. Pada tanggal 28 Oktober 1928, dengan lahirnya Sumpa h Pemuda, dimulailah Penggalangan Persatuan dan Kesatuan. Perjuangan pada masa inilah yang behasil mengantarkan bangsa Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan. Tanggal 17 Agustus 1945 merupakan tanggal yang tida k terlupakan oleh seluruh bangsa Indonesia, karena saat itulah puncak keberhasilan p ara pejuang dan pahlawan bangsa, yaitu saat bangsa indoneisa memproklamasikan kemerdekaan, masa itu disebut Penegakan kemerdakaan dan kedulatan bangsa. Perjuangan tidak hanya berhenti sampai disitu, teta pi terus dilanjutkan dengan mengisi kemedekaan, yang berarti melakukan pembangunan baik fisik maupun mental spiritual. Dalam masa pembangunan ini dibutuhkan pemimpin – pemimpin yang akan memandegani pelaksanaan pembangunan, dalam rangka mem bina bangsa dan Negara. Kita perlu orang – orang yang dapat di andalkan. Kiasan Dasar Golongan Siaga Dalam masa ini kita mulai pembangunan yang ber mula membutuhkan kesadaran tinggi serta bantu an dari seluruh rakyat dan segala sesuatu harus di tata dengan baik. Kiasan Golongan Penggalang Kita harus mencari ramuan yang baik, kita rakit dan kita terapkan dalam usaha itu.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 28 Kiasan Golongan Penegak Kita membutuhkan para bantara yang tangguh dan para pe laksana pembangunan yang berdedikasi tinggi. D. Budaya Bangsa Indonesia Bangsa Indonesia terkenal memiliki budaya yang ting gi , terbukti dengan banyaknya peninggalan nenek moyang berupa bangunan – bangunan, adat istia dat, pakaian dan lain – lain. Juga dengan beraneka ragam bahasa yang tumbuh dan berkembang sa mpai sekarang. Dari budaya bangsa kita dapat diambil beberapa istilah yang digunakan di daerah – daerah Indonesia, antara lain : 1. Barung adalah tempat penjaga ramuan bangunan 2. Perindukandalah temapt anak cucu berkumpul 3. Regu adalah tempat meronda / gardu 4. Pasukan adlah tempat suku berkumpul 5. Sangga adalah rumah kecil untuk pengarap sawah / ladang 6. Ambalan adalah trap demi trap untuk menuju kesuk sesan 7. Racana adalah alas tiang /umpak E. Pelaksanaan a. Penggunaan kiasan dasar, sebagai salah satu unsu r terpadu dalam Kepramukaan, dimaksudkan untuk mengembangkan imanjinasi peserta didik sesuai dengan usia dan perkembangannya yang mendorong kreativitas da keiku tsertaan dalam kegiatan. Karena itu kiasan dasar tidak hnaya menarik, menantang dan mer angsang tetapi juga harus disesuaikan dengan minat kebutuhan, situasi dan kon disi peserta didik. ( ART pasal 30 ayat 1) b. Kiasan dasar disusun / dirancang untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan dalam Kepramukaan untuk tiap golongan peserta didik serta merupakan proses metode Kepramukaan yang bersifat tidak memberatkan peserta didik tetapi mempekaya pengalaman.(ART pasal 30 ayat 2) c. Kata – kata penting dalam sejarah perjuangan dan budaya bangsa Indonesia digunakan secara sistematis dalam penggolongan, tingkatan – t ingkatan dan pengelompokan serta kegiatan terutama untuk peserta didik. Hal tersebut dapat diuraikan sebagai berikut : 1) Penggolongan a) Peserta didik usia 7 s.d. 10 tahun disebut Siaga b) Peserta didik usia 11 s.d. 15 tahun disebut Peng galang c) Peserta didik usia 16 s.d. 20 tahun disebut Pene gak d) Peserta didik usia 21 s.d. 25 tahun disebut Pand ega 2) Tingkatan – tingkatan a) Golongan Siaga Terdiri Dari : Mula, Bantu, Tata b) Golongan Penggalang Terdiri Dari : Ramu, Rakit, Terap c) Golongan Penegak Terdiri Dari : Bantara Dan Laks ana d) Golongan Pandega Hanya Satu Tingkat Yaitu : Pand ega 3) Pengelompokkan a) Golongan Siaga : Barung – Perindukan b) Golongan Pengalang : Regu – Pasukan c) Golongan Penegak : Sangga – Ambalan d) Golongan Pandega hanya satu : Racana 4) Kegiatan a) Golongan Siaga berorientasi pad perisapan potens i peserta didik untuk dikembangkan lebih lanjut b) Golongan Penggalang berorientasi pada Penggalang Persatuan / Kesatuan dalam kelompok kecil maupun besar c) Golongan Penegak berorientasi pada Penegakan pri nsip dan karya nyata d) Golongan Pandega berorientasi pada pengembangan kepemimpinan

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 29 SISTEM AMONG DAN SIKAP PEMBINA 1. TUJUAN - Tujuan Umum Kursus Peserta Kursus memahami sistem among dan sikap Pemb ina, sehingga mampu melaksanakan tugasnya dengan menggunakan sistem among. - Tujuan khusus Kursus Setelah mengikuti materi ini diharapakan peserta da pat : 1. Menjelaskan pengertian tentang sistem among 2. Menjelaskan maksud dan tujuan penerapan sistem a mong 3. Menjelaskan mengapa sistem among digunakan dalam pendidikan Kepramukaan 4. Menjelaskan bagaimana Pembina melaksanakan siste m among 5. Menjelaskan bagaimana sikap Pembina yang baik 2. MATERI 1. Pengertian Sistem Among a. Sistem Among adalah sistem pendidikan yang dilak sanakan dengan cara memberikan kebebasan kepada peserta didik, untuk dapat bergera k dan bertindak secara leluasa, dengan sejauh mungkin menghindari unsur – unsur pemerintah , harus, paksaan sepanjang tidak merugikan, baik bagi peserta didik maupun bagi masy arakat sekitarnya, dengan maksud untuk menumbuhkan dan mengembangkan rasa percaya di ri, kreatifitas dan aktivitas sesuai aspirasi peserta didik. b. Sistem Among adalah hasil pemikiran RM. Suwardi Suryaningrat, yang kemudian dikenal dengan Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasiona l Indonesia yang juga pendiri Perguruan Taman Siswa. Beliau dilahirkan tanggal 2 Mei 1889 dan wafat tanggal 28 April 1959. Tanggal 2 Mei ditetapakan sebgai tanggal Hari Pendidikan Nasional di Indonesia. c. Kata “Among” berarti mengasuh, memelihara, menja ga. Sedangkan orang melaksanakan “Among” adalah “Pamong”. Dalam Gerakan Pramuka Pemb ina Pramuka adalah Pamong 2. Maksud dan Tujuan Penerapan Sistem Among a. Maksud penerapan sistem among dalam Gerakan Pram uka adalah melaksakan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pr amuka yang merupakan landasan hukum organisasi Gerakan Pramuka. b. Tujuan penerapan sistem among adalah agar proses pendidikan Kepramukaan itu hasilnya pada diri setiap Pramuka, sedangkan Pembina Pramuka bersikap laku pemberi teladan, pembangun karsa dan pemberi motivasi. 3. Alasan Penerapan Sistem Among a. Proses pendidikan Kepramukaan sebagai contoh oby ektif adalah mental, fisik, pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman peserta didik dalam Gera kan Pramuka, yang sasaran akhirnya adalah menjadikan para Pramuka itu sebagai tenaga k ader pembangunan yang bermoral Pancasila. Sasaran proses pendidikan itu dikatakan tercapai dengan efektif kalau sikap, tindak laku dan kegiatan peserta didik merupakan re fleksi dari proses pendidikan yang dialaminya. b. Untuk mencapai maksud itu, maka proses pendidika n harus diberikan secara konkrit. Untuk mengkonkritkan sesuatu kepada peserta didik, jalan yang praktis dan mudah adalah contoh, yang dapat berupa teladan dari pamong / Pembina. Bi la bahan disampaikan kepada peserta didik melalui contoh – contoh yang konkrit, maka pe serta didik itu : melihat, lalu tahu, kemudian mengerti, maka paham. Kalau keempat proses situ terlaksana, maka peserta didik manhayati bahan itu. Dengan penghayatan berarti pes erta didik menggunakan dalam hidupnya sehari – hari, sehingga bahan itu telah me njadi miliknya dan membudaya pada dirinya. Dengan membudayakan bahan pendidikan pada setiap peserta didik, maka perlu diberi motivasi agar dengan pengetahuan dan pengala man yang telah membudaya itu, peserta didik mengembangkan diri dan mampu untuk be rkarya atas dasar karsanya yang positif. c. Diterapakannya sistem among dalam Gerakan Pramuk a, tidaklah karena sistem among itu meupakan hasil pemikiran yang dilandasi oleh prinsi p – prinsip filsafat, ideologi, ilmu jiwa dan bahwa diakui dalam ilmu pendidikan dan ilmu pengaja ran mutakhir, tetapi juga sesuai dengan proses yang diuraikan diatas. Ketegasan proses itu adalah tampak pada ungkapan si stem among dalam bentuk kalimat sederhana : Ing ngarso sing tulodho maksudnya di depan menjadi teladan Ing madyo mangun karso maksudnya di tengah membangun kemauan Tut wuri handayani artinya di belakang memberi motivasi d. Gerakan Pramuka menyelenggrakan pendidikan Kepra mukaan dalam rangka membina watak anak, remaja dan pemuda Indonesia, agar merek a menjadi manusia yang bermoral pancasila. Pendidikan moral tidak akan berhasil dil akukan dalam bentuk klasikal dan missal, lebih efektif dilaksanakan secara individual.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 30 4. Melaksanakan Sistem Among a. Proses pendidikan Kepramukaan, atas dasar sistem among, harus dilaksanakan dalam suasana kekeluargaan penerapan sistem among dalam G erakan Pramuka tidak lain merupakan tuntutan skap laku seorang Pembina harus menjadi manusia pemberi teladan manusia pendorong positif bagi peserta didik. b. Sistem among mengharuskan Pembina mempunyai sika p laku : Di depan memberi teladan Di tengah – tengah membangun Di belakang memberi dorongan Dalam melaksanakan tugasnya, Pembina harus memeliha ra sikap baik yang berdasarkan pada : - Rasa cinta kasih, rasa keadilan, rasa kepantasan d an rasa kesanggupan berkorban - Rasa disiplin disertai inisiatif dan rasa tanggung jawab terhadap Tuhan, masyarakat dan dirinya. c. Sistem Among dalam Gerakan Pramuka, para Pramuka dibiarkan berkembang pribadinya, bakatnya, kemampuannya, cita – citanya, tugas Pamon g / Pembina hanyalah menjaga, membenakan, meluruskan, mendorong, memberi motivasi , tempat bertanya dan tempat meminta pertimbangan. Pada Pramuka harus diperlakuk an dan dihargai sebagai subyek didik bukan sebagai obyek didik belaka. d. Sistem Among berarti bahwa semua kegiatan Kepram ukaan, sebagai proses pendidikan, dilaksanakan dalam bentuk kegiatan – kegiatan nyata dengan contoh – contoh nyata, dimengerti dan dihayati, tidak dengan paksaan atas perintah, atas dasar minat dan karsa para Pramuka. Pembina Pramuka harus mampu menjadi c ontoh, pelaksanaan, tidak hanya pandai memerintah atau meminta dilayani menuntut pe rlakuan istimewa dari peserta didik. e. Sistem Among harus digunakan secara terpadu, tid ak terpisah – pisah, satu dengan lainnya saling berkaitan, karena itu untuk semua golongan p eserta didik (S,G,T,D) digunakan teladan, memberikan daya kreasi dan dorongan. Ketiga golongan peserta didik itu memerlukan : 1) Konkritisasi, contohnya : teladan untuk mengenal, mengetahui, men gerti dan memahami. 2) Daya Kemampuan : Pengembangan kemampuan berkarya atas dasar karsanya . 3) Dorongan / Motivasi : Motivasi untuk berani berdiri di atas kaki sendiri. Namun tentu saja sesuai dengan prinsip – prinsip dasar Kepramukaan dan metodik pen didikan Kepramukaan, pelaksanaanya akan berbeda.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 31 KODE ETIK PEMBINA PRAMUKA 1. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus Peserta Kursus mengetahui dan memahami kode etik Pe mbina Pramuka, sehingga mampu menjadikannya sebagai pedoman sikap, jiwa serta keh ormatan seorang Pembina Pramuka dalam kehidupannya selaku pelaksana sekaligus penan ggungjawab proses Pembinaan peserta didik maupun selaku anggota masyarakat. B. Tujuan khusus Kursus Setelah mengikuti materi ini diharapakan peserta da pat : 1. Menjelaskan pengertian Kode Etik Pembina 2. Menjelaskan maksud dan tujuan Kode Etik Pembina 3. Menjelaskan mengapa aspek-aspek yang terkandung dalam Kode Etik Pembina 4. Menjelaskan bentuk Kode Etik Pembina 2. MATERI A. Pengertian Kode Etik Pembina adalah suatu pedoman dari sikap, jiwa serta kehormatan seorang Pembina Pramuka dalam kehiduan sebagai Pembina Pramuka maup un dalam kehidupan sebagai seorang anggota masyarakat. Dengan demikian diharapkan seor ang Pembina Pramuka senantiasa dapat mengendalikan dirinya dan menjiwai serta menjunjung tinggi nilai-nilai etika dalam penampilannya sebagai seorang Pembina Pramuka. B. Maksud dan Tujuan Ditetapkan Kode Etik Pembina Pramuka memiliki maksu d dan tujuan sebagai upaya agar harkat dan nilai serta kewibawaan seorang Pembina Pramuka dapat dijunjung tinggi dan tetap dipertahankan. C. Aspek-Aspek yang Dituntut dari Seorang Pembina P ramuka 1. Segi Kepribadian a) Memiliki ruang lingkup pergaukan yang luas b) Mampu berkomunikasi dengan orang lain c) Memiliki jiwa kepribadian 2. Segi Sikap a) Batiniah : berpandangan luas, memiliki perhatian pada orang lain berorientasi kedepan, kreatif, berpendirian, humoris, memiliki jiwa penga bdian, objektif, demokratis, adil, tidak memihak, jujur, kritis, ulet, sabar, disiplin, perc aya diri, mau meningkatkan diri. b) Lahiriah : sopan, ramah, lemah lembut, komunikat if, tegas, tidak kaku, simpatik, menarik, mantap, dewasa, luwes, dinamis, cerdik, teliti, sig ap, tangkas, cekatan, lincah. 3. Segi kemampuan : sebagai manager, nara sumber, p endorong, pembaharu, peneliti, pendidik, pengajar, pelatih. D. Bentuk Kode Etik Pembina Pramuka. Ialah Pembina Pramuka yang berkualitas adalah Pembi na Pramuka yang tidak hanya bersikap sebagai pamong dan contoh hidup manusia pancasila, tetapi juga harus menjadi Pembina Pramuka yang efektif, yaitu : 1. Terbuka dan mau menerima serta melaksanakan peru bahan karena tuntutan zaman. 2. Mempunyai visi jauh kedepan dan cakrawala yang l uas. 3. Mandiri, kreatif, inovatif dan disiplin. 4. Mau memberi dan menerima gagasan-gagasan baru. 5. Menyadari bahwa Kepramukaan itu oleh dan untuk p eserta didik dengan bimbingan dan tanggungjawab Pembina Pramuka. 6. Memahami dan menghayati watak, sikap laku, cita, citra serta karsa generasi muda saat ini. 7. Selalu berupaya membina dan mengembangkan diri, sehingga benar-benar kompeten dalam melaksanakan tugasnya. E. Pelaksanaan Kode Etik Pembina. 1. Setiap Pembina Pramuka berkewajiban untuk senant iasa berusaha menjaga sikap, jiwa serta kehormatannya dengan seoptimal mungkin melaksanakan Kode Etik Pembina Pramuka. 2. Setiap Pembina Pramuka hendaknya menyadari bahwa Kode Etik Pembia Pramuka bersifat mengikat, baik dalam kehidupannya sebagai Pembina P ramuka maupun sebagai anggota masyarakat.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 32 MENGELOLA SATUAN 1. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus Selesai Kursus dapat memahami cara mengelola Satuan B. Tujuan Khusus Kursus Setelah mengikuti materi ini peserta dapat : A. Menyebut istilah pemimpin pada setiap golongan p eserta didik B. Menyebutkan nama sebutan bagi Pembina untuk seti ap golongan C. Menyebutkan ratio pebandingan seorang Pembina de ngan peserta didik D. Menjelaskan bentuk upacara pada setiap golongan peserta didik. 2. Materi A. Pendahuluan Gerakan Pramuka dalam usahanya adalah membuat kegia tan yang menarik bagi anggota Pramuka dibawah bimbingan dan tanggung jawab orang dewasa. Berpijak dari hal tersebut maka perlu dipahami bebe rapa hal yag penting dalam mengelola Satuan pad Gerakan Pramuka. B. Pemimpin Peserta Didik Untuk memudahkan dalam megelola Satuan yang berbeda baik usia, daya piker peserta didik, maka Peserta Didik ( Pesdik ) diatur sebagai beriku t : a. Setiap maksimal 10 Siaga dipimpin oleh seorang P emimpin Barung dan setiap 4 barung yang beranggotakan maksimal 40 Siaga dipimpin oleh seorang Pemimpn Barung Utama ( PBU ). b. Setiap maksimal 10 Penggalang dipimpin oleh seor ang Pemimpin Regu ( Pinru ) dan setiap 4 regu yang beranggotakan maksimal 40 Penggalang dipi mpin oleh seorang Pimpinan Regu Utama (Pratama). c. Setiap maksimal 10 Penegak dipimpin oleh seoaran g Pemimpin Sangga dan setiap 4 Sangga yang beranggotakan maksimal 40 Penegak dipim pin oleh seorang Pradana. d. Kelompok Pandega disebut Racana Pandega dipimpin oleh seorang Pandega. C. Pembina Mengingat perbedaan usia dan untuk lebih mempererat hubungan Pembina dan pesdik maka panggilan Pembina diatur sebagai berikut : a. Pada golongan Siaga : - Yanda / Bunda adalah panggilan bagi Pembina Siaga - Pak Cik / Bu Cik adalah panggilan bagi Pembantu Pe mbina b. Pada golongan Penggalang, Penegak dan Pandega pa nggilan bagi Pembina maupun pembantu Pembina dengan sebutan Kakak. Untuk Pesdik dengan sebutan adik. D. Rasio Pembina dengan peserta didik a. Satu Perindukan Siaga beranggotakan maksimal 40 Siaga dikelola oleh sorang Pembina dibantu oleh 3 orang Pembantu Pembina. b. Satu Pasukan Pengalang beranggotakan maksimal 40 Penggalang dikelola oleh seorang Pembina dibantu oleh 2 Pembantu Pembina. c. Satu Ambalan Penegak beranggotakan maksmal 40 Pe negak dikelola oleh sorang Pembina dan dibantu seorang Pembantu Pembina. d. Untuk setiap maksimal 40 Pandega dikelola oleh s eorang Pembina. e. Satu Perindukan Siaga, satu Pasukan Penggalang, satu Ambalan Penegak dan Satu Racana Pendega dikelola oleh seorang Pembina Gugus Depan. f. Pengelolaan : Prinsip Pembinaan pesdik ke arah d ewasa Pembina makin banyak melimpahkan peranannya kepada Pesdik. g. Prinsip Satuan terpisah wajib dilaksanakan. E. Bentuk Upacara Bentuk – bentuk upacara setiap golongan berbeda ber dasarkan PP 178 Tahun 1979. a. Untuk golongan S : Berbentuk lingkaran ( Siaga berpusat melihat ke dalam, artinya masih berpusat pada keluarga ). b. Untuk golongan G : Berbentuk angkare ( peserta didik mulai mengenal nilai – nilai kemasyarakatan ). c. Untuk golongan T : Berbentuk saf ( peserta su dah banyak melihat masyarakat ). d. Untuk golongan D : Berbentuk sama dengan Peneg ak, hanya setiap Penegak berdiri satu derat / sedangkan Pandega berdiri sejajar (sudah de wasa, bergaul dengan masyarakat).

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 33 ORGANISASI DAN ADMINISTRASI GUGUS DEPAN 1. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus 1) Peserta Kursus mengetahui dan memahami organisas i Gugus Depan 2) Peserta Kursus mampu memahami pengelolaan admini strasi atau tata usaha Satuan secara teratur dan tertib sesuai dengan petunjuk administr asi Satuan Pramuka. B. Tujuan Khusus Kursus Setelah mengikuti materi ini peserta Kursus dapat : 1) Menjelaskan pengertian Gugus Depan 2) Menjelaskan fungsi Gugus Depan dan Satuan Pramuk a 3) Mengerti dan memahami Tugas dan tanggungjawab Pe mbina Gugus Depan 4) Menjelaskan pengertian Administrasi Satuan 5) Menjelaskan fungsi Administrasi Satuan 6) Membuat dan melaksanakan kegiatan sesuai program lathan mingguan pada Satuan masing – masing 7) Melaksanakan pengendalian, pelaporan dan pendaft aran ulang katatausahaan yang benar 2. MATERI A. ORGANISASI 1) Pengertian Gugus Depan : Gugus Depan sebagai Satuan terdepan dalam Gerakan P ramuka merupakan wadah untuk menghimpun dan membina peserta didik sesuai dengan golongan Usia dan Jenis Kelamin. 2) Tujuan pengembangan Gugus Depan bertujuan memuda hkan pengelolaan dan penyelenggaraan kegiatan Kepramukaan dalam mencapai tujuan Gerakan Pramuka. 3) Pembentukan Gugus Depan dilaksanakan berdasarkan : a. Wilayah b. Pangkalan tertentu antara lain : Asrama, Lembaga Pendidikan, Lembaga Khusus dan Perwakilan Indonesia di Luar Negeri. Semua Gugus Depan dihimpun dan dibina oleh Kwartir Ranting. Setiap Gugus Depan menggunakan nomor Gugus Depan yang diatur oleh Kwar tir Cabang. Anggota putra dan anggota putri dihimpun dalam Gugu s Depan secara terpisah sedangkan Gugus Depan di perwakilan di KBRI luar negeri dihim pun dan dibina oleh Kwartir Nasional. 4) Fungsi Gugus Depan dan Satuan Pramuka Sesuai dengan perkembangan jasmani dan rohani peser ta didik maka unit terkecil dirinci sebagai berikut : a. Perindukan Siaga Satu Perindukan Siaga terbagi menjadi 4 Barung, set iap Barung terdiri dari 5 sampai 10 orang Pramuka berusia 7 s.d. 10 tahun. Dimungkinkan dalam satu Gugus Depan ada beberapa Perindukan Siaga. Unit tekecil bagi Pembin aan Pramuka Siaga adalah Barung, sehingga Pembinaan kepemimpinan peserta didik secar a langsung di bawah asuhan Pembina Siaga dengan panggilan “Yanda dan Bunda”, “ Pak Cik dan Bu Cik “ ( untuk sebutan Pembantu Pembina Siaga). b. Pasukan Penggalang Satu Pasukan Penggalang terdiri dari 4 Regu dan set iap Regu terdiri dari 5 sampai 10 orang Pramuka berusia 11 s.d. 15 tahun. Dimungkinka n dalam satu Gugus Depan ada beberapa Pasukan. Unit terkecil bagi Pasukan Pengga lang adalah Regu, yang berarti bahwa Pembinaan kepemimpinan dan pelaksana utama ke giatan bertumpu pada regu. Pembina Penggalang mengkoordinasikan keseragaman ya ng ada tiap regu di dalam Pasukan itu. Hubungan sehari antara Pembina dan Peserta didik di wujudkan dalam panggilan “Kakak” dan Adik. c. Ambalan Penegak Satu Ambalan Penegak terbagi menjadi 4 Sangga dan s etiap Sangga terdiri atas 5 sampai 10 orang Pramuka berusia 16 s.d. 20 tahun. S atu Gugus Depan bisa memiliki beberapa Ambalan (Ambalan 1, 2 dst). Unit terkecil bagi Ambalan Penegak adalah tiap personil Pramuka Penegak yang karena perkembangan k ejiwaan masih memungkinkan untuk dikelompokkan dalam satu Sangga tetap. Pengelolaan kegiatan ditangani oleh Dewan Ambalan d engan Pembina Penegak berfungsi sebagai Pendamping. d. Racana Pandega Satu Racana Pandega terdiri atas beberapa orang dan paling banyak 40 orang Pramuka Pandega berusia 21 s.d. 25 tahun. Bagi Pramuka Pandega setiap personil Pramuka Pandeg a merupakan pribadi yang gerak pelaksanaan kegiatan dikoordinasikan oleh Dew an Racana pembentukan Kelompok Kerja dan Reka Kerja adalah upaya menyeles aikan tugas kewajiban di dalam gerakan dengan Pembina Pandega sebagai Konsultan.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 34 5) Pengelolaan Gugus Depan a. Gugus Depan : Dipimpin oleh seorang Pembina Gug us Depan yang dipilih oleh Musyawarah Gugus Depan. Pembina Gugus Depan menyusun pimpinan Satuan dalam Gugus Depan dan dapt merangkap Jabatan Pimpinan Satuan b. Perindukan Siaga : Dipimpin oleh seorang Pembi na Siaga dibantu oleh 3 orang Pembantu Pembina yang berusia sedikitnya 16 tahun. Pembina dan Pembantu Pembina Siaga Putra dapat dija bat seorang wanita atau pria, sedangkan Pembina dan Pembantu Pembina Siaga Putri harus dijabat oleh seo rang wanita. Barung : dipimpin oleh Pemimpin Barung. Par a Pemimpin Barung Utama ( PBU ) / sulung. Sulung teta p memimpin Barungnya. c. Pasukan Penggalang : Dipimpin oleh seorang Pem bina Penggalang dibantu oleh 2 orang Pembantu Pembina Penggalang ( pB. G ). Pembin a Penggalang sediktnya berusia 21 tahun, Pembantu Pem bina Penggalang sedikitnya berusia sedikitnya 16 tahun. Pembina dan Pembantu Pembina Peggalang Putra harus dijabat seorang pria. Pembina dan Pembantu Pembina Penggalang Putri dijabat oleh seorang wanita. Regu dipimpin oleh Pemimpin Regu (Pinru) secara bergilir . Para pemimpin regu memilih Pimpinan Regu Utama ( Pratama ) untuk melaksanakan tugas ditingkat Pasukan. d. Ambalan Penegak : dibina oleh seorang Pembina dan seorang Pembantu Pembina Penegak berusia sedikitnya 26 tahun sesuai jenis kelaminnya atas usul Dewan Ambalan. Dewan Ambalan Penegak disingkat Dewan Penegak dipimpin oleh seora ng “Pradana” Sangga dipimpin oleh Pemimpin Sangga (Pin sa). e. Racana Pandega : Dibina oleh seorang Pembina P andega atas usul Dewan Racana berusia sedikitnya 27 tahun. Pembina Pandega Putra dijabat oleh seorang pria dan Pembina Pandega Putri dijabat oleh seorang wanita. Dewan Racana pendega disingkat Dewan Pandega dipimpin oleh seorang Ketua . 6) Tugas Dan Tanggung Jawab Pembina Gugus Depan a. Pembina Gugus Depan mempunyai tugas dan tanggung jawab : 1) Mengelola Gugus Depannya selama masa baktinya. 2) Melaksanakan kebijakan Kwartir Cabang dan Kwarti r Ranting, dalam pelaksanaan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, keputusan Mu syawarah Gugus Depan dan ketentuan lain yang berlaku. 3) Meningkatkan jumlah dan mutu anggota Gerakan Pra muka dalam Gugus Depannya. 4) Membina dan mengembangkan organisasi, perlengka pan dan keuangan Gugus Depannya. 5) Menyelenggarakan Pendidikan Kepramukaan di dalam Gugus Depannya. 6) Mengkoordinasikan Pembina Satuan dan berkerjasam a dengan Majelis Pembimbing Gugus Depan dan orang tua peserta didik. 7) Bekerjasama dengan tokoh masyarakat di lingkunga nnya dengan bantuan MABIgus. 8) Menyampaikan laporan tahunan kepada koordinator desa / kelurahan, Kwartir Ranting dan menyampaikan tembusannya kepada Kwartir Cabang tentang perkembangan Gugus Depannya. 9) Menyampaikan pertanggungjawaban Gugus Depan sesu ai dengan ketentuan yang berlaku. b. Dalam melakasanakn tugasnya Pembinaan Gugus Depa n bertanggung jawab kepada Musyawarah Gugus Depan. 7) Pembentukan Gugus Depan Gugus Depan dibentuk atas dasar prakarsa masyarakat setempat atau Kepala Sekolah, Kepala Instansi, Kepala Asrama melalui suatu pertem uan dengan orang tua dan pemuda serta tokoh masyarakat. Musyawarah membentuk Majelis Pembimbing Gugus Depan yang selanjutnya memilih Pemimpin Gugus Depan dengan Mengundang Kwartir Rant ing. Mengajukan permohonan Nomor Gugus Depan kepada Kwar tir Ranting dengan dilampiri susunan pengurus dan Majelis Pembimbing Gugus Depan guna pengesahan. Pembentukkan Gugus Depan di luar negeri atas prakar sa Kepala Perwakilan KBRI setempat, dengan menghubungi Kwartir Nasional tentang kemungk inan diijinkannya pembentukan Gugus Depan tersebut.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 35 B. ADMINISTRASI 1) Pengertian Administrasi Satuan seterusnya disebut Minsat menca kup 2 (dua) pengertian antara lain : 1) Administrasi dalam pengertian luas yaitu pengelo laan Satuan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan peng endalian kegiatan Kepramukaan di Satuan. 2) Administrasi dalam pengertian sempit yaitu Tata Usaha Satuan. Satuan adalah wadah Pembinaan Gerakan Pramuka yang mencakup Gugus Depan dan Satuan Karya Pramuka. 2) Fungsi Administrasi Satuan berfungsi sebagai : a. Ukuran Pembinaan dan pengawasan kegiatan tulis – menulis di dalam Gugus Depan dan Satuan Karya Pramuka. b. Pedoman pelaksanaan ke administrasi pada Gugus D epan dan Satuan Karya di dalam Gerakan Pramuka. c. Acuan dan pendorongan kreatifitas Pramuka dalam tata cara menulis di Gugus Depan dan Satuan Karya Pramuka. 3) Tahap Pengelolaan Dan Pembagian Tugas a. Aspek tugas dan tahap pengelolaan 1) pengelolaan Pembinaan 2) pengelolaan kegiatan dan sarana 3) pengelolaan rencana kerja b. Penyusunan Rencana Kerja 1) Satu tahun sekali Gugus Depan menyelenggarakan M usyawarah Gugus Depan yang acaranya antara lain menyusun Rencana Kerja Gugus D epan untuk masa bakti berikutnya. 2) Rencana Kerja berpedoman kepada : a) Rencana Kerja Kwaran sesuai Tahun masa bakti b) Program Kerja Kwaran sesuai Tahunnya c) Kepentingan peserta didik di Gudep itu serta lin gkungan setempat termasuk harapan orang tua Pramuka. 3) Rencana Kerja Gugus Depan a) Organisasi b) Pendidikan orang dewasa c) Kegiatan bersama d) Kegiatan Satuan e) Administrasi, Sarana dan Prasarana 4) Pembuatan Program Kerja a) Atas dasar Rencana Kerja Gugus Depan seperti pad a diktum 2, maka setiap Satuan di dalam Gugus Depan itu menyusun Program Ke rja masing – masing b) Program Kerja Perindukan Siaga, Pasukan Penggala ng Dan Ambalan Penegak serta Racana Pandega dapat disusun setiap catur wul an, sehingga sesuai dengan kalender formal pendidikan. c) Setiap penyusunan Program Kerja Satuan Pramuka d an pengelolaan Pramuka yang bersangkutan mengarahkan pada : a) Pengelolaan Pembinaan, pengelolaan kegiatan dan pengelolaan pelatihan b) Penyelesaian SKU dari setiap anggota c) Pramuka Penggalang menyelanggarakan latihan regu , pada Ambalan Penegak dan Racana Pandega untuk mengembangkan Satu annya masing – masing. 5) Pengorganisasian a) Rencana Kerja Gudep dirinci dan dikelompokkan se suai golongannya menjadi Program Kerja Satuan Pramuka. Program Kerja tersebu t pada diktum 3 diatas dijabarkan oleh unit terkecil pada Satuan masing – masing, sehingga tercipta acara latihan mingguan dan kegiatan untuk terkecil pada Satuan itu. b) Pembina Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega s elalu mengkoordinasikan unit terkecil dalam Satuan masing – masing. Sehingg a demikian tercipta desentralisasi kegiatan secara seimbang. c) Rapat Pembinaan dan kegiatan ( Dewan Penggalang, Dewan Penegak dan Pendega mengadakan koordinasi dan konsolidasi menge nai Pembinaan dan kegiatan oleh Dewan Penggalang, Dewan Penegak, Dewa n Pandega maupun sidang –sidang Dewan Kehormatan, Dewan Pandega ) se rta Rapat Dewan Kehormatan masing – masing Satuan merupakan koordin asi dan konsolodasi. d) Upaya penyediaan oleh Pembina Siaga, Pembina Pen ggalang, Pembina Penegak dan Pembina Pandega dilakukan selama pada w aktu rapat serta Pembina berupaya hadir dalam setiap rapat yang dila kukan Gugus Depan waktu – waktu lain sesuai waktu yang tersedia.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 36 Pelaksanaan Kegiatan : a) Program Kerja Satuan dilaksakan dalam : 1. Latihan Mingguan oleh Satuan masing – masing 2. Kegiatan keluar 3. Latihan Regu, Pertemuan Sangga Kerja dan Kelompo k Kerja b) Program Latihan Mingguan : 1. Isian program latihan mingguan mengolah bahan : SKU SKK Bahan lain yang berupa selingan atau acara penggan ti 2. Urutan kegiatan : Upacara Pembukaan Latihan Fisik Latihan Ringan Pokok acara Evaluasi kegiatan ( biasa berupa ujian, pernyataan kesimpulan, harapan, keputusan dan lain – lain ) Upacara Penutupan 3. Hal – hal yang perlu diperhatikan : Sifat Latihan yang harus ada peningkatan, sedikit pengulangan dan kesinambungan yaitu tidak terjadi pengulangan dan a da kelanjutan yang bersambung dari latihan yang lalu Bergantian antara yaitu Latihan yang dinamis “Gera k” dan yaitu Latihan yang statis “Tenang” 6) Pengendalian Pengendalian merupakan upaya kontrol kepada sasaran yang ditentukan apakah sesuaii dengan ketentuan Gerakan Pramuka : a) Rangkaian Pengendalian meliputi : penyeliaan, pe laporan, evaluasi dan pemantuan yang dilakukan sejak tahap perencanaan sa mpai dengan penyusunan laporan b) Pembina Gugus Depan mempunyai tugas untuk melaks anakan pengendalian dengan memeriksa program latihan mingguan serta mem bubuhkan tanda tangan c) Pembina Satuan mempunyai tugas melaksakan pengen dalian pada saat pelaksanaan kegiatan Satuan dan memeriksa program l atihan unit terkecil serta memberikan petunjuk praktisnya d) Khususnya untuk latihan Pembina Gudep wajib mene liti secara cermat rencana latihan disertai dengan data – data survey lapangan e) Penyeliaan (supervisi) dlaksanakan dengan format agar lebih rendah f) Pelaporan yaitu penyusunan laporan di lingkungan Gudep mengenai apa – apa yang telah dilakukan oleh peserta didik naskah lapo ran disusun kepada Kwarran dan Kwarcab g) Evaluasi latihan mingguan dilakukan oleh Pembina Satuan sedangkan evaluasi pribadi peserta didik dicatat dalam catatan pribadi yang tersendiri h) Pemantauan di atas dilaksanakan secara berkala 7) Pembagian Tugas a) Para Pelaku Administrasi Gugus Depan : 1) Pimpinan / Ketua 2) Sekretaris 3) Pengelolaan Keuangan 4) Pengelolaan Sarana Mengacu pada masa bakti Gugus Depan dan penyelengga raan Musyawarah Gugus Depan, maka pembagian tugas diusahakan bergil ir diantara para Pembina Pramuka yang ada, jika karena sesuatu hal p enugasan dapat ditangkap. b) Pembinaan Gudep melakasanakan administrasi umum meliputi : 1) Penerimaan anggota baru dengan pendaftaran anggo ta sebagai pernyataan dari orang tua / wali peserta didik 2) Mengatur pembagian tugas antar Pembina 3) Mengajukan permintaan tanda tangan kehormatan ba gi Pembina dan Peserta didik 4) Menyusun daftar Induk Anggota 5) Menyelenggarakan Musyawarah Gugus Depan 6) Melaporkan secara peiodik ke Kwarcab melalui Kwa rran 7) Melakukan mutasi bila dipandang perlu 8) Membuat Buku Agenda keluar dan masuk 9) Membuat Buku Program Kerja

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 37 c) Pembinaan Gugus Depan melimpahkan pelaksanaan ad ministrasi pendidikan kepada Pembina dan Pembantu Pembina Satuan : 1) Perindukan Siaga : a. Buku Daftar Anggota Perindukan b. Buku Program Kerja Catur Wulan c. Buku Rencana Latihan Mingguan d. Buku Anggota e. Buku Log f. Buku Tabungan g. Buku Iuran Anggota h. Buku Daftar Hadir Latihan i. Buku Catatan Pribadi 2) Perindukan Penggalang a. Buku Daftar Anggota Pasukan b. Buku Program Kerja Catur Wulan c. Buku Rencana Latihan Mingguan d. Buku Anggota e. Buku Latihan Peserta Didik f. Buku Log g. Buku Tabungan h. Buku Iuran Anggota i. Buku Daftar Hadir Latihan j. Buku Catatan Pribadi Ketentuan : Sebagai catatan prbadi, buku – buku lain, dapat dip ercayakan kepada pembantu Pembina. Pratama perlu diberikan kepercayaan mengisi Buku Lo g, tabungan dan iuran serta daftar hadir Pinru masing – masing. 3) Ambalan Penegak a. Jenis buku administrasi Satuan sama dengan Pasuk an Penggalang. b. Selain catatan pribadi, buku – buku lain wajib d ipercayakan kepada Dewan Ambalan di bawah pimpinan Pradana dengan bimb ingan Pembantu Pembina Penegak. 4) Racana Pendega a. Jenis buku administrasi Satuan sama dengan Ambal an Penegak b. selain catatan pribadi, buku – buku lain wajib d ipercayakan kepada Dewan Racana. 5) Contoh tentang macam – macam administrasi Satuan seperti tersebut di bawah ini: a. Permintaan Pendaftaran Anggota b. Daftar Induk Anggota Gerakan Pramuka Gudep c. Administrasi Keuanngan Gudep d. Daftar Inventaris Gudep e. Buku Tamu Gudep f. Laporan Semester Data Dan Kegiatan Gudep g. Catatan Pribadi Penting (Log Book) h. Program Kerja Tahunan Gudep i. Catatan Pribadi Anggota Gudep j. Program Kerja 4 Bulan Perindukan Siaga k. Program Kerja 4 Bulan Pasukan Penggalang l. Program Kerja 4 Bulan Ambalan Penegak m. Program Kerja Racana Pendega n. Program Kerja Latihan Mingguan

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 38 DEWAN SATUAN PRAMUKA I. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus Peserta Kursus mengenal dan memahami Dewan Satuan P ramuka dan Dewan Kehormatan B. Tujuan Khusus Kursus Sesudah selesai mengikuti materi ini peserta dapat : 1. Menjelaskan pengertian Dewan Satuan Pramuka 2. Menjelaskan Susunan Pengurus Dewan Siaga dan tug asnya 3. Menjelaskan Susunan Pengurus Dewan Penggalang da n tugasnya 4. Menjelaskan Susunan Pengurus Dewan Kehormatan Pe nggalang dan tugasnya 5. Menjelaskan Susunan Dewan Ambalan dan tugasnya 6. Menjelaskan Susunan Dewan Kehormatan Ambalan dan tugasnya 7. Menjelaskan Susunan Dewan Racana dan tugasnya 8. Menjelaskan Susunan Dewan Kehormatan Racana dan tugasnya II. MATERI 1. Pengertian Dewan Satuan Pramuka Dewan Satuan Pramuka adalah wadah kepengurusan Satu an Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega. a. Dalam perindukan, merupakan Satuan yang diperunt ukan bagi peserta didik berusia 7 s.d. 10 tahun b. Untuk Pasukan Penggalang merupakan tempat Pembin aan Pramuka berusia 11 s.d. 15 tahun c. Ambalan Penegak merupakan tempat Pembinaan Pramu ka berusia 16 s.d. 20 tahun d. Racana Pandega merupakan tempat Pembinaan Pramuk a berusia 21 s.d. 25 tahun Pembentukan Satuan ini disamping memudahkan pengelo laan kegiatan, bagi peserta didik memperoleh kesempatan belajar memimpin dan dipimpin , berorganisasi, tanggung jawab, mengatur diri, kerja sama dan kerukunan. 2. Dewan Satuan Pramuka a. Dewan Siaga Untuk pendidikan kepemimpinan para Pramuka Siaga di adakan Dewan Perindukan Siaga yang disingkat Dewan Siaga 1) Dewan Siaga terdiri dari Pemimpin Barung, Wakil Barung, Pemimpin Barung Utama, Pembina dan Pembantu Pembina. 2) Dewan Siaga mengadakan pertemuan sebulan sekali dipimpin oleh Pembina atau Pembantu Pembina. 3) Dewan Siaga bertugas mengatur dan mengurus kegia tan – kegiatan Perindukan Siaga dan menjalankan putusan – putusan yang diambil oleh Dewan Siaga. b. Dewan Penggalang Untuk pendidikan kepemimpinan para Pramuka Penggala ng diadakan Dewan Pasukan Penggalang yang disingkat Dewan Penggalang 1) Dewan Penggalang a) Para Pemimpin Regu b) Para Wakil Pemimpin Regu c) Pemimpin Regu Utama d) Pembina Penggalang e) Pembantu Pembina Penggalang 2) Ketua Dewan Penggalang adalah Pratama, Sekretari s Dan Bendahara dijabat secara bergilir diantara anggota Dewan Penggalang. 3) Pembina dan Pembantu Pembina Penggalang bertinda k sebagai penasehat, pengarah, pembimbing serta mempunyai hak mengambil keputusan terakhir. 4) Dewan Penggalang mengadakan rapat sebulan sekali . 5) Tugas Dewan Penggalang adalah merencanakan dan m elaksanakan latihan atau kegiatan Pasukan. 6) Susunan Dewan Penggalang Penasehat / Pembimbing : Pembina Penggalang Pembant u Pembina Penggalang Ketua : Pratama Sekretaris : ………………….. Anggota : …………………..

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 39 c. Dewan Kehormatan Penggalang 1) Dewan Kehormatan Penggalang a) Para Pemimpin Regu b) Pemimpin Regu Utama c) Pembina Penggalang d) Para Pembantu Pembina Penggalang 2) Dewan Kehormatan bersidang bila terjadi peristiw a yang menyangkut tugas Dewan Kehormatan ini. 3) Ketua dan wakil Ketua Dewan Kehormatan adalah Pe mbina dan Pembantu Pembina Penggalang, sekretarisnya salah seorang Pemimpin Re gu sedang anggota beberapa Pemimpin Regu sesuai kebutuhan. 4) Dewan Kehormatan bertugas untuk menentukan : a) Pemberian TKK, Tanda Penghargaan dan lain – lai n kepada Pramuka Penggalang yang bejasa / berprestasi. b) Pelantikan Pemimpin dan Wakil Pemimpin Regu sert a Pratama c) Tindakan terhadap pelanggaran Kode Kehormatan, s esudah yang bersangkutan diberi kesempatan membela diri d) Rehabilitasi Pramuka Penggalang d. Dewan Ambalan Untuk pendidikan kepemimpinan dan mempelancar kegia tan latihan Ambalan Penegak diadakan Dewan Ambalan 1) Dewan Ambalan diketuai oleh Pradana, sedangkan a nggotanya dipilih dari para Pemimpin dan Wakil Pemimpin Sangga dengan susunan s ebagai berikut a) Seorang Ketua yaitu Pradana b) Seorang Wakil Ketua c) Seorang Sekretaris / Kerani d) Seorang Bendahara / Juru Uang e) Ada Beberapa Anggota Sesuai Kepentingan Termasuk Pemangku Adat / Juru Adat 2) Tugas Dewan Ambalan adalah merencanakan dan mela ksanakan kegiatan dengan selalu konsultasi dengan Pembina Ambalan. e. Dewan Kehormatan Ambalan 1) Dewan Kehormatan juga diketuai oleh pradana, sus unannya adalah sebagai berikut a) Pembina Dan Pembantu Pembina sebagai Penasehat b) Seorang Ketua yaitu Pradana c) Seorang Wakil Ketua d) Seorang Sekretaris e) Beberapa anggota sesuai kebutuhan 2) Tugas Dewan Kehormatan adalah membahas dan memut uskan : a) Perisitiwa yang menyangkut Kehormatan Pramuka Pe negak b) Pelantikan, penghargaan atas jasa, pelanggaran t erhadap kode Kehormatan Pramuka Penegak f. Dewan Racana Untuk pendidikan kepemimpinan dan kelancaran kegiat an latihan Racana Pandega yang disingkat Dewan Racana sedangkan untuk menjaga kode Kehormatan Gerakan Pramuka dan kegiatan pelantikan diadakan Dewan Kehormatan R acana 1) Tugas Dewan Racana dan Dewan Kehormatannya sama dengan tugas Dewan yang ada pada Penegak 2) Susunan Dewan sama dengan yang ada pada Penegak 3) Tugas dan susunan pengurus Dewan masih harus dis esuaikan dengan aspirasi jiwa Pandega 4) Perlu pemikiran pula tentang adanya Dewan Adat R acana yang bertugas menciptakan kreativitas adat.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 40 CARA MEMBINA PESERTA DIDIK 1. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus Peserta Kursus mengerti, memahami, dan menghayati c ara membina peserta didik. B. Tujuan Khusus Kursus Setelah menerima materi ini, peserta dapat: 1. Menjalankan pengertian Pembina 2. Menyebutkan faktor-faktoryang menentukan berhasi lnya Pembinaan. 3. Membina peserta didik 2. MATERI A. Pengertian Membina Pengertian “membina” sesuai dengan keputusan Menter i Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 0323 / U / 1978 tanggal 28 Oktober 1978 tentang Pola Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda adalah melaksanakan upay a pendidikan baik formal maupun non formal secara sadar, berencana, terarah, teratu r dan bertanggungjawab dalam rangka memperkenalkan, menumbuhkan, membimbing dan mengemb angkan suatu dasar kepribadian yang seimbang, utuh dan selaras, pengetahuan dan ke trampilan sesuai dengan bakat, minat keinginan serta kemampuannya sebagai bekal untuk se lanjutnya atas prakarsa sendiri menambah, meningkatkan, mengembangkan diri, sesama nya dan lingkungannya kearah tercapai martabat, mutu dan kemampuannya memahami s ecara optimal dan pribadi yang mandiri. B. Faktor- faktor Penentu Keberhasilan Pembinaan Faktor-faktor yang menentukan berhasilnya Pembinaan sebagai upaya pendidikan adalah : a) Dasar, Tujuan dan Sarana Pembinaan Dasar Pembinaan sebagai pelaksanaan uapaya pendidik an Kepramukaan adalah Pancasila sedangkan tujuan Pembinaan sebagai pelaksanaan upay a pendidikan Kepramukaan mewujudkan : 1) Manusia berkepribadian, berwatak dan berbudi pek erti luhur yang: a. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang maha Esa, kuat mental dan tinggi moral. b. Tinggi kecerdasan dan mutu ketrampilannya. c. Kuat dan sehat jasmaninya. 2) Warga Negara Republik Indonesia yang berjiwa Pan casila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi an ggota masyarakat yang baik, dan berguna yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa dan negara , memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan, baik lokal maupun internasional. Sasaran yang ingin dicapai dengan pendidikan Kepram ukaan adalah mempersiapkan kader bangsa yang: a. Memiliki kepribadian dan kepemimpinan yang berji wa Pancasila. b. Berdisiplin yaitu berfikir, bersikap dan berting kah laku tertib. c. Sehat dan kuat mental, moral dan fisiknya d. Memiliki Jiwa patriot yang berwawasan luas dan d ijiwai nilai-nilai kejuangan yang diwariskan oleh para pejuang bangsa e. Berkemampuan untk nerkarya dengan semangat keman dirian, berfikir kreatif, inovatif, dipercaya dan berani menghadapi dan mampu menghadapi tugas-tugas. b) Faktor Pembina Pramuka Pembina Pramuka selaku pendidik merupakan faktor ya ng penting dalam melaksanakan upaya pendidikan Kepramukaan. Agar Pembina Pramuka berhasil membina perlu bersikap dan berperilaku baik dalam: 1. Menghadapi Peserta didik Pembina Pramuka harus mempunyai sikap sesuai dengan sistem among, disertai memelihara sikap berdasar pada: a) Rasa cinta kasih, keadilan, kepantasan dan kesan ggupan berkorban. b) Rasa disiplin disertai inisiatif, kreatif dan in ovatif. c) Rasa tanggungjawab terhadap Tuhan, masyarakat da n dirinya sendiri serta mampu bergaul dengan baik dan simpatik. 2. Mengetahui Metode Kepramukaan Setiap Pembinaan Pramuka dalam melaksanakan tugas m embina, harus memperhatikan Penggalangan peserta didik menurut usia, sehingga d apat bersikap: a) Dalam semua golongan peserta didik, Pembina Pram uka berperan sebagai pemberi teladan dan bersikap bijaksana. b) Dalam golongan usaha Pramuka Siaga, Pembina Pram uka berperan lebih banyak sebagai pamong c) Pengambilan prakasa dan memberi dorongan untuk m enimbulkan daya kreasi Siaga.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 41 d) Dalam golongan usia Pramuka Penggalang, Pembina Pramuka berperan: 1) Sebagai pamong mengambil prakarsa untuk menimbul kan daya kreasi pada saat Penggalang mulai mengendor gerak dan semangatnya. 2) Sebagai pendorong untuk meningkatkan gerak dan s emangat pada saat Penggalang berprakarsa untuk giat dan bersemangat. 3. Dalam golongan usia Pramuka Penegak, Pembina Pra muka lebih berperan sebagai pamong yang banyak memberi daya dorong meskipun den gan memberi prakarsa. 4. Dalam golongan usia Pramuka usia Pandega, Pembin a Pramuka hanya merupakan pendorong dan bila perlu memberi daya kreasi secara tidak langsung. 5. Dalam melaksanakan tugas, metode yang diterapkan Pembina Pramuka harus sesuai dengan keadaan waktu dan tempat Pramuka yang dibina nya, sebelum melaksanakan Pembinaan harus dimengerti tentang bakat, minat, ke adaan, kemampuan dan kebutuhan peserta didiknya. Bahan latihan yang akan diberikan dalam kegiatan he ndaknya sama dengan rencana, sasaran dan tujuan yang sudah ditentukan. Perhatika n diagram di bawah ini: Ing Madyo Ing Ngarso Sung Tuladho Tut Wuri Handayani Diagram pelaksanaan metode pendidikan Pramuka. c) Faktor Pramuka Sebagai Peserta Didik 1. Peran peserta didik secara sukarela tanpa paksaa n menentukan keberhasilan proses pendidikan Kepramukaan. 2. Pramuka sebagai peserta didik diperlukan sebagai subyek yang mempunyai cipta, rasa dan karsa yang perlu dikembangkan. 3. Sifat, bakat dan minat peserta didik disalurkan dan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya 4. Peserta didik diikutsertakan dalam segala proses pelaksanaan kegiatan. d) Faktor Lingkungan Pendidikan. Faktor Lingkungan yang perlu diperhatikan antara la in : 1. Keadaan dan lingkungan keluarga. 2. Keadaan dan lingkungan Sekolah. 3. Keadaan dan Lingkungan Masyarakat. 4. Keadaan dan Lingkungan Tempat Tinggal. e) Faktor Sarana Pendidikan. 1. Bahan Latihan / Kegiatan 2. Metode 3. Alat Latihan / Perlengkapan.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 42 CARA MEMBERI INSTRUKSI DAN MENGUJI KECAKAPAN 1. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus Peserta menghayati cara memberi instruksi dan mengu ji kecakapan. B. Tujuan Khusus Setelah mengikuti materi diharapkan peserta Kursus dapat: 1) Menjelaskan tujuan pemberian intruksi 2) Menyebutkan hal-hal yang mempengaruhi pemberian intruksi dan perincian. 3) Menyebutkan hal-hal yang perlu diperhatikan dala m pemberian intruksi. 4) Menjelaskan pelaksanaan ujian. 2. MATERI A. Tujuan Pemberian Instruksi. 1) Bagi Pembina. Dalam menyampaikan suatu informasi, instruksi atau suatu pemberian tidak semua orang dapat menyampaikan secara benar dan tepat, sehingga sering sulit diterima, apalagii ditindak lanjuti. Sehingga dalam materi ini menghar apkan agar para Pembina dapat menerapkanya dengan benar, mudah ditangkap dan dice rna oleh peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan Gerakan Pramuka yang ber azazkan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan. 2) Bagi Peserta Didik a) Dapat menerima Intruksi dengan mudah dan dapat m enindaklanjuti b) Siap menyesuaikan diri sesuia dengan kondisi Ins truksi yang disampaikan c) Terampil berbicara, berpandangan dan berfikir pr aktis, tepat sasaran dan tepat guna B. Hal-Hal Yang Mempengaruhi Pemberian Instruksi a) Persiapan, meliputi 1. Penguasaan bahan 2. Urutan sistematika instruksi 3. Alat – alat instruksi b) Pembangkitan minat terutama pada awal pemberian Instruksi c) Cara penyajian d) Pengontrolan Instruksi e) Kesimpulan C. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memberi in struksi. 1. Pemberian instruksi berada di tempat yang jelas 2. Jangan memulai instruksi sebelum keadaan tertib 3. Bahan yang dipergunakan mudah dimengerti 4. Suara terang, jelas, tidak perlu cepat 5. Irama suara tidak horisontal 6. Suara tidak terlalu keras tetapi juga tidak terl alu lemah. Usahakan variasi suara dengan menyesuaikan isi instruksi 7. Uraianya tidak terlalu singkat juga tidak terlal u panjang 8. Bila perlu dibentuk dengan peragaan 9. Berikan kesempatan bertanya kepada si penerima i nstruksi 10. Bila instruksi diberikan secara tertulis, diber ikan secara sistematis dan dengan tulisan yang jelas 11. Bualah menarik perhatian si penerima dan usahak an dapat menyingkirkan hal – hal yang menggangu perhatian mereka 12. Usahakan si penerima dapat menggunakan seluruh panca inderanya 13. Hal – hal yang dianggap penting, pemberi instru ksi dapat memberikan pengulangan – pengulangan 14. Berikan kesempatan bagi si penerima instruksi u ntuk menyatakan kembali / mengekspresikan instruksi yang telah diterimanya D. Pelaksanaan Ujian 1. Dari sudut pelaksanaan sebagai kegiatan, menguji dapat dilakukan dengan: a) Secara tidak langsung, yaitu peserta didik mengi kuti suatu kegiatan dan tidak mengetahui bahwa ia sedang diuji . Cara ini sangat mengena bagi peserta didik yang segan atau takut menempuh ujian b) Secara langsung, yaitu peerta didik yang diuji m engetahui dan ikut menentukan mata ujian yang akan ditempuh, kapan waktunya, di mana t empatnya, serta siapa pengujinya 2. Dari sudut sasaran, menguji dilakukan dengan: a) Menitik beratkan pada usaha yang sunguh-sungguh dari peserta didik untuk mencapai hasil yang diharapkan (nilai formal) b) Menilai materi atau hasil usaha yang dicapai ole h anak didik (nilai material)

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 43 3. Dalam Gerakan Pramuka, pedoman menguji adalah “T ujuan itu harus dicapai dengan berusaha yang sungguh-sungguh mengeluarkan tenaga d an upaya” Oleh karena itu harus menitik beratkan pada nilai f ormal, artinya nilai formal yang primer dan nilai material yang sekunder. Perlu diingat bahwa: a) Bagi Pembina Pramuka titik berat penilaian kepad a nilai formal, sedangkan peserta didik kepada nilai material b) Pandangan Pembina Pramuka bahwa asal peserta did ik sudah terbukti berusaha dengan sunguh-sungguh dan dapat mencapai hasil secara mini mal dapat diluluskan c) Pandangan peserta didik adalah ,mereka harus ber usaha mengejar hasil yang dicapai. Jika tidak berhasil mencapai apa yang ditentukan, m erasa dirinya tidak lulus d) Pandangan Pembina yang demikian harus dirahasiak an. Ia harus bijaksana dalam berdiri antara nilai formal dan material, karena kalau meng utamakan nilai formal semata, Pembina akan direndahkan peserta didi. Sebaliknya k alau yang diutamakan nilai material semata pendidikan tidak akan berkembang e) Penilaian SKU harus didasarkan atas nilai formal , sedangkan SKK didasarkan pada nilai material 4. Ujian dilaksanakan secara perorangan, dalam bent uk praktek secara praktis berdasarka PDK dan MK yang disesuaikan dengan kepentingan, keperlu an, kemampuan dan situasi kondisi peserta didik yang diuji serta memperhatikan adat i stiadat dan kebiasaan masyarakat setempat. Kalau ujian dilaksanakan secara kelompok, penilaian tetap perorangan 5. Sifat ujian harus didasarkan pada sistem Among d engan penuh rasa: a) Cinta kasih, keadilan, kepantasan, dan kesanggup an berkorban b) Disiplin disertai inisiatif c) Penuh tangung jawab terhadap Tuhan Yang Maha Esa , masyrakat dan diri Pembina sendiri

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 44 KEGIATAN LAPANGAN GOLONGAN SIAGA 1. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus Peserta Kursus mengenal dan dapat melakukan upacara Pramuka golongan Siaga B. Tujuan Khusus Kursus Setelah selesai mengikuti materi ini diharapkan pes erta dapat: 1) Menjelaskan macam dan bentuk upacara golongan Si aga 2) Menjelaskan langkah-langkah upacara pembukaan, p enutupan latihan Siaga dan pelantikan 3) Memberi contoh macam-macam permainan Siaga 4) Menjelaskan tujuan diadakanya wisata Siaga 2. MATERI A. Macam-Macam Upacara Macam-macam Upacara dalam Perindukan Siaga: 1) Upacara Pembukaan Latihan 2) Upacara Penutupan Latihan 3) Upacara Pelantikan B. Bentuk Upacara Usia Siaga (7-10 tahun) sesuai dengan perkembangan kejiwaanya yang masih memusatkan pandangan dan pemikiranya kepada keluarga, maka upa cara dalam Perindukan Siaga menggunakan bentuk lingkaran. Yanda /Bunda sebagai pusat lingkaran perindukan, sd angkan Pak Cik dan Bu Cik akan mendampingi para Siaga pada lingkaran perindukan Keterangan gambar: : Bunda/ Yanda : PBU/ Sulung : Pemimpin Barung : Wakil Pemimpin Barung : Bu Cik/ Pak Cik C. Langkah-langkah Upacara Pembukaan dan Penutupan Latihan Siaga 1) Upacara Pembukaan Latihan a) Menyiapakan Alat-alat: Bendera Merah Putih Standar Bendera Teks Pancasila Teks Dwi Darma b) Perindukan Siaga dikumpulkan dalam bentuk lomba oleh Yanda/ Bunda, Pak Cik / Bu Cik memeriksa kebersihan anak-anak untuk memilih Ba rung terbaik 2) Jalanya Upacara a) Pemimpin Upacara memanggil anggota Perindukan Si aga, membuat lingkaran besar mengelilingi standar Bendera. Pemimpin Upacara memenggil “ Siagaaaaa... “ yang di jawab dengan “ Siapppp....” b) Pemimpin Upacara menjemput Pembina Upacara ( Yan da / Bunda ) c) Pembina Upacara memasuki lingkaran upacara melal ui pintu kemudian pemimpin upacara berhadapan dengan Pembina Upacara dengan St andar Bendera ada di tengah / diantara mereka berdua d) Pembantu Pembina ( Pak Cik / Bu Cik ) berada di sela-sela Barung e) Pemimpin Upacara mengambil bendera Merah Putih. Ketika sampai di garis lingkaran tanpa aba-aba seluruh peserta upacara memberi horma t kepada sang Merah Putih. Pemimpin Upacara meletakan bendera Merah Putih di s tandar bendera. Pemimpin Upacara memberi hormat kepada sang merah putih, kem udian menurunkan tangan diikuti seluruh peserta upacara f) Pembina Upacara membaca Pancasila diikuti oleh s eluruh peserta upacara g) Pemimpin Upacara membaca Dwi Darma ditirukan sel uruh peserta upacara h) Pemimpin Upacara kembali ke Barungnya i) Pengumuman dari Pembina Upacara j) Pengucapan Doa oleh Pembina Upacara k) Upacara pembukaan latihan selesai, dilanjutkan d engan latihan

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 45 3) Upacara Penutupan Latihan a) Pemimpin upacara memanggil anggota perindukan Si aga membentuk lingkaran b) Pemimpin upacara menjemput Pembina c) Pemimpin upacara menyimpan bendera Merah Putih, sebelum mengambil bendera pemimpin memberi hormat terlebih dahulu. Begitu Pem impin upacara mengambil bendera, seluruh peserta memberi hormat kepada Sang Merah Putih. Ketika bendera sampai di pintu lingkaran tanpa aba – aba penghorma tan selesai d) Pembina upacara memberi pesan – pesan / amanat e) Upacara ditutup oleh Pembina upcara dengan pengu capan doa 4) Upacara Pelantikan Upacara pelantikan dilaksanakan dalam rangka upacar a pembukaan latihan, jalannya upacara : a) Upacara pembukaan latihan dilaksanakan seperti b iasa, setelah pembacaan Pancasila oleh Pembina dan pembacaan Dwi Darma oleh Pemimpin upcara, kemudian Pembina Upacara mengumumkan bahwa ada seorang Siaga yang ak an dilantik b) Pemimpin Barung mengantar Siaga yang akan dilant ik c) Pembantu Pembina ( Pak Cik / Bu Cik ) maju ke te ngah lingkaran membawa atribut pelantikan d) Pembina Upacara mengadakan tanya jawab mengenai ujian SKU kepada Siaga yang akan dilantik e) Pembina Upacara menyuruh Siaga yang akan dilanti k untuk berdoa f) Pembina Upacara berjabatan tangan dengan Siaga y ang akan dilantik dengan memegang ujung Merah Putih. Semula tangan Pembina d i bawah, menjelang pengucapan janji Pembina membalikkan tangan g) Pembina Upacara menuntun Siaga mengucap Dwi Saty a. Anggota Perindukan memberi hormat ketika pengucapan janji h) Pemasangan atribut pelantikan, bergantian mulai dari Pembina, Pembantu Pembina i) Penghormatan kepada Siaga yang baru dilantik ole h Perindukan dipimpin oleh Pemimpin Upacara j) Pengucapan doa oleh Pembina Upacara k) Upacara Pelantikan selesai, dilanjutkan dengan l atihan D. Macam-Macam Permainan Siaga a. Mempertahankan Keseimbangan tiap barung berderet ke belakang, tiap anggota bar ung berjalan ke tempat yang sudah ditetapkan dan kembali semula dengan sebuah / dua buah buku di atas kepala. Jika buku jatuh dia harus mulai lagi. Barung yag terlebih dul u selesai menjadi pemenangnya b. Menangkap Ular perindukan dalam bentuk lingkaran. Seorang Siaga d i luar lingkaran menjadi ular dan menraik seutas tali panjang sebagai ekornya. Ular menepuk punggung seorang Siaga dalam lingkara n dan lari, dikejar oleh Siaga tadi. Ular lari ke tempat yang ditinggalkan oleh Siaga tadi, s edangkan Siaga berusaha memegang ekor ular, sebelum ia sampai di tempat tujuannya kalau e kornya dapat dipegang ia menggantikan menjadi ular, jika tidak ular mencari mangsa lain. E. Wisata Anak usia Siaga ( 7 - 10 tahun ) pada umumnya mempu nyai kecenderungan ingin mengetahui dunia luar yang lebih banyak, oleh karena itu Gerak an Pramuka menggunakan wisata sebagai salah satu alat pendidikan. Adapun tujuan diadakan wisata antara lain : a. Menambah pengetahuan dan pengalaman anak b. Meningkatkan rasa taqwa kepada Tuhan c. Mengembangkan rasa cinta tanah air d. Menimbulkan rasa indah dan fantasi anak e. Memperluas lingkungan hidup anak f. Menimbulkan kesegaran, kebebasan dan variasi hid up pada anak. Sedangkan bentuk wisata adalah bepergian keluar dal am rombongan yang dipimpin oleh beberapa orang Pembinanya ( Bunda, Yanda, Bu Cik, Pak Cik ) menuju tempat – tempat yang berguna bagi pendidikan Siaga.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 46 PENGHAYATAN KEGIATAN GOLONGAN PENGGALANG I. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus Peserta Kursus mengerti, memahami dan menghayati ke giatan dan keterampilan teknis bagi Pramuka Penggalang B. Tujuan Khusus Kursus Setelah mengikuti kegiatan ini, diharapkan pesert a Kursus dapat : 1. Menjelaskan penghayatan golongan Penggalang 2. Membuat rencana kegiatan latihan mingguan 3. Melaksanakan upcara pembukaan dan penutupan la tihan Pasukan Penggalang 4. Melaksanakan kegiatan hiking dengan pendekatan latihan teknik Kepramukaan yang bermutu 5. Melaksanakan kegiatan pada golongan Penggalang II. MATERI 1. Yang dimaksud Praktek Penghayatan Golongan Penggala ng adalah melakukan pengamatan, penghayatan dan pendalaman atas kegiatan Pramuka Pe nggalang dengan pendekatan latihan yang efektif dan efisien. Agar penyelenggaraan praktek golongan Penggalang dapat berjalan tertib, lancar dan berhasil optimal, perlu disiapkan hal – hal sebagai berikut : a. Acara kegiatan golongan Penggalang b. Tempat, waktu dan sarana penunjang kegiatan c. Alat perlengkapan dan peragaan serta metode d. Pelatihan golongan yang memadai e. Pembagian tugas masing – masing peserta Kursus dalam proses penghayatan. 2. Rencana Kegiatan Latihan Mingguan Penggalang a. Pertemuan Pertama 1) Waktu yang tersedia yaitu 120 menit. 2) Rincian / alokasi waktu kegiatan : a. Penjelasan upacara pembukaan latihan dan penutup an serta susunan dan tugas Dewan Penggalang : 40 menit b. Praktek upacara pembukaan latihan : 30 menit c. Permainan Penggalang yang menggemberikan : 10 me nit d. Pemantapan sikap Kepenggalangan : 20 menit e. Praktek upacara penutupan latihan : 20 menit 3) Pelaksanaan a. Pembina : Pelatih b. Pembantu Pembina : Pelatih c. Pratama : Peserta d. Pengibar Bendera : Peserta e. Pembaca Dasa Darma : Peserta f. Pembawa Teks Pancasila  4) Perlengkapan a. Tiang bendera setinggi 3 tongkat Pramuka : 1 bua h b. Tali untuk mendirikan dan tiang bendera : secuku pnya c. Pancang / pin : 3 buah d. Bendera Merah Putih ukuran 60 x 90 cm : 1 buah e. Teks Pancasila : 1 buah f. Teks Dasadarma : 1 buah g. Bendera Regu : sejumlah regu h. Tanda Jabatan Pratama : 1 buah i. Tanda Jabatan Pemimpin Regu dan W akil : sejumlah regu j. Perlengkapan permainan : menyesuaikan k. Tongkat Penggalang : sejumlah peserta l. Peluit : 1 buah Mencatat / merekam acara kegiatan pada upacara pe mbukaan dan penutupan latihan Penggalang. b. Pertemuan Kedua 1) Waktu yang tersedia yaitu 120 menit 2) Rincian / alokasi waktu kegiatan a. Upacara Pembukaan Latihan Pasukan Penggalang : 1 0 menit b. Pemanasan dengan formasi barisan : 10 menit

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 47 c. Latihan Teknik Kepramukaan : 60 menit Sandi, Semaphore, Tali temali, Menaksir, Pemetaan d. Penenangan dengan cerita kepahlawanan : 10 menit e. Upacara Penutupan Latihan Pasukan Penggalang : 1 0 menit f. Pembetulan dan tanya jawab : 10 menit 3) Pelaksanaan Kegiatan a. Pembina Penggalang : Peserta b. Pembantu Pembina : Peserta c. Pratama : Peserta d. Pengibar Bendera : Peserta e. Pembaca Dasa Darma : Peserta f. Pembawa Teks Pancasila : Peserta g. Penyaji Tekpram : Peserta 4) Perlengkapan Sama seperti pada Pertemuan Pertama ditambah perlen gkapan Teknik Kepramukaan. 3. Pertemuan Ketiga Pada Praktek penghayatan Golongan Penggalang perlu dilengkapi dengan Penghayatan Kegiatan Lomba Tingkat yang disajikan dengan menggu nakan metode Hiking. 1) Waktu yang tersedia yaitu 150 menit 2) Petugas yang diperlukan : a. Petugas pendaftaran : 2 orang Peserta b. Petugas pemberangkatan : 1 orang c. Petugas Pos : sejumlah pos d. Petugas Rekap Nilai : 1 orang e. Penyusun Acara : Pelatih f. Pemantau Akhir : Pelatih 3) Materi Kegiatan a. Sandi b. Tali temali c. Morse d. Semaphore e. Pemetaan f. Pengetahuan Kepramukaan g. PPGD h. Alat Dria i. Halang rintang j. PBB / Baris berbaris 4) Perlengkapan a. Nomor peserta b. Nomor pos c. Blanko niulai d. Cat, tanda jejak / peta e. Soal – soal f. Alat – alat kegiatan 5) Tugas Peserta: Setelah selesai melaksanakan kegiatan, peserta menc atat / merekam tentang pelaksanaan Lomba Tingkat I sebagai bahan pelaksana an di Gugus Depan. Contoh Susunan Acara Upacara Golongan Penggalang se perti di bawah ini : 1. Upacara Pembukaan Latihan Pasukan Penggalang Perlengkapan 1) Bendera Merah Putih 2) Tiang Bendera ( 3 tongkat Penggalang yang disam bung ) 3) Teks Pancasila dan Teks Dasa Darma Kegiatan sebelum Upacara dimulai : 1) Regu : Absen, iuran, tabungan, kerapian 2) Pasukan : Pratama memanggil pemimpin regu untuk pengecekan kesiapan upacara Jalannya Upacara : 1) Pratama ( Pemimpin Upacara ) memanggil Pasukan d engan peluit dalam bentuk Angkare (Bentuk U) selanjutnya Pasukan disiapkan. Priit ... priit ... priit dst. 2) Pratama memberitahukan kepada Kakak Pembina sec ara akrab, diawali dengan penghormatan. Pratama : Pasukan sudah siap untuk upacara pembuk aan latihan, Kakak supaya berkenan menjadi Pembina Upacara Pembina : Siap dik 3) Kakak Pembina datang dengan para Pembantu Pembi na berdiri menghadap Pasukan di belakang tiang bendera

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 48 4) kakak Pembina maju satu langkah, Pratama memimpin penghormatan Pratama : Kepada Kakak Pembina hormat grak .... t egak grak 5) Penyerahan Pasukan kepada Kakak Pembina Pratama : Pasukan saya serahkan kepada Kakak Pemb ina. Pembina : Pasukan saya terima, kembali ke samping barisan. 6) Pratama berlari keregunya yang paling kanan, me mberi penghormatan kepada bendera regu yang dibawa oleh wakil pimpinan regu, kemudian bend era diserahkan kepada Pratama. Selanjutnya wakil pemimpin regu berubah ke barisan regu paling kiri. 7) Pengibaran bendera terdiri 3 Penggalang dari re gu kerja, menuju tiang bendera dengan langkah tegap. · Salah satu petugas bendera mengatakan : “bendera s iap”. Pembina memimpin Penghormatan · Penghormatan bendera menempatkan sejajar pembawa b endera, kemudian bersama – sama memberi hormat kepada bendera 8) Pembina membaca teks Pancasila dan diikuti selu ruh Pasukan teks Pancasila sebelumnya dibawa oleh Pembina, yang berada dibelakang sebelah kiri. 9) Pembacaan Dasa Darma ( tidak ditirukan ) 10) Kakak Pembina maju kedepan tiang bendera bersi kap istirahat diikuti seluruh Pasukan, kemudian memberi kata pengantar latihan hari itu ( amanat ). Amanat selesai, Kakak Pembina bersikap sempurna ( siap ) diikuti anggota. Pasukan , selanjutnya kakak Pembina kembali ke tempat semula. 11) Kakak Pembina memimpin doa untuk Pahlawan untu k kelancara latihan untuk Penggalang yang tidak masuk karena sakit sehingga lekas sembuh 12) Wakil Pemimpin Regu menuju ke depan Pratama ( Pinru utama ) saling berhadapan, wakil memberi hormat, dibalas, bendera regu diserahkan, w apinru menempati posisi pinru kemudian pratama lari ke tengah lapangan Kakak Pembina seper ti posisi awal. 13) Penyerahan Pasukan kepada Pratama : Pembina : Pasukan saya serahkan Pratama : Saya terima 14) Pratama memimpin penghormatan kepada Kakak Pem bina, kemudian Kakak Pembina balik kanan, jabat tangan dengan Pembantu Pembina. 15) Acara kegiatan latihan dimulai, salah seorang pembantu Pembina sudah siap dengan acara tersebut. Panggilan dengan peluit : 1) Panggilan Pemimpin Regu : - ... - ... - ... 2) Panggilan Seluruh Anggota : - ... ... ... ... ... Bentuk Upacara P P W Q O B O O O O O O O O O O R/Q O O O Q W WOOOOOOQ + XXX WOOOOOOQ Upacara Pembukaan latihan Pasukan Penggalang di dal am gedung / ruangan tertutup. a. Perlengkapan : Tongkat Bendera ± 2 meter Bendera Merah Putih berukuran 120 cm x 90 cm Naskah Dasa Dharma b. Jalannya Upacara : Persiapan pendahuluan sama dengan upacara diluar. Bendera siap di tempat dalam keadaan di gulung, di bawa dengan tangan kanan dan berdiri tegak. Dua orang pengawal disamping kanan dan kiri. Pasukan disiapkan oleh pratama seperti pada upacar a di luar. Kakak Pembina datang dan menerima penghormatan sep erti pada upacara diluar. Pratama kembali keregunya. Kakak Pembina : “ Pengibaran bendera” Tiang bendera dicndongkan sedikit kedepan oleh pemb awa bendera dengan mengatakan “Bendera Siap” = Bendera B = Pembina Upacara P = Pembantu Pembina R = Pratama Q = Pemimpin Regu W = Wakil Pemimpin Regu X = Petugas Bendera + = Petugas Dasa Darma.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 49 Kakak Pembina memimpin penghormatan Bendera (denga n menghadap kepada Bendera = yang menghadap Bendera hanya Kakak Pembina saja) Bendera diurai/dikibarkan dari gulungan perlahan-la han, kemudian bendera tegak kembali. Kakak Pembina membaca Teks Pancasila dan ditirukan oleh peserta upacara. Pembacaan Dasa Dharma maju satu / dua langkah, tid ak ditirukan. Selanjutnya sama dengan upacara diluar. Upacara selesai, Bendera diletakan di tempat yang baik, dengan standar yang telah disiapkan, kemudian mulai latihan. P B P W O X R X X X X X X X X X X X X X X X X X O W WXXXXXXXXXXXXXO 1, 2, 3 WXXXXXXXXXXXXXXO Upacara Penutupan latihan dalam ruangan prosesnya s ama dengan upacara pembukaan latihan, tetapi tidak ada Pembacaan Naskah Pancasil a dan Pembacaan Dasa Dharma. 2. Upacara Penutupan Penggalang. Sama dengan upacara pembukaan latihan Pasukan Pengg alang, hanya tidak ada pembacaan Pancasila dan Dasa Dharma. Petugas Bendera lebih kurang dua meter dari tiang b endera menghormat, menghormat pada Bendera. Setelah bendera diturunkan, dilipat, dibaw a petugas yang berada ditengah, haluan kanan kembali ketempat semula. 3. Upacara Kenaikan Tingkat dari calon Penggalang k e Penggalang (Penggalang). Dilakukan serangkaian dengan upacara pembukaan lati han sesudah acara berdoa : 1) Calon Penggalang yang akan dilantik diantar oleh pemimpin regunya kehadapan Pembina Penggalang, kemudian pengantar kembali keregunya. 2) Kakak Pembina memerintahkan kepada Penggalang ya ng sudah dilantik supaya maju satu langkah. 3) Tanya jawab tentang syarat kecakapan antara Pemb ina dan calon yang akan dilantik. 4) Calon yang akan dilantik berdoa diikuti anggota Pasukan dipimpin oleh Pembina. 5) Sang Merah putih dibawa petugas kesebelah kanan depan Pembina, penghormatan dipimpin Pembina. 6) Tangan kanan yang dilantik memegang ujung Sang M erah putih ditempelkan didada kiri tepat dengan jantungnya dan dengan sukarela mengucapkan j anji Tri Satya dituntun oleh kakak Pembina Penggalang. 7) Penyematan tanda-tanda disertai nasehat dari Pem bina. 8) Penggalang yang baru dilantik balik kanan untuk menerima penghormatan dari seluruh Pasukan. 9) Sewaktu Penggalang yang baru dilantik balik kana n, pratama maju satu langkah untuk memimpin penghormatan kepada yang baru dilantik. 10) Bendera Merah Putih kembali ketempat semula, pe nghormatan dipimpin Pembina. 11) Pemimpin regu menjemput anggotanya yang baru di lantik. 12) Pembina menyerahkan Pasukan kepada pratama untu k meneruskan acara latihan. 13) Pratama memimpin penghormatan kepada Pembina. 14) Pasukan dibubarkan, pemberian ucapan selamat da ri anggota Pasukan kemudian kegiatan latihan 1,2,3 = Petugas Bendera B = Pembina P = Pembantu Pembina R = Pratama O = Pinru W = Wakil Pinru X = Penggalang

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 50 KEGIATAN LAPANGAN GOLONGAN PENEGAK I. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus Peserta Kursus memahami dan dapat melakukan upacara dan pelantikan di dalam Ambalan Penegak B. Tujuan Khusus Kursus Sesudah selesai mengikuti materi ini peserta dapat: 1) Menyebutkan dan menjelaskan pengertian upacara d an prinsip-prinsip upacara 2) Menyebutkan macam-macam upacara 3) Melaksanakan macam-macam upacara 4) Menjelaskan kelengkapan kegiatan dan tradisi dal am kehidupan bakti di setiap Ambalan II. MATERI 1. Pengertian Upacara 1) Upacara merupakan suatu usaha dalam memproses pe ndidikan yang meningkat dan berkelanjutan untuk melatih disiplin, patuh, tengga ng rasa, tangung jawab, kesadaran nasional ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan c inta bangsa / negara. 2) Upacara dan pelantikan dalam Ambalan sebagai dor ongan kejiwaan Penegak yaitu mendorong proses kedewasaan bagi para Penegak 3) Dorongan kejiwaan pemuda dapat ditimbulkan dari kehidmatan dan rasa haru terhadap acara-acara yang mengejutkan (Surprise) sehingga ad a kesan yang mendalam dihatinya untuk mendorong jiwanya berkembang 2. Prinsip Upacara dan Pelantilkan 1. Perlu keseragaman gerak dan proses dalam Upacara serta dapat dikembangkan karena di dalam Upacara Ambalan biasanya diikat adat istiadat yang berlaku Hal yang prinsip adalah: a) Adanya acara pokok / materi uapacara atau materi pelantikan b) Adanya sarana, bendera Merah Putih, sandi Ambala n, Pusaka Ambalan, Alat Pelantikan/ Alat yang diperlukan sesuai acara c) Ada yang dipimpin dan ada yang memimpin d) Ada yang dilantik dan ada yang melantik e) Tertib, Khidmat pelaksanaan f) Ada pembacaan sandi Ambalan, perlakuan Pusaka Am balan dan Doa 2. Macam-macam upacara Kepenegakkan, antara lain: a) Upacara Pembukaan dan Penutup Latihan ( Pertemua n ) b) Upacara Penerimaan Tamu Ambalan / Tamu Penegak c) Upacara Penerimaan calon Penegak d) Upacara Pelantikan Penegak Bantara e) Upacara Kenaikan Tingkat Bantara ke Laksana f) Upacara Pemberian Tanda Kecakapan Pandega g) Upacara Pindah Golongan ke Racana Pandega h) Upacara Serah Terima Pengurus Ambalan i) Upacara Pelepasan Penegak j) Upacara Adat Ambalan Penegak 3. Pelaksanaan Upacara pada Ambalan Penegak a. Upacara pembukaan latihan pada Ambalan Penegak diatur sebagai berikut : 1) Sangga kerja menyiapkan perlengkapan upacara : Bendera Merah Putih. Sandi Ambalan Teks Pancasila 2) Pradana mengumpulkan anggota Ambalan, bentuk bar isan bersaf. 3) Penghormatan pada praddana dipimpin oleh pemimpi n sangga yang paling kanan. 4) Laporan pemimpin sangga kepada pradana. Pada waktu pemimpin sangga meninggalkan tempat waki l pemimpin sangga pindah ketempat pemimpin sangga yang ditinggalkan. Pemimpi n sangga sesudah laporan mengambil tempat sebelah kanan barisan. 5) Pradana menjemput Pembina dan mengantar kesebela h kanan pemimpin sangga. 6) Pradana mengambil tempat di depan barisan sesuai adat Ambalan yang berlaku. 7) Petugas bendera mengibarkan Sang Merah Putih, Pr adana memimpin penghormatan. 8) Pembina maju ke depan menghadap barisan membaca Pancasila diikuti anggota Ambalan. 9) Pembacaan Sandi Ambalan oleh petugas. Pada waktu pembacaan sandi Ambalan, anggota Ambalan melaksanakan sikap adat sesuai adat Ambalan yang berlaku.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 51 10) Pengumuman dari Pradana / Pembina 11) Pradana memimpin doa. 12) Barisan dibubarkan oleh Pradana dilanjutkan lat ihan. Apabila Pradana memerintah kepada pemimpin sangga untuk membubarkan, penghorma tan kepada pradana dipimpin pemimpin sangga yang paling kanan b. Upacara penutupan latihan Ambalan Penegak. 1) Sangga kerja menyiapkan perlengkapan upacara ( t eks renungan ) 2) Pradana mengumpulkan anggota Ambalan, bentuk ber saf 3) Penghormatan kepada pradana dipimpin oleh pemimp in sangga yang paling kanan. 4) Laporan pemimpin sangga, wakil pemimpin sangga p indah ketempat pemimpin sangga, sesudah laporan pemimpin sangga mengambil tmpat dis ebelah barisan. 5) Pradana menjemput Pembina dan mengantar disebela h kanan pemimpin sangga. 6) Pradana mengambil tempat didepan barisan 7) Petugas bendera menurunkan Sang Merah Putih untu k disimpan. 8) Pembacaan renungan oleh petugas. 9) Pengumuman Pradana / Pembina 10) Pradana memimpin do’a 11) Pradana membubarkan barisan Komposisi barisan / penempatan petugas upacara sesu ai dengan upacara pembukaan latihan. c. Upacara Penerimaan Tamu Ambalan Dilaksanakan dalam rangkaian upacara pembukaan lati han, sesudah pembacaan sandi Ambalan atau sesudah pengumuman. 1) Tamu Ambalan mengambil tempat disebelah kiri pra dana atau Pembina. 2) Pradana atau Pembina memperkenalkan tamu kepada anggota Ambalan 3) Pradana atau Pembina memberi kesempatan kepada t amu Ambalan untuk mengikuti latihan. 4) Barisan dibubarkan, dilanjutkan dengan acara lat ihan Keterangan : Dapat diberi variasi yang menyenangkan sesuai adat Ambalan yang berlaku. d. Upacara Penerimaan Calon Penegak Kepada Ambalan Dilaksanakan sesudah upacara pembukaan latihan 1) Pradana mengumpulkan anggota Ambalan dalam ruang an maupun diluar sesuai adat yang berlaku. 2) Tamu Ambalan berada ditempat yang telah ditentuk an. 3) Penegak Bantara / Laksana yang sudah ditentukan menyiapkan pertanyaan. 4) Tamu Ambalan dijemput oleh petugas untuk dihadap kan kepada Ambalan 5) Pengantar kata dari Pradana / Pembina 6) Tanya jawab tentang keadaan pribadi tamu yang ak an diterima sebagai calon Penegak 7) Petugas mengajak Tamu Ambalan meninggalkan tempa t. 8) Ambalan mengadakan musyawarah untuk menentukan p enerimaan calon. 9) Tamu dipanggil untuk mendengarkan keputusan pene rimaan di Ambalan 10) Upacara selamat dari anggota Ambalan dilanjutka n dengan acara latihan. Keterangan : Supaya kegiatan menarik dan menyenangkan dapat dibe ri variasi yang mendidik sesuai adat Ambalan. e. Upacara serah terima pengurus Ambalan Dilaksanakan didalam ruangan atau diluar ruangan 1) Sangga kerja menyiapkan upacara : Bendera Merah Putih Bendera Gugus Depan Kibaran cita Ambalan Teks Sandi Ambalan = Pembina = Pembantu Pembina = Pemimpin Sangga = Pengurus Ambalan = Wakil Pemimpin Sangga = Anggota Sangga = Petugas Bendera = Pusaka Ambalan (bila Perlu) = Pembaca Sandi Ambalan Pradana dapat memimpin upacara bila Pembina berhalangan hadir maupun bertepatan dengan upacara tersebut ada hal yang sangat penting yang tidak dap at ditinggalkan pleh Pembina

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 52 Pusaka Ambalan Surat keputusan Pembina Gudep tentang Susunan Peng urus Dewan Ambalan dan Dewan Kehormatan Berita acara serah terima Susunan Acara 2) Pradana mengumpulkan anggota Ambalan 3) Pembacaan sandi Ambalan 4) Pembina menempatkan diri 5) Penghormatan kepada Pembina. 6) Laporan kepada Pembina 7) Pembacaan surat keputusan oleh petugas. 8) Pengurus baru dan lama menempatkan diri di depan Pembina 9) Serah terima Bendera Ambalan, Pusaka Ambalan, Ad ministrasi Ambalan dari petugas lama kepada pengurus baru. 10) Penandatanganan berita acara ( Pradana lama, ba ru dan saksi Pembina ). 11) Pengurus Ambalan kembali ketempat semula 12) Amanat Pembina 13) Laporan 14) Penghormatan 15) Pembina meninggalkan tempat 16) Pradana membubarkan anggota Ambalan dilanjutkan latihan. Pelaksanaan upacara serah terima Ambalan disesuaika n dengan adat yang berlaku dimasing-masing Ambalan. f. Upacara pemberian tanda kecakapan khusus kepada Penegak yang telah memenuhi syarat dilakukan dalam rangkaian upacara pembukaan latihan setelah pengumuman Pradana / Pembina. 1) Penegak yang akan menerima TKK dipanggil ke depa n Pembina 2) Tanya jawab tentang TKK yang telah dipenuhi 3) Penyematan TKK dan penyerahan Surat Keterangan o leh Pembina. 4) Ucapan selamat dari anggota Ambalan 5) Pembina menyerahkan Ambalan kepada praddana untu k meneruskan acara selanjutnya g. Upacara pindah golongan dari Ambalan Penegak ke Racana Pandega 1) Pradana mengumpulkan anggota Ambalan dalam bentu k barisan bersaf 2) Penegak yang akan pindah golongan dipanggil keha dapan Pembina Penegak 3) Penjelasan Pembina bahwa kepindahannya bukan kar ena kecakapan tetapi karena usianya 4) Penegak yang akan pindah minta diri kepada anggo ta Ambalan 5) Pembina menyerahkan Penegak yang bersangkutan ke pada Pembina Racana 6) Pembina menyerahkan Penegak yang bersangkutan ke pada Pembina Racana 7) Pembina Racana Pandega menerimanya sesuai dengan adat Racana yang berlaku h. Upacara pelepasan Penegak yang akan terjun ke ma syarakat dilakukan dalam bentuk informal diluar pertemuan rutin. 1) Dilaksanakan oleh sangga kerja / panitia. 2) Acara pada upacara tersebut meliputi : Penjelasan Pembina Penegak yang bersangkutan minta diri Sambutan wakil anggota Ambalan Kata pelepasan dari Pembina Penegak dan penyerahan surat keterangan Pemberian kenangan kepada Penegak yang akan mening galkan Ambalan Berdoa dipimpin oleh Pembina Penegak Ramah tamah diakhiri dengan membentuk rantai persa udaraan Tempat dan waktu tidak terikat 4. Kelengkapan kegiatan dan tradisi kehidupan bakti di setiap Ambalan a. Sandi Ambalan adalah karangan / ungkapan bebas b erisi kode kehormatan dan gambaran pernyataan kata hati para Pramuka Penegak disuatu A mbalan. Tujuan Sandi Ambalan adalah supaya para Pramuka Pen egak dapat menunjukan sikap positif dan kreatif dalam kehidupan sehari-hari. b. Adat Ambalan adalah kebiasaan yang ditentukan da n ditaati oleh para Pramuka Penegak disuatu Ambalan. Tujuan Adat Ambalan supaya para Pramuka Penegak dap at membiasakan diri mentaati segala peraturan yang berlaku ditempat mereka berad a. c. Pusaka Ambalan adalah berupa benda ( kapak, keri s, selendang dan sebagainya ) yang merupakan lambang kehormatan Ambalan. Tujuannya adalah kebanggaan yang memberi dorongan s emangat kepada para Penegak memiliki rasa percaya diri yang tinggi, rasa berani dan tidak penakut d. Kibaran cita ( Bendera Ambalan ) adalah lambang kehormatan Ambalan mengibarkan rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 53 e. Nama Ambalan adalah suatu gambaran cita-cita yan g mengarah pada tujuan gerakan Pramuka dan semangat kepahlawanan. Tujuan nama Amba lan dan kibaran cita adalah untuk memberi dorongan semangat dan kebanggaan kepada par a Penegak agar berkembang daya cipta dan aktif dalam melaksanakan kegiatan se rta mewarisi dan meneruskan jiwa dan semangat kepahlawanan juga melatih disiplin dalam m encapai cita-cita yang keluar dari dalam pribadinya sendiri untuk giat belajar, berlat ih, bekerja dan berbakti.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 54 PENGEMBANGAN JIWA BELA NEGARA DALAM GERAKAN PRAMUKA 1. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus Peserta Kursus menghayati arti pentingnya pengemban gan bela Negara, dalam hubungannya dengan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan berne gara. B. Tujuan Khusus Kursus Setelah selesai mengikuti materi ini diharapkan pes erta dapat : 1) Menjelaskan konsep dasar pengembangan jiwa bela negara dalam Gerakan Pramuka 2) Menjelaskan Peranan Gerakan Pramuka dalam pendid ikan Bela negara 3) Menjelaskan cara mengembangkan jiwa bela negara dalam Gerakan Pramuka. 2. MATERI A. Konsep Dasar Pengembangan Jiwa Bela Negara Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan dan ketera mpilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat keb angsaan serta cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembanguna n bangsa dan negara. Dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasioanal diatas, maka ditempuh melalui jalur pendidikan diantaranya pendidikan non-formal yang d idalamnya termasuk Gerakan Pramuka. Gerakan Pramuka adalah gerakan pendidikan Kepramuka an nasional Indonesia, merupakan satu-satunya badan yang melaksanakan pend idikan Kepramukaan bagi anak didik dan pemuda indonesia, dalam rangka membantu pemerin tah daan masyarakat indonesia untuk membentuk kader-kader pembangunan yang siap melaksa nakan pembangunan masyarakat, bangsa daan negara. Dalam rangka itu, maka materi-materi dan maupun keg iatan-kegiatan dalam Kepramukaan mencangkup materi-materi yang saangat kompleks term asuk di dalamnya Bela Negara. Bela Negara dalam gerakan Pramuka merupakan tekad, sikap dan tinddakan para anggota Pramuka yang teratur, menyeluruh, terpadu dan berla njut yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara indone sia serta berkeyakinan akan kesaktian pancasila sebagai ideologi negara dan kerelaan berk orban guna menindak setiap ancaman, baik dari luar negeri maupun dari dalam negeri, yang mem bahayakan kemerdekaan dan kedaulatan Negara, serta nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Dalam rangka pelaksanaan bela Negara dalam Gerakan Pramuka maka dibuatlah Surat Kesepakatan bersama antara Ketua Kwartir Nasional G erakan Pramuka dan Menhankam RI Nomor 153 tahun 1986 dan Kep/12/IX/1986 tanggal 15 September 1986 tentang upaya peningkatan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPB N) di lingkungan Gerakan Pramuka. Selanjutnya untuk merealisasikan SKB tersebut maka keluarlah surat edaran Menhankam RI nomor SE/007/M/III/1988 tanggal 1 Maret 1988, tenta ng pokok-pokok Upaya Penyelenggaraan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) dan surat Keputusan Dirjen Persmanvet Dephankam nomor Sekp/08/IV/1990 tanggal 02 April 19 90 tentang pengesahan Buku Petunjuk Penyelenggaraan Pendidikan Pramuka nomor 028 tahun 1996 tentang pedoman pelaksanaan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara dalam Gerakan Pr amuka. Adanya beberapa surat keputusan dan surat edaran te ntang PPBN tersebut memberikan suatu petunjuk berupa pentingnya Bela Negara Khusus nya bagi anggota Pramuka. Karena itu eksistensi Bela Negara semestinya tidak hanya berup a sebuah slogan, kata-kata mutiara saja akan tetapi yang terpenting adalah bagaimana mengim plementasikanya dalam kegiatan Kepramukaan. Sehingga materi Bela Negara dapat meny atu dengan jiwa para angota Pramuka. Untuk itu kiranya perlu dipahami terlebih dahulu te ntang konsepsional mengembangkan jiwa Bela Negara dalam Gerakan Pramuka. Secara sede rhana konsep mengembangkan jiwa Bela Negara dalam Gerakan Pramuk adapat dimaknai ba gaimana menjadikan Bela Negara itu sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam diri se tiap anggota Pramuka. Sedangkan dealam pengertian yang lain mengembangkan jiwa Bela Negara dalam Gerakan Pramuka dapat pula diartikan sebagai upaya untuk menginternalisasikan Bela Negara dalam setiap anggota Pramuka yang dapat diwujudkan dalam bernagai sikap dan peri lakunya dalam berbagai kegiatan-kegiatan Pramuka sesuai dengan tingkatan dan golongan masing -masing. B. Peranan Gerakan Pramuka Gerakan Pramuka dalam menyelenggarakan pendidikany a serta melakukan kegiatan mengacu pada prinsip dasar dan metode Kepramukaan. Eksistensi prinsip dan metode Kepramukaan inilah yang membedakan Gerakan Pramuka dengan organisasi-organisasi pemuda lainya. Dalam Rangka menyelenggarakan kegiatanya yang berh ubungan dengan bela Negara Gerakan Pramuka membuat suatu rencana kerja dan pro gram kerja sesuai dengan dinamika perubahan jaman. Karena itu di dalam membuat desain kegiatan senantiasa disesuaikan dengan

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 55 kepentingan dan kebutuhan masyarakat, bangsa dan Negara. Misalnya dalam kondisi seperti sekarang ini dimana eksistensi Generasi Muda utaman ya dihinggapi dengan berbagai persoalan, misalnya narkoba, pergaulan bebas, kekerasan, kuran g peduli, dekadensi moral, serta melunturnya nilai dan semangat nasionalsime dan pat riotisme dalam suatu tahap yang cukup kritis. Menghadapi suatu keadaan yang demikian maka dalam membuat rencana kerja dan program kerja senantiasa didasarkan pada suatu skal a prioritas. Karena itu prioritasnya adalah bagaimana membangun kembali semangat, jiwa, nilai-n ilai nasionalisme dan patriotisme dikalangan kaum muda. Gerakan Pramuka sebagai wadah Pembinaan Generasi mu da harus meningkatkan perannya dalam pendidikan Bela Negara yang meliputi: 1) Meningkatkan ketawaan terhadap Tuhan Yang Maha E sa 2) Menumbuhkembangkan rasa cinta dan setia kepada t anah air 3) Menumbuhkembangkan sadar berbangsa dan bernegara 4) Menumbuhkembangkan akan kesaktian Pancasila 5) Menumbuhkembangkan rela berkorban untuk bangsa d an negara 6) Memberikan kemampuan awal Bela Negara Melihat begitu pentingnya peran Gerakan Pramuka dal am rangka bela negara, maka tugas utama yang harus dilakukan oleh Gerakan Pram uka adalah menginternalisasikan jiwa bela negara pada seluruh anggota Gerakan Pramuka. U ntuk itu kegiatan-kegiatan Kepramukaan hendaknya diupayakan berintikan nilai-nilai yang ad a dalam jiwa bela negara. C. Cara mengembangkan jiwa Bela Negara Dalam rangka mengembangkan jiwa Bela Negara pada Pe serta Didik perlu diciptakan kegiatan-kegiatan yang langsung menyentuh jiwa peerta didik terhadap berbagai hal yang bersangkut paut dengan materi bela negara. Untuk itu hendaknya seti ap Pembina dapat mengembangkan materi Kepramukaan yang terintergred dengan materi Bela Ne gara dalam melaksanaakan kegiatan Kepramukaan. Kegiatan-kegiatan Kepramukaan yang leb ih banyak menyentuh nilai dan semangat patriotisme dan nasionalisme hendaknya men dapatkan sekala priorits untuk ditingkatkan dngan cara memasukan kedalam setiap ke giatan Kepramukaan. Untuk itu kuranya perlu dilakukan berbagai contoh kegiatan Kepramukaan yang terintergrasi dengan Bela Negara, misalnya: 1) Untuk Siaga dengan kegiatan : Karnava bineka tun ggal ika, sosiodrama, pantomin, cerita kepahlawanan, mengunjungi tempat-tempat bersejarah, mengenal lagu-lagu daerah, rumah adat, serta tarian daerah. 2) Untuk Pramuka Penggalang diantaranya dapat diber ikankegiatan-kegiatan: Perkemahan (LT,Jambore), peringatan hari-hari pahlawan, berzia rah kemakam pahlawan , mengunjungi musium, candi, dan tempat-tempat bersejarah lainya, penelusuran, routee pahlawan 3) Untuk Penegak dan pendega: kemah pengembaran, ke mah bakti, peduli terhadap adanya musibah bencana alam, ikut serta mengatur lalu lint as, mengunjungi tempat-tempat bersejarah.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 56 MENGEMBANGKAN JIWA KEWIRAUSAHAAN DALAM GERAKAN PRAM UKA I. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus Peserta Kursus mengetahui hal ikhwal yang berkena an dengan jiwa kewirausahaan, memahami betapa pentingnya pengembangan jiwa kewirausahaan d an menghayati hakekat pengembangan jiwa kewirausahaan dalam Kepramukaan. B. Tujuan khusus Kursus Setelah berakhirnya materi ini diharapkan peserta Kursus dapat : 1) Merumuskan konsepsi pengembangan jiwa kewirausah aan dalam Gerakan Pramuka. 2) Menyebutkan ciri-ciri jiwa kewirausahaan. 3) Menjelaskan upaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan dalam kewirausahaan. 4) Menjelaskan implikasi kewiarausahaan dalam Gerak an Pramuka. II. MATERI 1. Konsep Pengembangan Jiwa Kewirausahaan Gerakan Pramuka berperan dalam usaha membawa pesert a didik menuju kemandirian. Peranan yang demikian membutuhkan partisipasi seluruh kompo nen disetiap Gugus Depan maupun kwartirnya masing-masing. Komponen-komponen yang di maksud meliputi : peserta didik, ( S, G, T dan D ) , Pembina, pelatih Pembina, instruktur, M ABI, sarana dan prasarana serta dukungan lingkungan masyarakat. Dalam setiap kegiatan baik t ingkat Gugus Depan, Ranting, Cabang, Daerah maupun nasional seluruh komponen tersebut be rkaitan satu dengan yang lainnya dalam rangka mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan sebe lumnya. Peserta didik sebagai salah satu komponen memegang peranan yang cukup pentig dalam setiap kegiatan kePramuka yang dilaksanakan. Karena itu, p eserta didik hendaknya jangan hanya dipandang sebagai objek saja melainkan diperlukan s ekaligus sebagai subjek. Cara memandang peserta didik yang demikian berarti adanya suatu pe ngakuan baik langsung maupun tidak langsung bahwa peserta didik itu bukan hanya sekeda r botol kosong yang harus selalu di isi, melainkan sebagai sesuatu yang memiliki potensi, mi nat dan bakat yang perlu diberikan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang agar nantiny a menjadi generasi yang mandiri. Uuntuk itu kiranya sangat perlu diberikan bekal waw asan pengetahuan tentang hal ikhwal yang berkaitan dengan kemandirian, keuletan, kekritisa d an kepercayan pada setiap anggota Pramuka, sehingga nantinya siap untuk mandiri dalam keseluruhan kehidupanya. Karena itulah pengembangan jiwa kewirausahan merupakan solusi yan g tepat untuk memenuhi berbagai harapan tersebut. Kewirausahan atau entrepreneurship yang sering di s ebut kewirausahan memberi konotasi bahwa kewirausahan hanya merujuk pada aktifitas su wasta. Padahal wirasewasta mempunyai unsur kata : wira = luhur, berani, kesatria; swa = sendiri; dan sta = berdiri. Dengan demikian seorang wirausahawan adalah seorang yang berani mem utuskan untuk bersikap, berfikir dan bertindak sendiri, mencari nafkah dan berkarir deng an jalan berusaha dengan kemampuan sendiri, dengan cara yang jujur dan adil, jauh dari sifat-sifat curang. Pengertian yang demikian tidak hanya membatasi bahwa kewirausahan hanya berl aku di lingkungan swasta saja, tetapi berlaku dimanapun termasuk didalam gerakan Pramuka. Karena itu pemahaman terhadap pengertian kewirausah an sangat mutlak diperlukan bagi para anggota Pramuka, Pembina, pelatih Pembina, MABI, pa ra instruktur, para andalan dan para pengurus kwartir. Hal demikikian dimaksudkan agar terjadi keseragaman di dalam memahami, menghayati dan mengaplikasikan di dalam gerakan Pra muka. Sejalan dengan itu maka perlu diberikan beberapa ba tasan kewirausahan dari beberapa ahli: 1) Menurut Mc. Clelland, kewirausahan diartikan seb agai orang yang mampu mengatur, menguasai alat produksi sehingga menghasilakanhasil yang berlebihan. 2) Menurut Imam S. Sukardi, kewirausahan diartikan sebagai peribadi yang mampu mengambil keputusan dan menetapkan tujuan atas pert imbangan sendiri. 3) Menurut Edi Swasono, kewirausahan diartikan seba gai orang yang ingin berprestasi dan selalu mencari cara baru. 4) Menurut suyahman, kewirausahan dalam kePramukan diartikan sebagaio sikap tekad dan tindakan dari anggota Pramuka untuk selalu siap dalam menghadapi tantangan baru sesuai dengan kemampuanya sendiri selalu beraktifit as dalam membuat kegiatan-kegiatan kePramukan yang selalu menarik dan menanta ng yang menghasilkan sesuatu yang bermanfaat baik untuk orang lain maupun diriny a sendiri. 2. Ciri – ciri wirausaha Wirausaha pada hakekatnya memperdayakan diri sesuai dengan potensi, minat dan bakat yang dimiliki sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanf aat. Angota Pramuka yang memiliki jiwa wirausaha yang senantiasa akan memiliki rasa percay a diri yang kuat, tidak kenal putus –asa, selalu optimis dalam menghadapi berbagai masalah ya ng ada. Selain itu angota Pramuka yang berjiwa wirausaha akan selau tidak tergantung pada orang lain, dengan kata lain ia selalu mandiri sesuai dengan kekuatan yang dimiliki. Hal y ang demikian bukan ia mengedepankan sikap individualis, sikap egois akan tetapi justru sebaiknya ia akan selalu mendengar dan

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 57 menerima berbagi masukan yang sifatnya membangun dan memperkuat terhadap apa yyang hendak dilakukan. Untuk mendapatkan gambaran orang – orang yang berj iwa wirausaha berikut ini sampikan ciri – ciri berjiwa wirausaha sebagai berikut: 1) Supel 2) Berani menangung resiko 3) Selalu berkerja sama untuk meningkatkan prestasi . 4) Tekun, teguh dan disiplin. 5) Kreatif dan inovatif. 6) Percaya diri dan selalu optimis. 7) Memanfaatkan kesempatan dan selalu harus akan in formasi / pengetahuan baru. 8) Berorientasi kedepan. 9) Berjiwa kepemimpinan. 10) Mempunyai intuisi yang kuat. 11) Mempunyai jiwa kompetasi yang kuat. 12) Mempunyai mental yang kuat. Idealnya setiap anggota Pramuka memiliki ciri – ci ri tersebut sehingga setiap anggota Pramuka benanr – benar menjadi kader pembangunan yang bermo ral pancasila dan berperilaku sesuai dengan UUD 1945. karena itu menhjadi tugas kita sem ua bagimana menjadi ciri- ciri tersebut benar – benar menjadi milik bagi setiap anggota Pra muka sehingga gerakan Pramuka dapat lebih meningkatkan peranya dalam pembangunan masyar akat, bangsa dan negara. Untuk menjadi Pembina, penyeluruh atau instruktur dalam u paya meningkatkan jumlah wirausaha dilingkunganya. Disini kedudukan Pembina hanya seba gai konsultan. Untuk pelaksanaan penerapan kewirausahaan dalam Ge rakan Pramuka dapat dilakukan sesuai dengan golongannya masing – masing yaitu : 1) Golongan Siaga dan Penggalang a) Membentuk kelompok atas dasar minat yang sama da lam memilih usaha b) Mengadakan musyawarah untuk menyusun organisasi usahanya c) Pembina bertindak sebagai penasehat, pengarah, p embimbing serta mempunyai hak untuk mengambil keputusan terakhir dengan memperhatikan a spirasi anggota kelompok d) Pembina Pendamping ditunujuk Pembina Gudep, dila kukan secara musyawarah untuk mufakat dan transparan 2) Golongan Penegak a) Pada hakekatnya prosesnya sama dengan golongan P enggalang b) Pembina hanya berfungsi sebagai pengarah dan pen asehat c) Pembina pendamping sipilih oleh mereka sendiri 3) Golongan Pandega a) Prosesnya sama dengan golongan Penegak b) Pembina hanya berfungsi sebagai konsultan c) Pemilihan Pembina pendamping dilakukan dengan tr ansparan Beberapa jenis – jenis usaha kecil yang dapat dilak ukan dalam GerakaN Pramuka dalam rangka penerapan jiwa kewirausahaan yaitu : 1) Dagang eceran yang meliputi : a) Warung / toko makanan b) Warung / toko kelontong c) Warung / toko macam – macam barang d) Rumah Makan e) Pompa bensin f) Peralatan Kepramukaan g) Souvenir / cindera mata 2) Usaha jasa : a) Penyablonan b) Binatu c) Pengetikan d) Memberi bimbingan belajar e) Mengurus surat – suart / dokumen, akte kelahiran , paspor, tikdet darat, laut dan udara. 3) Dagang tengkulak yang meliputi : a) Penyalur pabrik b) Agen / perantara perdagangan c) Peternakan d) Perikanan e) Hasil pertanian 4) Usaha industri yang meliputi : a) Makanan b) Minuman c) Alat – alat berkemah

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 58 d) Perlengkapan Pramuka e) Pengadaan buku – buku Kepramukaan 3. Upaya Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Bagi Anggot a Pramuka Adalah menjadi tugas dan kewajiban kita semua agar Gerakan Pramuka sebagai wadah pendidikan luar sekolah selalu mendapat simpati di kalangan ma syarakat Indonesia. Hal ini harus diwujudkan jangan hanya sekedar slogan – slogan belaka, karena jika Gerakan Pramuka semakin eksis makan degan sendirinya peranan Gerakan Pramuka semakin be rperanan dalam berbagai bidang pembangunan nasional. Untuk itu langkah utama yang perlu dilakukan bagi para Pembina, pelatih Pembina, MABI, para andalan dan para pengurus Kwartir adalah menjadikan kewirausahaan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam hidupnya. Kemudian berupaya keras untuk menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan pada seluruh anggota Pramuka. Berbagai langkah yang perlu dilakukan untuk menumb uhkembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan anggota Gerakan Pramuka adalah : 1. Selalu bersikap keterbukaan terhadap semua anggo ta Pramuka, sehingga dapat memupuk rasa kebersamaan para anggota Pramuka untuk menyampaikan pendapat yang berbeda, memberikan kritik yang membangun serta rasa percaya diri. 2. Selalu bermusyawarah dalam setiap mengambil kepu tusan, sehingga menanamkan sikap demokrasi di kalangan para anggota Pramuka. 3. Selalu memberikan kepercayaan dalam melaksanakan kegiatan Kepramukaan, sehingga terbina rasa percaya diri dan sikap kemandiriannya. 4. Memberi kebebasan untuk membuat kegiatan Kepramu kaan, sehingga menumbuhkan sikap kreativitas dan mengembangkan daya produktivitasnya . 5. Selalu memberikan persoalan – persoalan baik sec ara perorangan maupun kelompok, sehingga terbina sikap selalu ingin tahu dan selalu siap men ghadapi berbagai tantangan yang dihadapi.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 59 PEMAHAMAN MATERI KHUSUS I. TUJUAN A. Tujuan Umum Para Pembina Pramuka / peserta Kursus diharapkan da pat mengarahkan peserta didik atau membuat kegiatan dengan peserta didik yang disesuai kan dengan keadaan / lingkungan daerah masing – masing. B. Tujuan Khusus Setelah selesai mengikuti kegiatan ini Pembina Pr amuka dapat : 1. Menjelaskan makna lingkungan bagi kehidupan An ggota Pramuka. 2. Menyebutkan macam – macam kegiatan yang berman faat bagi anggota Pramuka. II. MATERI 1. Makna Lingkungan Hidup bagi kehidupan. Pramuka secara aktif terlibat pada berbagai kegiata n ( pekerjaan ) yang relevan dengan perlindungan alam, seperti konservasi alam yang bis a membuat akibat pada sosial kemasyarakatan. Pada masa Global seperti sekarang ini, terkadang ke butuhan manusia lebih dominan / berkuasa dari pada pertimbangan yang lain ( lingkungan alam ). Hal ini bukan berarti bahwa orang – orang tersebut mempunyai tingkat peduli lingkungan yang r endah, tetapi dengan sederhana dapat dikatakan mereka mempunyai prioritas yang sangat pe nting yang harus diletakkan pada tempat yang pertama. Banyak orang terperangkap antara apa yang mereka ke tahui dengan apa yang harus mereka perbuat. Pramuka yang baik adalah mencari untuk men gidentifikasikan prioritas kebutuhan masyarakat dan membuat urutannya sehingga sikap ped uli pada lingkungan dapat dijadikan pertimbangan yang serius untuk membuat urutan prior itas tersebut. Begitu beragam keterampilan yang dapat dikerjakan a kan tetapi tidak dapat dijadikan prioritas semuanya. Untuk menjadi ahli, disarankan Pramuka me ncari ahli di luar Pramuka di lingkungan masyarakat itu. Pramuka tidak perlu mengetahui sega la hal, tetapi Pramuka harus tahu kemana mereka mencari pertolongan. Beberapa Satuan Pramuka di berbagai tempat telah me mfokuskan kegiatannya kepada kualitas hidup yang seimbang dengan komunitasnya dalam mengh adapi pertumbuhan lingkungan yang semakin memburuk. Contoh dalam hal ini adalah yang seperti kita lihat dengan kegiatan – kegiatan di Satuan Karya ( SAKA ) Bakti Husada, W ana Bakti deng an krida – kridanya ( Satuan terkecil dalam SAKA ) serta Satuan – Satuan Pramuka yang lainnya. Seorang Pramuka adalah orang – orang muda yang akan terlibat pada masa yang akan mendatang ikut mewariskan bumi dan isinya untuk men dukung kehidupan. Termasuk keterampulan bidang lingkungan alam yang bukan hanya untuk megik uti trend atau mode saja, tetapi merupakan sesuatu yang penting untuk memastikan bahwa Gerakan Pramuka tumbuh dan berkembang. 2. Bermacam kegiatan yang bermanfaat bagi kehidupan dalam Pramuka a. Pengawetan Sederhana Saat listrik tidak dapat digunakan, penyimpanan makanan merupakan persoalan. Pramuka di daerah Pantura misalnya dapat menggunakan cara deng an pengeringan matahari sederhana yang efektif untuk mengeringkan sejumlah kecil buah . Pengeringan ini juga bisa digunakan untuk pengawetan daging dan ikan. Saat panas – panasnya d i dalam putaran musim tahunan, pengawetan daging umpamanya yaitu dengan cara digan tung sampai kering beberapa minggu. Di daerah Boyolali dan Salatiga Jawa Tengah dikenal dengan pembuatan dendeng, yang dipasarkan luas dan sangat populer. Pramuka dapat m empelajari cara – caranya disana. Pengawetan sederhana dapat dilakukan dengan memo tong – motong daging kering dan buah kering yang sama. Potong – potong dengan baik sesukanya atau cincang bersama – sama bila mungkin cetak / wadahi tipis – tipis dalam ker tas perak / plastik bersih simpan di tempat kering dan sejuk. b. Berkebun bumi mempunyai kemampuan untuk memberi makan bag i semua orang yang menghuninya, sebelum jutaan orang menjadi lapar. Pada beberapa b agian begitu mudah makanan tumbuh dan tidak akan terjadi kekurangan makanan disana. Di te mpat lain terjadi berlebihan, yaitu dengan membuat improvisasi pada tanah walaupun penggunaan airnya sedikit. Berkebun adalah mencangkul tanah dan melakukan p emupukan. Menabur pupuk adalah cara menyuburkan tanah dan melakukan pertumbuhan ta naman. Berbagai jenis dan macam pupuk yang dipasarkan, namun disini yang aka dibaha s adalah semua bahan organik yang dapat dijadikan pupuk.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 60 1. Membuat Kompos ( Composting ) Cara membuat kompos dengan sistem aerobik ialah dengan tumpukan sampah organik secara terbuka baik di lapangan luas maupun di laha n sempit. Membuat kompos adalah sebagai berikut : a. Pemilahan merupakan tahap sortasi antara yang organik dengan yang anorganik. b. Pencetakan merupakan tahap pemasukan sampah o rganik hijauan ke dalam cetakan sambil diinjak – injak dan disiram. c. Pembalikan merupak proses yang dimaksudkan ag ar proses pematangan dapat berlansung dan merata. Pembalikan dilakukan 9 – 11 kali, tergantung komposisi bahan. Pembalikan pertama berselang 11 hari, sedangkan pem balikan kedua, ketiga dst berselang 5 hari. d. Penjemuran dilakukan pada suatu areal beratap dengan maksud untuk mengurangi kandungan air dan amoniak yang masih melekat bersam a kompos. Pengurangan kandungan air disesuaikan dengan jangka waktu pengg unaan kompos, namun umumnya 10 – 15 %. e. Pengayakkan merupakan proses yang dimaksudkan untuk mendapatkan butiran kompos dengan ukuran tertentu. Penentuan butiran didapatka n dari perbedaan ukuran kawat saring, biasanya terdiri atas 3 kategori, yaitu hal us, sedang dan kasar. f. Pengemasan dilakukan untuk pasar, pengangkuta n dan penyimpanan. Kemasan berupa kantong plastik atau karung tergantung permintaan. Membuat Kompos Skala Kecil Untuk rumah tangga, sekolah, kampus dll. Bahan : Alat – alat : 1. Tanah 1. Ember / tong / pot / 2. Kapur kaleng bekas dll. 3. Kotoran burung / ayam / kambing segala ukuran ( kalau ada ) 2. Sendok / sekop kecil 4. Sampah dapur / kebun untuk mengaduk 5. Pasir Kapur bisa ditiadakan jika tidak ada. Lama proses selama 1,5 bulan. Bisa langsung dipakai untuk menanam setelah kompos diaduk –aduk. Dasar wadahnya harus diberi lubang. 2. Apotek Hidup Sudah banyak orang mengusahakan di kebun halaman sendiri, dedaunan atau empon – empon yang sering dipakai di dapur dan punya daya p engobatan dapat kita hasilkan tanpa harus bergantung dari industri farmasi. Penanamannya dapa t dilakukan di dalam pot, tas plastik, keranjang kecil dan lain – lainnya. Lidah Buaya Lidah buaya ( Aloe Vera ) telah digunakan di Timur Tengah sejak tahun 1750 SM. The egyptian of Remedies menjelaskan bahwa pada tahun 1550 SM telah dikenal variasi Aloe Vera sebagai bahan obat dan kosmetik. Dalam Pharmacological Activities of Aloe Vera Gel disebutkan bahwa Lidah buaya digunakan secara internal dan eks ternal. Di Indonesia Lidah buaya telah dikenal luas seba gai penyubur rambut dan sebagai simplisia nabati. Di kalimantan Barat banyak petani menanam L idah Buaya secara tumpang sari dengan jenis tananam lain. Kelebihan Lidah Buaya asala Kal imantan Barat adalah mempunyai perawakan yang lebih besar dan dapat diolah menjadi minuman segar berkhasiat. Belum ada upaya sungguh – sungguh untuk mengungkap lebih jauh khasiat dan teknik budidaya sebagai bahan baku obat dan kosmatik. Untuk Indonesia kebut uhan ini masih dipasok dari Amerika dan Australia. Pada saat kecenderungan masyarakat untuk kembali menggunakan bahan – bahan alami semakin besar, kenyataan tersebut membuka pel uang budidaya Lidah Buaya. Khasiat Lidah Buaya Berkhasiat secara internal maupun eksternal, ant ara lain sebagai pembersih alami, menekan lama pendarahan, antipiretik, anti inflamasi, membu nuh bakteri penyebab infeksi dan melebarkan pembuluh darah kapiler. Berikut manfaat Lidah buaya sebagai makanan sehat menurut Forever Living Product USA : Perawatan Kulit : · Mencegah timbulnya jerawat · Melembabkan kulit · Menghaluskan kulit

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 61 · Mengenyalkan kulit · Mencegah infeksi kulit · Mencegah kerontokan rambut Pengobatan · Anti diabetes · Obat wasir · Menghilangkan batuk rejan · Menghentikan muntah darah · Menghentikan kejang pada anak · Asma · Tukak Lambung dan Maag · Rheumatik Lain - lain · Meningkatkan Libido Bertanam Lidah buaya Lidah Buaya sangat tahan tahan terhadap kekering an, menyukai tanah subur dengan derajat keasaman tanah ( pH) 4 - 6, dan menyukai penyinaran matahari penuh. Bib it berasal dari anakan dengan ukuran panjang pelepah 10 – 20 cm. Setelah bulan dirawat di persemaian, panjang pelepah mencapai 25 – 40 cm, kondisi mana bibit sia p tanam. Jarak 80 x 80 cm, tnah gembur dari dilakukan penyiangan berkala. Panen pertama di lakukan setelah umur 8 – 12 bulan sampai umur tanaman 7 tahun. Masih banyak lagi berbagai tanaman dan berbagai referensi yang bisa didapatkan dari perpustakaan maupun para ahli. 3. Menjernihkan Air Manusia membutuhkan air bersih. Air mandi, cuci atau masakan tidak boleh kotor apalagi tercemar limbah industri karena hal itu dapat menga kibatkan bahaya bagi kesehatan tubuh terlebih – lebih terhadap mata dan kulit yang terkena secara l angsung. Air kotor yang tergenangpun dapat mengandung daur hidup nyamuk sehingga genangan – ge nangan tersebut perlu dihindari. Ciri – ciri Air Bersih Secara fisik air bersih haruslah bersih, tidak be rwarna, tawar, tidak berbau, temperatur normal dan tidak mengandung zat padatan. Secara kimiawi ku alitas air baik bila memiliki keasaman (pH) netral serta tidak mengandung bahan berbahaya dan b eracun (B3), ion – ion logam dan bahan organik. Sedangkan dari segi bilogis, air sebaiknya tidak mengandung bakteri penyebab penyakit ( patogen ) dan bakteri nonpatogen. Media Penyaring : Tahapan – tahapan air kotor adalah pengendapan da n penyaringan. Media penyaringnya adalah : · Pasir digunakan untuk menyaring padatan. Ukuran pa sir yang dipakai biasanya 0,2 – 0,8 mm. Jika sudah jenuh, pasir harus dibersihkan. · Arang batok. Terbuat dari tempurung kelapa / kayu yang dibakar hingga jadi arang. Berguna untuk mengurangi warna dan bau. Ukurannya berdiamet er 0,1 mm atau berbentuk bubuk. Jika air yang disaring sudah tidak jenuh lagi, aran g batok harus dicuci atau diganti. · Kapur, tawas dan kaporit. Disebut penggumpal koagu lan yang membantu menggumpalkan zat kimia pencemar menjadi endapan. Selanjutnya air disaring lagi dengan media lain. · Penyaring lain yang mudah didapat, adalah ijuk ata u kerikil. Sedangkan media lainnya adalah zeolit, perlit dan logam tahan karat. Menjernihkan air kotor tanpa zat kimia Menggunakan bak untuk mengendapkan dan menyaring. Cara ini digunakan untuk sumber air terbuka. Ukuran bak tergantung dari volume air yang akan dialirkan. Air dialirkan ke bak pengendap lewat saluran bambu yang diujungnya ditaruh kawat k assa. Air kemudian dialirkan ke dalam bak penyaring melalui parit – parit yang berbelok – bel ok dan berbatuan untuk mendapatkan kandungan oksigen di dalam air. Jika parit tidak memungkinkan dapat diganti dengan menggunakan saluran bambu. Bak penyaring diisi dengan media penyaring y ang sudah disusun. Selanjutnya air jernih akan mengalir melalui salu ran bambu ke bak penampungan air bersih. Untuk keperluan air minum dan masak, air ini tetap harus dimasak untuk mematikan bibit penyakit. Langkah – langkahnya adalah sebagai berikut : a) Letakkan lumpang batu di dasar sungai dangkal ya ng kokoh dan tidak beraliran keras. Air sungai akan tersaring karena pori – pori lumpang ba tu sangat kecil. Untuk mencegah air sungai yang kotor masuk ke dalam air jernih di dala m lumpang, perlu dibuatkan tutup lumpang. Untuk menjernihkan air sungai dengan mudah , buatlah lumpang batu dari batu cadas. b) Bak penyaring dibuat sesuai kebutuhan. Letakkan pipa bambu yang kulit luarnya dikupas sehingga bagian dalamnya di dasar bak. Masukkan ara ng batok. Air kotor diharapkan tersaring pada pipa bambu dan arang batok sehingga keluarlah air bersih.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 62 Menjernihkan Air Kotor Dengan Zat Kimia Metode ini memerlukan 2 buah drum berukuran sama y ang dilengkapi kran air. Tinggi kran air dari dasar drum 5 – 10 cm ( harus lebih tinggi dari endapan lumpur yang akan timbul ). Drum pertama sebagai bak pengendap dan drum kedua sebagai bak pe nyaring. Langkah – langkah : a) Air kotor masuk ke bak pengendap, kemudian masuk 1 g tawas/10 liter air, 1 gr kapur/10 liter air dan 2,5 gr kaporit/10 liter air. Aduk air di da lam bak secara perlahan dan satu arah. Pengaduk dlakukan pada malam hari sehingga pada pag i hari pengendapan berlangsung dengan sempurna. Buka kran pada bak pengendapan sec ara perlahan agar endapan tidak terbawa pada bak penyaringan. b) Pada bak penyaringan susunlah media penyaringan sebagai berikut : i. Kerikil setinggi 5 cm pada dasar bak ii. Arang batok setinggi 10 cm iii. Ijuk setinggi 10 cm iv. Pasir halus berdiameter 0,25 – 01 mm setinggi 2 0 cm Air yang mengalir dari bak pengendap akan dijernihk an lagi melalui proses penyaringan sehingga diharapkan air bersih akan keluar pada saa t kran akan dibuka. Jika air yang keluar pada bak kedua sudah tidak jer nih lagi, media penyaring perlu dicuci atau diganti dengan yang baru. Penggunaan drum seba gai pengendap dan bak penyaring dapat diganti dengan pemakaian gentong. 4. Menjaga Habitat Pramuka harus peduli kepada kebersihan di sekeli lingnya. Banyak hal yang dapat dilakukan oleh Pramuka, antara lain menjaga habitat yang meli puti : a) Kebersihan lingkungan atau kebersihan kota b) Kebersihan tempat hiburan seperti areal pantai, tempat piknik atau taman c) Satuan pengawas polusi, selalu mengawasi sepanja ng sungai, garis pantai, pegunungan dan kualitas air d) Jaringan daur ulang lokal e) Bengkel kerka perbaikan perabot dan lain – lain. 5. Membuat Kertas Daur Ulang Alat – alat yang dibutuhkan : a) Blender b) Screen ( cetak sablon ) ukuran sesuai dengan kei nginan dengan kerapatan screen 36 c) Rakel nomor 2 dan 3 dapat dibeli di toko kertas d) Papan kayu yang dilapisi kain tipis ( disebut de ngan kain hero ) e) Bak besar Bahan : a) Kertas bekas ( sewarna dan sejenis ) b) Lem kertas ( kemasan 1 kg, lem putih ) c) Air d) Karakteristik ( bisa menggunakan pelepah pisang, merang, daun suji dll kegunaannya untuk membentuk variasi pada permukaan kertas ) Langkah – langkah : a) Kertas bekas dipotong kecil – kecil dengan ukura n sekitar 3 x 3 cm. Potongan kertas direndam di dalam bak air selam sekitar 3 jam ( ter gantung jenis kertasnya ). b) Kertas dilunakkan dengan blender hingga halus ha silnya menyerupai bubuk kertas (pulp). c) Masukkan bubuk kertas ke dalam bak besar lagi. L em juga diperhalus dengan blender. Bubuk kertas dan lem kemudian dimasukkan ke dalam b ak besar berisi air. Perbandingan antara air, bubuk kertas dan lem adalah 15 liter ai r : 3 liter bubuk kertas : 1 sendok makan lem. d) Masukkan karakteristik yang dipilih ke dalam bak , lalu aduk hingga merata dengan campuran pulp dan lem. e) Masukkan screen ke dalam bak. Angkat screen hing ga pulp tinggal di atas screen. f) Basahi papan yang telah dilapisi kain hero. Temp elkan screen ke papan lalu dirakel sehingga airnya turun. g) Angkat screen hingga kertas menempel di papan. h) Ulangi langkah no 5, 6, 7 berkalu – kali hingga papan dipenuhi oleh kertas secara merata. i) Jemur papan di tempat yang panas hingga menjadi kering. j) Setelah kering, cabut kertas secara perlahan – l ahan. Idealnya Pramuka harus bisa mengurangi limbah hingg a 80%. Berhemat banyak ruang dan secara aktif menghindari menggunakan plastik dan se dapat mungkin dan sedapat mungkin tidak menggunakannya. Plastik hanya bisa di daur ul ang menjadi plastik dan kembali menjadi bentuk lain sehingga demikian masalahnya menjadi ti dak terpecahkan.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 63 UPACARA SEBAGAI ALAT PENDIDIKAN I. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus Peserta kursus mengerti, menghayati dan memahami upacara sebagai alat pendidikan. B. Tujuan Khusus Kursus Setelah mengikuti materi, diharapkan para peserta dapat : 1. Menjelaskan pengertian upacara 2. Menyebutkan pokok-pokok upacara dalam Gerakan Pr amuka 3. Menyebutkan perlengkapan yang digunakan dalam up acara 4. Menyebutkan macam upacara dalam Gerakan Pramuka 5. Menjelaskan hal-hal yang terjadi dalam pelaksana an upacara 6. Menjelaskan alat-alat upacara dalam Gerakan Pram uka II. MATERI 1. Pengertian dan Dasar Hukum Upacara Gerakan Pramuka Orang akan bangga dalam mengikuti upacara apalagi j ika ada acara yang menyenangkan terutama bagi dirinya sendiri atau kelompoknya, misal : pemb erian tanda penghargaan, pelantikan, peresmian kenaikan pangkat dan lain-lain. Kegiatan upacara merupakan salah satu alat pendidik an yang penting dalam membina anak dan pemuda untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka. Oleh karena itu setiap Pembina Pramuka berkewajiban mengusahakan agar upacara merupakan ke giatan yang menarik dan mengandung pendidikan sehingga dilaksanakan dengan serius, ter tib, teratur dan khidmat. a. Pengertian Upacara adalah serangkaian perbuatan yang ditata da lam suatu ketentuan peraturan yang wajib dilaksanakan dengan khidmat dan tertib, sehingga me rupakan kegiatan teratur untuk menciptakan kebiasaan yang mengarah kepada budi pek erti luhur. b. Dasar hukum Upacara dalam Gerakan Pramuka diatur menurut Keputusan Kwartir Nasional nomor 178 Tahun 1979 yaitu tentang Petunjuk Penyele nggaraan Upacara Dalam Gerakan Pramuka. 2. Pokok – Pokok Upacara dan Penghormatan kepada Bende ra Setiap upacara dalam kegiatan Gerakan Pramuka menga ndung unsur – unsur pokok sebagai berikut : a. Bentuk barisan yang digunakan oleh peserta upaca ra selalu disesuaikan dengan perkembangan jiwa peserta didik. b. Bentuk barisan upacara pada Satuan Siaga adalah Lingkaran karena perhatian dan perkembangan jiwanya masih terpusat pada orang tua atau Pembina. c. Bentuk barisan upacara pada Satuan Penggalang ad alah Angkare karena perhatian dan perkembangan jiwanya telah mulai terbuka. d. Bentuk barisan upacara pada Satuan Penegak dan P andega adalah Bersaf karena perhatian dan perkembangan jiwanya sudah terbuka luas. e. Jika peserta upacara itu terdiri dari dua golong an atau lebih maka bentuk barisan yang digunakan ditentukan oleh Pembina Upacara atau Peng atur Upacara sesuai dengan keadaan setempat. Penghormatan kepada Bendera Merah Putih dilakukan : a. Pada waktu Pengibaran Bendera dan Penurunan Bend era (Penyimpanan) Sang Merah Putih. b. Pada waktu Bendera Merah Putih dibawa masuk atau keluar dari ruangan upacara. 3. Perlengkapan Upacara dalam Gerakan Pramuka a. Untuk Satuan Pramuka Siaga 1. Bendera Merah Putih 2. 2 standar bendera 3. Pancasila (teks/naskah) 4. Teks Dwi Darma b. Untuk Satuan Pramuka Penggalang 1. Bendera Merah Putih dan tali 2. Tiang bendera ( 3 tongkat yang disambung) 3. Teks Pancasila 4. Teks Dasa Darma / Sandi Ambalan / Renungan 4. Jenis, Tempat dan Pengaturan Upacara dalam Gerakan Pramuka a. Jenis Upacara : 1. Upacara Umum 2. Upacara Pembukaan Latihan dan Upacara Penutupan Latihan

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 64 Wa Pinru Pinru Wa Pinru Pinru Wa Pinru Pinru Wa Pinru Pinru Petugas Bendera Pembaca Dasa Darma 3. Upacara Pelantikan 4. Upacara Kenaikan Tingkat 5. Upacara Pindah Golongan 6. Upacara meninggalkan Ambalan / Racana b. Tempat Upacara 1. Upacara di dalam ruangan 2. Upacara di lapangan c. Pengaturan : Agar tercipta suasana upacara yang tertib, teratur dan khidmat, Satuan-Satuan di Gugus Depan hendaknya dibagi sesuai dengan golongannya : 1. Siaga dibagi menjadi Perindukan – perindukan 2. Penggalang dibagi menjadi Pasukan – Pasukan 3. Penegak / Pandega dibagi menjadi Ambalan – Ambal an Jadi dalam satu lapangan upacara ada beberapa perin dukan, ada beberapa Pasukan dan ada beberapa Ambalan. Posisi upacara perlu diperhatikan , letak Pembina, Pemimpin Upacara, Petugas Bendera, Pembaca Dasa Darma dan lain-lain 5. Hal – hal yang terjadi dalam Upacara Istilah dan hal – hal yang perlu diperhatikan : a. Istilah yang sering muncul dalam kegiatan Upacar a. 1. Pembina Upacara, dalam Satuan Kakak Pembina. 2. Perwira Upacara, digunakan Pengatur Acara 3. Protokol, digunakan Pembawa Upacara. 4. Komandan Upacara, digunakan Pemimpin Upacara b. Hal – hal yang sering terjadi pada saat upacara dilaksanakan : 1. Apabila saat penaikan bendera Merah Putih taliny a putus, maka petugas bendera tetap ditempat dengan tetap merentangkan bendera sampai upacara selesai. Setelah selesai diperbaiki lagi dan bendera tetap dikibarkan. 2. Apabila tiang bendera roboh saat bendera dikibar kan, maka petugas tetap pegang bendera, direntangkan di tempat sampai upacara selesai. Perb aikan setelah upacara selesai. 3. Apabila bendera saat dikibarkan terbalik, maka petugas segera memperbaikinya dan dilanjutkan mengibarkan sampai selesai upacara. 4. Apabila petugas pembaca Pancasila atau Darma (Dw i / Dasa Darma) belum diuji mentalnya untuk mengucapkan, maka sebaiknya tidak mengucapkan tetapi MEMBACA a. Upacara Golongan Siaga b. Upacara Golongan Penggalang c. Upacara Golongan Penegak/Pandega

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 65 PERKEMAHAN SEBAGAI ALAT PENDIDIKAN I. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus Peserta Kursus dapat memahami pekemahan sebagai ala t untuk melatih peserta didik bekerja sama, meningktkan ketakwaan, kemandirian dan kepras ahajaan hidup menjadi penonton yang baik. B. Tujuan khusus Kursus Setelah mengikuti materi ini peserta Kursus dapat: 1. Menjelaskan tujuan perkemahan 2. Menjelaskna perkemahan menurut waktunya 3. Menjelaskan jenis perkemahan menurut tempatnya 4. Menjelaskan jenis perkemahan menurut jumlah pese rtanya 5. Menjelaskan pentahapan pelaksanaan kemah 6. Menjelaskan syarat – syarat memilih tempat berke mah 7. Menjelaskan evaluasi perkemahan II. MATERI 1. Perkemahan mempunyai tujuan : a. Memberikan pengalaman adanya saling ketergantung an antara unsur-unsur alam dan kebutuhan untuk melestarikannya, menjaga lingkungan dan mengembangkan sikap bertanggung jawab akan masa depan yang menghormati keseimbangan alam. b. Mengembangkan kemampuan diri mengatasi tantangan yang dihadapi, menyadari tidak ada suatu yang berlebihan di dalam dirinya, menemukan k embali cara hidup yang menyenangkan dalam kesederhanaan, membina kerja sam a dan rasa memiliki. 2. Menurut waktunya perkemahan dibagi dalam : a. Perkemahan satu hari, disebut PERSARI b. Perkemahan sabtu minggu, disebut PERSAMI c. Perkemahan lebh dari 3 hari 3. Jenis perkemahan menurut tempatnya dibagi dalam : a. Perkemahan menetap, dari awal sampai akhir tetap ditempat itu b. Perkemahan safari, berpindah – pindah tempat 4. Menurut jumlah peserta dan tingkatnya, perkemaha n dibagi dalam : a. Perkemahan untuk lomba b. Pekemahan satu regu Penggalang c. Perkemanhan Pasukan Penggalang / Ambalan Penegak / Racana Pandega d. Pekemahan tingkat Ranting, Cabang, Daerah, Nasio nal, Kawasan (Regional), Dunia 5. Untuk suatu perkemahan yang baik, pentahapan yan g harus ditempuh adalah : a. Persiapan 1) Penentuan waktu, tempat, tujuan dan biaya 2) Pengadaan peralatan, peninjauan lokasi 3) Pemberitahuan dan perijinan 4) Pembentukan panitia 5) Memantapkan kesiapan mental, fisik dan ketrampil an b. Pelaksana Pendayagunaan panitia pelaksana sesuai dengan bidan g tugasnya c. Acara 1) Acara harian menjelaskan acara pokok secara gari s besar 2) Acara kegiatan keseluruhan yang berisi perincian waktu dan kegiatan selama bekemah 3) Acara perorangan dan kelompok d. Pelaksanaan Kegiatan hendaknya diusahakan sesuai rencana, dilak sanakan menurut perkembangan keadaan dan diusahakan adanya acara pengganti atau tambahan, serta faktor pengamanan dan keselamatan peserta harus diperhatikan. e. Penyelesaian Pembongkaran tenda – tenda kebersihan lingkungan da n pengecekan pengembalian barang pinjaman harus dilakasanakan secara tertib dilanjut kan dengan ucapan terima kasih. 6. Syarat – syarat memilih tempat berkemah adalah : a. Tanahnya rata atau sedikit miring berumput b. Ada pohon berlindung c. Ada saluran pengeringan pembuangan air d. Dekat sumber air e. Pemandangan menarik f. Ada arena petualangan g. Terjamin keamanannya h. Tidak terlalu dekat dengan kampung dan jalan ray a

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 66 i. Tidak terlalu jauh dari pasar, pos kesehatan, po s keamanan j. Letaknya membujur menurut arah mata angin 7. Sebagai bahan pertimbangan masa – masa mendatang , hasil perkemahan dapat dievaluasikan sebagai berikut : a. Mencatat prestasi kegiatan peserta didik b. Perubahan sikap (sebelum dan sesudah pulang kema h) c. Melihat kesehatan peserta d. Faktor pendukung, kekurangan, kesalahan dan hamb atan e. Laporan hasil berkemah disampaikan kepada orang tua peserta didik

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 67 API UNGGUN SEBAGAI ALAT PENDIDIKAN I. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus Menghayati nilai – nilai pendidikan yang terkandung di dalam api unggun dan mengetahui cara melaksanakan api unggun. B. Tujuan Khusus Kursus Setelah mengikuti materi ini peserta kursus dapat : 1. Menerangkan latar belakang pelaksanaan api unggu n 2. Menerangkan bentuk – bentuk api unggun 3. Menerangkan sifat – sifat api unggun 4. Menyebutkan macam – macam bentuk api unggun 5. Menyebutkan syarat – syarat tempat api unggun 6. Menjelaskan nilai – nilai pendidikan dari api un ggun II. MATERI 1. Latar Belakang a. Sejak zaman dahulu nenek moyang kita tidak akan pernah melupakan api unggun sebagai penghangat badan dan pengusir binatang buas. Disamp ing itu api unggun juga berguna sebagai media pertemuan untuk musyawarah, menghakimi pelang garan, bergembira, pesta dan Pembinaan. b. Cara berapi unggun nenek moyang kita itu perlu d itumbuh kembangkan dalam kegiatan Kepramukaan sebagai alat pendidikan. 2. Bentuk-Bentuk Api Unggun a. Api Unggun Asli Api unggun asli adalah api unggun yang bahannya dar i kayau bakar atau bahan bakar lain yang dapat menyala dengan besar dan diselenggarakan di t empat terbuka. b. Api Unggun Tiruan Api unggun tiruan adalah api unggun yang bahannya d ari lampu listrik, lampu teplok atau lilin. 3. Sifat-Sifat Api Unggun a. Api Unggun Resmi Api unggun resmi adalah api unggun yang dilaksanaka n untuk acara-acara resmi, misalnya pelantikan, pelepasan anggota Satuan dan sebagainya . Api unggun dilaksanakan dengan lebih khidmat, suasana gembira agak dikurangi. b. Api Unggun Biasa Api unggun biasa adalah api unggun yang merupakan r angkaian/bagian dari kegiatan besar, misalnya persami, jambore, raimuna dan sebagainya. Api unggun lebih bersifat hiburan, sehingga suasananya lebih gembira. Para peserta men dapatkan kesempatan untuk menampilkan atraksi secara spontanitas dan bebas na mun batas norma-norma kesopanan dan ketertiban. 4. Macam-Macam Bentuk Api Unggun Bentuk Api Unggun Contoh Gambar 1. Bentuk Piramida Segitiga Kayu kering disusun segitiga sama sisi, makin keata s segitiganya semakin kecil, sehingga ditengah tumpukan kayu terd apat rongga. Dirongga tersebut ditaruh bahan yang mudah terbakar , misalnya jerami, sekam yang sudah disiram minyak tanah dan sebagainy a 2. Bentuk Piramida Bujur Sangkar Cara penyusunan kayu dan bahan bakar sama dengan bentuk piramida segitiga, hanya bentuknya saja bujur sangkar. 3. Bentuk Pagoda Tegak Kayu basah dan kering ditata tegak, disandarkan pada gawangnya yang tidak mudah terbakar, misalnya kayu/bambu basah. Di dalam rongga ditaruh bahan bakar yang mudah terbakar. Bentuk ini yang paling sering dipakai. 4. Bentuk Pagoda Roboh Kayu kering ditetapkan di tanah, ujung-ujungnya bertemu di tengah sehingga pangkalnya diluar membentuk lingkaran. Aga r ujungnya cepat terbakar, ditempat pertemuan tersebut dapat dibuat lubang dan diberi bahan bakar yang mudah terbakar.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 68 5. Bentuk Kursi Dua kayu basah dipancangkan agak berjauhan dan agak condong ke belakang. Kayu-kayu disusun sedemikian rupa sehingg a membentuk kursi. Bentuk ini digunakan apabila angin bertiup a gak kencang dari satu arah. 5. Syarat-Syarat Tempat Api Unggun a. Medan terbuka, misalnya lapangan yang cukup luas b. Permukaan tanah rata c. Tanahnya kering d. Suasana sekitarnya cukup tenang e. Terlindung dari tiupan angin kencang f. Apabila tempat api unggun berumput yang bagus, m isalnya taman, maka rumput dipindahkan dulu dari tempat nyala api, atau diberi alas batang pisang. g. Hindari benda lain ikut terbakar (hutan) 6. Nilai-Nilai Pendidikan Dari Api Unggun a. Mempererat persaudaraan b. Memupuk kerjasama (gotong royong) c. Meningkatkan rasa keberanian dan percaya diri d. Menciptakan suasana kebebasan dan kegembiraan e. Memupuk kedisiplinan f. Mengembangkan bakat

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 69 PELANTIKAN SEBAGAI ALAT PENDIDIKAN I. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus Peserta Kursus mengerti, memahami, dan menghayati p elantikan sebagai nilai pendidikan dan menjadikannya sebagai sikap hidup sehari-hari. B. Tujuan Khusus Kursus Setelah mengikuti materi, peserta diharapkan dapat : 1. Menjelskan pengertian tentang upacara pelantikan 2. Menjelaskan tujuan pelantikan yang merupakan nil ai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya 3. Menjelaskan langkah-langkah proses pelantikan 4. Menjelaskan jenis-jenis upacara pelantikan pada Perindukan Siaga 5. Menjelaskan jenis-jenis upacara pelantikan pada Pasukan Penggalang 6. Menjelaskan jenis-jenis upacara pelantikan pada Ambalan Penegak II. MATERI A. Pengertian Upacara pelantikan merupakan serangkaian upacara da lam rangka memberikan pengakuan dan pengesahan terhadap seorang Pramuka atas prestasi y ang dicapainya. B. Tujuan Upacara pelantikan yang merupakan nilai-nilai pendi dikan yang terkandung didalamnya. Upacara pelantikan bertujuan agar para Pramuka yang dilanti k mendapat kesan yang mendalam dan membuka hatinya untuk dapat menerima pengaruh Pembi nanya dalam usaha membentuk manusia yang berkepribadian, berbudi pekerti luhur, bertaqw a kepada Tuhan Yang Maha Esa, peduli pada tanah air, bangsa, masyarakat, alam lingkungan sert a peduli kepada dirinya sendiri dengan berpedoman pada Satya dan Darma Pramuka. C. Langkah-langkah proses pelantikan Setelah menyelesaikan tugas dan kewajiban (menyeles aikan SKU, SKK, SPG, dan lainnya) dengan baik, para Pramuka masih merasa perlu berusaha agar prestasinya tersebut mendapat pengakuan dan pengesahan dari lingkungan dengan jalan melewat i upacara pelantikan. Hal-hal yang dilakukan dalam proses pelantikan seba gai berikut : 1. Persiapan a. Persiapan mental Yang dimaksud persiapan mental adalah mempersiapkan peserta didik agar dengan sukarela mau mengucapkan janji/satya Pramuka, serta dengan ikhlas mau mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. b. Persiapan fisik Ialah persiapan peralatan pelantikan : bendera Mera h Putih, standar bendera, tanda-tanda pelantikan/TKU, TKK, PG dan alat-alat penunjang lai nnya. 2. Pelaksanaan pelantikan a. Adanya Bendera Merah Putih sebagai pelantikan me rupakan media untuk menumbuhkan jiwa kebangsaan, cinta tanah air, patriotisme, pers atuan dan kesatuan bangsa. b. Wawancara/tanya jawab antar Pembina dengan yang akan dilantik untuk menanamkan komitmennya terhadap Kepramukaan, kemasyarakatan, k emandirian percaya diri, kepemimpinan, dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Mah a Esa. c. Pengucapan Satya Pramuka secara sukarela oleh ca lon. d. Tata urutan acara yang rapi serta formasi barisa n sesuai dengan golongannya. e. Dilaksanakan dalam suasana khidmat f. Adanya doa untuk memberikan kekuatan batin kepad a yang dilantik. D. Variasi tata upacara pelantikan dimungkinkan dapat dilaksanakan asal tidak mengaburkan makna pelantikan yang ada. E. Susunan acara dan formasi barisan pelantikan dimung kinkan dapat dilaksanakan asal tidak mengaburkan makna pelantikan yang ada. F. Macam-macam upacara palantikan 1) Upacara Penerimaan angota 2) Upacara Kenaikan tingkat 3) Upacara Pindah golongan 4) Upacara Penyematan TKK 5) Upacara Penyematan TKG 6) Upacara Pemberian penghargaan

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 70 G. Upacara Pelantikan Pramuka Siaga 1) Penerimaan anggota (Calon sudah menyelesaikan SK U Siaga Mula) dilaksanakan sesudah upacara pembukaan latihan, dengan susunan acara seb agai berikut : a. Calon Siaga yang akan dilantik diantar oleh pimp inan barungnya menghadap Pembina ( Yanda/Bunda) b. Para Siaga yang sudah dilantik menjadi Siaga Mul a/Siaga Bantu/ Siaga Tata maju satu langkah c. Yanda/Bunda bertanya tentang SKU yang telah dise lesaikan kepada calon. d. Ucapan Janji ” Dwi Satya ” dengan dituntun oleh Yanda/Bunda sedangkan tangan ditempelkan di dada kirinya. e. Pembina menyematkan TKU Siaga mula sambil member ikan nasehat seperlunya. f. Sulung memberu ucapan selamat diikuti semua angg ota perindukan. g. Pembina memimpin doa. h. Pemimpin barung membawa temannya yang baru dilan tik untuk bergabung dengan barungnya. i. Yanda/Bunda membubarkan barisan, selanjutnya per indukan melanjutkan kegiatannya. 2) Kenaikan Tingkat (dari Siaga Mula ke Siaga Bantu , Siaga Bantu ke Siaga Tata). Proses kenaikan tingkat pada hakekatnya sama dengan proses penerima an calon, bedanya hanya sebelum penyematan TKU baru ( Siaga Bantu/Tata) TKU sebelum nya (TKU Siaga Mula/Bantu) dilepas oleh Pembinanya (Yanda/Bunda). 3) Penyematan TKK, prosesnya sama dengan acara pela ntikan kenaikan tingkat: bedanya TKK lama tidak dilepas dulu, sedangkan TKK baru langsun g ditambahkan. 4) Perpindahan dari golongan Pramuka Siaga ke Pramu ka Penggalang diwajibkan kepada Pramuka yang telah berusia sebelas tahun yang berkeinginan untuk melanjutkan kegiatannya sebagai Pramuka Penggalang diatas sebagai berikut: Proses di Perindukan Siaga Dilakukan dalam rangkaian upacara pembukaan latihan , dengan susunan upacara sebagai berikut: 1. Pramuka Siaga yang akan pindah golongan mengambi l tempat berhadapan dengan Pembina (Yanda/Bunda). 2. Penjelasan Pembina bahwa kepindahan Golongan Pra muka Siaga ke Penggalang semata-mata karena usia Pramuka Siaga tersebut telah mencapai 1 1 tahun. 3. Pesan Yanda/Bunda kepada Siaga yang akan pindah ke Penggalang. 4. Pramuka Siaga yang akan pindah golongan berpamit an kepada temannya di Perindukan. 5. Yanda/Bunda mengantar ke Pasukan Penggalang. Proses di Perindukan Siaga dan Pasukan Penggalang d ilakukan dalam rangkaian upacara pembukaan dengan susunan upacara sebagai berikut: 1. Penyerahan Siaga dari Yanda/Bunda ke Pembina Pen ggalang. 2. Penerimaan calon anggota oleh Pembina Penggalang sesuai dengan kebiasaan yang berlaku di Pasukan Penggalang tersebut. 3. Pembina Siaga kembali ke Perindukan untuk melanj utkan kegiatannya. 4. Calon anggota diperkenalkan kepada semua anggota Pasukan kemudian diserahkan kepada regu yang sudah siap menerimanya. 5. Ucapan selamat dari semua anggota Pasukan dilanj utkan acara kegiatan yang sudah diprogramkan. H. Upacara Pelantikan Pramuka Penggalang 1. Pelantikan calon Pramuka Penggalang manjadi Pram uka Penggalang dilakukan setelah upacara pembukaan latihan dengan urutan upacara sebagai ber ikut: a. Calon Penggalang (telah menyelesaikan SKU Pengga lang Ramu) diantar pimpinan regunya ke hadapan Pembina Penggalang, selanjutnya Pimpinan regu kembali ke tempat. b. Para Pramuka Penggalang yang sudah dilantik maju 1 langkah. c. Pembina mngadakan tanya jawab dengan calon tenta ng SKU yang telah diselesaikan. d. Calon yang akan dilantik berdoa diiktui oleh par a anggota Pasukan dipimpin Pratama. e. Bendera Merah Putih dibawa oleh petugas ke sebel ah kanan depan dari Pembina, semua anggota Pasukan memberi penghormatan dipimpin Prata ma. f. Calon secara sukarela mengucapkan janji ” Tri Sa tya ” dengan tangan kanan memegang ujung merah putih dan ditempelkan di dada sebelah k iri. Pada waktu ucapan janji dikumandangkan semua anggota Pasukan memberika peng hormatan di bawah pimpinan Pratama. g. Penyematan tanda pelantikan dan TKU Penggalang R amu disertai nasehat Pembina. h. Pratama memberi ucapan selamat dengan berjabat t angan diikuti oleh semua anggota Pasukan. i. Pimpinan regu menjemput anggotanya yang baru dil antik. j. Pembina menyerahkan Pasukan kepada Pratama untuk meneruskan acara latihan. k. Pratama memimpin penghormatan Pasukan kepada Pem bina Penggalang 2. Upacara kenaikan tingkat dari Penggalang Ramu ke Penggalang Rakit dan dari Penggalang Rakit ke Penggalang Terap serta upacara penyematan TKK

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 71 a. Prosesnya sama dengan Pelantikan Penggalang Ramu , bedanya hanya sebelum penyematan TKU Penggalang rakit, TKU Penggalang Ram u dilepas dulu dan sebelum penyematan TKU Penggalang Terap, TKU Penggalang Rak it dilepas dulu. b. Proses penyematan TKK sama juga dengan proses pe lantikan kenaikan tingkat, bedanya hanya pada saat penyematan TKK baru, TKK lama tidak perlu dilepas. 3. Upacara pindah golongan dari Pramuka Penggalang yang berusia 16 tahun ke Pramuka Penegak, sebagai berikut: a. Dilaksanakan dalam rangkaian upacara pembukaan l atihan Pasukan Penggalang dan upacara pembukaan latihan Ambalan Penegak. b. Penggalang yang akan pindah golongan mengambil t empat berhadapan dengan Pembina. c. Penjelasan/nasehat Pembina, kepindahannya bukan karena kecakapan tetapi karena usia dan perkembangan jiwanya, d. Penggalang yang akan pindah golongan meminta dir i kepada anggota Pasukan. e. Pembina mengantar Penggalang yang bersngkutan ke Ambalan Penegak. f. Pembina Penggalang kembali ke Pasukan untuk mela njutkan latihan. g. Acara penerimaan di Ambalan disesuaikan dengan a dat yang berlaku. h. Anggota baru diserahkan kepada sangga yang akan menerimanya. i. Pembina Ambalan menyerahkan kembali Ambalan kepa da Pradana untuk meneruskan latihan. I. Upacara Pelantikan Pramuka Penegak 1. Upacara pelantikan penerimaan calon Penegak kepa da Ambalan Dilaksanakan sesudah upacara pembukaan latihan, uru tannya sebagai berikut: a. Pradana mengumpulkan anggota Ambalan dalam ruang an maupun diluar sesuai adat yang berlaku; b. Tamu Ambalan ada ditempat yang telah ditentukan; c. Penegak Bantara/Laksana yang sudah ditentukan me nyiapkan pertanyaan; d. Tamu Ambalan dijemput petugas untuk dihadapkan k epada Ambalan; e. Pengantar kata dari Pradana/Pembina; f. Tanya jawab tentang keadaan pribadi tamu yang ak an diterima sebagai calon Penegak; g. Petugas mengajak kepada tamu Ambalan meninggalka n tempat; h. Ambalan bermusyawarah menentukan penerimaan calo n i. Tamu dipanggil untuk mendengarkan keputusan pene rimaan di Ambalan; Bila tamu Ambalan diterima dilanjutkan dengan upac ara pelantikan. Supaya kegiatan menarik dan menyenangkan dapat diberi variasi yang mendidik sesuai dengan adat Ambalan. 2. Upacara pelantikan menjadi Penegak Bantara Upacara ini hanya boleh diikuti oleh Pramuka Pnegak Bantara dan Penegak Laksana serta undangan khusus (orang tua calon, dll) diatur sebag ai berikut: a. Sangga kerja menyiapkan perlengkapan upacara; b. Calon Penegak yang akan dilantik sebagai Penegak Bantara diantar oleh pendamping kanan dan pendamping kiri ke hadapan Pembina Penegak; c. Pembina Penegak meminta penjelasan dari pendampi ng kanan tentang watak calon dan bertanya kepada pendamping kiri tentang kecakapan c alon; d. Pendamping kanan dan pendamping kiri kembali ke sangganya; e. Sang Merah Putih dibawa oleh petugas kesebelah k anan depan Pembina, para anggota peserta upacara memberi penghormatan kepada Sang Me rah Putih atas pimpinan Pradana; f. Tanya jawab tentang SKU Penegak Bantara, kesiapa nnya bergiat sebagai Penegak Bantara, komitmennya terhadap Kepramukaan dan sebagainya; g. Pembina memimpin doa sesuai dengan agama peserta upacara masing-masing; h. Upacara janji Tri Satya, yang dituntun Pembina Penegak dengan tangan kanan memegang Sang Merah Putih dan ditempelkan didada sebelah kir i atas jantungnya, semua peserta upacara memberikan penghormatan atas dibacanya Tri Satya; i. Sang Merah putih dibawa petugas keluar formasi u pacara, semua peserta memberi penghormatan atas pimpinan Pradana; j. Penyematan TKU Penegak Bantara oleh yang bersang kutan sendiri; k. Ucapan selamat dari Pradana diikuti oleh semua peserta upacara; l. Pendamping kanan dan pendamping kiri menjemput P enegak Bantara yang baru dilantik kembali ke sangganya. Ambalan Pramuka Penegak disamping memiliki Dewan Am balan, Dewan Kehormatan Penegak, juga memiliki Pemangku Adat yang bertugas menciptak an dan melestarikan adat Ambalan sebagai wahana untuk lebih memantapkan batin para P ramuka Penegak. Biasanya dalam proses persiapan pelantikan Pemangku Adat membuat a cara adat berupa: Renungan jiwa, perjalanan suci, dll, sesuai dengan adat Ambalan ya ng ada. 3. Upacara pelantikan Pramuka Penegak Laksana Proses pelantikan sama dengan pelantikan Penegak Ba ntara, hanya bedanya: a. Setelah ulang janji, Pembina melepas TKU Bantar a, selanjutnya yang bersangkutan memasang sendiri TKU Penegak Laksana

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 72 b. Setelah TKU Penegak Laksana terpasang, petugas menyerahkan bambu runcing bendera Merah Putih untuk disimpan di kamar Penegak Laksana dengan maksud agar yang bersangkutan selalu ingat bahwa ia adalah kader ban gsa yang patriotik. J. Kesimpulan a. Upacara pelantikan dilaksanakan dengan tertib, k hidmat akan dapat membuka hati yang bersangkutan. Pada saat itu Pembina dapat memanfaat kan peristiwa tersebut sebagai media mendidik ketahanan spiritual, fisik, intelektual, e mosional dan sosial. b. Nilai pendidikan yang didapat melalui pelantikan Bagi yang dilantik: 1. Adanya kebanggaan atas keberhasilannya 2. Percaya kemampuan diri 3. Bertanggungjawab atas tugas yang dipercayakan 4. Berbakti kepada masyarakat, bangsa dan negara 5. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 6. Meningkatkan kepemimpinan dan daya kreasi Bagi Pramuka lainnya: 1. Peristiwa itu mengingatkan janji yang telah diuc apkan 2. Ia dituntut meningkatkan pelaksanaan Tri Satya d an Dasa Darma Pramuka 3. Ia dituntut berusaha untuk maju 4. Bagi Pramuka yang belum dilantik hendaknya menja di cambuk untuk segera dilantik Bagi Pembina: 1. Adanya kebanggaan atas keberhasilan membina pese rta didik 2. Menimbulkan kepercayaan diri tugas tanggungjawab dan meningkatkan pengabdian 3. Membangkitkan minat dan harapan baru untuk meren canakan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan diri

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 73 SKU/TKU, SKK/TKK, DAN SPG/TPG I. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus Peserta Kursus menghayati SKU/TKU, SKK/TKK dan meru pakan alat mencapai tujuan. B. Tujuan Khusus Kursus Setelah tingkatan penjelasan materi ini peserta dap at: 1. Menjelaskan Tingkatan SKU/TKU sesuai golongan 2. Menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dala m menguji SKU/TKU 3. Menjelaskan pengertian SKK/TKK 4. Menjelaskan tingkatan SKK/TKK sesuai tingkatanny a 5. Menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dala m menguji SKK/TKK 6. Menjelaskan syarat-syarat Pramuka Garuda 7. Menjelaskan hak dan kewajiban Pramuka Garuda 8. Menjelaskan cara menyesuaikan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menguji SPG/TPG 9. Menjelaskan macam-macam jenis, bentuk, warna, da n arti gambar Pramuka Garuda. 10. Menjelaskan ketentuan dan tempat pemakaian Tand a Pramuka Garuda. II. MATERI 1. Cara menyelesaikan SKU Dilaksanakan menurut pembagian golongan : a. Untuk SIAGA ( S ) - SKU untuk Siaga Mula - SKU untuk Siaga Bantu - SKU untuk Siaga Tata b. Untuk PENGGALANG ( G ) - SKU untuk Penggalang Ramu - SKU untuk Penggalang Rakit - SKU untuk Penggalang Terap c. Untuk PENEGAK ( T ) - SKU untuk Penegak Bantara - SKU untuk Penegak Laksana d. PANDEGA hanya satu tingkat ( D ) 2. Hal-hal yang diperlukan dalam pembagian SKU : a. Diusahakan dalam suasana yang menyenangkan b. Melihat kemampuan anak c. Memperlihatkan nilai usaha d. Memperhatikan adat/ agama setempat e. Memperhatikan kemauan dan keselamatan anak f. Ujian SKU dilaksanakan secara perorangan g. Tanda tangan penguji tiap-tiap di tempat tujuan h. Ujian SKU dilaksanakan secara perorangan SKK / TKK 1. Materi A. Pendahuluan Syarat Kecakapan Khusus merupakan salah satu cara p enerapan sistem tanda kecakapan sesuai dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Keparamukaan. Dengan sistem ini anak diharapkan memahami betapa p entingnya untuk mencapai SKK dan TKK dan akan memilih yang sesuai dengan bakat, minat da n selera anak itu sendiri sehingga anak itu sendiri akan mampu menggali dan mengembangkan poten si yang ada dalam diri mereka dengan pertolongan dan bimbingan Pembina. B. Macam TKK jumlahnya bisa fleksibel, mengingat k eadaan, kemampuan dan keperluan masyarakat setempat serta keadaan, kemampuan, keper luan, sifat, minat dan bakat peserta didik. 1. TKK digolongkan menjadi 5 golongan : a. Bidang agama, mental moral, spiritual, pemben tukan pribadi dan watak Warna Dasar Kuning b. Bidang Patriotisme dan Seni Budaya Warna Dasar Merah c. Bidang ketrampilan dan Teknik Pembangunan Warna Dasar Putih d. Bidang Sosial Perikemanusiaan, gotong royong , ketertiban masyarakat, perdamaian dunia dan lingkungan hidup Warna Dasar Biru

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 74 2. TKK dibagi atas tingkatan-tingkatan sebagai berikut : a. SIAGA 1. Hanya satu tingkat 2. Berbentuk segitiga dengan ukuran panjang 3 cm , tinggi 2 cm, 3. Tidak berbingkai b. PENGGALANG Ada tiga tingkatan yaitu : 1. Tingkat Purwa 2. Tingkat Madya 3. Tingkat Utama Bentuk : a. Purwa, lingkaran dengan garis tengah 2,5 cm di kelillingi bingkai selebar 2 mm. Warna bingkai merah b. Madya, bukur sangkar dengan ukuran sisi 2,5 cm, di kelilingi bingkai 2 mm. Warna bingkai merah c. Utama, segilima beraturan dengan ukuran sisi ma sing-masing 2 cm, dikelilingi bingkai 2 mm. Warna bingkai merah. c. PENEGAK dan PANDEGA Ada 3 tingkatan, yaitu : 1. Tingkat Purwa 2. Tingkat Madya 3. Tingkat Utama Bentuk seperti Penggalang, Warna bingkai kuning. 3. Meskipun TKK bukan persyaratan mutlak dan tidak diwajibkan, namun dalam rangka penerapan sistem Tanda Kecakapan sesuai dengan Prin sip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, maka Pembina Pramuka berusaha m enbantu memotivasi, mendorong agar para Pramuka yang dibinanya memiliki TKK. Misalnya dengan cara penilaian Barung / Regu / Sangga / Kencana. 4. Makna TKK bagi peserta didik : a. TKK yang dimiliki seorang Pramuka harus terjam in kecakapan yang dimilikinya dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu perlu adanya penilaian dalam bentuk ujian. Pelaksanaan ujian harus dengan prinsip PDK dan MK. b. TKK suatu waktu dapat dicabut kembali oleh Kwa rtir Cabang / Daerah / Nasional,melalui Pembina Pramuka yang bersangkutan tidak sesuai deng an persyaratan yang di perlukan. Karena itu Pembina yang bersangkutan sela lu mendorong supaya Pramuka pemilik TKK selalu membina diri sehingga kecakapann ya tetap bermutu. 5. Penguji TKK adalah suatu tim yang terdiri 2 ora ng Yaitu: a. Pembina atau Pembantu Pembina Pramuka yang lang sung membina Pramuka yang di uji. b. Seseorang yang dianggap ahli dalam bidang kecak apan yang ditempuh, oleh Pramuka yang bersangkutan. Penguji ahli dapat dari dalam, m aupun dari luar Gerakan Pramuka. 6. Dalam menguji, penguji hendaknya : a. Berusaha agar proses ujian itu juga dirasakan oleh yang bersangkutan sebagai proses pendidikan yang menyangkut dan meningkatkan pengeta huan dan pengalaman. b. memperhatikan batas-batas kemampuan, mental, f isik, intelegensi Pramuka yang bersangkutan. c. Memperhatikan ikhtiar, ketekunan dan kesungguh an yang sudah dijalankan oleh Pramuka yang diuji. d. Pelaksanaan ujian, perorangan bukan kelompok. Biarpun ada ujian yang secara kelompok (Diskusi, Kerja Kelompok) tetapi penilaian tetap perorangan, ujian tersebut meliputi : 1) Materi Ujian dikehendaki peserta yang diuji 2) Waktu, kesepakatan antara penguji dan yang di uji 3) Diusahakan dalam bentuk praktek dan secara pr aktis SPG/TPG I. Tujuan A. Tujuan Umum Khusus Peserta Kursus setelah membaca ini dapat memahami t entang Pramuka Garuda, berkreatifitas dan memotivasi peserta didik untuk mencapai Pramuka Garuda. B. Tujuan Khusus Kursus Setelah memahami materi ini peserta Kursus dapat : 1. Menjelaskan pengertian Pramuka Garuda 2. Menyebutkan syarat-syarat Pramuka Garuda S / G / T / D 3. Menjelaskan hak dan kewajiban Pramuka Garuda 4. Menyebutkan tata cara penilaian Pramuka Garuda 5. Menunjukkan tanda-tanda Pramuka Garuda S / G / T / D 6. Menjelaskan cara pemakaian Tanda Pramuka Garuda 7. Menjelaskan Upacara pemberian tanda Pramuka Garu da

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 75 III. MATERI Pendahuluan Gerakan Pramuka berusaha meningkatkan mutu anggotan ya dengan berbagai macam usaha. Salah satu usaha meningkatkan para Pramuka khususnya peni ngkatan kecakapannya adalah digunakannya syarat Pramuka Garuda, maka diharapkan Gugus Depan dan Kwartir-kwartir akan lebih aktif melaksanakan Kegiatan Kepramukaan, dala m rangka membina generasi muda kita menjadi kader pembangunan. Syarat-syarat Pramuka Garuda (SPG) Syarat-syarat Pramuka Garuda untuk Pramuka Siaga : Seorang Pramuka Siaga ditetapkan sebagai Pramuka Ga ruda jika telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : 1. Menjadi contoh yang baik dalam Perindukan Siaga, di rumah, di sekolah atau di lingkungan pergaulannya sesuai dengan isi Dwi Satya dan Dwi Dh arma 2. Telah menyelesaikan SKU tingkat Siaga Tata 3. Telah memiliki Tanda Kecakapan Khusus untuk Pram uka Siaga, sedikit-sedikitnya enam macam dari tiga bidang Tanda Kecakapan Khusus 4. Dapat menunjukkan hasta karya buatannya sendiri sedikit – sedikitnya tiga macam bahan 5. Pernah mengikuti Pesta Siaga, sedikitnya dua kal i 6. Dapat membuktikan dirinya sebagai penabung yang rajin dan teratur 7. Dapat mempertunjukkan kecakapan di depan umum d alam salah satu bidang seni budaya Syarat – syarat Pramuka Garuda untuk Pramuka Pengga lang : Seorang Pramuka Penggalang ditetapkan sebagai Pramu ka Garuda, jika telah memenuhi syarat – syarat sebagai berikut : 1. Menjadi contoh yang baik dalam Pasukan Penggalan g, di rumah, di sekolah atau di lingkungan pergaulannya, sesuai dengan isi Trisatya dan Dasada rma 2. Telah menyelesaikan SKU tingkat Penggalang Terap 3. Memiliki Tanda Kecakapan Khusus untuk Pramuka Pe nggalang sedikit – sedikitnya 10 (sepuluh) macam dari tiga bidang TKK, sedikitnya satu macam T KK tingkat utama dan dua macam TKK tingkat Madya, yaitu : a. Lima buah TKK wajib yang dipilih di antara : 1) TKK Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan 2) TKK Pengatur Rumah 3) TKK Juru Masak 4) TKK Berkemah 5) TKK Penabung 6) TKK Penjahit 7) TKK Juru Kebun 8) TKK Pengaman Kampung 9) TKK Pengamat 10) TKK Bidang Olahraga, misalnya gerak jalan, b erenang dan lain-lain b. Lima buah TKK pilihan, yang dapat dipilh di an tara TKK yang telah ditetapkan dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. 4. Dapat menunjukkan hasta karya buatannya sendiri sedikit – sedikitnya 10 dengan menggunakan sedikitnya 5 macam bahan. 5. Pernah mengikuti Jambore, perkemahan, Bakti dan Lomba Tingkat 6. Dapat membuktikan sebagai penabung yang rajin da n teratur 7. Dapat menunjukkan kecakapan di depan umum dalam salah satu bidang seni budaya 8. Dapat menjalankan salah satu cabang olahraga, mi salnya atletik, renang, senam, beladiri, gerak jalan atau cabang olahraga lainnya. 9. Telah mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat. Syarat-syarat Pramuka Garuda untuk Pramuka Penegak : Seorang Pramuka Penegak ditetapkan sebagai Pramuka Garuda, jika telah kerja atau memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : 1. Menjadi contoh yang baik dalam Gugus Depan, di r umah, di sekolah, di tempat kerja atau di dalam masyarakat, sesuai dengan isi Trisatya dan Da sadarma. 2. Memahami Undang – undang Dasar 1945. 3. Telah menyelesaikan SKU tingkat Penegak Laksana 4. Telah menjadi anggota dan ikut aktif kegiatan mi nimal tiga Satuan Karya Pramuka. 5. Memiliki Tanda Kecakapan Khusus ( TKK ) untuk Pr amuka Penegak sedikit – sedikitnya 10 (sepuluh) macam dari tiga bidang TKK, sedikitnya sa tu macam TKK tingkat Utama dan tiga macam tingkat Madya, yaitu : a. Lima buah TKK wajib yang dipilih di antara : 1) TKK Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan 2) TKK Pengatur Rumah

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 76 3) TKK Juru Masak 4) TKK Berkemah 5) TKK Penabung 6) TKK Penjahit 7) TKK Juru Kebun 8) TKK Pengaman Kampung 9) TKK Pengamat 10) TKK Bidang Olahraga, misal gerak jalan, berenang dan lain-lain. b. Lima buah TKK pilihan, yang dapat dipilih di a ntara TKK yang telah ditetapkan dengan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. 6. Sedikit-sedikitnya sudah tiga kali mengikuti pe rtemuan-pertemuan Pramuka untuk golongan Penegak, di tingkat Ranting, Cabang, Daerah, Nasion al atau Internasional. 7. Tergabung dalam Satuan Karya dan dapat menyelen ggarakan suatu proyek produktif yang bersifat perorangan atau bersifat bersama, sesuai d engan Satuan Karya yang diikutinya. 8. Dapat membuktikan dirinya sebagai penabung Taba nas yang rajin dan teratur. 9. Dapat mempertunjukkan kecakapannya di depan umu m dalam salah satu bidang seni budaya atau membantu menyelenggarakan pertunjukkan kesenia n. 10. Dapat menjalankan dan memimpin salah satu caba ng olahraga yang dipilih dari cabang olahraga atletik, renang, senam, beladiri, gerak jalan atau cabang olahraga lainnya. 11. Pernah ikut serta dalam kegiatan memikirkan, m erencanakan, melaksanakan, dan menilai kegiatan pembangunan masyarkat di lingkungannya. Syarat-syarat Pramuka Garuda untuk Pramuka Pandega : Seorang Pramuka Pandega ditetapkan sebagai Pramuka Garuda, jika telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : 1. Menjadi contoh yang baik dalam Gerakan Pramuka d i rumah, di sekolah/ perguruannya, di tempat kerja atau di dalam masyarakat, sesuai denga n isi Trisatya dan Dasadarma. 2. Memahami Undang-undang Dasar 1945 3. Telah menyelesaikan SKU Pramuka Pandega 4. Sedikit-sedikitnya telah tiga kali mengikuti aca ra yang dipilihnya diantaranya: a. Pertemuan Pramuka untuk golongan Penegak dan Pan dega di tingkat Ranting, Cabang, Daerah, Nasional atau Internasional. b. Perkemahan Wirakaya atau Perkemahan antar Satuan -Satuan Karya (Peran Saka) Dirgantara, Bahari, Bhayangkara, Tarunabumi, Wana B akti, dan Saka lainnya di Ranting, Cabang atau Daerah. c. Integrasi masyarakat atau peninjauan proyek-proy ek kegiatan atau kunjungan timbak balik diantara Pramuka Pandega antar Gugus Depan, Ranting , Cabang atau Nasional baik secara perorangan maupun secara bersama-sama dalam ikatan Satuan dan membuat laporannya. 5. Sedikit-sedikitnya sudah tiga kali ikut membuat perencanaan, persiapan, pelaksanan, pengawasan, penilaian dan penyelesaian salah satu a tau gabungan dari kegiatan-kegiatan di bawah ini : a. Pesta Siaga b. Perkemahan Penggalang c. Raimuna, P.W, Musppanitera atau Pertemuan Pramuk a Penegak dan Pandega lainnya 6. Sedikit-sedikitnya telah tiga kali ikut membant u salah satu kegiatan masyarakat, peringatan, perhelatan, proyek pembangunan dan lain-lain. Hak dan Kewajiban : 1. Seorang Pramuka yang telah memenuhi syarat-syara t Pramuka Garuda berhak untuk ditetapkan sebagai Pramuka Garuda dan berhak menerima serta me ngenakan Tanda Pramuka Garuda. 2. Untuk menghargai usaha yang sungguh-sungguh itu maka pemberian tanda Pramuka Garuda kepada yang berhak dilaksanakan dalam suatu upacara , dilakukan oleh Ketua Kwartir yang bersangkutan atau wakilnya. 3. Untuk Gugus Depan Gerakan Pramuka di luar negeri , Pemberian Tanda Pramuka Garuda dapat dilaksanakan oleh Kepala Perwakilan Pemerintah Repu blik Indonesia setempat selaku Kamabigus. 4. Seorang Pramuka yang telah menerima Tanda Pramuk a Garuda, berkewajiban : a. Menjaga nama baik pribadi dan meningkatkan kemam puannya agar tetap dapat menjadi teladan, baik bagi Pramuka maupun bagi anak-anak da n pemuda lainnya. b. Mendorong, membantu dan menggiatkan teman-teman Pramuka lainnya untuk memenuhi syarat-syarat Pramuka Garuda. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menguji SPG/T PG : Tim Penilai : 1. Penilai seorang calon Pramuka Garuda adalah suat u tim yang diangkat oleh Ketua Kwartir dan terdiri dari Pembina Satuannya, Pembina Gugus Depan Andalan, Orang Tua dan Tokoh Masyarakat setempat. 2. Khusus untuk Gugus Depan di Luar Negeri, Tim Pen ilai diangkat oleh Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 77 3. Tim Penilai dibentuk atas permintaan Pembina Gug us Depan yang mencalonkan Pramuka Garuda. Tugas Pembina Pramuka : 1. Setiap Pembina Pramuka wajib mendorong, membimbi ng dan membantu anak didiknya agar mereka tertarik dan giat berusaha untuk menjadi Pra muka Garuda. 2. Setiap Pembina Pramuka wajib memberikan keterang an tertulis yang sesungguhnya tentang diri calon Pramuka Garuda kepada Tim Penilai. Cara Menilai : 1. Dalam menilai seorang calon Pramuka Garuda, Tim Penilai wajib memperhatikan : a. Keadaan lingkungan setempat b. Keadaan dan sifat calon Pramuka Garuda, yaitu : 1) Putra atau putri 2) Usia 3) Keadaan jasmani dan rohani 4) Bakat, kecerdasan, ketangkasan, dan keterampilan 5) Usaha yang telah dilakukannya c. Keterangan tertulis dari pihak-pihak yang memp unyai sangkut paut dengan kegiatan calon Pramuka Garuda antara lain dari guru, orang tua/ wa li dan lain-lain. 2. Pada pokoknya penilaian atas calon Pramuka Garu da dilakukan untuk perorangan. 3. Penilaian atas seorang calon Pramuka Garuda dil akukan dengan cara : a. Wawancara langsung b. Pengamatan langsung c. Membaca dan mendengar keterangan dari pihak ke tiga d. Mengisi formulir penilaian Pramuka Garuda Macam, Jenis Bahan, Bentuk, Gambar, Warna dan Arti Gambar Macam : Tanda Pramuka Garuda terdiri atas 4 macam yaitu : 1. Tanda Pramuka Garuda untuk Pramuka Siaga 2. Tanda Pramuka Garuda untuk Pramuka Penggalang 3. Tanda Pramuka Garuda untuk Pramuka Penegak 4. Tanda Pramuka Garuda untuk Pramuka Pandega Jenis Bahan : 1. Tanda Pramuka Garuda Asli dibuat dari logam berw arna emas, yang digantungkan pada pita kain. 2. Tanda Pramuka Garuda Duplikat dibuat dari kain Bentuk, gambar dan warna : 1. Tanda Pramuka Garuda dari logam berbentuk segi l ima beraturan, dengan panjang sisi masing-masing 2,5 cm dan bingkai selebar 2 mm. 2. Di tengah bentuk segi lima tersebut terdapat gam bar relief (gambal timbul) seekor burung Garuda dengan sayap terbuka, dengan lambang Gerakan Pramuka di dadanya, dan sehelai Pita digenggam oleh kedua cakarnya bertulis ”SETIA, SIAP , SEDIA” 3. Warna bingkai burung Garuda dan Pita adalah kuni ng emas. Warna tulisan hitam. Warna dasar/ latar belakang adalah : a. Hijau untuk Pramuka Siaga b. Merah untuk Pramuka Penggalang c. Kuning untuk Pramuka Penegak d. Coklat tua untuk Pramuka Pandega 4. Pita kalung lebar berukuran kurang lebih 2,5 x 6 0 cm, berwarna : a. Putih di sisi tepinya (kiri dan kanan) selebar k urang lebih 0,4 cm b. Merah di tengah selebar kurang lebih 1,7 cm c. Panjang pita jika dikenakan, Tanda Pramuka Garud a tepat di atas ujung tulang dadanya 5. Tanda Pramuka Garuda dari kain, mempunyai bentuk gambar, warna, tulisan dan ukuran yang sama dengan ketentuan-ketentuan di atas, hanya tida k menggunakan atau digantungkan pada pita. Arti Gambar : 1. Bentuk segi lima mencerminkan Pancasila. 2. Gambar Garuda terbang menggambarkan kekuatan bes ar pada dirinya untuk mencapai cita-cita yang tinggi, bertindak dengan jiwa Pramuka yang ber kembang dalam dadanya dan berpegang pada semboyan “SETIA - SIAP – SEDIA” 3. Pada masing-masing sayap terlukis 17 bulu, pada ekor terdapat 8 helai bulu, sedang pada pangkal sayap dan dada terdapat 45 helai bulu. Ini mengkiaskan bahwa setiap Pramuka garuda harus bersemangat perjuanagan atas dasar nilai- nil ai 17 – 8 – 45.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 78 Lambang Gerakan Pramuka di dada Garuda digantungkan dengan rantai yang terdiri atas 10 buah mata rantai (Dasadarma) dan pita yang digengga mnya terlipat menjadi 3 bagian (Trisatya) dan ujung-ujung pita terpotong menjadi 2 bagian (Sa tya dan Darma) 4. Arti semboyan : a. SETIA artinya seorang Pramuka Garuda akan selalu setia k epada Tuhan, Bangsa dan Negara, pimpinan dan keluarganya. b. SIAP artinya seorang Pramuka Garuda akan selalu siap un tuk berbuat kebajikan dan berbuat jasa setiap waktu. c. SEDIA artinya seorang Pramuka Garuda akan selalu mempuny ai rasa kesediaan atau keikhlasan untuk berbakti. Ketentuan dan tempat Pemakaian Tanda Pramuka Garuda Ketentuan Pemakaian : 1. Tanda Pramuka Garuda hanya dikenakan di pakaian seragam Pramuka, ketika Pramuka Garuda itu melakukan kegiatan bagi Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. 2. Seorang Pramuka yang melakukan kegiatan Pramuka sebagai Pembina, Pembantu Pembina, Andalan, Pembantu Andalan, atau anggota majelais Pe mbimbing tidak dibenarkan untuk mengenakan Tanda Pramuka Garuda di pakaian seragam Pramukanya. 3. - Seorang Penggalang Ramu atau Rakit tidak dibe narkan untuk memakai Tanda Pramuka Garuda untuk Pramuka garuda Siaga. - Seorang Pramuka Penegak Bantara tidak dibenarkan u ntuk memakai Tanda Pramuka Garuda untuk Pramuka Siaga dan Pramuka Penggalang. - Seorang Pramuka Garuda Pandega tidak dibenarkan un tuk memakai Tanda Pramuka Garuda untuk Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang dan Pramuka Penegak. Tempat Pemakaian : Pemakaian Tanda Pramuka Garuda diatur sebagai berik ut : 1. Pada upacara – upacara resmi Tanda Pramuka Garud a dari logam digantungkan di muka dada dengan pita berwarna merah putih. Pita ini dikalungkan di leher, bagian di belakang l eher diletakkan tertindih oleh setangan leher, di bagian muka dada diletakkan di atas muka setangan l eher. 2. Pada kegiatan sehari – hari, Tanda Pramuka Garud a dari kain ditempel di dada sebelah kanan, di atas saku, di atas bintang tahunan, di atas Tigo r dan lain-lain. Upacara Pemberian Tanda Pramuka Garuda : 1. Seorang Pramuka yang telah ditetapkan sebagai Pr amuka Garuda berhak menerima dan mengenakan Tanda Pramuka Garuda, yang diberikan pad a suatu upacara pemberian Tanda Pramuka Garuda 2. Sebelum penyematan Tanda Pramuka Garuda maka yan g bersangkutan harus melakukan doa menurut kenyakinan agamanya, lalu mengulangi menguc apkan Dwisatya atau Trisatya yang disaksikan oleh semua yang hadir 3. Diharapkan hadir dalam upacara tersebut selain P embina Satuan juga teman-teman Pramuka, juga orang tua, guru, atasan / pimpinan kantornya a tau orang lain yang erat hubungannya dengan pribadi yang bersangkutan. Waktunya : Hendaknya diusahakan agar upacara tersebut dilakuka n pada hari – hari bersejarah bagi negara, masyarakat, agama atau dirinya (misalnya hari ulang tahun dan sebagainya). Gambar Tanda Kecakapan Umum dan Tanda Pramuka Garud a A. Pramuka Siaga B. Pramuka Penggalang

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 79 C. Pramuka Penegak D. Pramuka Pandega Gambar 10 TKK Wajib

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 80 SATUAN KARYA PRAMUKA I. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus Peserta Kursus memahami konsep-konsep Kesakaan dan Pimpinan Saka, sehingga mampu memberikan motivasi pada peserta didik untuk bersed ia mengikuti kegiatan Satuan Karya Pramuka atau bergabung dalam salah satu Satuan Kary a Pramuka B. Tujuan Kusus Kursus Di harapkan setelah mengikuti materi ini peserta da pat: 1. Menjelaskan dengan betul pengertian Satuan Karya Pramuka (Saka) 2. Menjelaskan dengan betul tujuan dan sasaran pemb entukan Saka 3. Menjelaskan dengan betul fungsi Satuan Karya Pra muka 4. Menjelaskan dengan betul ketentuan dan struktur organisasi Saka 5. Menjelaskan dengan betul berbagi tanda pengenal dan tanda kecakapan khusus dalam Satuan Karya Pramuka 6. Menyebutkan dengan betul bidang / jenis Saka den gan kegiatannya II. MATERI 1. Pengertian Untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka, maka proses Pembinaan peserta didik harus diarahkan pada pengembangan dan pembianaan watak, m oral, jasmani, bakat, pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan melalui kegiatan yang dilaksanakan sebanyak mungkin dengan praktek secara praktis dengan mempergunakan Sistem Among, Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan. Guna menunjang hal tersebut dibentuklah Gugus Depan sebagai wadah utama Pembinaan kepribadian dan Satuan Karya Pramuka (Saka) sebagai wadah pengembangan pengetahuan, Pembinaan ketrampilan, penambahan pengalaman dan pe mberian kesempatan untuk melaksanakan bakti pada masyarakat, melalui berbaga i bidang kejuruan. Guna menciptakan keseragaman dan ketertiban dalam o rganisasi maka diterbitkan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka nomor 03 2 tahun 1989 yang mengatur tentang Satuan Karya Pramuka (Saka). Satuan Karya Pramuka (Saka) adalah wadah pendidikan Kepramukaan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan meningkatkan pengeta huan kemampuan, ketrampilan dan pengalaman para Pramuka dalam berbagai bidang kejur uan serta meningkatkan motivasinya untuk melaksanakan kegiatan nyata dan produktif seh ingga dapat memberi bekal bagi kehidupan dan penghidupannya serta pengabdiannya pada masyara kat bangsa dan negara, sesuai dengan aspirasi pemuda Indonesia dan tuntutan perkembangan pembangunan dalam rangka peningkatan ketahanan nasional. 2. Tujuan dan Sasaran a. Tujuan pembentukan Saka adalah untuk memberi wad ah pendidikan bagi para Pramuka dan Pemuda untuk : 1) Mengembangkan bakat, minat, pengetahuan, kemamp uan, ketrampilan, dan pengalaman dalam berbagai bidang kejuruan tertentu. 2) Meningkatkan motivasi untuk melaksanakan kegia tan-kegiatan nyata dan produktif 3) Memberikan bekal bagi kehidupan dan penghidupa nnya 4) Memberikan bekal bagi pengabdiannya pada masya rakat, bangsa, dan negara guna menunjang pembangunan nasional, sehingga dapat meni ngkatkan mutu dan taraf kehidupan serta dinamika Gerakan Pramuka serta pera nannya dalam pembangunan nasional. b. Sasaran pembentukan Saka adalah agar selama da n setelah mengikuti pendidikan dalam Saka para Pramuka dapat : 1) Memiliki tambahan pengetahuan, pengalaman, ke trampilan dan kecakapan yang dapat mendukung kehidupan dan penghidupannya atau pengabd iannya kepada masyarakat, bangsa dan negara 2) Meningkatkan kemantapan mental dan fisiknya 3) Memiliki rasa tanggungjawab atas dirinya, ma syarakat, bangsa dan negara serta tanggungjawab terhadap Tuhan Yang Maha Esa 4) Memiliki sikap dan cara berpikir yang lebih m atang dalam menghadapi segala tantangan dalam hidupnya 5) Melaksanakan kepemimpinan yang bertanggungjaw ab, berdaya guna dan tepat guna 6) Dapat menyelenggarakan berbagai kegiatan yang positif secara berdaya guna dan tepat guna sesuai dengan minat dan bakatnya 7) Menjalankan Satya dan Darma Pramuka secara ny ata

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 81 3. Fungsi Satuan Karya Pramuka (Saka) berfungsi sebagai : a. Wadah pengenalan awal, Pembinaan dan pengembanga n pengetahuan dan ketrampilan di bidang kejuruan tertentu. b. Sarana untuk melaksanakan kegiatan nyata dan pro duktif serta bakti pada masyarakat c. Pelengkap pendidikan Kepramukaan di Gugus Depan d. Alat untuk pencapaian tujuan Gerakan Pramuka 4. a. Organisasi □ Saka dibentuk ditiap Ranting dan berada di bawah w ewenang pengendalian dan Pembinaan Kwartir Ranting. Apabila Kwartir Ranting belum mampu membentuk Saka maka pembentukan Saka bisa dilaksanakan di Kwartir Cabang. □ Saka minimal beranggotakan 10 orang dan maksimal 4 0 orang serta minimal terdiri dari 2 krida yang masing-masing beranggotakan antara 5 s ampai 10 orang. □ Jika satu Saka anggotanya lebih dari 40 orang maka dapat dijadikan 2 Saka atau lebih □ Anggota Saka Putra dan Putri dipisah-pisahkan deng an Saka Putra dibina oleh Pamong Saka Putra dan Saka Putri dibina oleh Pamong Saka P utri □ Saka diberi nama pahlawan, tokoh wayang atau nama lain yang dapat memberikan motivasi pada anggotanya sedangkan nama krida diatu r dalam Petunjuk Penyelenggaraan tersendiri. □ Anggota Saka dikelompokkan dalam Satuan kecil yang diberi nama krida-krida beranggotakan minimal 5 orang dan maksimal 10 orang . □ Anggota Saka ialah Pramuka Penegak Bantara, Penega k Laksana dan Pandega dari Gugus Depan – Gugus Depan, Pramuka Penggalang, Calo n Penegak dan Calon Pendega dengan seijin Pembina Gugus Depannya dapat menjadi anggota Saka dengan syarat paling lambat 1 tahun setelah masuk ke dalam Saka harus sudah dilantik sebagai Penggalang Terap, Penegak Bantara atau Pandega □ Pemuda bukan Pramuka yang berusia antara 14 s.d 25 tahun dapat diterima sebagai anggota Saka dengan ketentuan paling lambat 6 bulan setelah diterima anggota Saka wajib untuk bergabung dengan salah satu Gugus Depan □ Dalam Saka dibentuk Dewan Saka dan Dewan Kehormata n Saka yang prinsipnya sama dengan Dewan Ambalan dan Dewan Kehormatan Ambalan. b. Pimpinan, Pamong dan Instruktur Saka 1) Dalam rangka usaha untuk meningkatkan Pembina an dan pengembangan Saka di tingkat Kwarcab, Kwarda dan Kwarnas perlu dibentuk Pimpinan Saka 2) Guna melaksanakan proses Pembinaan di dalam S aka perlu ditetapkan Pembina Pramuka sebagai Pamong Saka 3) Guna menyelenggarakan program peningkatan kem ampuan dan ketrampilan anggota Saka perlu diangkat Instruktur Saka yang mempunyai keahlian dalam bidang kejuruan tertentu dan bertugas membantu Pamong Saka 4) Masa bakti Pimpinan Saka sama dengan masa bak ti Kwartirnya sedangkan masa bakti Pamong dan Instruktur Saka adalah dua tahun. 5. Tanda Pengenal dan Tanda Kecakapan Khusus a. Tanda anggota Gerakan Pramuka berlaku juga sebag ai Tanda Anggota saka b. Tanda Saka berbentuk segilima sama sisi dengan ukuran sisi 5 cm dan dipasang pada lengan baju sebelah kiri c. Tanda Krida berukuran maksimal 4 cm dan dipasa ng di bawah Tanda Saka d. Pakaian Seragam Gerakan Pramuka berlaku juga s ebagai Pakaian Seragam Saka e. Dengan seijin Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dapat ditentukan syarat dan tanda kecakapan khusus untuk Saka tertentu. 6. a. Bidang Kesakaan NO NAMA SAKA NAUNGAN PADA INSTANSI DASAR HUKUM 1. Bahari TNI AL SK. No. 019 Tahun 1991 2. Bhakti Husada Dinas Kesehatan SK. No. 053 Tahun 1985 3. Bhayangkara Kepolisian SK. No. 020 Tahun 1991 4. Dirgantara TNI AU SK. No. 018 Tahun 1985 5. Kencana BKKBN SK. No. 084 Tahun 1985 6. Tarunabumi Dinas Pertanian SK. No. 078 Tahun 198 4 7. Wanabakti Dinas Kehutanan SK. No. 005 Tahun 1984 8. Bina Sosial Dinas Sosial SK. Kwarda Jateng No.42 8.6/045092 9. Pandu Wisata Dinas Pariwisata dan Budaya 10. Saka Bakti Budaya Dinas Pariwisata dan Budaya 11. Saka Wira Kartika TNI AD SK No 182/X/2007

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 82 b. Jenis-jenis Krida 1) Saka Bahari : Sumberdaya Bahari Jasa Bahari Wisata Bahari Reksa Bahari 2) Saka Bakti Husada : Bina Lingkungan Bina Keluarga Sehat Penanggulangan Penyakit Bina Gizi Bina Obat 3) Saka Bhayangkara : S.A.R Pengamanan Lalu Lintas Pengamanan Lingkungan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian (TPTK) Pemadam Kebakaran 4) Saka Dirgantara : Pesawat Bermotor Pesawat Tak Bermotor Aeromodelling Terjun Payung S.A.R Pengetahuan Kendaraan 5) Saka Kencana : Bina Komunikasi, Informasi dan edukasi (KIE) Bina Pendidkan Keluarga Berencana (KB) Intitusi Masyarakat Bina Pelayanan Integrasi Masyarakat 6) Saka Tarunabumi : Tanaman Pangan Perikanan Peternakan Perkebunan Hortikultura 7) Saka Wanabakti : Tata Wana Reksa Wana Bina Wana Guna Wana 8) Saka Bina Sosial : 9) Saka Pandu Wisata : 10) Saka Bakti Budaya : 11) Saka Wira Kartika : Survival Pioneer Mountainering Navigasi Darat Bintal Juang

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 83 STRUKTUR ORGANISASI SAKA Pimpinan Saka Tk. Nas DKN Kwartir Nasional Instansi Tk. Pusat Pimp. Saka Tk. Daerah DKD Kwartir Daerah Instansi Tk. Propinsi Pimp.Saka Tk. Cabang DKC Kwartir Cabang Instansi Tk. Kab/Kodya Pimp.Saka Tk. Ranting DKR Kwartir Ranting Instansi Tk. Kecamatan Gugus Depan Pamong Saka Instrukutur Satuan Karya

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 84 PERTEMUAN PESERTA DIDIK I. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus Peserta Kursus memahami jenis-jenis pertemuan untuk peningkatan mutu peserta didik B. Tujuan Khusus Kursus Setelah mengikuti materi ini peserta dapat : 1. Menjelaskan pengertian pertemuan peserta didik 2. Menyebutkan maksud dan tujuan forum peserta didi k 3. Menyebutkan jenis – jenis pertemuan peserta didi k 4. Menyebutkan acara kegiatan dalam pertemuan peser ta didik 5. Menjelaskan penggolongan peserta didik II. MATERI 1. Pengertian Pertemuan Peserta Didik Forum peserta didik adalah suatu wadah yang dipergu nakan untuk kegiatan bersama oleh Pramuka demi tercapainya tujuan Pendidikan Gerakan Pramuka. 2. Maksud dan Tujuan a. Maksud Maksud pertemuan adalah memberi kegiatan yang berni lai pendidikan dengan cara dan bervariasi, menarik, menggembirakan, tidak membosan kan sehingga para Pramuka mempu berswadaya, memenuhi kebutuhan hidupnya dan mambant u keluarga, masyarakat sekitar untuk mencapai kesejahteraan. b. Tujuan Diarahkan tercapainya Gerakan Pramuka : 1). Meningkatkan perkembangan pribadi anak, pemuda sebagai manusia pribadi maupun mahluk sosial 2). Mempererat rasa persaudaraan / keklauargaan 3). Memelihara Persatuan dan Kesatuan 4). Meningkatkan prestasi anak dan pemuda di bidan g pemenuhan kebutuhan sehari - hari 3. Pertemuan / Latihan di Gugus Depan / Pertemuan b iasa a. Pertemuan biasa adalah pertemuan / latihan berka la atau kegiatan mingguan yang dapat dilaksanakan di Gugus Depan. Latihan berkala yang biasa dilaksanakan setiap 1 m inggu sekali, sebaiknya dihindari kegiatan di dalam ruangan kecuali hujan. b. Pertemuan / latihan di Gugus Depan / pertemuan i stimewa, biasanya berupa kegiatan besar yang jauh sebelumnya dipersiapkan secara matang. 4. Acara Kegiatan dalam Pertemuan a. Menarik, suasana gembira dan penuh keakraban b. Supaya tujuan kegiatan tercapai dengan dasar pen gertian dari oleh untuk peserta didik, pimpinan peserta didik dengan bimbingan dan tanggun gjawab orang dewasa/Pembina c. Menambah pengalaman, meningkatkan pengetahuan, k ecakapan, kecerdasan, ketrampilan, ketangkasan dan ketajaman indera d. Menimblkan rasa ikut serta ikut bertanggungjawab e. Sesuai dengan PDK dan MK yang pelaksanaanya dise suaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyaakat f. Meningkatkan rasa kebangsaan dan memperkuat keya kinan beragama 5. Penggolongan Pertemuan Peserta Didik a. Pertemuan Pramuka Siaga (7-10 tahun) : 1) Pesta Siaga 2) Bazar Siaga 3) Persari Kegiatan PERSARI antara lain dapat berupa: · Pendalaman Dwi Satya atau Dwi Darma · Kegiatan permainan · Kegiatan ketrampilan dan sebagainya 4) Wisata Siaga Adalah suatu acara berjalan atau dengan kendaran me lihat pemandangan indah, obyek wisata, musium dan sebagainya 5) Pekan Tani Siaga Kegiatan berupa tabur bibit, pemberantasan hama, ap otik hidup, pengumpilan pupuk dan sebagainya b. Penggalang (11-15 tahun) : 1. Jambore adalah pertemuan besar Penggalang menampilkan keca kapan kemampuan ketrampilan seni budaya untuk mempererat persaudara an diantara Penggalang yang bersifat kreatif dan rekreatif.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 85 Kegiatan jambore bertingkat antara lain: a) Jambore Ranting/JAMRAN ditingkat Ranting 2 tahun sekali b) Jambore Cabang/JAMCAB ditingkat Cabang 3 tahun s ekali c) Jambore Daerah/JAMDA ditingkat Daerah 4 tahun se kali d) Jambore Nasional/JAMNAS ditingkat Nasional 5 tah un sekali 2. Lomba Tingkat (LT) Pertemuan besar Penggalang untuk ajang prestasi/lom ba yang berjenjang dari tingkat Gugus Depan sampai Kwartir Nasional. Pemenang lomba berhak maju mengikuti lomba ke tingk at yang lebih tinggi: a) LT.I ditingkat Gudep b) LT.II ditingkat Ranting c) LT.III ditingkat Cabang d) LT.IV ditingkat Daerah e) LT.V ditingkat Nasional 3. DIANPINRU (Gladian Pemimpin Regu) Ajang pertemuan para pimpinan regu Penggalang mengi kuti latihan-latihan Kepramukaan dan lain-lain bertujuan meningkatkan mu tu dan kualitas pinru untuk mencapai tujuan pendidikan Kepramukaan. Dalam Dianpinru para pimpinan regu sudah mulai memp erkenalkan ilmu kepemimpinan dan bagaimana cara mengolah regu, menjadi regu yang baik dan berprestasi. 4. PERSAMI (Perkemahan Sabtu minggu) Perkemahan yang dilaksanakan oleh peserta didik set ingkat Penggalang yang pelaksanaanya pada hari Sabtu sampai Minggu. Isi kegiatannya adalah: a) Latihan b) Kreatif dan Rekreatif 5. Perkemahan Bhakti Penggalang 6. Demonstrasi kecakapan/ketrampilan G 7. Pameran Hasil Karya G 8. Pesta Olah Raga dan Seni 9. Peringatan Hari Besar Nasional/Agama c. Penegak dan Pandega a) MUSPANITERA (Musyawarah Penegak Pandega Puteri d an Putera) b) PERKEMAHAN WIRAKARYA (P.W) c) RAIMUNA (TKPP) d) PERTISAKA (Perkemahan Bakti Satuan Karya) e) JOTA (Jambore On The Air) f) DIANPINSA (Gladian Pimpinan Sangga) g) DIANPINSAT (Gladian Pimpinan Satuan) h) UBALOKA (Unit Bantu Pertolongan Pramuka) i) Kemah Pembauran j) LPK (Latihan Pengembangan Kepeminpinan) k) KPDK (Kursus Pengelolaan Dewan Kerja) l) Peringatan Ulang Tahun Satuan, Hari Besar Nasion al, Agama

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 86 KOMUNIKASI DAN BERGAUL DENGAN PESERTA DIDIK I. TUJUAN A. TUJUAN UMUM KURSUS Peserta Kursus mengetahui, memahami dan menghayati cara-cara berkomunikasi dan bergaul dengan peserta didik. B. TUJUAN KHUSUS KURSUS Setelah selesai materi ini peserta Kursus dapat: 1. Menjelaskan pengertian komunikasi dengan peserta di dik 2. Menyebutkan unsur-unsur berkomunikasi dengan pesert a didik 3. Menyebutkan alat-alat berkomunikasi dengan peserta didik 4. Menjelaskan etika berkomunikasi dengan peserta didi k 5. Menjelaskan pengertian bergaul dengan peserta didik 6. Menjelaskan manfaat bergaul dengan peserta didik 7. Menjelaskan etika bergaul dengan peserta didik II. MATERI A. Pengertian Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan dengan keduduk annya sebagai makhluk individu dan sekaligus makhluk sosial. Sebagai makhluk individu setiap manusia dihargai dan dihormati hak-hak individunya secara bebas misalnya hak memeluk a gama, hak hidup, hak berpendapat dan sebagainya. Sedangkan sebagai makhluk sosial manusi a akan memiliki arti dan berguna jika menjalin dengan manusia lain. Karena itu harus dija min dan dilindungi dalam hubungannya dengan orang lain. Dengan melakukan hubungan dengan orang lain maka kebutuhan-kebutuhan hidupnya dengan dapat terpenuhi. Demikian halnya dengan para anggota Pramuka baik it u peserta didik (S, G, T dan D) maupun anggota dewasa (Pembina, Pelatih Pembina, MABI dan lain-lain) harus selalu mengadakan komunikasi satu sama lainnya untuk mewujudkan tujua n yang diinginkan bersama. Disamping komunikasi dalam rangka tukar informasi setiap angg ota Pramuka harus menjalankan pergaulan yang selaras dan serasi sehingga tercipta kehidupan bersama yang harmonis, aman, damai dan tentram. Sejalan dengan itu maka muncul sebuah pertanyaan ap a sebenarnya komunikasi itu dan apa makna pergaulan itu? Terhadap pertanyaan ini akan d ijelaskan dalam uraian berikut. Komunikasi bersal dari bahasa Inggris yaitu Communication yang berarti menjalin hubungan atau berhubungan. Didalam konteks peserta didik Kepramuk aan komunikasi dapat diartikan hubungan antara Pembina dengan peserta didik, Pembina dengan Pembina, maupun peserta didik dengan peserta didik dalam rangka tukar informasi dan peng etahuan melalui kegiatan baik di alam bebas maupun dalam suatu ruangan yang dilaksanakan secara teratur dan sistematis untuk mencapai tujuan yang diinginkan bersama. Dalam Gerakan Pramuka Komunikasi antara Pembina den gan peserta didik harus terpelihara secara baik dan selalu terbina sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berdaya guna dan berhasil guna. Oleh sebab itu, komunikasi dalam Gerakan Pram uka harus selalu tercipta dalam suasana yang sehat dan timbal balik, sehingga antara komuni kasi dengan komunikator dapat menjalankan fungsinya secara profesional dan propor sional. B. Unsur-unsur Berkomunikasi Komunikasi yang tercipta secara baik dan sehat dapa t mendukung kegiatan yang dilaksanakan dan sebaliknya, jika komunikasi tidak terjalin deng an lancar dan kurang sehat dengan sendirinya menghambat pelaksanaan kegiatan. Karena begitu pentingnya berkomunikasi maka para Pe mbina harus memahami unsur-unsur berkomunikasi yang meliputi: 1. Komunikator 2. Komunikan 3. Sumber informasi (materi) 4. Sarana komunikasi 5. Tujuan komunikasi 6. Situasi dan kondisi terjadinya komunikasi 7. Sarana berkomunikasi Unsur-unsur berkomunikasi tersebut tidak terpisah s ecara mutlak sebaliknya saling berkaitan satu dengan yang lainnya untuk mewujidkan tujuan ya ng diinginkan bersama. C. Alat-alat Berkomunikasi Salah satu faktor penentu kelancaran dan kejelasan dalam berkomunikasi dengan peserta didik adalah terletak pada sarana komunikasi yang digunak an. Hal ini penting sebab kepekaan berkomunikasi antara peserta didik satu dengan yang lainnya tidak sama karena itu perlu digunakan sarana komunikasi yang variasi.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 87 Secara garis besarnya alat komunikasi dikelompokan dalam dua kelompok besar yaitu: 1. Alat berkomunikasi elektronik, misal TV, Radio, Tape Recorder, OHP, Telephone, HP dan lain-lain. 2. Alat komunikasi non elektronik, misalnya semapho re, morse bendera, suara langsung, alat musik dan lain-lain Oleh karena banyak alat-alat komunikasi maka dalam memilih alat komunikasi harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. Kemampuan komunikator b. Kemampuan komunikan c. Tersedianya alat d. Tersedianya tempat e. Serta kecocokan dengan informasi yang akan dikom unikasikan D. Etika Berkomunikasi Untuk menjaga agar dalam berkomunikasi saling mengh argai satu dengan yang lainnya maka perlu adanya batas-batas yang harus dipatuhi dan di taati baik oleh komunikator maupun komunikan. Demikian halnya komunikasi antara Pembin a dengan peserta didik sering kita jumpai adanya rasa kurang puas, rasa, kecewa, rasa tidak s enang dan sebagainya oleh Pembina maupun peserta didik sendiri. Kejadian yang demikian disebabkan oleh banyak fakto r diantaranya: a. Tidak terjadinya kecocokan terhadap apa yang dik omunikasikan b. Komunikator terlalu intervensi komunikan c. Komunikatot terlalu mendominasikan dalam berkomu nikasi d. Bahasa yang digunakan komunikator kurang jelas d an kurang menarik e. Informasi yang dikomunikasikan kurang menarik/ak tual f. Alat komunikasi yang digunakan kurang tepat g. Situasi saat terjadinya kominikasi kurang menduk ung h. Kemampuan komunikan kurang mendukung Untuk menciptakan komunikasi yang baik hendaknya pe rlu ada batas-batas/norma-norma yang ditaati bersama. Batas-batas/norma-norma yang perlu ditaati dalam berkomunikasi dinamakan etika berkomunikasi yang meliputi: a. Komunikator dan komunikan harus menggunakan baha sa yang jelas dan baik (bahasa yang komunikatif) b. Hindari penggunaan kata – kata yang mengejek, me nghina dan kata – kata yang kotor c. Jangan mendominasikan dalam komunikasi d. Ciptakan suasana yang menyenangkan dalam berkomu nikasi e. Ciptakan komunikasi dua arah ( two way communication) f. Jangan menggunakan suara yang dibuat-buat g. Berikan informasi yang benar dan aktual (jangan berbohong) E. Pengertian Pergaulan Di dalam suatu kegiatan Kepramukaan kita tentu bera da di tengah-tengah orang lain bahkan kita akan dikelilingi leh orang lain sehingga kita akan menjadi pusat perhatian olehnya. Jika kita tidak dapat membawakan diri secara baik maka bisa-bisa ak an menjadi bahan ejekan atau cemoohan dan bahkan bahan perbincangan oleh orang lain tetap i sebaliknya jika kita dapat tampil secara simpatik dan menyakinkan maka akan mendapatkan puji an kehormatan dari orang lain. Situasi yang demikian sebenarnya memberikan suatu g ambaran begitu sulitnya berada bersama-sama orang lain dalam suatu kegiatan bersama. Sulit dan tidaknya berada bersama orang lain sebenarnya bergantung pada diri kita sendiri. Mana kala kita bisa membawa diri kita maka berada bersama orang lain bukan merupakan suatu mas alah tetapi justru merupakan kebutuhan pokok dan sebaliknya jika kita tidak mampu membawak an diri maka berada bersama dengan orang lain enjadi masalah yang besar. Dalam hubungan dengan kegiatan Kepramukaan Pembina dan Peserta didik akan berada bersama-sama dalam suatu waktu tertentu. Di sinilah dapat terjadi saling tkar menukar pikiran, saling menyampaikan informasi atau dengan singkatny a saling memberi dan saling menerima informasi. Situasi yang demikian tercipta adanya pe rgaulan antara Pembina dengan peserta didik. Terjadinya pergaulan ini sangat memungkinaka n untuk saling menyampaikan masalah – masalah yang dihadapi oleh masing – masing atau sal ing memberi dan menerima informasi untuk mendapatkan kesepakatan bersama. Dengan demik ian, di dalam pergaulan terdapat 3 unsur pokok yang saling berkaitan yaitu : 1. Saling memberi dan menerima 2. Adanya kesepakatan bersama 3. Adanya tujuan yang diingikan bersama F. Manfaat Pergaulan Beberapa manfaat dari peragaulan antara Pembina dan Peserta didik dengan peserta didik yaitu 1) Mengetahui kondisi fisik dan pikiran peserta did ik di dalam melaksanakan kegiatan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan 2) Mengetahui tingkat kemampuan yang dimiliki peser ta didik 3) Mengetahui bakat dan minat yang dimiliki peserta didik 4) Mengetahu kelebihan dan kelemahan dari masing-ma sing peserta didik

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 88 5) Mengetahui latar belakang dari masing-masing pes era didik G. Etika Pergaulan Untuk menciptakan pergaulan yang harmonis maka haru s ada rambu-rambu/batas-batas yang harus ditaati dan dipatuhi bersama. Batas-batas dan rambu-rambu dalam pergaulan yang harus ditaati dan dipatuhi bersama dinamakan etika pergau lan yang meliputi: 1. Menjaga kesopanan dan kesusilaan dalam bergaul 2. Tidak tampil terlalu berlebihan sehingga menimbu lkan rasa antipati bagi yang lain 3. Tidak menjelek-jelekan orang lain 4. Tidak mencela kelemahan/kekurangan orang lain di depan umum 5. Tidak memberi julukan kepada orang lain yang tid ak pantas 6. Tidak egois

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 89 MEMAHAMI PESERTA DIDIK DAN KEBUTUHANNYA I. TUJUAN A. TUJUAN UMUM KURSUS Peserta Kursus memahami dan menghayati hal ikhwal y ang berkaitan dengan peserta didik untuk meningkatkan mutu peserta didiknya. B. TUJUAN KHUSUS KURSUS Setelah menerima materi peserta Kursus diharapkan d apat: 1. Menjelaskan pentingnya memahami peserta didik ba gi para Pembina Pramuka. 2. Menjelaskan karakteristik Siaga, Penggalang, Pen egak dan Pandega sebagai bekal untuk meningkatkan kualitas kegiatan Kepramukaan. 3. Menjelaskan sikap yang harus dimiliki Pembina da lam menghadapi setiap peserta didik S, G, T dan D dalam kegiatan Kepramukaan. II. MATERI A. Pentingnya Memahami Peserta Didik Peserta didik dalam gerakan Pramuka adalah semua an ggota Pramuka yang berusia 7 tahun sampai dengan 25 tahun yang digolong-golongkan keda lam Siaga (S), Penggalang (G), Penegak (T) dan Pandega (D). Peserta didik tersebut memiliki sifat yang heteroge n artinya bahwa antara peserta didik satu dengan yang lainnya memiliki karakteristik yang tid ak sama. Kenyataan yang demikian harus diakui karena setiap peserta didik memiliki kemampuan, minat, bakat dan intelegensi yang berbeda. Dalam kondisi y ang demikian tentunya setiap peserta didik memiliki daya tangkap, daya ingat, pola pikir dan k etrampilan yang berbeda. Karena itulah sebagai seorang Pembina perlu mamahami karakter set iap peserta didiknya serta kebutuhan apa yang diinginkan setiap peserta didiknya. Pembina yang bijaksana adalah Pembina yang mampu be rbuat dan bertindak secara arif dan bijaksana terhadap setiap peserta didiknya. Karena itu, seorang Pembina harus memahami kondisi setiap peserta didinknya beserta karakteris tik yang dimilikinya. Kunci utama yang harus dijadikan pegangan setiap Pe mbina adalah adanya suatu kesadaran yang mendalam bahwa setiap peserta didik yang satu dengan yang lainnya itu tidak sama, sehingga sangat wajar apabila dalam melaksanakan ke giatan Kepramukaan diperlukan yang berbeda. Demikian pula antara Pembina Siaga, Pengga lang, Penegak dan Pandega. Adanya perbedaan tersebut disebabkan oleh banyak faktor di antaranya faktor usia, kondisi fisik, lingkungan, tersedianya sarana dan prasarana dan la in-lain. Agar seorang Pembina dalam membina dapat berhasil m aka Pembina harus melihat peserta didiknya bukan hanya sebagai sekedar obyek tetapi s ekaligus memperlakukannya sebagai subyek. Dalam hal yang demikian maka Pembina harus pandai-pandai membuat kegiatan yang menarik dan menantang sehingga dapat menumbuhkan si fat kritis, kreatif, produktif dan inovatif sebagai peserta didiknya. Pembina harus memberikan kesempatan yang seluas-lua snya pada peserta didiknya untuk mengembangkan segala potensi, bakat dan minat yang dimilikinya. Dengan demikian secara singkat dapat dikatakan Pemb ina dalam semua kegiatan harus dapat memberdayakan peserta didik, dapat dilakukan dengan : a. Memberikan kesempatan peserta didik untuk mencip takan kegiatan b. Memberikan kepercayaan kepada peserta didik untu k melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan c. Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk me mberikan penilaian terhadap kegiatan yang dilaksanakan d. Menumbuhkan jiwa peserta didik untuk peduli terh adap persoalan yang muncul di masyarakat dan selanjutnya berkarya nyata yang berm anfaat bagi masyarakat. B. Karakteristik Peserta Didik Telah dijelaskan sebelumnya bahwa antara anak Siaga , Penggalang, Penegak, maupun Pandega memiliki karakteristik yang tidak sama baik secara fisik maupun psikis. Karena itu perlu memahaminya secara menyeluruh terhadap peserta didi k baik sebagai individu maupun sebagai kelompok. Dalam uraian berikut akan dijelaskan karakteristik peserta didik secara rinci sebagai berikut: a. Perkembangan Jiwa Siaga 1) Ingin bersatu dengan teman sebaya ( peer group), 2) Masuk dunia permainan dan dunia kerja yang memb utuhkan tenaga fisik misalnya memanjat pohon, berlari-lari, main tali, dll, 3) Masuk dunia logika fikir dan akan yang membutuh kan pemikiran mencari sebab akibat. b. Perkembangan Jiwa Penggalang 1) Untuk Penggalang Putri a) Kurang suka bekerja, kecenderungan malas, b) Suasana hati selalu murung, ini disebabkan ter jadinya perkembangan biologis,

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 90 c) Kurang suka bergaul, menarik diri dari masyarakat. 2) Untuk Penggalang Putra a) Merasa lekas lelah, tidak suka aktif, ini dise babkan perubahan biologis, b) Kebutuhan untuk tidur nyenyak, suka bangun kes iangan, c) Suasana hati tidak tetap, selalu kacau, merasa pesimis. c. Perkembangan Jiwa Penegak 1) Mencari pedoman hidup, 2) Mencari nilai dalam masyarakat, 3) Memuja idolanya, 4) Suka bergaul, mencari berbagai kesibukan terma suk suka berorganisasi, 5) Mencari kegiatan tradisional yang bernilai buda ya. d. Perkembangan Jiwa Pandega 1) Paham akan mengadakan interaksi sosial yang seh at, mereka tidak egois, 2) Paham akan cita-cita yang searah untuk pembentu kan kecakapan dan ketrampilan, 3) Dapat mengambil keputusam baik untuk diri sendi ri maupun masyarakat, 4) Dapat mengembangkan kepribadian bangsa dalam bi dang rekreasi yang bersifat nasional, 5) Dapat memenuhi kebutuhan primer, 6) Dapat menghormati kaidah kegotong-royongan masy arakat dan hukum yang berlaku, 7) Paham dan mengerti secara mendalam tentang Tuha n serta mematuhi ajaran agama yang dipeluknya. C. Sikap Pembina Menghadapi Peserta Didik yang Hete rogen Menghadapi keanekaragaman sifat dan sikap S, G, T, D, maka Pembina harus bersikap secara proporsional dan profesional. Cara membina Siaga sa ngat berbeda dengan Penggalang, begitu seterusnya. Untuk itu, ada beberapa hal yang harus dimiliki ole h Pembina, diantaranya: a. Menumbuhkan rasa aman bagi peserta didik, b. Memberikan penilaian secara kontinyu dan berkes inambungan, c. Memiliki interaksi yang efektif dan efisien, d. Dapat memenuhi kebutuhan fisik, psikis dan sos ial bagi peserta didik, e. Mampu memenuhi kemampuan kelompok, f. Selalu kreatif dan inovatif, g. Paham benar terhadap peserta didiknya.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 91 KEGIATAN BERMUTU I. TUJUAN A. TUJUAN UMUM KURSUS Peserta Kursus diharapkan mampu memahami materi – m ateri kegiatan yang disajikan, menarik, memikat dan mengikat minat serta meningkatkan kemam puan, ketrampilan dan pengalaman baik anggota Pramuka muda maupun anggota dewasa. B. TUJUAN KHUSUS KURSUS Peserta Kursus setelah mengikuti materi ini dapat : 1. Menyalurkan kepada orang lain jenis – jenis kegi atan yang bermutu 2. Memotivasi, mendorong untuk menciptakan hal – ha l yang baru dalam kehidupan sehari – hari 3. Memilih kegiatan untuk orang dewasa dan untuk an ak – anak dan pemuda 4. Menyesuaikan dengan keadaan kemampuan dan kesang gupan anak – anak pemuda serta orang dewasa 5. Menumbuhkan semangat untuk berkreasi positif II. MATERI 1. Makna Kegiatan Bemutu a. Kegiatan bermutu untuk meningkatkan kualitas man usia, yaitu manusia yang beriman dan takwa tehadap tuhan yang maha esa, berbudi luhur, k epribadian, mandiri, maju, kreatif, terampil dan berdisiplin tinggi. b. Kegiatan yang dapat mengembangkan pemahaman peng uasaan ketrampilan dengan perbuatan, melakukan, melihat, dan mempelajari kebu tuhan, keinginan, bermanfaat bagi anak dan pemuda. c. Setiap kegiatan bemaksud untuk meningkatkan kual itas sumberdaya manusia muda sesuai dengan tujuan, asas, tugas pokok gerakan Pramuka se hingga dapat mencapai sasaran Kepramukaan. d. Kegiatan Kepramukaan harus dilandasi situasi kon disi yang meliputi : a) Kebutuhan anak dan pemuda b) Keinginan dan tuntutan anak dan pemuda setempat c) Bermanfaat dalam kehidupan sehari – hari d) Sesuai dengan perkembangan bagi anak dan pemuda e. Kegiatan yang dilakukan dengan bersungguh – sung guh, bersemangat dan bevariasi dalam melaksanakan SKU, SKK dan Pramuka Garuda agar dapat merangsang peserta didik. f. Mengembangkan Pembinaan watak, maupun rohani jas mani, penegtahuan, pengalaman dan ketrampilan Kepramukaan. g. Semua kegiatan berorientasi pada pancasila, jiwa dan nilai – nilai perjuangan 1945. 2. Prinsip Dan Landasan Kegiatan Bermutu a. Dalam melaksanakan proses pendidikan keprmukaan Pembinaan Pramuka wajib menerapkan sikap laku : 1) Ing ngarso sing tulodho (di depan memberi telada n) 2) Ing madyo mangun karso (di tengah membangun kema uan) 3) Tut wuri handayani (di belakang memberi kekuatan ) b. Kegiatan Kepramukaan yang bermutu hendaknya memp erhatikan hal – hal sebagai berikut : 1) Melakukan lebih baik daripada hanya berdiam diri 2) Menjadi peserta lebih baik daripada menjadi peno nton 3) Dilakukan di alam terbuka lebih menyenangkan dar ipada di dalam ruangan 4) Hal yang aneh diduga lebih menyenangkan daripada hal yang biasa 5) Hal yang tak terduga lebih menarik daripada hal yang diduga 6) Hal yang penuh tanda tanya lebih merangsang dari pada yang sudah diketahui 7) Dengan benda yang sebenarnya lebih baik daripada hanya dengan bentuk tiruan c. Kepramukaan proses pendidikan yang tidak sempat dibeikan di lingkunagn sekolah dan lingkukan keluarga. Bentuk kegiatannya menarik,menyenangkan, sehat, ter atur, terarah praktis di alam terbuka dengan menerapkan prinsip dasar Kepramukaan, metode Kepramukaan, kodae kehormatan Pramuka, sistem among untuk membentuk watak akhlak dan budi pekerti luhur d. Kegiatan Kepramukaan adalah proses kegiatan bela jar sendiri untuk mengembangkan diri sendiri secara utuh, fisik, mental, intelektual, em osi, social dan spiritual untuk dirinya sendiri dan sebagai anggota masyarakat e. Kegiatan Kepramukaan adalah suatu sistem Pembina an bermutu dan mengembangkan sumber daya kaum muda agar menjadi warga negara ind onesia yang bermutu dan mampu menciptakan kesejahteraan diri sendiri, masyarakat dami terciptanya kedamaian yang abadi. f. Kegiatan Kepramukaan suatu proses Pembinaan sepa njang hayat yang berkesinambungan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang peduli ke pada lingkungan.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 92 SEJARAH DAN PERATURAN BENDERA MERAH PUTIH I. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus Memahami sejarah dan peraturan pemakaian Bendera Me rah Putih dan mampu menenamkan jiw patriotisme pada peserta didik melalui pemahama n terhadap sejarah dan peraturan pemakaian Bendera Merah Putih, serta memberi perlak uan dan penghormatan kepada Bendera Merah Putih. B. Tujuan Khusus Kursus Diharapkan setelah mengikuti materi ini peserta kur sus dapat : 1. Menceritakan dengan benar sejarah Bendera Mera h Putih. 2. Menjelaskan peraturan penggunaan Bendera Merah Putih. 3. Menjelaskan hal – hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan Bendera Merah Putih. II. MATERI 1. Sejarah Bendera Merah Putih a. Pada tahun 1292 tentara Jayakatwang mengibarkan Bendera Merah Putih ketika berperang melawan kekuasaan Kertanegara dari Singosari. b. Di Majapahit, pada saat pemerintahan Raja Hayam Wuruk terdapat peninggalan yang menunjukkan bahwa warna merah putih adalah warna ya ng dimuliakan oleh masyarakat di masa itu. c. Di Kerajaan Melayu Minangkabau yang dipimpin ole h Maharaja Adityawarman (abad 14) menggunakan bendera warna merah putih hitam yang me lambangkan : · Merah : Para Hulubalang yang menjalankan pemerint ahan. · Putih : Para Alim Ulama yang menjalankan agama. · Hitam : Para Penghulu adat yang menjalankan adat i stiadat Minangkabau. d. Warna Merah Putih dikenal dengan sebutan “Gula K elapa” yang berarti makanan yang mengandung nilai kekuatan yang sangat tinggi. Makan an berupa gula dan kelapa ini banyak dijadikan bekal oleh para pejuang di medan perang k etika jaman perang kemerdekaan Indonesia. e. Dalam babad Tanah Jawa yang disebut dengan Babad Mentawis disebutkan ketika Sultan Agung (Raja Mataram) menyerang negeri Pati, tentara nya bernaung di bawah bendera Merah Putih “Gula Kelapa”. f. Secara umum warna merah merupakan lambang kebera nian, kewiraan, sedangkan warna putih merupakan lambang kesucian. g. Dalam abab XX, Bendera Merah Putih pertama kali berkibar di Eropa pada tahun 1922 oleh Perhimpunan Indonesia di Belanda berupa Bendera Mer ah Putih dengan Kepala Banteng di tengahnya. h. Tahun 1927 Partai Nasional Indonesia yang memili ki tujuan Indonesia Merdeka dengan menggunakan Bendera Merah Putih Kepala Banteng. i. Tanggal 28 oktober 1928 pada Konggres Pemuda II bendera Merah Putih dikibarkan. Sejak saat itu berkibarlah Bendera Kebangsaan Merah Putih di wilayah Indonesia. j. Tanggal 17 Agustus 1945 bendera Merah Putih diki barkan saat momentum Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Pada saat inilah pert ama kalinya Sang Merah Putih sebagai Bendera Kebangsaan berkibar di Bumi Indones ia Merdeka. k. Tanggal 18 Agustus 1945 PPKI menetapkan UUD 1945 sebagai konstitusi Bangsa Indonesia, yang mana menyebutkan pada pasal 35 tent ang Bendera Merah Putih adalah bendera Negara Republik Indonesia. Dengan demikian Bendera Merah Putih secara resmi memiliki kekuatan hukum. l. Sang Merah Putih yang dikabarkan pada tanggal 17 Agustus 1945 disebut “Bendera Pusaka”, yang tiap tanggal 17 dikibarkan di tiang 1 7 yang berada di Istana Merdeka. Pada tanggal 17 Agustus 1969 “Bendera Pusaka” tidak lagi dikibarkan karena sudah sangat tua, sehingga diganti dengan bendera duplikat yang dibua t dari kain sutra alam asli. Namun tidap tanggal 17 Agustus “Bendera Pusaka” selalu mendampi ngi duplikatnya, ketika dikibarkan atau diturunkan di tiang 17 halaman Istana Merdeka Jakarta. Peraturan penggunaan bendera (PP nomor 40 tahun 1958 ) 1) Bendera Merah Putih berbentuk segi empat panjang . Bagian atas berwarna merah dan bawahnya berwarna putih. 2) Bendera Merah Putih tidak boleh dipergunakan unt uk memberi hormat kepada seseorang atau barang dengan menundukkannya sebagaimana yang lazim dilakukan dengan panji – panji

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 93 3) Bendera Merah Putih dikibarkan mulai pagi hari s ampai dengan terbenamnya matahari (pukul 06.00 – 18.00) 4) Pengibaran Bendera merah putih dilakukan saat pe ringatan HUT RI, hari besar nasional atau perayaan lain yang menggembirakan nusa dan bangsa. 5) Bendera kebangsaan dikibarkan setengah tiang jik a, kepala negara atau wakil kepala negara wafat, turut berkabung negara lain. 6) Dikibarkan pada tanggal 17 Agustus, hal istimewa / peringatan nasional, kunjungan kepala negara atau tamu negara. (Tambahan: Pada saat bulan Agustus bendera merah putih dikibarkan sampai dengan tanggal 20 Agustus). 7) Dikibarkan saat negara berkabung maka dikibarkan setengah tiang 8) Dikibarkan setiap hari pada rumah pejabat dan di makam pahlawan, pada hari kerja di gedung / halaman gedung pemerintahan, dll 9) Kendaraan / mobil pejabat pemerintah 10) Sebagai lencana, dipasang di dada kiri 11) Tidak boleh dipasang pada sembarang kendaraan. Untuk mobil ukuran tidak lebih 20 x 30 cm 12) Untuk penutup peti jenazah (pejabat negara, per wakilan diplomatik RI dan WNI yang mendapat penghormatan) 13) Pemasangan dengan tiang harus seimbang. Pada di nding dipasang membujur merata. Pada tali harus tegang ujung – ujung bendera 14) Penaikan / penurunan perlahan dan khidmat, tida k boleh menyentuh tanah, jika dipasang setengah tiang maka dinaikkan penuh dahulu baru tur un sampai setengah. 15) Penghormatan dilakukan saat penaikan atau penur unan bendera 16) Waktu dikibarkan / dibawa tidak boleh menyentuh tanah, tidak boleh ditaruh huruf, kalimat, angka atau gambar dll 17) Bila dipasang dengan bendera negara lain, bende ra merah putih berada disebelah kanan. Jika beberapa bendera asing dipasang ditengah (bila ganjil) dan di tengah sebelah kanan (bila genap) 18) Bila dikibarkan bersama panji presiden / wapres maka diletakkan disebelah kanan (bila 1 panji) dan di tengah (bila 2 panji). 19) Bila dikibarkan bersama panji orang maka dileta kkan didepan panji orang dan lebih besar daripada panji orang. Hal yang harus diperhatikan mengenai Bendera Merah Putih 1. Bendera Merah Putih bukan merupakan benda untuk keindahan belaka, tapi merupakan merupakan penjelamaan cita – cita tinggi yang terka ndung dalam jiwa bangsa suatu negara. 2. Bendera Merah Putih merupakan lambang Kemerdekaa n, kedaulatan dan kehormatan Bangsa Indonesia dan Negara Republik Indonesia. 3. Sejak proklamasi, Bangsa Indonesia bertekad memp ertahankan Sang Merah Putih yang abadi dan akan tetap berkibar di seluruh persada Ibu Pert iwi Indonesia. 4. Gerakan Pramuka Mempunyai tugas pokok untuk menj adikan sikap Pramuka Indonesia sebagai patriot bangsa yang sanggup dan berani memp ertahankan Sang Merah Putih dan kehormatan Sang Merah Putih sampai titik darah peng habisan. Oleh karena setiap anggota Pramuka harus ditanamkan dan ditumbuhkan rasa cinta dan rasa hormat kepada Bendera Merah Putih. Tiap Pramuka harus memiliki rasa horma t yang tinggi terhadap Bendera Merah Putih sebagai lambang lambag kedaulatan dan kemerde kaan NKRI. e. Tugas Pembina Pramuka antara lain adalah membina tiap Pramuka untuk menjadi patriot yang memiliki rasa hormat dan kesangggupan berkorba n demi keabadian Merah Putih berkibar di Indonesia. Untuk itu, maka seorang pemb ina harus memberikan contoh kepada peserta didiknya dalam hal sikap hormat dan kesangg upan berkorban demi kejayaan dan kelestarian Bendera Merah Putih di bumi Indonesia.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 94 SEJARAH DAN PERATURAN LAGU KEBANGSAAN INDONESIA RAY A I. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus Peserta Kursus memiliki dan menghayati kesadaran berbangsa dan bernegara dalam bentuk tingkah laku, sikap dan kehidupan secara pribadi d alam kehidupan. Tumbuh rasa bertanah air, berbangsa dan bernegara satu yaitu Indonesia, mengh ormati lagu Kebangsaan Indonesia Raya serta mematuhi peraturan / perundang – undangan. B. Tujuan Khusus Kursus Setelah mengikuti materi ini peserta kursus dapat : 1. Menjelaskan sejarah Lagu Indonesia Raya. 2. Menjelaskan tata cara dan penggunaan lagu Keba ngsaan Indonesia Raya. II. MATERI 1.a. Sejarah dan Peraturan Lagu Kebangsaan Indones ia 1) Setiap Bangsa di dunia ini memiliki Lagu Kebangs aan, Lagu Kebangsaan itu bukanlah sekedar merupakan lagu untuk keindahan belaka, teta pi merupakan ungkapan dan cetusan cita – cita nasional bangsa yang bersangkutan. Ia m erupakan sublimasi api perjuangan bangsa dalam mencapai cita – cita nasional dan memp ertahankan kemerdekaan dan kehormatan bangsa. 2) a. Setiap bangsa gembira, bersemangat dan bangga apabila mendengar lagu kebangsaannya dinyatkan dan didengar dan mereka men ghormatinya dengan khirdmat. b. Suatu insiden antara 2 bangsa akan terjadi bila suatu bangsa mempermainkan atau menghina lagu kebangsaan bangsa lain, penghinaan te rhadap suatu lagu kebangsaan terhadap pemilik lagu kebangsaan itu. Dalam hubunga n internasional antara bangsa – bangsa di dunia, setiap bangsa berkewajiban menghor mati bangsa lain. 3) a. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya adalah miik ba ngsa Indonesia. “Indonesia Raya” merupakan ungkapan dan cetusan cita – cita nasional bangsa Indonesia. Ia merupakan sublimasi api perjuangan bangsa Indonesia dalam men capai dan mempertahankan kemerdekaan dan negara Indonesia, ia merupakan pula persatuan bangsa dan tekad bangsa Indonesia. b. Indonesia Raya yang berkumandang diseluruh pelo sok tanah air Indonesia selama perang kemerdekaan di Indonesia, telah mengorbankan semangat dan keberanian rakyat dan pemuda Indonesia untuk bertempur sampai titik darah penghabisan dalam mempertahankan dan menegakkan kemerdekaan, meskipun hanya menggunakan bambu runcing untuk melawan tentara kolonial yang b ersenjata modern. Oleh karena itu bagi bangsa Indonesia, Lagu Kebangsaan Indonesia Ra ya dan Bendera Kebangsaan Merah Putih adalah kehormatan bangsa dan negara Ind onesia. 4) a. Gerakan Pramuka mempunyai tugas untuk menjadi kan setiap Pramuka Indonesia sebagai patriot bangsa yang sanggup dan berani memp ertahankan serta mempunyai rasa hormat yang tinggi terhadap lagu Kebangsaan In donesia Raya. b. Oleh karena itu kepada Pramuka Indonesia harus ditanamkan dan ditumbuhkan rasa cinta dan rasa hormat terhadap lagu Kebangsaan Indo nesia Raya, untuk iru setiap Pramuka Indonesia harus mengetahui dan menghayati a rti dan sejarah lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam perjuangan bangsa Indonesia me rebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. Setiap Pramuka harus mampu men yanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya dengan benar serta memiliki rasa hor mat. 5) a. Tugas Pembina Pramuka antara lain adalah untu k membina setiap Pramuka menjadi patriot yang meiliki rasa hormat dan kesanggupan be rkorban demi abadinya lagu Kebangsaan Indonesia Raya di Bumi Indonesia. b. Untuk suksesnya tugas itu, maka sistem Pembina Pramuka pertama – tama harus menjadikan dirinya patriot yang memiliki rasa horma t dan kesanggupan berkorban demi abadinya lagu Kebangsaan Indonesia Raya di Bumi Ind onesia. 6) Uraian tentang Lagu Kebangsaan Indonesia Raya me rupakan pegangan bagi Pembina dalam melaksanakan tugasnya dan berkewajiban mencar i bahan yang berkaitan dengan lagu Indonesia Raya. 1b. Sejarah Lagu Kebangsaan Indonesia Raya a. Indonesia Raya “sebelum 17 Agustus 1945”. 1) Lagu “Indonesia Raya” adalah gubahan dari Wage R udolph Soepratman. 2) Wage Rudolph Soepratman adalah seorang guru dan pernah menjadi wartawan Kaoem Moeda dan pengarang buku.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 95 3) Beliau adalah putra dari Sersan Instruktur Mas S enen Bastrosoehardjo. Lahir di Jatinegara pada tanggal 9 Maret 1903 dan meninggal pada malam selasa tanggal 16 Agustus 1938 di Surabaya. 4) Lagu Indonesia Raya dipersembahkan kepada masyar akat dalam Konggres Pemuda Indonesia tanggal 28 Oktober 1928 di Gedung Indones ia Club, Jl. Kramat 106 Jakarta. Dalam acara tersebut, Lagu Indonesia Raya diperdeng arkan pertama kali. 5) Lagu Indonesia Raya dijadikan sebagai pembakar s emangat dalam setiap pertemuan organisasi, parpol dll. Dan pada waktu itu pemerint ah Belanda melarang Lagu Indonesia Raya diperdengarkan, namun hal itu tidak menghalangi rakyat untuk mendengarkan lagu Indonesia Raya. b. Indonesia Raya “sesudah 17 Agustus 1945”. 1) Setelah proklamasi 17 Agustus 1945, Lagu Indones ia Raya ditetapkan sebagai Lagu Kebangsaan Indonesia. 2) Lagu Indonesia Raya ditetapkan dalam UUDS tahun 1950 pasal 3 ayat 2. 2. Peraturan Penggunaan Lagu Indonesia Raya a. Lagu Indonesia Raya diatur dengan Peraturan Peme rintah No. 44 Tahun 1958 tentang Kebangsaan Indonesia Raya meliputi: Ketetapan Umum Penggunaan Lagu Indonesia Raya Penggunaan Lagu Indonesia Raya bersama lagu lagu k ebangsaan asing Penggunaan Lagu Kebangsaan asing sendiri Tata Tertib dalam pengunaan lagu Indonesia Raya Aturan Hukum b. Bab I pasal 1 PP No. 44 tahun 1958 berbunyi: Lagu kebangsaan RI disebut dengan Indonesia Raya Lagu kebangsaan tersebut dengan kata – katanya ial ah tertera pada lampiran PP tersebut. c. Bab II pasal 4 PP No. 44 tahun 1958 berbunyi: Lagu Indonesia diperdengarkan atau dinyanyikan unt uk menghormati kepala negara / wakil kepala negara, pada waktu penaikan atau penurunan b endera kebangsaan yang diadakan dalam upacara untuk menghormati bendera itu, untuk mengho rmati kepala negara asing Lagu kebangsaan dapat diperdengarkan atau dinyanyi kan sebagai peryataan persasan nasional, dalam rangkaian pendidikan dan pengajaran, dilarang menggunakan lagu Indonesia Raya untuk reklame dalam bentuk apapun dan atau menggunakan ba gian daripada lagu kebangsaan dalam gubahan yang tidak sesuai dengan kedudukan dalam la gu Indonesia Raya. d. Bab V pasal 9 PP No. 44 tahun 1958 berbunyi: Pada waktu lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyi kan atau diperdengarkan pada kesempatan dimaksud di dalam PP tersebut maka orang yang hadir wajib berdiri tegak ditempat masing – masing. Mereka yang memakai seragam dari sesuatu organisasi memberi hormat dengan cara yang telah ditetapkan untuk organisasi tersebut. Sedangkan mer eka yang tidak memakai seragam, memberi hormat degan meluruskan lengan di bawah dan meletak kan tapak tangan dengan jari rapat pada paha dan penutup kepala harus dibuka kecuali sorban , ikat kepala, kpiah, kerudung dan topi.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 96 PERAN, TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PEMBINA PRAMUKA I. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus 1. Peserta kursus memahami bagaimana sebagai seoran g pembina pramuka berperan dalam membina kaum muda/peserta didiknya. 2. Mengerti akan tugas dan tanggungjawabnya agar ke giatan pendidikan kepramukaan mencapai tujuan. 3. Memahami aspirasi dan kebutuhan sesuai dengan pe rkembangan jiwa peserta didiknya. B. Tujuan khusus kursus Setelah mengikuti materi ini peserta kursus dapat : 1. Menghayati konsep dasar peran, tugas dan tanggun gjawabnya sebagai pembina pramuka 2. Melaksanakan tugas membina pramuka dengan baik. 3. Menyusun kegiatan bersama peserta didiknya. 4. Menempatkan dirinya sebagai mitra peserta didikn ya dan memberi bimbingan, bantuan untuk mefasilitasi kegiatan yang akan dilaksanakan. II. MATERI 1. Pengertian Anggota dewasa dalam gerakan pramuka mempunyai pera n ganda, sebagai penyelenggara pendidikan dan sebagai penggerak organisasi : 1) Anggota dewasa sebagai penyelenggara pendidikan a. Mengantar peserta didik untuk mencapai tujuan. b. Menyusun program kegiatan. c. Memimpin dan membimbing d. Penyelenggara kegiatan 2) Anggota dewasa sebagai penggerak organisasi. a. Penggerak dan pengelola organisasi kepramukaan b. Memimpin dan memotivasi semua orang yang ada dal am organisasi. c. Pengusaha dana untuk mendukung gerak kehidupan o rganisasi 2. Peran Pembina Pramuka 1) Menanamkan, memupuk dan mengembangkan nilai-nila i dalam diri anggota Gerakan Pramuka sikap mental, pertumbuhan dan pembangunan t ingkah laku di dalam keidupan sehari-hari. Nilai-nilai Dwi Satya, Dwi Dharma, Tri Satya dan Da sa Dharma serta ikrar yang membimbing anggota Gerakan Pramuka, baik dalam pemikiran, pera saan dan kemauan. 2) Menciptakan kegiatan yang menyenangkan, menarik, menantang dan mengandung pendidikan. 3) Mampu menanamkan rasa aman dan keselamatan peser ta didik. 4) Menciptakan suasana gembira, persaudaraan dan ji wa pengabdian 5) Bekerjasama dengan peserta didik, orang tua pram uka dan masyarakat 3. Tugas dan Tanggungjawab Pembina Pramuka 1) Mampu mendayagunakan prinsip Dasar Kepramukaan, metode Kepramukaan, Kode Kehormatan, Motto Gerakan Pramuka dan Kiasan Dasar Kepramukaan. 2) Membina Pramuka. 3) Membimbing, memberikan dukungan fasilitas. 4) Disiplin, menjadi panutan 5) Menciptakan yang kekinian. 6) Memotivasi, stimulasi 7) Bertanggungjawab kepada Tuhan Yang Maha Esa dan kepada diri sendiri. 4. Menjadikan Pramuka 1) Manusia berkepribadian, berwatak dan, berbudi lu hur. 2) Menjadikan warga negara indonesia yang berjiwa p ancasila, setia dan patuh pada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 97 FORUM TERBUKA I. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus Peserta kursus mempunyai pengertian dan pemahaman t entang teknik pelaksanaan kegiatan open forum. B. Tujuan Khusus Kursus Serelah mengikuti materi ini peserta kursus dapat : 1. Menjelaskan pengertian kegiatan open forum denga n benar. 2. Menjelaskan manfaatnya kegiatan open forum. 3. Menjelaskan teknik pelaksanaan kegiatan open for um II. MATERI 1. Pengertian Open Forum Istilah open forum identik dengan forum terbuka. Di dalam setiap kegiatan biasanya selalu diakhiri dengan open forum. Open forum secara singkat dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan dalam bentuk pengajuan pertanyaan oleh peserta kegi atan baik secara lisan maupun tertulis, langsung maupun tidak langsung khususnya yang berka itan dengan materi kegiatan dan maslah-masalah yang dihadapi oleh peserta maupun masalah-m asalah yang berkaitan dengan kegiatan kepramukan untuk menapatkan penjelasan. 2. Manfaat Open Forum Dengan kegiatan open forum dalam kegiatan dapat mem berikan manfaat : 1) Terciptanya suatu komunikasi yang timbal balik. 2) Membantu memecahkan masalah yang dihadapi pesert a kursus baik secara teori maupun secara praktek. 3) Membangun rasa percaya diri serta melatih untuk menyampaikan pendapatnya baik lisan maupun tertulis secara langsung. 4) Sarana untuk saling menghargai dan menghormati p endapat orang lain. 5) Terpecahkannya masalah – masalah materi dalam ku rsus. 6) Menumbuhkan sikap saling percaya antara peserta kursus dengan tim pelatih. 3. Teknik Pelaksanaan Open Forum. 1) Forum terbuka dipimpin oleh Pemimpin Kursus deng an didampingi oleh semua tim pelatih. 2) Tempat duduk forum diatur sedapat mungkin seteng ah lingkaran / melingkar dalam satu saf. 3) Pemimpin Kursus memberikan kata pengantar berken aan dengan cara mengajukan pertanyaan. 4) Proses tanya jawab di atur dalam bentuk : termin – termin maksimal 3 termin. 5) Setiap termin maksimal 3 penannya. 6) Setiap penannya maksimal 2 pertanyaan. 7) Pemimpin Kursus membagi pertanyaan – pertanyaan dari peserta untuk dijawab oleh pelatih. 8) Peserta Kursus bertindak selaku moderator. 4. Hal-hal yang diperhatikan dalam kegiatan Open Fo rum. 1) Pertanyaan maupun jawaban jangan berbelit – beli t. 2) Gunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. 3) Pertanyaan hendaknya jelas dan tegas. 4) Jawaban jangan didominasi oleh seorang pelatih s aja. 5) Jangan sampai terjadi perbedaan pendapat antar pelatih dalam forum terbuka. 6) Jangan sampai terjadi variasi penannya baik untu k peserta putra maupun putri. 7) Pemimpin Kursus pada kegiatan akhir open forum h endaknya dapat meraih kesimpulan secara global. 8) Berikan kejelasan pada peserta open forum bahwa kegiatan open forum bukanlah arena untuk menguji kepandaian peserta maupun tim pelatih .

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 98 RENCANA TINDAK LANJUT I. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus Peserta memahami dan menghayati pembuatan, perenc anaan setelah selesai melaksanakan kegiatan, sehingga terjadi kesinambungan antara keg iatan yang telah dilaksanakan dengan rencana kegiatan berikutnya yang akan dilaksanakan. B. Tujuan Khusus Kursus Setelah mengikuti materi ini peserta Kursus dapat : 1. Mengidentifikasi hal – hal yang perlu diperhatik an dalam menyusun rencana tindak lanjut. 2. Menyusun rencana tindak lanjut sebagai suatu kom itmen terhadap program yang telah dilaksanakan sehingga terjadi suatu kesinambungan y ang sinergis antara program yang telah dilaksanakan dengan program yang akan dilaksa nakan. 3. Menjelaskan manfaat dari penyusunan rencana tind ak lanjut. II. MATERI Pelaksanaan Penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) Rencana Tindak Lanjut atau Action Plan disusun oleh setiap peserta kursus setelah mengikuti kursus. Penyusunan ini dapat dijadikan sebagai suat u tolok ukur terhadap daya serap, daya tangkap dan daya cermat peserta kursus terhadap materi – ma teri kursus yang diberikan oleh setiap pelatih. Sehingga dengan kegiatan menyusun RTL dapat dipanta u seberapa jauh tingkat penghatan dan penguasaan terhadap materi kursus yang diberikan. Dalam menyusun RTL kiranya perlu diperhatikan hal – hal sebagai berikut : Sasarannya, materinya, lingkungannya, situasi dan k ondisi, sarana dan prasarana, tersedianya waktu dan target yang diharapkannya setelah selesai pelak sanaan RTL. Rencana Tindak Lanjut merupakan suatu produk peserta kursus yang berupa perencanaan program pribadi maupun pengabdiannya di masyarakat, utamanya demi perkembangan Gerakan Pram uka. Oleh karena itu RTL memiliki sifat yang aplikatif terhadap berbagai materi kursus yang telah diterimanya selama mengikuti kursus. Dengan pembuatan RTL oleh setiap peserta kursus, ma ka akan tetap terjalin suatu ikatan antara peserta kursus dengan pelatih, sebab itu apabila da lam pembuatan maupun pelaksanaan RTL mengalami kesulitan dapat berkonsultasi baik secara langsung maupun tidak langsung tertulis maupun lisan kepada para pelatih kursus. Adapun manfaat yang dapat diambil dalam pembuatan R TL yaitu dapat dijadikan sebagai sarana untuk mengetahui perkembangan baik pengetahuan, sik ap, maupun keterampilan para peserta kursus, dapat dijadikan umpan balik antara peserta kursus dengan para pelatihnya sehingga dapat dijadikan acuan dalam meningkatkan kualitas pelatih an selanjutnya.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 99 EVALUASI KURSUS I. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus Peserta kursus mengerti, memahami dan menghayati mengenai cara mengevaluasi penyelenggaraan kursus dalam gerakan Pramuka. B. Tujuan Khusus Kursus Setelah mengikuti materi ini peserta kursus dapat : 1. Mengerti faktor – faktor yang dievaluasi dalam kursus. 2. Mengevaluasi penyelenggaraan kursus 3. Melakukan evaluasi atas peserta kursus II. MATERI 1. Pendahuluan sebagai salah satu usaha mencapai tujuan Gerakan Pramuka, maka penyelenggaraan kursus untuk anggota dewasa diharapkan mencapai hasil yang memuaskan. Untuk mencapai hasil yang memuaskan disusun rencana pelaksanaan dengan cermat dan dituliskan sasaran yang inigin dicapai melalui kursus itu. Untuk mengetahui keberh asilan suatu kursus, perlu diadakan evaluasi atau penilaian, yaitu membandingkan pelaksanaan dan hasil kursus dengan rencana serta sasaaran kursus yang sudah dibuat. Jika pelaksanaan kursus tidak sesuai dengan rencana, kita akan mengubah untuk memperbaikinya. Tetapi jika dap at mencapai hasil yang baik dan memuaskan, akan kita pertahankan cara - cara yang t elah kita gunakan itu dan bahkan berusaha untuk meningkatkan agar kursus berikutnya penyelenggaraan lebih baik dan tepat guna. 2. Faktor – faktor yang dievaluasi Dalam mengevaluasi suatu kegiatan kursus, dapat d ilakukan dalam benruk pengisian angket, wawancara / tanya jawab, tes tertulis, pengamatan / observasi dan praktek melakukan sesuatu, pelaksanaannya tergantung sasaran yang hendak dicap ai. Pada akhir kursus dilakukan evaluasi untuk dibuat laporan kursus. Juga diselenggarakan t es akhir (post test) yang akan dibandingkan hasilnya dengan tes awal (pre test). Adapun faktor – faktor yang dievaluasi adalah : - Faktor penyelenggaraan kursus - Faktor pendidikan - Faktor peserta kursus 3. Mengevaluasi Penyelenggaraan Kursus Peserta secara perorangan diminta mengevaluasi ya ng berkitan dengan : 1. Faktor Penyelenggaraan, yang meliputi 1) Jumlah dan mutu personalia : terlalu banyak atau sedikit, berpengalaman atau kurang. 2) Perlengkapan kursus : apakah jumlahnya mencukupi , kualitasnya baik atau tidak, sudah siap pakai atau masih coba – coba. 3) Waktu : msim hujan / kemarau, hari libur / kerja , lamanya kursus dsb. 4) Tempat dan lingkungan kursus : di ruangan / perk emahan, di tengah – tengah masyarakat, jauh dari kesibukan masyarakat, daerah panas / dingin dan sebagainya. 5) Akomodasi : apakah mencukupi kebutuhan peserta? Bagaimana fasilitas airnya? Perlengkapannya, penerangan lampu, MCK dan sebagain ya. 6) Administrasi, publikasi dan informasi : apakah a dministrasinya lengkap, tertib dan rapi, apakah publikasi yang dibuat cukup informasi untuk peserta. 2. Faktor Pendidikan, yang meliputi : 1) Organisasi Pelatih : Bagaimana pembagian kerja? 2) Jumlah dan mutu pelatih : Terlalu banyak / kuran g? Menguasai bahan? 3) Jadwal Kursus : Sistematis? Tertib? Banyak waktu terbuang? 4) Materi Kursus : Banyak menambah pengetahuan? Ket erampilan? Menarik? 5) Kelengkapan belajar dan mengajar : Cukup tersedi a? Kualitas? Siap pakai? 6) Jumlah peserta kursus : Terlalu banyak? Sedikit? Perbandingan peserta putra dan putri? 7) Syarat peserta kursus: 8) Peranan Pelatih Pendamping : Cukup berperan, Pas if, Banyak membantu? 9) Metode Belajar Mengajar : Terlalu monoton, Banya k diskusi / tugas? 10) Sistem Pelaporan Hasil Pendidikan : Tidak ada t es awal / akhir, Adakah penilaian hasil karya? Langkah – langkah Evaluasi 1. Himpunan data pribadi peserta dengan membuat daf tar rekapitulasi dari formulir evaluasi. 2. Himpun data kemampuan peserta ( awal ) dengan me mmberikan tes awal. 3. Beri kesempatan kepada peserta baik secara priba di atau kelompok untuk memberikan pendapatnya tentang faktor – faktor peny elenggaraan, pendidikan di atas dengan cara mengisi lembar angket evaluasi.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 100 4. Mengevaluasi peserta (akhir) dnegan memberikan t es akhir. 5. Melaksanakan sidang terbuka untuk menyelesaikan penjelasan isi bahan kursus. 4. Mengevaluasi Peserta Kursus Diselenggarakan kursus dengan harapan pesertanya dapat memperoleh peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kemampuannya, serta m engubah sikapnya. Untuk itu perlu diadakan evaluasi peserta dengan memperhatikan kema uan, semangat belajar dan prestasi yang dicapainya selama kursus berlangsung. Evaluasi ini perlu dilakukan dengan cermat, adil dan obyektif, sehingga benar – benar selesai mengik uti kursus dapat dipertanggungjawabkan mutu dan kemampuannya. Agar dapat memberikan penilaian yang lebih obyekt if, maka yang memberi nilai tidak hanya seorang melainkan teman – teman sekelompoknya, Hal – hal yang dievaluasi 1. Sikap pribadinya, meliputi : Penampilan lahiriah , sigat / watak, ketekunan belajar, ketertiban, keterampilan. 2. Penguasaan bahan belajar, meliputi : Daya tangak p, sumbangan pemikiran, daya cipta / prakarsa, kecerdasan, kemampuan menjelaskan. 3. Kepemimpinan, meliputi : Kewibawaan, kemampuan m emimpin kelompok, kerjsama dengan orang lain, kesetiaan, kemampuan mengambil keputusa n. 4. Hubungan, meliputi : Ketaatan kewajiban beragama , kemampuan bergaul, kemampuan berkomunikasi, kepekaan terhadap lingkungan kecinta an terhadap masyarakat / negara. 5. Hasil karya atau prestasi, meliputi : Daya cipta / kreatifitasnya, kegunaan bagi kelompok, mutu hasil karyanya. Cara Mengevaluasi 1. Evaluasi dapat dilakukan oleh orang banyak lebih obyektif daripada hanya seorang, selain dari kalangan tim pelatih, baik pula diminta evalua si dari sesama peserta. 2. Penilaian dapat dilakukan secara : Kualitatif : Dengan sebutan : “Kurang”, “Cukup”, “ Baik”, “Amat”. Kuantitatif : Dengan angka dari 0 sampai 10, atau dari 10 sampai 100. 3. Evaluasi hendaknya dilakukan secara terbuka, bij aksana dan jujur,. Artinya kriteria / persyaratan yang harus dipenuhi harus diketahui ter lebih dahulu oleh yang dinilai dan hasil penilaian diketahui pula oleh semua pihak. Keberhasilan Kursus Keberhasilan kursus dapat diketahui bila apa yang direncanakan oleh kursus dapat terlaksana, sasaran / target kursus dapat dicapai. Peserta meni ngkat pengetahuan, keterampilan, kemampuannya dan berubah sikapnya. Keberhasilan sua tu kursus harus dapat dinilai dengan angka, dilihat dari hasil karya atau sikap dan kete rampilan peserta atau mungkin dapat diamati dari dokumentasi – dokumentasi yang ada.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 101 UPACARA PENUTUPAN KURSUS I. TUJUAN A. Tujuan Umum Kursus Peserta kursus memahami dan menghayati proses jalan nya pelaksanaan upacara penutupan kursus. B. Tujuan Khusus Kursus Setelah mengikuti materi ini peserta kursus dapat : 1. Menjelaskan sasaran upacara penutupan kursus. 2. Menyebutkan alat – alat perlengkapan upacara pen utupan kursus. 3. Menjelaskan urut – urutan upacara penutupan kurs us. II. MATERI 1. Sasaran Upacara Penutupan Kursus Sasaran setelah mengikuti upacara penutupan kursu s adalah : a. Peserta mampu meningkatkan kualitas pengabdianny a bagi pertumbuhan dan perkembangan kepramukaan. b. Mampu selalu tertib dan disiplin pembinaan peser ta didik. c. Mampu memiliki komitmen serta jiwa gotong royong pada orang lain. d. Mampu menjadi “agent of change” dalam kepramukaa n. 2. Alat – alat Kelengkapan Upacara Penutupan Kursus Alat – alat perlengkapan upacara penutupan kursus a dalah : a. Bendera Merah Putih b. Bendera Tunas Kelapa c. Bendera Pandu Dunia d. Bendera Tunggul Latihan e. Jagrag f. Teks susunan upacara g. Teks sambutan h. Teks doa i. Tanda peserta yang akan dilepas j. Teks laporan pelaksanaan kursus Adapun petugas yang ada dalam upacara penutupan kur sus adalah : a. Pembina upacara b. Pembawa acara c. Pembaca laporan pelaksanaan kursus d. Pembaca doa e. Dirigen f. Pembawa Bendera Tunggul latihan g. Pembawa nampan perwakilan yang akan dilepas tand a peserta kursus sekaligus penerima ijazah kursus 3. Urut – urutan Upacara Penutupan Kursus Urut – urutan upacara penutupan kursus adalah : a. Pembina upacara beserta rombongan memasuki ruang upacara b. Menyanyikan lagu satya darma pramuka c. Laporan pelaksanaan kursus d. Amanat pembina upacara dilanjutkan dengan penutu pan kursus e. Pelepasan secara simbolis tanda peserta dan peny erahan ijazah kursus f. Pembina upacara dan perwakilan menempatkan diri g. Doa h. Lagu Syukur i. Pembina upacara dan rombongan berkenan meninggalkan ruang upacara.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 102 DAFTAR PUSTAKA 1. Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomo r 104 Tahun 2004 tentang Anggaran Dasar Gerakan Pramuka. 2. Surat keputusan Kwartir Nasional Nomor 086 Tahun 2005 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka . 3. Surat Keputusan Kwartir Nasional Nomor 088 Tahun 1988 tentang Pola dan Mekanisme Pembinaan T / D. 4. Buku Pedoman KMD Kwartir Daerah 11 Jawa Tengah d i STAIN Purwokerto tahun 2005, dengan sedikit perubahan. 5. Buku Pedoman Materi KMD Unsoed Tahun 2008, denga n sedikit perubahan. 6. Tanda – tanda pengenal Gerakan Pramuka ~ pramuka net.org 7. Kumpulan materi keterampilan kerajinan tangan ~ Racana Ahmad Dahlan UMP. 8. Boyman Ragam Latih Pramuka.

KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TIN KURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINKURSUS PEMBINA PRAMUKA MAHIR TINGKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 GKAT DASAR 2008 RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLANRACANA KH. AHMAD DAHLAN DAN NYI HJ. AHMAD DAHLAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTOUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO 103 Re writer of KMD 2008 Guide Book. THE CREW, ARE : THE CHIEF OF RACANA AHMAD DALAN Ketua Reka Kerja KMD 2008 ( KMD 2008 CHAIRMAN ) YUDHIONO APRIANTO ( Koordinator Bidang Giatlat Racana KH Ahmad Dahlan 07/08) Re –Writer and Lay Outer KMD 2008 Guide Book FATKHUL MUKHIB EFFENDY, S.Pd. (PURNA BAKTI RACANA AHMAD DAHLAN) NASWAN, S.Pd. (PURNA BAKTI RACANA AHMAD DAHLAN) BAGUS KUNCORO S. (Anggota RADUMP Angkatan XXI) WAHYU NUR HIDAYAT (Anggota RADUMP Angkatan XXI)

Dokumen Terkait

Proses Produksi Acara Economic Challenges Di Metro Tv

Proses Produksi Acara Economic Challenges Di Metro Tv

Acara siaran berita televisi harus selalu dilengkapi sctv te.

Contoh Proposal / 10 kali tayang / 1,125KB

Bab I Pendahuluan A Latar Belakang Masalah

Bab I Pendahuluan A Latar Belakang Masalah

A latar belakang masalah batik adalah salah satu warisan adi.

Contoh Proposal / 31 kali tayang / 82KB

Kata Pengantar Humaniorauin Malangacid

Kata Pengantar Humaniorauin Malangacid

Jurusan bahasa dan sastra inggris bsi dan jurusan pendidikan.

Contoh Proposal / 18 kali tayang / 1,975KB

Peranan Adat Melayu Dalam Membangun Identitas Budaya Oleh

Peranan Adat Melayu Dalam Membangun Identitas Budaya Oleh

Bahasa melayu kebudayaan sebab kesatuan pengertian tentang b.

Contoh Proposal / 47 kali tayang / 208KB

Buku Panduan Operasional Iasc Komite Tetap Antar Lembaga

Buku Panduan Operasional Iasc Komite Tetap Antar Lembaga

Kemanusiaan mengenai sejumlah contoh tentang bagaimana buku.

Contoh Proposal / 19 kali tayang / 839KB

Perintisan Dan Pengembangan Sanggar Belajar Bagi Anak Anak

Perintisan Dan Pengembangan Sanggar Belajar Bagi Anak Anak

Fasilitator yang terdiri dari persiapan sosialisasi menumbuh.

Contoh Proposal / 20 kali tayang / 179KB