Bab I Pendahuluan Repositorymaranathaedu



Keterangan eBook
Producer GPL Ghostscript 8.54
CreationDate 2008-06-26T13:12:11+07:00
ModDate 2008-06-26T13:12:11-04:00
Title BAB I
Creator PDFCreator Version 0.9.3
Author Mei
Keywords
Subject
Pages 8 Page
Ukuran File 855 KB
Dibuka 58 Kali
Topik Contoh Proposal
Tanggal Unggah Friday, 25 Nov 2016 - 09:50 PM
Link Unduh
Baca Halaman Penuh BUKA
Rating eBook
Bagi ke Yang Lain

Kesimpulan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1.1.1 Kue Tapel Kue Tapel adalah salah satu makanan tradisional kh as Cirebon yang cukup diminati di Cirebon sendiri dan di daerah sekitarny a ( Kuningan, Majalengka, Jatiwangi, Plered, dan Sumber ). Peminat kue tapel tidak hanya dari Cirebon dan daerah sekitarnya saja tetapi dari luar daerah Cirebon pun ada, seper ti Bandung, Jakarta, Yogyakarta sampai Lampung pun ada. Meskipun pembeli – pembeli yang berasal dari luar kota rata – rata orang yang berasal dari kota Cirebon, mereka terkadang merindu kan Kue Tapel. Dengan penyebaran informasi dari mulut ke mulut sampai pemberian oleh – oleh (karena tidak pernah melakukan promosi) Kue Tapel Mba Lena bertahap berk embang dan bertahan sampai sekarang. Bahan utama Kue Tapel adalah tepung beras, pisang, gula merah, dan parutan kelapa. Prose pembuatannya hampir mirip dengan pemb uatan serabi (dengan menggunakan tungku dan arang). Mula – mula tepung b eras yang sudah di cuci bersih dan dimasak setengah matang dengan beberapa bumbu r ahasia racikan Mba Lena, dimasukan ke dalam cetakan, diratakan, kemudian tun ggu beberapa saat sampai kulit mengeras dan hampir matang. Kemudian masukan pisang dan gula merah, dihancurkan dan diratakan ke seluruh permukaan kulitnya, taburk an sedikit parutan kelapa, tutup hingga matang. Setelah matang kue tapel di lipat me njadi dua (menjadi bentuk setengah lingkaran mirip martabak). Cara membelinya orang hanya memesan, mengantri, me nunggu dan membawanya pulang. Orang yang mau memakannya ditemp at pun tidak dilarang, tetapi harus memaklumi karena tidak disediakannya air minu m dan apapun yang biasanya disediakan di tempat makan lainnya seperti piring, sendok, garpu, tisu, dan lainnya. Mungkin dalam seminggu hanya 1 atau 2 orang yang me makannya di tempat.

Orang memakan Kue Tapel sebagian besar membawanya ke rumah dan menjadikannya cemilan teman minum teh, kopi atau ap apun. Keberadaan Kue Tapel sendiri tidak kalah terkenal dengan makanan – makanan tradisional khas Cirebon lainnya, misalkan seperti nasi jamblang, nasi lengko, tahu gejrot, empal gentong. Hanya saja penjual Kue Tapel di Cire bon sangat sedikit, saat ini hanya ada 3 penjual Kue Tapel. Sekitar 20 tahun lalu (Ibu dari Mba Lena berjualan) ada kurang lebih 10 penjual Kue Tapel di Cirebon, namun dengan berjalannya waktu mereka gulung tikar satu demi satu. Faktor utama mereka gulung ti kar disebabkan oleh konsumen sendiri yang cenderung memiliki selera yang berbeda. Tiap p enjual memang mempunyai konsumen tetap sendiri tetapi hanya sedikit dari me reka yang mampu bertahan sampai sekarang, untuk saat ini hanya ada 3 penjual Kue Ta pel di Cirebon. Kue Tapel sebenarnya hanya makanan rakyat Cirebon biasa. Mereka yang menjual pun mendapatkan resep dari Ibunya, dan Ibun ya mendapatkan resep dari Neneknya, jadi Kue Tapel bukanlah makanan atau rese p Raja – Raja dan Keraton, Kue Tapel hanyalah hasil dari kreativitas dari Ibu – Ib u Cirebon pada masa lalu. Dari 3 penjual Kue Tapel yang bertahan saat ini, K ue Tapel Mba Lena yang berada di jalan Pagongan gang Pekalangan Timurlah y ang paling di gemari. Menurut surfey yang telah penulis lakukan, sebagian besar o rang tahu Kue Tapel yang berada di jalan Pagongan dan mereka bisa membeli di tempat te rsebut. Mereka juga menyebutkan beberapa alasan mengapa mereka lebih memilih Kue Ta pel Mba Lena dari pada Kue Tapel lainnya, alasan mereka rasa Kue Tapel Mba Len a sangat pas dengan selera mereka. Manisnya, tingkat kematangannya, harganya mereka se mua pertimbangkan. Kue Tapel di tempat lainnya kadang terlalu gosong, akibatnya ter asa pahit ketika dimakan, ada pula yang menggunakan pisang yang belum matang sehingga rasanya tidak manis malah cenderung asam, selain itu pula harga yang diberika n terlalu mahal, harga sama tetapi ukurannya lebih kecil dan tipis. Sebagai makanan cemilan tradisional bandingannya, sebut saja serabi. Serabi awalnya hanya ada di Solo, namun dalam perkembangan nya serabi menjadi makanan rakyat Indonesia, kita bisa menemukan serabi di kot a – kota besar dengan berbagai variasi rasa yang begitu banyak. Mulai dari coklat, keju, susu, sampai telur dan sosis.

Selain karena tangan – tangan kreatif yang menjadikan serabi saat ini begitu berfariasi, tidak bisa dipungkiri karena banyaknya para pemilik modal yang melirik dan mempercayakan serabi sebagai investasi yang menjanj ikan. Mereka pergi dan mencoba, kemudian membukanya di kota tempat mereka tinggal. Begitulah seterusnya sampai saat ini serabi ada di mana – mana. Kue Tapel yang sejak awal sudah memiliki isi atau topping, maka sangatlah mungkin adanya variasi isi atau rasa dari Kue Tapel . Masalahnya adalah tidak adanya visi untuk mengembangkan usahanya. Mba Lena hanya mengha rgai Kue Tapelnya 2500 rupiah per satuannya. Mba Lena bisa mendapatkan keu ntungan kotor 200.000 sampai 250.000 rupiah per harinya, keuntungan bersihnya an tara 100.000 sampai 150.000 rupiah per hari. Mba Lena juga tidak pernah melakukan prom osi dalan bentuk apapun sejak Ibunya berjualan, mereka hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut lewat para pelanggannya. Perbaikan tempat berjualannya pun tid ak mendapat perhatian, tempatnya yang kotor menjadikan konsumen segan untuk membeli. 1.1.2 Sejarah Cirebon

Menurut Sulendraningrat yang mendasarkan pada naskah Babad Tanah Sunda dan Atja pada naskah cerita Purwaka Caruban Nagari, Cir ebon pada awalnya adalah sebuah dukuh kecil yang dibangun oleh Ki Gedeng Tapa, yang lama – kelamaan berkembang menjadi sebuah kota yang diberi nama Caruban ( baha sa sunda = campuran). Karena disana bercampur para pendatang dari berbagai macam suku bangsa, agama, bahasa, adat istiadat, dan mata pencaharian yang berbeda – beda untuk bertempat tinggal atau berdagang. Mengingat pada awalnya sebagaian besar mata pencaha rian masyarakat adalah sebagai nelayan, maka berkembanglah pekerjaan menan gkap ikan dan rebon (udang kecil) di sepanjang pantai serta pembuatan terasi, petis, dan garam. Dari istilah air bekas pembuatan terasi (belendrang) dari udang rebon inil ah berkembanglah sebutan cai-rebon (bahasa sunda = air rebon) yang kemudian menjadi Ci rebon. Dengan dukungan pelabuhan yang ramai dan sumber day a alam dari pedalaman, Cirebon kemudian menjadi sebuah kota besar dan menj adi salah satu pelabuhan penting di pesisir utara Jawa baik dalam kegiatan pelayaran dan perdagangan di kepulauan nusantara maupun dengan bagian dunia lainnya. Selai n itu, Cirebon tumbuh menjadi cikal bakal pusat penyebrangan agama islam di Jawa Barat. Keraton merupakan salah satu kebudayaan tertua di C irebon, pada masa kerajaan dulu Cirebon menjadi salah satu kota pelabuhan yang besar di Jawa. Karena banyak terjadi transaksi maka sangat banyak orang dari lua r Jawa yang tertarik tinggal di Cirebon, itu yang mengakibatkan Cirebon mempunyai b anyak keragaman. Hal itu juga yang mengakibatkan kebudayaan Cirebon banyak dipeng aruhi dari berbagai daerah. Kebudayaan lain yang cukup terkenal dan tua lainnya adalah batik, batik yang terkenal di daerah Cirebon adalah batik Trusmi yang memiliki mo tif Mega Mendung khas Cirebon. 1.1.3 Batik Trusmi yang Legendaris dari Cirebon Cirebon bagi kolektor batik, nama desa Trusmi Wetan dan Trusmi Kulon, Kecamatan Weru, Cirebon tidak dapat dipinggirkan. D esa yang terletak lima kilometer

dari pusat kota ini sejak puluhan tahun lalu telah menjadi sentra bisnis batik. Sayang, mereka harus kedodoran mencari para pembatik lokal. Kisah membatik desa Trusmi berawal dari peranan Ki Gede Trusmi. Salah satu pengikut Sunan Gunung Jati yang mengajarkan seni me nmbatik bersamaan dengan menyebarkan agama islam. Sampai sekarang makam Ki G ede masih terawat baik, malahan setiap tahun diadakan acara cukup khidmat, upacara Ganti Welit (atap rumput) dan Ganti Sirap setiap empat tahun. Kelihaian menbatik itu ternyata memberi berkah di k emudian hari. Batik Trusmi berhasil menjadi ikon Batik dalam koleksi kain Nasi onal. Seolah kain batik dari desa ini tidak masuk dalam keluarga batik Cirebon. Batik Cir ebon sendiri termasuk golongan batik pesisir. Usaha yang bermula dari skala rumahan, lama kelamaa n menjadi industri kerajinan yang berorientasi bisnis. Produk batik Tr usmi bukan sekedar memenuhi kebutuhan lukal, tetapi sebagian perajin mengekspor ke Jepang, Amerika, dan Belanda. Masa keemasan kerajinan batik di daerah ini terjadi pada kurun waktu 1950 – 1968. tak heran bila sebuah koperasi di tingkat lok al, Koperasi Batik Budi Tresna yang menaungi perajin batik, sanggup membangun gedung ko perasi yang sangat megah. Tak ketinggalan, sejumlah sekolah mulai dari tingkat SD , SLTP, hangga SLTA. Di masa kini, peran Almarhum H. Masina tak bisa dil epaskan. Tokoh ini dikenal sebagai pengembang bisnis batik di Trusmi. Itu seba bnya ia pun di daulat untuk memimpin Koperasi Batik Budi Tresna. Beberapa tahun lalu, Almarhum H, Masina sempat meng eluhkan makin sulitnya mencari orang lokal yang mau berprofesi sebagai pem batik yang terampil. Penduduk sekitar lebih suka bekerja di kantoran yang tidak m emerlukan ketrampilan tangan. Alhasil para pemilik industri batik mencari tenaga pembatik dari daerah lain, seperti Yogyakarta, Solo, atau Pekalongan. Bila dibanding dengan batik Yogyakarta, Solo, atau Pekalongan, batik Trusmi punya ciri yang berbeda dan khas. Perbedaan yang pa ling kentara adalah dari segi warna dan motif. Batik Trusmi tampil dengan warna yang ce rah dan ceria. Batik Yogyakarta atau Solo di dominasi dengan warna gelap, biasanya coklat tua atau hitam.

Secara umum, batik asal Cirebon muncul dengan warna – warna cerah seperti merah, merah muda, biru langit, hijau pupus, dan te ntu saja ini bisa kita lihat dalam kain batik Trusmi. Selain itu, gambar motifnya juga lebi h bebas, melambangkan kehidupan masyarakat pesisir yang egaliter, seperti gambar ak tifitas masyarakat pedesaan atau gambar flora dan fauna yang memikat. Begitu juga dengan motif yang menghiasi kain, motif batik Trusmi berbeda dengan motif betik tradisional gaya Yogyakarta dan Solo. Pengaruh ini diakibatkan dengan letak geografis Cirebon yang ada di kawasan pantai, sehingga motif batik asal kota udang ini disebut motif pesisiran. Dalam kain batik ini kita bisa jumpai gambar motifnya yang lebih bebas, melambangkan kehidupan m asyarakat pesisir yang egaliter, seperti gambar aktifitas masyarakat pedesaan atau g ambar flora dan fauna yang memikat. Salah satu ciri khas batik Cirebon yang tidak ditem ui di tempat lain adalah motif mega mendung, yaitu motif berbentuk seperti awan be rgumpal – gumpal yang biasanya membentuk bingkai pada gambar utama. Motif Mega Men dung tersebut dari pengaruh keraton – keraton Cirebon.

1.2 Identifikasi Masalah - Kue Tapel adalah makanan tradisional khas Cirebon y ang sangat potensial untuk di kembangkan. - Masalah utama Kue Tapel sampai saat ini adalah moda l. - Belum pernah melakukan promosi dalam bentuk apapun. Hanya saja ”Wisata Kuliner” Trans TV pernah meliput. - Tempat berjualan yang kurang nyaman 1.3 Rumusan Masalah - Pendekatan apa saja yang harus dilakukan agar Kue T apel Mba Lena dapat lebih dipandang keberadaanya. - Strategi apa saja yang tepat untuk mempromosikan Ku e Tapel Mba Lena dengan dana yang terbatas. - Bagaimana mengangkat citra Kue Tapel Mba Lena sebag ai makanan Tradisional khas Cirebon. 1.4 Pembatasan Masalah - Meredesain citra (brand) Kue Tapel Mba Lena yang be rlokasi di jalan Pagongan Cirebon. - Memilih media – media promosi yang mendukung (kios, flyer, neon box, banner, daftar menu, dan lainnya). 1.5 Tujuan Perancangan Kue Tapel Mba Lena yang saat kurang mendapatkan per hatian dari masyarakat luas sebagai makanan khas atau sebagai oleh – oleh khas Cirebon, maka dengan adanya pembentukan brand ini diharapkan Kue Tapel M ba Lena menjadi lebih

dikenal oleh masyarakat luas sekaligus melestarikan dan memajukan pariwisata kota Cirebon melalui kuliner tradisionalnya 1.6 Manfaat Perancangan - Dengan adanya Brand, Kue Tapel Mba Lena akan lebih mudah untuk dikenal masyarakat luas baik lokal dan non lokal. - Dengan membuat media promosi, Kue Tapel Mba Lena ak an lebih cepat diketahui masyarakat luas. - Dengan mendesain ulang kios berjualan Mba Lena, pen gunjung tidak segan lagi untuk datang, membeli, menunggu, dan membayar bahka n untuk makan ditempat. - Dengan adanya varuasi rasa baru, Kue Tapel Mba Lena dapat memperluas target marketnya. Yang awalnya hanya usia antara 30 – 50 t ahun keatas ( karena makanan tradisional / kuno) menjadi ada target mark et baru yaitu anak muda dan anak – anak. 1.7 Metodologi Perancangan - Wawancara Dengan melakukan wawancara baik dengan si penjual d an pembeli (lokal dan non lokal) diharapkan bisa mendapatkan informasi yang t epat karena langsung dari sumbernya. - Observasi Dengan melakukan observasi di kios Mba Lena dan kio s – kios Kue Tapel lainnya diharapkan dapat memperoleh data perbandingan antar a Kue Tapel Mba Lena dengan Kue Tapel lainnya. - Studi Pustaka Dengan melakukan studi pustaka melalui Internet dan buku – buku tentang kebudayaan Cirebon. Dapat dipastikan data yang dipe roleh bisa dipercaya kebenarannya.

Dokumen Terkait

Btob Fit His Travelcoid

Btob Fit His Travelcoid

Id 6170 cgk amq 0030 0600 id 6179 amq cgk 1955 2125 periode.

Contoh Proposal / 18 kali tayang / 554KB

Lampiran Ii Peraturan Bupati Sumenep Nomor Tahun 2015

Lampiran Ii Peraturan Bupati Sumenep Nomor Tahun 2015

Contoh permohonan pencairan dana add sumekar nomor sifat 14.

Contoh Proposal / 33 kali tayang / 272KB

Raja Ampat Exclusive 4 Days 3 Nights Dreamtourco

Raja Ampat Exclusive 4 Days 3 Nights Dreamtourco

Paket termasuk tiket pesawat jakarta sorong jakarta garuda i.

Contoh Proposal / 17 kali tayang / 811KB

Pengaruh Aktivitas Ekonomi Penduduk Terhadap Kerusakan

Pengaruh Aktivitas Ekonomi Penduduk Terhadap Kerusakan

Fakultas ilmu sosial universitas negeri medan 2010 maka masa.

Contoh Proposal / 59 kali tayang / 934KB

Kerja Praktek Kp Rosidavnfileswordpresscom

Kerja Praktek Kp Rosidavnfileswordpresscom

Tata usaha fakultas proposal kp contoh lembar persetujuan pr.

Contoh Proposal / 27 kali tayang / 561KB

Proposal Kerjasama Operasional Medixos Bpicoid

Proposal Kerjasama Operasional Medixos Bpicoid

Proposal kerjasama operasional medixos medical operating sys.

Contoh Proposal / 20 kali tayang / 1,070KB