Media Mana Yang Menentukan Pemberitaan Media Massa Atau



Keterangan eBook
CreationDate 2014-11-25T13:21:18+11:00
Creator Adobe InDesign CC 2014 (Macintosh)
ModDate 2014-11-27T12:42:45-05:00
Producer Adobe PDF Library 11.0
Trapped False
Pages 16 Page
Ukuran File 580 KB
Dibuka 30 Kali
Topik Contoh Proposal
Tanggal Unggah Friday, 25 Nov 2016 - 09:43 PM
Link Unduh
Baca Halaman Penuh BUKA
Rating eBook
Bagi ke Yang Lain

Kesimpulan

Professor Jim Macnamara. PhD, MA, \fAMI, CPM, \fAMEC, \fP\bIAMedia mana yang menentukan pemberitaan? Media massa atau/dan media sosia\Dl?Sebuah laporan penelitian inde\Ependen yang disponsorioleh iSentiaE\fECUT\bVE SUMMARY

PEND\fHULU\fNMedia men\bediakan megafon bagi individu d\Dan organisasi untuk ber\Dsuara, dan media massa – pers, radio dan televisi – telah menjadi salur\Dan komunikasi publik \bang dominan selama\D satu abad terakhir.Kejatuhan bisnis m\Dodel media tradisional \bang memicu apa \bang para akademisi dan pr\Daktisi media sebut ‘krisis dala\Dm jurnalisme’1, da\Dn pesatn\ba penggunaan media s\Dosial, secara substansial telah mengubah praktik-praktik jurnalisme, \Dhubungan mas\barakat, corporate communication dan pemasaran.Popularitas media dan jejar\Ding sosial seperti\D Facebook, Twitter, YouTube, Flickr, Pinterest dan Instagram memacu pertumbu\Dhan ‘media sendiri\D’ \bang memungkinkan p\Derusahaan dan organisasi untuk mengatur pem\Dberitaan – secara langsung maupun melalui per\Dantara dan remediasi (dimana, \Dmedia massa mengambil berit\Da utama dari media sosial dan mempubl\Dikasikan ulang).Di lain hal, beberapa orang mengklaim bahw\Da sebagian besar media sosial\D bersifat ‘parasit’, mengambil \Dban\bak informasi dan topik dari media ma\Dssa.PERT\fNY\f\fN RISET JUT\f\fN DOL\fR: Media mana \bang menentukan sebagian besar pem\Dberitaan saat ini?Sebuah pertan\baan besar \bang relevan bagi pemerintah, perusahaan dan\D organisasi saat ini \Dadalah media mana yang menentukan seba\Agian besar pemberitaan saat ini? Jawaban atas pertan\baan ini mengungkap\Dkan strategi media dan komunikasi secara n\bata.iSentia secara independen menin\Djau terhadap literatur riset di selu\Druh dunia untuk me\Dlihat data sumber berita terbaru dan hubunga\Dn antara media massa (atau media mainstream dan tradisional) dan media sosial (\Datau media baru). Temuan dari penelitian ini dir\Dangkum dalam Bagia\Dn 1 dari laporan ini.Kedua, iSentia men\Dganalisa reportase dan pembahasan dalam m\Dedia massa dan media sosia\Dl mengenai tiga beri\Dta utama dari segi wakt\Du dan fokus dari informasi \bang disebarkan. Temuan dari analisi\Ds ini dirangkum dalam Bagia\Dn 2 dari laporan ini.

TEMU\fN-TEMU\fN UT\fM\f Siklus berita 24 jam adalah sebuah ilusi - karena tidak ada ‘siklus’ berita - kini kita hidup di era \bang dilingkupi berita. Berita dan informasi saling beri\Drisan, berbenturan, dan men\batu secara online dan offlin\De tanpa titik asal. Potensi adan\ba berita baru dalam media\D tradisional dan medi\Da sosial bervariasi sesuai deng\Dan:• Skala berita – peristiwa besar terliput secara baik oleh media tradisional, dan per\Distiwa bencana kerap dilaporkan lebih dulu oleh media sosial• Hubungan dengan pe\Djabat – berita mengenai pemerin\Dtah dan perusahaan \Ddisodorkan kepada wartawan • Daerah – media tradisional berfokus pada berita-berita kota sementara media sosial ser\Ding men\bampaikan daerah lainn\ba• Isu mas\barakat – isu-isu daer\Dah \bang kurang diperhatikan s\Dering muncul kepermukaan melalui\D media sosial sebelum men\Djadi pemberitaan luas di media \Dtradisional. Isi berita tidak tepat lagi dikategorikan berdasarkan platform atau label-label tradisional. Pembuat berita mulai bekerja di semua plat\Dform. Pendekatan \bang lebih tepat adalah mengen\Dali isi berita sebagai hasil ka\Dr\ba profesional atau mas\barakat biasa.Media sosial indiv\Didu memiliki audie\Dns \bang sangat kecil (97% akun Twitter memiliki kurang dari 100 followers), maka volume konten, dan bahkan sia\Dpa \bang men\bampaikan berita tercepat, bukan merupa\Dkan pertimbangan utama; jangkauan aud\Diens dan kredibilitas merupakan faktor \bang lebih penting dalam\D menganalisa dampak\Dn\ba.NEWS \\f \\

Sebuah survei \bang dilakukan McKi\Dnse\b baru-baru ini terhadap 3.542 ekse\Dkutif global menemukan bah\Dwa 83% perusahaan men\Aggunakan setidakny\Aa satu teknologi media sosial. Menurut McKinse\b, perusahaan secara ekstensif menggunakan \Dkonferensi video online \D(60%), jejaring so\Dsial (53%), blog (43%), video sh\Daring (41%), wiki (26%),\D microblogging (25%) dan p\Dodcast (25 %) 2.Penelitian akademis\D mengenai pengguna\Dan media sosial ol\Deh perusahaan-peru\Dsahaan Fortune 500 \bang dilakukan tiap tahun sejak 2008 ol\Deh Universit\b of Massachusetts Dartmout\Dh Center for Marketing Research mengungkapkan bahw\Da pada tahun 2012, 73% per\Dusahaan-perusahaan\D Fortune 500 memilik\Di akun Twitter dan telah mentwit dalam\D 30 hari sebelumn\ba, 66% memiliki ha\Dlaman komunitas Facebook, 62% memilik\Di akun YouTube, dan 28% memil\Diki blog korporat3.Pada 2011, IBM men\batakan diri sebagai \Dsebuah “bisnis sos\Dial” dalam whitepaper berjudul “The Soc\Dial Business: \fdvent of New \fge”4.Juga pada tahun 2011, Gartner\D Inc menerbitkan s\Debuah buku berjudu\Dl “The Social Organization: How to Use Social Media to Tap the Collective Genius of Your Customers and Emplo\bees “5.PENGGUN\f\fN SOSI\fL MED\DI\f OLEH PEMERINT\fH, PERUS\fH\f\fN D\fN ORG\fNIS\fSI SERT\f INDIVIDU BERKEMB\fNG\D PES\fT D\fN MENJ\fDI SESU\fTU Y\fNG UMUM. SEB\fG\fI CONTOH:183% OF PERUS\fH\f\fN MENGGUN\fK\fN SEDIKITN\DY\f S\fTU TEKNOLOGI MEDI\f SOSI\fL273% PERUS\fH\f\fN FORTUNE 500 MEMILIKI \fKUN TW\DITTER D\fN TEL\fH MENTWIT D\fL\fM 30 H\fRI SEBELUMNY\f62% PERUS\fH\f\fN FORTUNE 500 MEMILIKI \fKUN YOUTUBE D\fN 28% MEMILIKI BLOG KORPOR\fT

Ketika US Airways penerbang\Aan 1549 terpaksa mendarat darurat di Sungai Hudso\Dn pada 2009, adala\Dh foto-foto \bang diambil oleh penumpang feri bernama Janis \DKrums dengan mengg\Dunakan ponsel dan \Ddiposting di Twitpic \bang pertama kali memberika\Dn gambar dan catatan kejadian kepada media massa dan dunia6.Meski pada ken\bataann\ba ban\bak wartawan berita hiburan berbasis di Los \D\fngeles, berita kematian Michael Jackson pada bulan Juni 2\D009 datang pertama kali dari situ\Ds berita sosial, TMZ dan \Dditeruskan kepada jutaan orang di seluruh dun\Dia melalui Twitter dan media sosia\Dl lainn\ba7.Berita kematian Osama Bin Laden pada 2011 dimuat \Dpertama kali di Twitter ketika seorang tetangga men-twit kegaduhan dari sebe\Drang rumahn\ba ketika pasukan keamanan \fS men\berang tempat persembun\bian Bin Lade\Dn8.Dua puluh tujuh men\Dit sebelum media m\Dainstream men\bampaikan berita kematian Whitney Houston pada tahun 2012, cerita itu telah beredar di Twitter, dilaporkan oleh seorang pria \bang men-twit kabar\D tersebut ke 14 pengikutn\ba9.Ketika Clarence House (@ClarenceHouse) mengumumka\Dn pertunangan Pangeran William dengan \ACatherine (Kate) Middleton pada 16 November 2010, keluarga kerajaan men-twit pen\Dgumuman tersebut, serta merilis pern\bataan resmi10.Keberhasilan gerakan demokrasi di Tunisia, Mesir, Iran dan Suriah \bang dikenal sebagai ‘Arab Spring’ sebagian besar ada\Dlah berkat media s\Dosial. Wael Ghonim, mantan manajer pemasar\Dan Google \bang menciptakan halaman Facebook \bang membantu menga\Dtur pemberontakan di Mesir, men\Dgatakan dalam sebuah wawancara di CNN “Sa\ba ingin bertemu Mark Zuckerberg suatu hari dan b\Derterima kasih padan\ba ... jika \fnda ingin mem\Dbebaskan mas\barakat berikan saja \Dmereka internet”11.MEDI\f SOSI\fL MEMILIKI\D D\fMP\fK PENTING TERH\fD\fP PEMBERIT\f\fN D\fN KOMUNIK\fSI PUBLIK, SEPERTI TERLIH\fT D\fL\fM B\fNY\fK CONTOH PUBLIK\fSI. MIS\fLNY\D\f:2KELU\fRG\f KER\fJ\f\fN MEN-TWIT PENGUMUM\fN \DPERTUN\fNG\fN PRINCE WILLI\fM D\fN K\fTE MIDDLETONBERIT\f KEM\fTI\fN MICH\fEL J\fCKSON P\fD\f BUL\fN JUNI 2009 BER\fS\fL D\fRI SITUS BERIT\f SOSI\fL, TMZKEM\fTI\fN OS\fM\f BIN L\fDEN P\fD\f T\fHUN 2011 DIBERIT\fK\fN PERT\fM\f K\fLI MEL\fLUI TWITTERMJ :(OSAMABINLADEN

Misaln\ba, pada laporan ‘State of the News Media’ tahun 2012, \bang men\bajikan data tahun 2011, Pew Research Center’s Project for Excellence in Journalism me\Dncatat bahwa televisi terus mendominasi s\Debagai sumber berita bagi keban\bakan orang dan bahwa ma\boritas pengguna internet langsung mem\Dbuka situs media berita (36%), menggunak\Dan pencarian kata kunci untuk beri\Dta (32%), atau pergi ke situs kumpulan berita (29%) ketika mencari berita online. Han\ba sedikit \bang menggunakan Facebook atau Twitter untuk mencari berita (9%)12.Namun, pada laporan ‘State of the News Media’ tahun 2013, Pew Research Center menemukan sebua\Dh pergeseran di mana ban\bak orang telah melihat penur\Dunan kuantitas dan kualitas berita \bang dilansir media\D massa karena pengurangan jumlah staf jurnalistik dan orang telah “berhenti mem\Dbaca, menonton atau mendengar dari sum\Dber berita karena alasan itu “. \DHampir sepertiga (\A31%) orang Amerika mengatakan bahwa mereka telah meninggalkan \Aoutlet berita media massa karena tidak lagi mem\Aberikan berita dan informasi yang biasa mereka butuhkan13. Secara signifikan, tren ini terlihat paling men\Donjol di antara warga mas\barakat yang berpendidikan d\Aan berpenghasilan lebih tinggi – sebuah tren \bang patut diperhat\Dikan oleh dunia bisnis da\Dn organisasi. Pergeseran ke sumber online – d\Dan media sosial kh\Dususn\ba – paling menonjol\D terlihat pada masyarakat muda.Dalam studi terbaru News Media Consumpti\Don di \fmerika Serik\Dat, Pew Research Center melaporkan bahwa konsumsi berita online meningkat\A tajam antara tahun 2011 dan 2012\A, di mana 50% responden memperoleh berita secara online – sedikit \Dlebih kecil dari televisi, tapi jauh melebihi surat kabar (29 %) da\Dn radio (33%). Studi \Dini menemukan bahw\Da 19% responden mendapatk\Aan berita dan informasi dari media dan jejaring sosia\Dl seperti blog, mikroblog (misaln\ba, Twitter) dan Facebook. 8% lainn\ba mengatakan mereka mendengarkanpodcast untuk mengakses \Dberita dan informasi14.PENELITI\fN OLEH PEW \DRESE\fRCH CENTER MEN\DUNJUKK\fN B\fHW\f KONSUMSI BERIT\f D\fN PENG\fTUR\fN PEMBERIT\f\fN M\fSIH TERFOKUS P\fD\f MEDI\f M\fSS\f, T\fPI SED\fNG BER\fD\f P\fD\f TITIK PERUB\fH\fN.3SEPERTIG\f OR\fNG \fMERIK\f MENG\fT\fK\fN MEREK\f TEL\fH MENINGG\fLK\fN OUTLET BERIT\f MEDI\f M\fSS\f13\fNT\fR\f T\fHUN 2011 D\fN 2012... 50% OR\fNG MENG\fMBIL BERIT\f SEC\fR\f ONLINEPERGESER\fN KE ONLIN\DE – D\fN KHUSUSNY\f MEDI\f SOSI\fL – TERLIH\fT P\fLING JEL\fS P\fD\f M\fSY\fR\fK\fT MUD\f

Di Inggris, laporan tahun 2011 dari Reu\Dters Institute for Stud\b of Journal\Dism di Universitas Oxford men\bimpulkan bahwa \D“media sosial mula\Di men\baingi pencarian dalam mencari berita di Inggris”15.Tren penting \bang mendorong pergeseran ke media digital, termasuk media sosi\Dal, adalah pertumb\Duhan perangkat mobile. Pada tahun 2012, 39% orang \fmerika memperoleh berita dari perangkat mobile – naik dari 34% pada tahun 2010.Meski mengakui bah\Dwa jumlah orang \bang mengandalkan m\Dedia sosial untuk \Dmencari berita masih relatif kecil, Pew Research Center juga mencatat bahwa, bahkan k\Detika orang menggunakan me\Ddia massa sebagai tempat utama mereka untuk memperoleh berita, sharing berita (efek meneruskan) mel\Dalui media sosial \Dsecara substansial meningkatka\Dn pen\bebaran dan audiens16.Laporan tahun 2011 oleh Institute for the Stud\b of Jou\Drnalism di Universitas Oxford juga menarik per\Dhatian mengenai pentingn\ba merujuk kepada media sosial\D bagi media massa melalui posting komentar dan link. Reuters Institute melaporkan bahwa\D “situs berita media massa rata-rata menerima 7,5% tr\Daffic han\ba dari Facebook”17.Meningkatn\ba peran media sosial se\Dbagai sumber berit\Da, serta sebagai media untuk mensharing b\Derita dan sebagai ruju\Dkan bagi media mas\Dsa, menunjukkan bahwa media massa dan media sosia\Dl tidak saling ber\Dlawanan tetapi semakin terhubung satu sama\D lain.PENELITI\fN OLEH PEW \DRESE\fRCH CENTER MEN\DUNJUKK\fN B\fHW\f KONSUMSI BERIT\f D\fN PENG\fTUR\fN PEMBERIT\f\fN M\fSIH TERFOKUS P\fD\f MEDI\f M\fSS\f, T\fPI SED\fNG BER\fD\f P\fD\f TITIK PERUB\fH\fN.3P\fD\f T\fHUN 2012, 39% OR\fNG \fMERIK\f MEMPEROLEH BERIT\f D\fRI PER\fNGK\fT MOBILE 39%SH\fRING BERIT\f...MEL\fLUI MEDI\f SOSI\fL SEC\fR\f SUBST\fNSI\fL MENINGK\fTK\fN PENYEB\fR\fN D\fN \fUDIENS16MEDI\f M\fSS\f D\fN MEDI\f SOSI\fL TID\fK S\fLING BERL\fW\fN\fN – TET\fPI SEM\fKIN TERHUBUNG S\f\DTU S\fM\f L\fIN

\fnekdot diklaim oleh sejumlah editor dan wartawan - misaln\ba, Oliver Kamm dari The G\Duardian.Sebuah studi pada 2008 oleh akademisi \flvin Goldman melapo\Drkan bahwa blogging bergantung pada media\D massa untuk isin\ba18.Demikian pula, sebu\Dah studi akademik pada\D tahun 2009 mengenai\D media tradisional dan blog menunjukkan bahwa “media tradisional masih me\Dndominasi link blog, dengan han\ba empat dari 20 si\Dtus top \bang mewakili media warga” - blogger sebagian besar mer\Dupakan link ke media massa utama19.Sebuah laporan terbaru pada tahun 2011dari Reut\Ders Institute for the Stud\b of Jou\Drnalism men\batakan bahwa “isi media mainstream adalah darah topik percakapan media sosia\Dl di Inggris – \bang men\bebarkan link berita sebagian besar” Se\Dlain itu, Reuters Institute mencatat bahwa bahkan ketika media sosial\D tidak mengikuti pemberitaan media massa, mereka dipengaruhi ol\Deh pemberitaan media massa20.Salah satu studi kuantitatif terluas mengenai si\Dklus berita \bang meneliti meme \D(tema, konsep-konsep kunci dan frase) dari 1,6 juta halaman situs me\Ddia massa dan blog independen selama\D tiga bulan pada t\Dahun 2009, melacak seban\bak 90 juta artikel. Penelitian ini mene\Dmukan bahwa dalam \Dban\bak kasus, meme mun\Dcul pertama kali di media \Dmassa dan kemudian men\bebar ke wila\bah blog. Han\ba di 3,5% dari keseluruhan kasus tersebut cerita muncul pertama kali dalam blog dan kemudian muncul dal\Dam media mainstream. Namun, studi ini juga mene\Dmukan bahwa media \Dmassa lebih lambat menang\Dkap isu ketimbang media sos\Dial, dan lebih cepat membuangn\ba. Media sosial (k\Dhususn\ba blog \bang diteliti dalam studi ini), dengan \Dcepat mengambil meme dan\D mendiskusikann\ba jauh lebih lam. Ini meng\Dilustrasikan panjangn\ba ekor diskusi media sosial, hal \bang patut dicatat oleh organisasi dan bisni\Ds.SEJUML\fH STUDI MENUNJUKK\D\fN B\fHW\f MEDI\f SOSI\fL BERSIF\D\fT S\fNG\fT PENERUS D\fN P\fR\fSIT – MEREK\f MENGI\DKUTI TOPIK DI MEDI\f M\fSS\f D\fN MENG\fMBIL ISI BERIT\f D\fRI MEDI\f M\fSS\f.4ISI MEDI\f M\fINSTRE\fM\D \fD\fL\fH D\fR\fH TOPIK PERC\fK\fP\fN MEDI\f SOSI\fL DI INGGRISH\fNY\f 3.5% D\fRI KESELURUH\fN K\fSUS, CERIT\f MUNCUL PERT\fM\f K\fLI D\fL\fM BLOG D\fN KEMUDI\fN D\fL\fM MEDI\f M\fINSTRE\fM21.MEDI\f M\fSS\f LEBIH L\fMB\fT MEN\fNGK\fP ISU KETIMB\D\fNG MEDI\f SOSI\fL, D\fN LEBIH CEP\fT MEMBU\fNGNY\f

Contoh-contoh \bang disebutkan dal\Dam Temuan 2 menggambar\Dkan secara luas hal ini pad\Da skala nasional dan bahkan global.Penelitian \bang dilakukan untu\Dk gelar PhD oleh mantan wartawan \bang sekarang menjabat sebag\Dai \fsisten Profesor di Universit\b of North Carolina, Brendan Watson, dan \bang disajikan seba\Dgai makalah dalam \Dkonferensi \fssociation for Education in Journalis\Dm & Mass Communication (\fEJMC) 2012 di \fmerik\Da Serikat men\bimpulkan bahwa:\D “Studi terhadap 100 blog menemukan bahwa\D, berbeda dengan p\Dern\bataan-pern\bataan media dan peneliti\Dan sebelumn\ba, blogger \bang membahas isu l\Dokal tidak mengand\Dalkan surat kabar sebagai sumber mer\Deka \bang utama. Blogger dalam peneli\Dtian ini lebih cenderung menggunak\Dan sumber asal dan reportase asli ketimbang mengandal\Dkan sumber media, \Dterutama ketika menulis tentang topik lokal \bang sering diabaik\Dan media berita”22.Sebuah studi Pew Research Center pada 2010 menem\Dukan bahwa “cerita dan isu-isu \bang memperoleh perhatian di media\D sosial berbeda se\Dcara substansial dibanding i\Dsu-isu \bang memimpin di pe\Drs mainstream”23.Dalam bukun\ba \bang terbit pada 2010 be\Drjudul ‘Insidious \DCompetition: The B\Dattle for Meaning dan Cor\Dporate Image’, Richard Telofski berkata “media sosial ad\Dalah tempat lahirn\ba ban\bak cerita \bang memasuki media\D mainstream”24. Peringatan Telofski bahwa media sosial sanga\At cocok untuk ‘underdog’ seperti organisasi aktivis \bang patut diperhat\Dikan oleh pemerintah dan perusahaan,\D hal ini selanjutn\D\ba akan dibahas dal\Dam Temuan 7.Sebuah analisis ak\Dademis pada 2013 m\Dengenai reportase kerusuhan London oleh Farida Vis pada tahun 2011 dapat memberi gamb\Daran mengenai muncul\Dn\ba model baru berit\Da hibrid. Vis melaporkan b\Dahwa wartawan secara ekstensif menggunakan \DTwitter selama kerusuhan untuk men\Dcari tahu perkembangan peristiwa, bertukar informasi dengan warga, bertan\ba dan memeriksa fakta-fakta dengan mengikuti\D aliran Twitter melalui hashtag kunci seperti #ukriots, #tottenham dan #tottenhamriots. Mereka juga menggunakan gambar dan video \bang direkam oleh warga menggunakan pon\Dsel kamera 25. (Lihat Temuan 6) PENELITI\fN TERB\fRU M\DENUNJUKK\fN B\fHW\f SOSI\fL MEDI\f MENENTUK\fN \fGEND\f MEREK\f SENDIRI D\fN MEREK\f SEM\fKIN SERING DIGUN\fK\fN SEB\D\fG\fI SUMBER BERIT\f OLEH MEDI\f M\fSS\f. 5BERBED\f DENG\fN PERNY\fT\f\fN MEDI\f D\fN PENELITI\fN SEBELUMNY\f, BLOGGER Y\fNG MEMB\fH\fS ISU LOK\fL TID\fK MENG\fND\fLK\fN SUR\fT K\fB\fR SEB\fG\fI SUMBER MEREK\f Y\fNG UT\fM\f22MEDI\f SOCI\fL S\fNG\fT COCOK UNTUK ‘UNDERDOG’24W\fRT\fW\fN SEC\fR\f EKSTENSIF MENGGUN\fK\D\fN TWITTER...UNTUK MENGET\fHUI PERKEMB\fNG\fN PERISTIW\f, BERB\fGI INFORM\fSI DENG\fN W\fRG\f...D\fN MEMERIKS\f F\fKT\f25

1. Diawali pelanggan \A– perusahaan dan or\Dganisasi dapat mel\Dihat diri mereka dikritik atau dibahas di medi\Da sosial seperti \bang terjadi pada Restoran McDonald’s dan Qantas (#QantasLuxur\b) ketika konsumen menanggapi secara negatif twit dan\D promosi perusahaan. \DJuga, konsumen semakin se\Dring memposting keluhan di media so\Dsial. Topik ini dapat dig\Dunakan oleh media massa.2. Diawali karyawan (tidak resmi) – bahkan deng\Dan adan\ba aturan berkenaan media sosial\D, kar\bawan dapat dengan sengaja atau tidak sengaja m\Demposting komentar di media sosial\D \bang dapat mempenga\Druhi organisasi. Misaln\ba, pada tahun 2012, seorang kar\bawan perusahaan telekomunikasi Vodafone di \fustralia \bang bekerja untuk program ‘\fmbassador’ mencemooh pelanggan di\D Twitter, dengan men\bebut mereka menderita “keterbelakangan mental” dan mengancam mereka dengan “pukula\Dn backhand”27. MEDI\f M\fSS\f D\fN MEDI\f SOSI\fL SEM\fK\DIN S\fLING TERG\fNTUNG D\fN PEMBERIT\f\fNNY\f S\fLING MENG\fNGK\fT. SEPERTI Y\fNG DITULIS JOHN CL\fRE P\fD\f T\fHUN 2012 D\fL\fM BUKU, “MEDI\f M\fINSTRE\fM MEMBERIK\fN B\fH\fN B\f\DGI MEDI\f SOSI\fL Y\fNG KEMUDI\fN MENGEM\fS\D KEMB\fLI, MEND\fURNY\f, D\fN MENGOMENT\fRINY\f D\fL\fM \fRTIKEL MEDI\f M\fINSTRE\fM.”26D\fL\fM H\fL KOMUNIK\fSI PERUS\fH\f\fN \DM\fUPUN ORG\fNIS\fSI SERT\f HUBUNG\fN M\fSY\fR\fK\fT, SOSI\fL MEDI\f MENE\DNTUK\fN \fT\fU MEMPENG\fRUHI PEMBERIT\f\fN DENG\fN TIG\f C\fR\f Y\fNG D\fP\fT D\fP\fT DIJEL\fSK\fN SEB\fG\fI BERIKUT: 67ORG\fNIS\fSI D\fP\fT MENEMUK\fN DIRI MEREK\f DIKRITISI \fT\fU DIPERBINC\fNGK\fN DI MEDI\f SOSI\fLSEM\fKIN B\fNY\fK KONSUMEN MEMPOSTING KELUH\fN DI MEDI\f SOSI\fL. TOPIK INI D\fP\fT DI\fMBIL OLEH MEDI\f M\fS\DS\fK\fRY\fW\fN D\fP\fT DENG\fN SENG\fJ\f \fT\fU TID\fK SENG\fJ\f MEMPOSTING KOMENT\fR DI MEDI\f SOSI\fL Y\fNG MEMPERNG\fRUHI ORG\fNIS\fSI# Mc-not-lovin-it# McFail# Mc-\fN-happ\bmealNEWS TODAY#QantasLuxur\b:( !!!#uncool

3. Diawali perusahaan\A (resmi) – idealn\ba perusahaan semak\Din proaktif menggunakan\D media sosial untu\Dk men\bebarkan berita dan informasi. Sebagai contoh:• Men\busul pengeboman Boston Marathon pada tahun 2013, Departemen Kepolisian Bo\Dston beralih ke media sosial karena kecepatan komunikasi \bang diperlukan sei\Dring datangn\ba informasi dan penjaba\Dran peristiwa.28 Sebagian besar be\Drita dirilis oleh Departemen Kepolisian Bo\Dston pada website dan media sosial seperti Twitter, dengan 148 tweet terposting mengenai kris\Dis tersebut, beberapa di antaran\ba memperoleh hingga 144.000 \Dretweet29.• Penggunaan media so\Dsial secara efektif juga dapat m\Dembantu organisasi menghinda\Dri krisis. Pada tahun 2009 ketika dua kar\bawan Domino Pizza di Conover, North Carolina, mengunggah \Dvideo mengenai dir\Di mereka mengkontaminasi makanan de\Dngan kotoran manusia, \bang menarik satu j\Duta views dalam dua hari, Presiden Domino Pizza\D Patrick Do\ble memakai YouTube untuk menjelas\Dkan tindakan perus\Dahaan dan men\belamatkan reputasi perusahaan30. • Organisasi juga dapa\Dt menggunakan medi\Da sosial untuk beh\Dubungan dengan pel\Danggan dan melakuk\Dan pemasaran. Misaln\ba, pada tahun 2011 pelangga\Dn reguler Morton Steakhouse Peter Shankman bertan\ba sambil bercanda melalui Twitter apakah restoran tersebut bisa menghid\Dangi dia bistik setelah mendarat dari penerbangan a\Dntar negara bagian. Mereka menghidangkann\D\ba. Tidak han\ba bahwa inisiatif \Dini dibicarakan secara luas di media so\Dsial, tapi juga diberitakan oleh media massa, sehingga menda\Dpatkan publisitas positif \bang substansial. Sebuah tren utama pada dekade kedua abad ke-21 adalah pertum\Abuhan cepat media milik s\Aendiri, terutama situs media sosial\D pribadi. Ini memb\Dawa kepada ekpansi dari\D apa \bang disebut jurnalisme brand atau perusahaan, sementara organisasi mempekerjakan spesialis \Dpembuat konten untuk menciptakan situs \bang menarik dan mening\Dkatkan upa\ba mereka untuk mengatur\D pemberitaan dan komunikasi publik32. Organisasi progresif juga menciptakan newsroom media sosial \bang, bukan berisi \Dkonten teks seperti press release, tetapi berisi konten multimedia sepe\Drti video, gambar \Ddan podcast (misaln\ba, pidato) serta link ke dokumen seperti la\Dporan, arsip dan Facebook, Twitter, YouTube, dan situs med\Dia sosial lainn\ba \bang dimiliki organisasi31.D\fL\fM H\fL KOMUNIK\fSI PERUS\fH\f\fN \DM\fUPUN ORG\fNIS\fSI SERT\f HUBUNG\fN M\fSY\fR\fK\fT, SOSI\fL MEDI\f MENE\DNTUK\fN \fT\fU MEMPENG\fRUHI PEMBERIT\f\fN DENG\fN TIG\f C\fR\f. Y\fNG D\fP\fT DIJEL\fSK\fN SEB\fG\fI BERIKUT: 7MENYUSUL PEMBOM\fN BOSTON M\fR\fTHON.. [D\fRI] 148 TWEET Y\fNG TERPOSTING MENGEN\fI KRISIS TER\DSEBUT, BEBER\fP\f MENERIM\f HINGG\f 144,000 RETWEET29148 TWEETS144,000 RETWEETSPEL\fNGG\fN REGULER MORTON STE\fKHOUSE PETER SH\fNKM\fN BERT\fNY\f S\fMBIL BERC\fND\f MEL\fLUI TWITTER \fP\fK\fH RESTOR\fN TERSEBUT BIS\f MENGHID\fNGI DI\f BISTIK SETEL\fH MEND\fR\fT D\fRI PENERB\fNG\fN \fNT\fR NEG\fR\f B\fGI\fN. MEREK\f MENGHID\fNGK\fNNY\f.ORG\fNIS\fSI PROGRESIF J\DUG\f MENCIPT\fK\fN NEWSROOM MEDI\f SOSI\fL

Media massa (tradisional/mainstream) tetap merupakan salur\Dan komunikasi utama karena:1. Berlanjutn\ba dominasi TV seba\Dgai sumber berita massa; 2. Peran koran terkemuka, terutama koran harian nasional\D dan metropolitan dan koran bisnis dan keuangan khusus \bang telah lama terbentuk, \bang dipandang berk\Duasa meski jika si\Drkulasi mereka kecil dan/atau menurun33; 3. Pengaruh media massa, terutama koran utama dan televisi terhadap politisi, \Dpembuat kebijakan dan pemerintah (\bang sering tidak p\Droporsional kepada audiens mereka sebenarn\ba)34; 4. Jangkauan mereka ke mas\barakat \bang lebih tua.Media Sosial menja\Ddi bermanfaat dan menjadi sa\Dluran komunikasi \bang semakin pentin\Dg karena:5. Meningkatn\ba penggunaan media\D sosial sebagai si\Dtus berita dan informasi oleh semakin ban\bak orang; 6. Penggunaan terus-menerus dan k\Detergantungan terhadap media sosi\Dal di kalangan mas\D\barakat muda khususn\ba; 7. Pen\bebarluasan berita dan informasi melalui med\Dia sosial dan jeja\Dring sosial, mempe\Drluas audiens media massa; 8. Referensi ke situs berita utama \bang seringkali datang dari media sosial (misaln\ba, dalam percakapan online dan link posting); 9. Peningkatan penggunaan medi\Da sosial untuk komunikasi publik \bang diawali oleh pelanggan, kar\bawan dan warga, termasuk komentar tentang brand, produk dan la\banan.LEMB\fG\f PEMERINT\fH, PERUS\fH\f\fN D\fN ORG\fNIS\fSI PERLU MENER\fPK\fN STR\fTEGI MEDI\f TERP\fDU Y\fNG MENC\fKUP PEMELIH\fR\f\fN HUBUNG\fN MEDI\f M\fSS\f SERT\f PENGGUN\f\fN SOSI\fL MEDI\f, DENG\fN MEMPERH\fTIK\fN B\fHW\f: 8TV TET\fP DOMIN\fN SEB\fG\fI SUMBER BERIT\f M\fSS\fPENYEB\fRLU\fS\fN BERIT\f D\fN INFORM\fSI MEL\fLUI MEDI\f SOSI\fL D\fN JEJ\fRING SOSI\fLMENINGK\fTNY\f PENGGUN\f\fN MEDI\f SOSI\fL UNTUK PEL\fNGG\fN, KOMUNIK\fSI PUBLIK Y\fNG DIINISI\fSI W\fRG\fhe\b \bou.hello.

KESIMPUL\fN

1. Selain tidak terpakai lagi siklu\Ds berita tradisional, siklus \Dberita 24 jam juga dian\Dggap sebagai sebua\Dh ilusi. Sekarang kita tidak lagi menge\Dnal ‘siklus’ berita – \bang merupakan sebu\Dah konsep \bang men\batakan adan\ba titik asal untuk\D setiap cerita dan bahwa berita beredar dalam sebuah \Dpola dengan interval pada tiap tahap dalam siklus \Dtersebut.• Sekarang kita hidup pada era yang dilingkupi beri\Ata. Cerita dan komentar dapat muncul da\Dri siapa saja, kapan saja, \Ddi mana saja. Beri\Dta dan informasi saling beri\Drisan, berbenturan, dan men\batu secara online dan offline.\D Pembuat konten profesional memperoleh informasi dari mas\barakat, dan mas\barakat men\bebarkan kembali konten profesional. Organisasi media mas\Dsa menggunakan med\Dia sosial dan media sosial mengg\Dunakan media massa. Pembuat konten profesional menggunaka\Dn media sosial, da\Dn non-profesional (para amatir atau mas\barakat) menggunakan \Dmedia sosial.2. Keunggulan dan pot\Densi adan\ba berita baru dalam media\D massa dan media sosia\Dl bervariasi dan bergantung pada sejum\Dlah faktor diantaran\ba:• Skala berita - \baitu, peristiwa besar seperti\D pengunduran diri pemimpin p\Dolitik dan bencana alam biasan\ba diliput dengan b\Daik oleh media massa dan menjadi fokus perhatian (=j\Dumlah liputan media massa tinggi);• Hubungan dengan pejabat - \baitu, berita \bang berasal dari pemerint\Dah, lembaga-lembaga dan perusahaan seperti\D pengumuman, penet\Dapan, dll biasan\ba disodorkan ke media massa (=jumlah liputan media massa tinggi);• Dekatnya jarak antara peristiwa terjadi dengan pusa\Dt-pusat media massa (\baitu, wartawan khusus sepert\Di bisnis, keuangan, IT, dll) \D(=jumlah liputan media massa tinggi);• Tingkat pengaruh langsung \Apada masyarakat (=jumlah komentar media sosial \bang tinggi);• Isu-isu ‘sleeper’ \bang tidak memuat p\Deristiwa tertentu, seperti meni\Dngkatn\ba kekhawatiran tentang ekstraksi lapisan gas b\Datubara, isu-isu lingkun\Dgan, tren-tren baru, dll (= ju\Dmlah liputan media massa rendah hingga muncu\Dln\ba sebuah peristiwa seperti protes atau komentar dari orang penting; bisa \Dmenjadi = liputan media sosial \bang tinggi). Point terakhir di atas memerlukan pene\Dlitian lebih lanjut, tetapi ada indikasi k\Duat bahwa, sementara media massa terus mendominasi s\Debagian besar beri\Dta baru keseluruhan, media \Dsosial mencerminkan berbagai keprihatinan dan pa\Dndangan \bang tidak dianggap\D ‘la\bak diberitakan’ oleh media massa sampai mereka meluas dan me\Dledak. Singkatn\ba, media massa dan sosial mung\Dkin efektif dalam menceritakan berbagai cerita dengan konteks \bang berbeda. KESIMPUL\fN

3. Kesimpulan sebelum\Dn\ba men\batakan bahwa tidak lagi tepat untuk mengkat\Aegorikan isi berita berdasarkan platform atau label tradisional. Pembuat konten berita mulai bekerja di semua plat\Dform. Produser media \bang disebut ‘massa’ dan ‘tradisional’ juga menggunakan\D media sosial seba\Dgai sumber berita dan menggunakan \Dmedia social untuk\D men\bebarkan berita mereka. Tidak ada lag\Di ruang media \bang terpisah. Pendekatan \bang lebih tepat adalah meliha\Dt konten sebagai hasil k\Derja profesional atau mas\barakat biasa (istilah ‘pengguna’ j\Duga tidak lagi relevan karena semua orang adalah penggun\Da media dan informasi). Media men\Djadi semakin hibrid dan \Aterintegrasi. \fpakah penting mem\Dbahas melalui platform atau teknologi apa \bang digunakan sese\Dorang untuk berbicara? Tampakn\ba \bang lebih penting sekarang adalah mengetahui siapa \bang berbicara dan apa \bang mereka katakan, terlepas dari kewenangan dan kredibilitas mereka.4. Faktor lainn\ba \bang penting untuk \Ddiperhatikan dalam\D kaitan dengan media so\Dsial adalah audien\Ds - baik jumlah maupun hubu\Dngann\ba. Sementara terdapat data \bang ektensif mengenai aud\Diens media massa (misaln\ba, statistik sirkulasi \bang telah diaudit dan p\Deringkat program siaran), jumlah audien\Ds media sosial seringkali \Dkecil dibandingkan \Ddengan media massa - misaln\ba, 97 persen dari pengguna \DTwitter memiliki kurang dari 200 pengi\Dkut pada tahun 2012 dan peng\Dguna Facebook rata-rata memiliki 200 teman di 2014. Maka\D jumlah berita dan siapa yang pertama, bukanlah hal y\Aang penting; jangk\Aauan audiens dan kredibilitas merupakan faktor yang lebih penting dalam \Amenganalisa dampak\A dari konten media. Ini, digabungkan \Ddengan poin sebelu\Dmn\ba, menunjukkan bah\Dwa sumber, pesan dan a\Analisa dari audiens menjadi faktor yang paling penting\A, dibandingkan faktor menjadi \bang pertama dan jumlah berita.© 2014KESIMPUL\fN

1. Curran, J. (2010). Future of journalism. J\Dournalism Studies,\D 11(4), 464–476. \flso Macnam\Dara, J. (2014). Jour\Dnalism and PR: Unpa\Dcking ‘spin’, stereot\bpes and media m\D\bths. New York, NY: Peter Lang.2. McKinse\b. (2013). Evolution of the net\Dworked enterprise. McKinse\b & Compan\b. Retrieved from https://www.mckinse\bquarterl\b.com/Evolution_of_the_net\Dworked_enterprise_McKinse\b_Global_Surve\b_results_3073 3. Barnes, N., Lescault, \f., & \fndonia\Dn, J. (2012). Soci\Dal media surge b\b the 2012 Fortune 500: Increase[d] used of bl\Dogs, Facebook, Twitter and more. Retrieved from http://www.umassd.edu/cmr/socialmedia/2012fortune500/ 4. IBM Software Group. (2011). The s\Docial business: \fdvent of a new age, pp. 2, 5. Retrieved from http://www.ibm.com/smarterplanet/global/files/us__en_us__soci\Dalbusiness__epw14008usen.pd\Df 5. Bradle\b, \f., & McDonald, M\D. (2011a). The soc\Dial organization: How to use social media t\Do tap the collective genius of \bour customers and emplo\bees. Boston, M\f: Harvard Business Review Press, p. 5.6. Cellan-Jones, R. (\D2009, Januar\b 16). \DTwitter and a classic picture. BBC News. Retrieved from http://www.bbc.co.uk/blogs/technolog\b/2009/01/twitter_and_a_classic_picture.html 7. TMZ. (2009, June 2\D5). Michael Jackso\Dn – Cardiac arrest. Retrieved from http://www.tmz.com/2009/06/25/mich\Dael-jackson-rushed\D-to-the-hospital 8. Laird, S. (2012, \fpril \D18). How social media is \Dtaking over the news industr\b, Mashable. Retrieved from http://mashable.com/2012/04/18/social-media-and-t\Dhe-news 9. Murph\b, S. (2012, F\Debruar\b 12). Twitter breaks news of Whitne\b Houston’s death 27 minutes before press. Mashable, para. 12. Retrieved from http://mashable.com/2012/02/12/whit\Dne\b-houston-twitter 10. Kell\b, L. (2010, November 16). Prince Williams’ engagement news comes courtes\b of Twitter. The Washington Post, Celebritolog\b 2.0. Retrieved from http://voices.washingtonpost.com/celebritolog\b/2010/11/prince_williams_big_news_comes.html 11. Ghonim, W. (2011, Februar\b 14). CNN Eg\D\bptian Wael Ghonim Facebook to thank for freedom. CNN. Retrie\Dved from http://www.facebook.com/video/video.php?v=\D10150139218344853 \D12. Mitchell, \f., Rosenstiel, T., & Christian, L. (2012). Wh\Dat Facebook and Twitter mean for news. In The state of the news media 2012. Washington DC: Pew Research Center Project for Excellence in Journalism. Retrie\Dved from http://stateofthemedia.org/2012/mobile-devices-and-news-consumption-some-go\Dod-signs-for-journalism/what-facebook-and-twitter-mean-for-news/?src=prc-section 13. Enda, J., & Mitchell, \f. (2013). \f\Dmericans shows signs of leaving a news outlet, citing less information. In The s\Dtate of the news media 2013. Washington, DC: Pew Research Center Project for Excellence in Journalism. Retrie\Dved from http://stateofthemedia.org/2013/special-reports-landing-pag\De/citing-reduced-qualit\b-man\b-ame\Dricans-abandon-news-outlets 14. Sasseen, J., Olmstead, K., & Mitchell, \f. (2013). D\Digital: \fs mobile grows rapidl\b, the pressures on news intensif\b. In The state of the news media 2013. Washington, DC: Pew Research Center Project for Excellence in Journalism. R\Detrieved from http://stateofthemedia.org/2013/digital-as-mobile-grows-rapidl\b-the-pressures-on-news-intensif\b 15. Newman, N. (2011). M\Dainstream media and the \Ddistribution of news in the age of soci\Dal discover\b. Oxford, UK: Reuters Institute for the Stud\b of Journalism\D, Universit\b of Oxford, p. 6. Retrieved from https://reutersinstitute.politics.ox.ac.uk/fileadmin/documents/P\Dublications/Working_Papers/Mainstream_media_and_the_\Ddistribution_of_news_.pdf 16. Olmstead, K., Mitchell, \f., & Rosens\Dtiel, T. (2011). Facebook is becoming increasingl\b important. In Navigating\D news online. Washington, DC: Pew Research Journalism Project. Retrieved from http://www.journalism.org/2011/05/09/facebook-becoming-increasingl\b-important 17. Newman, N. (2011).18. Goldman, \f. 2008. T\Dhe social epistemolog\b of blogging. In J. van den Hoven & J. Weckert (Eds.), Information technolog\b and moral philosoph\b (pp. 111–122)\D. New York, NY: Cambridge\D Universit\b Press. 19. Meraz, S. (2009). Is \Dthere an elite hold: Traditional media to social media agenda setti\Dng influence in blog networks. Journal of C\Domputer Media Communication, 14, 68 –706,\D p. 698.20. Newman, N. (2011).21. Leskovec, J., Backstrom L., & Kleinberg, J. (2009). Meme\D-tracking and the d\bnamics of the\D news c\bcle. Proceedings of the 15t\Dh \fssociation for Computing Machi\Dner\b (\fCM) SIGKDD International Conference on Knowledge Discover\b and Data Mining, New York, NY, 497–506. 22. Cited in Berstrom, G. (2014). \fre bloggers parasites on the mainstream media: New stud\b sa\bs blogs do mostl\b original reporting. \fbout.com Marketing. Retrieved from http://marketing.about.com/od/traditional_social_media_roles/a/\fre-Bloggers-Parasites-on-the-Mainstream-Media.htm 23. Pew Research Journalism Project. (2010). New media, old media\D: How blogs and social med\Dia agendas relate and differ from the traditional press. Washington, DC: \futhor. Retrieved from http://www.journalism.org/2010/05/23/new-media-old-media \D24. Telofski, R. (2010). \DInsidious competition: The ba\Dttle for meaning and the corporate image. Bloomington, IN: The Kahuna\D Content Compan\b.25. Vis, F. (2013). Twitter as a reporting tool for breaking news. Digital Journalism, 1(1), \D27–47.26. Clare, J. (2012). Comm\Dunicating clearl\b about science and medicine. Farnham, Surre\b, UK and Burlington, VT: Gower Publishing, p.,\D 138.27. Kotsopoulos, \f. (2012, Jul\b 31). Message posted to Twitter, @GrathiusXR. Retrieved from https://twitter.com/GrathiusXR 28. Fiandaca, C. (2013). Insi\Dde a crisis: The B\Doston Marathon bombing. Paper presented to the Public Relat\Dions Institute of \fustralia National Conf\Derence, November, 18. \fdelaide\D, South \fustralia. \flso Sutton, J. (2013). Vid\Deo. Gainesville, FL: Institute for Public Relation\Ds. Retrieved from http://www.instituteforpr.org/events/trustees-research-s\bmposium/2013-2\D/?utm_source=The+Sociolog\b+of+Disaster+and+Social+Medi\Da&utm_campaign=Sociolog\b+of+Disaster+and+Social+Medi\Da&utm_medium=email 29. Brunoli, N. (2013)\D. Inside a crisis \Dat #PRI\f2013 nation\Dal conference. S\bdne\b, NSW: Public Rela\Dtions Institute of \fustralia. Retrieved from https://www.pria.com.au/priablog/inside-a-crisis\D-at-pria2013-national-conference 30. Clifford, S. (2009, \fpril \D15). Video prank at Domino’s taints brand. The New York Times, Media &\D \fdvertising. Retrieved from http://www.n\btimes.com/2009/04/16/busi\Dness/media/16dominos.\Dhtml 31. Popken, B. (2011, \fugus\Dt 18). Morton’s delivers man steak at airport after he jokingl\b asks for one in a tweet. Consumerist blog. Retrieved from http://consumerist.com/2011/08/18/mort\Dons-delivers-man-steak-at-airport-aft\Der-he-jokingl\b-asks-for-one-in-a-tweet 32. Defren, T. (2007, Februar\b 5). The soc\Dial media newsroom template debuts: Download a cop\b toda\b! PR-Squared. Retrieved from http://www.pr-squared.com/index.php/2007/02/the_\Dsocial_media_newsroom_temp 33. Martin, S., & Hans\Den, K. (1998). Newspapers of record in a digital age: From hot t\bpe to hot link. Westport, CT: Praeger.34. Bartels, L. (1996, Sept\Dember). Politicians and the\D press. Who leads, who follows? Paper presented to the annual meeti\Dng of the \fmerical Political Science \fssociation, San Francisco, C\f. \flso see Greenslade, R. (2011, June 21)\D. How newspapers, despite decline, still influence the political process. The Guardian, Ro\b Greenslade blog. Retrieved from http://www.theguardian.com/media/greenslade/2011/jun/\D21/national-newspapers-newspapers 35. Janda, M. (2014, \fp\Dril 15). Commonwealth Bank outage blamed on network hardware failure. \fBC News. Retrieved from http://www.abc.net.au/news/2014-04-15/commonwealth-bank-customers-hit-b\b-electronic-banking-outage/5391366 36. DigitalBuzz. (2010, Ma\b \D12). Infographic: Twitter statistics, facts and figures. Blog post. \futhor. Retrieved from http://www.digitalbuzzblog.com/infographic-twitter-statistics-facts-figures 37. Kraut, R., & Resnick\D, P. (2011). Building\D successful online communities: Eviden\Dce-based social des\Dign. Boston, M\f: Massachusetts Institute of Technolog\b.FOOTNOTES

Dokumen Terkait

Meraih Surga Di Bulan Romadhon Assunnah Qatarcom

Meraih Surga Di Bulan Romadhon Assunnah Qatarcom

Menjadikan amalan kami ikhlas karena nya salah satu nama dia.

Contoh Proposal / 28 kali tayang / 1,108KB

Bab I Pendahuluan A Latar Belakang

Bab I Pendahuluan A Latar Belakang

Pengecer rokok pedagang asongan sekitar 1 juta orang dan ten.

Contoh Proposal / 48 kali tayang / 346KB

Wwwbanglikabgoid

Wwwbanglikabgoid

Anggaran kegiatan seko dengan persami menurut anton nugro ho.

Contoh Proposal / 18 kali tayang / 1,664KB

Biodata Dosen Berprestasi Jurusan Biologi Fmipa

Biodata Dosen Berprestasi Jurusan Biologi Fmipa

17 februari 2007 1 hari fmipa 22 23 agustus 2008 2 hari pit.

Contoh Proposal / 19 kali tayang / 230KB

Gajahmada Download Makalah

Gajahmada Download Makalah

Atau kerang bersayap sebagai lambang kerajaan raja kediri te.

Contoh Proposal / 57 kali tayang / 1,347KB

Media Dan Sumber Belajar Di Taman Kanak Kanak

Media Dan Sumber Belajar Di Taman Kanak Kanak

3 contoh sumber belajar jenis ini adalah pasar toko musem to.

Contoh Proposal / 68 kali tayang / 272KB