Penerapan Analsis Konjoin Untuk Kebijakan Asuransi Kesehatan



Keterangan eBook
CreationDate 2009-10-11T08:46:34+07:00
Creator Vistascan Astra5650
Producer Adobe Acrobat 8.0 Paper Capture Plug-in
ModDate 2009-10-11T08:59:47+07:00
Pages 12 Page
Ukuran File 494 KB
Dibuka 29 Kali
Topik Contoh Proposal
Tanggal Unggah Friday, 25 Nov 2016 - 05:41 AM
Link Unduh
Baca Halaman Penuh BUKA
Rating eBook
Bagi ke Yang Lain

Kesimpulan

jurnal Mal1CJJemen P-oldy<:JnFJn Keseh.:JiCJn Vol OS-Wo. 0 r-2002 Penerapan An.:Jlisis KOl1joln PENERAPAN ANAL/SIS KONJOIN UNTUK KEBIJAKAN ASURANSI KESEHATAN APPLICATION OF CONJOINT ANALYSIS FOR HEALTH INSURANCE POLICY Bhisma Murti Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakuttas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta ABSTRACT Consumers' involvement in the decision making of health insurance scheme has been minimal in Indonesia Heallhcare services covered by the insurance scheme have been centrauv planned, overtooktno consumer perceptions and expectation. As SUCh. anecdotal dissatisfaction has been often heard This paper introduces the potential applications or conjoint analysis as a method of eliciting consumer preferences for an rrnproveo Insurance benefit plan. Conjoint analysis ',s a unique multivariate survey technique whereby researcher first constructs a set of real or hypothetical products or services by ccrnb'ntnc selected levels of each attribute. These combinations are then preserved to respondents, who provide only their overall utility evaluations. Discrete choice conjoint modelling is preferred to other melhods of valuation since it closely resembles real life decisions while rnamtaininq its predictive validity. Some metnoootoqrca: issues must, nevertheless, be considered as 10ensure proper use of this Iectuvque f';.eywords coruomt analysis, consumer's preference, discrete choice. health insurance PENGANTAR Kebutuhan unluk mengungkapkan nilai­nilai pasien maupun masyarakat dapa1Oi era pasar kompetitif, penyelenggara onakukan dengan rnetode yang retatif baru di asuransi kesehatan dituntut untuk memahami dalam nset pelayanan kesehatan maupunkebutuhan pasar dan menggunakan inforrnasi asuransi kesehatan, disebut anal isis konjoin yang diperoleh metafui penetiuan untuk mernperbaiki kualitas penyelenggaraan (conjoint analysis). Analisis korqoin merupakan pelayanan kesehatan. Oaya kompetisi melode survei pengumpulan data dan analisis penyelenggara asuransi kesehatan ditentukan multivariat yang khusus digunakan untuk o'eh kemampuan mengakomodasi nilai-mlai memahami preferensi (baca: kesukaan\) konsumen sesungguhnya ke dalam produk­ konsumen tentang multiatribut suatu produk produk yang dijual. Secara Iradisional, atau petayanan.v> Metoda ini didasarkan keterlibatan pasie n dalam pengambilan pad a oren-Is sederhana: konsumen keputusan mecis sangat minimal. Keadaan ini mengevaluasi rulal atau utilitas (b aca: terjadi pada level mikro ketika pasien kepuasan!) yang dapat diperoleh dar! suatu berkonsultasi denqan seorang dokter maupun produk atau pelayanan (baik sesunqquhnya pada level makro dalam perencanaan dan rn a u p u n hipotetis) dengan car-a pengembangan pelayanan kesehatan I menggabungkan utili las yang mereka benkan 3

rcnompsm Analisls kOlllOln terhadap rnasinq-masinq tmpkat da-i atribut (karaktenstik) suatu prcduk. Analis!s kanjain rnerupakan s e buau rnetode rnultivariat yenq unik. karena penehli mula-mula merancang suatu produk hipotetis .baca: perumpamaan!) dengan c ara mernadukan sernua kemungkinan ambut dan rnasing-masing Unqkat alribut produk tersebut. Produk hipotetis itu lantas disajikan kepada responden yang akan rnernberikan evaluasi keseluruhan ten tang produk atau pelayanan lersebut. Peneliti merencanc procuk hipotetis dengan cara sedernikian rupa sehingga kepentingan masing-masing atnbut dan masinq-rnasinp tingkat atribut dapat dranalisis berdasarkan peringkat keselutuhan yang dibenkan responden.' 3,4 Anauais konjain p e r la rna kali dtkembanqkan dan memiliki basts teen kuat dan paikcloqi maternatis.vv" Teknik survei tersebut digunakan secara ekstensif di bidang nset pcmaaaran untuk rnembedkan inforrnasi berharqa baq: pengembangan dan peramalan ten tang produk baru. segmentasi pas ar. dan penentuan harpa I," Penggunaan analisis konjom di berbeqa: bidang induslri meningkal sepufuh kali lipat dl tahun 1980an dibandinqkan pe rtenpahan 1970an. 1 Selanjutnya analisis kanjoin diqunakar' secara luas dalarn nset ekonomi linqkunqan'"" dan ekonorn! transportasi " Secara umum teknik analisis kanjoin caps: rnenjawab berbaqai pertanyaan kebijakan (policy question). sebagai berikut: Produk baru apa paling memlliki kemungkinan berhasil? Alribut atau karaktenstik apa dari suatu produk atau pelayanan menentukan keputusan kansumen untuk membeli produk tersebut? Adakah segmen pas~r khusus unluk sualu produk? Promasi apa yang akan berhasil untuk segmen-segmen pasar tersebut? Baqairnana distribusi produk sebaikrrya dilakukan? Apakah perubahan-perubahan desain produk akan meningkatkan preferensi konsumen dan penjualan? Berapakah harga optimal yang dapat dikenakan ke pad a konsumen untuk sebuah prod uk atau pelayanan? Mungkinkah harga oitlnqkatkan tanpa mengakibatkan keruqian yang berarti? Aplikasi di Bidang Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan Daf arn kurun sepuluh tahun terakhir. analisis konjoin semakin banyak digunakan dalam berbagai riset ekonomi kesehatan dan rnanajemen pelayanan kesehatan.s" Teknik anal isis konjoln dapat diterapkan dalam pembuatan keputusen tentang pcla pelayanan ke se hatan. penentuan pnorftas, maupun evatuas i ekonomi dalam menghadapi keterbatasan anggaran.""'I'" Sebaqai contob. anal isis kanjoin telah digunakan untuk menilar preferensi wauna tentang pengelalaan keguguran, yaitu sejauh mana perubahan dar! manajernen bedah ke manajemen medis rneninqkatkan utilitas pasien." Anatists konjoin diqunakan untuk rnenqunqkapkan preferensi kornunitas tentanq berbagai aspek pelayanan rumah sakit pemerintah di Australia Selatan." Mooney et et. 18 menggunakan analisis konjoin untuk menentukan apak ah terdapat ketidakeocokan (baca: mismatch!) antara ekspektasi pemberi pelayanan (dokter umum) dan konsumen tentang pelayanan kesehatan primer oleh dokter umum. Untuk evaluasi ekonami, misalnya, analisis konjoin digunakan untuk menilai manfaat tes HIV sebagai suatu tntervens! pelayanan kesehatan. 1~ Di sam ping itu teknik analisis konjoin telah digunakan untuk mengukur kualitas hidup yang terkait kesehatan (health-related quality of lifel HRQOL) dengan nilai yang sebanding dengan yang dihasilkan melalui metode skala analog visual.2'J 4

Dengan demikian prinsipnya analisis konjoin dapa! digunakan untuk berbaqai tujuan Ij 10:

Penerepen AnaI15,';: 1-:('11,",'" Ketiga, hasif-hasi! analisis kcnjoi» dapat diqunakan untuk rnengembangkan model­model simulas: pasar di masa akan datang. Pas ar terus berubah de no an rnasuknva kompetitor bertambahnya produk baru , meletusnya perang harga, dan peranq iklan. Dengan pendekatan survei tradisional setiap kali berlangsung perubaban pasar, sebuah survei baru perlu segera dilakukan untuk rnenqetahui epa yang dirasakan orang tentang perubahan-perubahan terse but dan baoannana pengaruhnya terhadap keputusan pembelian mereka. Dengan anal isis konjoin. perubahan-perubahan produk atau pasar dapat disatukan dalam suatu morJel simulasi untuk menghasilkan prediksi-prediksi tentang tanggapan pembeli terhadap peru bahan­perubahan itu. Model-model simufasi hasil analisis konjo.n semacaru rtu tetap akurat dalarn tempo dua sarnpai tiga tahun sebetum suatu ver s: mini dari per-en-tan asf perlu dilekukan apabita diperlukan penvesuaian terhadap parameter-parameter kunci dari model tersebut. Keempat, be r be d a denqan metode berdasarkan preferens! (preference-based method), anal isis konjom mendasarkan pada pili han (choice-based method). Pendekatan analisis konjoin memberi kesempatan kepada responuen untuk menunjukkan tidak hanya proouk-produk alternatifyang ingin dibeli tetapr Juga yang tidak ingin dibeli.":" Dengan piuhan diskret, anal isis kanjain member! kesempatan kepada responden untuk "shopping" dan menentukan pilihan dari sejumlah alternatif produk/pelayanan. Pendekatan tersebut mendekati realitas perilaku konsumen dalam membeli barang, dimana tidak semua alternatif produk merupakan barang yang perlu dibeli. Nilai atau utilitas relaflf dart pilihan-pilihan attetnatif yang tidak diminati responden tersebut dapat drqunakan sebaqai ambang alias threshold yang harus dipenuhi oleh setiap produk/pelayanan baru sebelum drluncurkan kepada konsumen. Kelirna, penelitian menunjukkan bahwa ke pe ntmqan atribut (rnisalnya harga) cenderung dinyatakan lebih rendah dan yang sesungguhnya alias underestimate jika diungkapkan melalui metode pemberian nilai secara tradisionat 21 Pada metode surve. tradisional, pemberian nilai masing-masing atribut dilakukan secara terpisah dan terisollr dar! atribut lainnya. Di pihak lain, analisjs konjoin memberi peluar.q kepada responden untuk member! suatu alribut dalam konteks kornbinasi atribul secara keseluruhan dari produk/pelayanan tersebut. Prosedur Analisis Konjoin Tahap 1: Mengidentifikasi Atribut Tahap pertama analisis konjoin adalah menentukan atribut atau krileria yang digunakan konsumen untuk membeli atau memilih program asurans! kesehatan. Ada sejumlah metode dapat digunakan untuk keperluan tersebut: (1) peneliti menentukan lebih dulu atribut dan kntena sesuai dengan pertanya an pe nelitian. (2) menelusuri kepuste kaan. (3) melakukan wawancara individual, dan (4) melakukan serangkaian diskus! kelompok (tocus group discussion) terdiri atas 5-8 peserta per kelornpok.A" Atribut yang telah teridentifikasi dicontohkan datam Tabel 1. Tahap 2: Menentukan Tingkat Atribut Setelah atribul ditentukan, tahap kedua menentukan tinqkat (level) masing-masing atribut. Tingkat atribut dapat diukur dalam skala kardinal (misalnya, prerni bulanan), ordinal (rrusatnya, apakah penyakit kronis diliput atau tidak diliput dalam program asuransi), atau kategorikal (misalnya, rumah sakit swasta atau pemerintah). Tingkat atribut tersebut harus dibuat masuk aka! dan dapat direalisasikan, sehingga mendorong responden untuk menjawab anafiais konjoin dengan sertus. Contoh tingkat atribut disajikan Tabel 1. 6

Penereoen Anallsis KonJoin Tabe! 1. Conlon atrtbut dan tmqkat atnbut produk asuransi keaehatan, dlperoleh mclalui diskusi kelompok (focus group discussion) dafarn penelitian

--paling uisukai. Sebagai contoh. re-iponden memilih apakah A atau B yang paling disukai Tabel 2 menyajikan contoh pilihan skenario. Setelah mengevaluasi program as urans: kesenatan sekarang (program A) dan program altematrl (program B), responden dirninta untuk menufth satu di antara dua program yang ia sulcai. Penggunaan metode pilihan diskret lebih dianjurkan ketimbang metoda pengukuran lainnya, rmsetnya penentuan peringkat (rank­ing) dan pernbenan skor (rating), s ebab metode pilihan diskret tebrh mendekati realitas pengambilan keputusan.' Analisis konjoin dengan pilihan cnskret memberikan hasil pengukuran yang sama dengan model preferensi bersyarat yang menggunakan metode skala rating dan standard gamble.:; Tahap 5: Analisis Data Anaiisis data konjoin dapat dilakukan dengan menqquuakan salah satu model regresi, ruis.alnya probit IG,29 ataupun loqit." Probit dan I09it merupakan model analisis regresi yang banyak digunakan datarn ekonometri, kira-kira sepopuler anal ists regresi logistik dalam riset epidemiologi. Ekonometr: adalah cabanq ilmu ekonomi yang menerapkan metode statistik dan matematik untuk menganalisis data empiris ekonomi, analog dengan biostatistik di bidanq kesehatan/kedokteran. Untuk data yang bersifat diskret. fungsi perbedaan utilitas dari program A ke program B dapat diestimasi (baca: diperkirakanl) dengan model ekonometr! sebaqai be-ikut:

Aplikasi Dalam Kebijakan Asuransi Kesehatan Analisis konjoin dapat diterapkan untuk memperbaiki kualitas kebijakan asuransi kesehatan Analisis konjoin sebagai alat penqambtlan keputusan dl satu pihak dan perilaku konsumen dalam metrulih produkl pelayanan asuransi kesehatan di pihak lain menggunakan basis yang sarna , yaitu aksioma-aksioma leori utilitas dan teori mikroekonomi standar tentang pengambilan keputusan berdasarkan ulililas.J, 24 , 3o Dengan cara mengungkapkan struktur preferensi kcnsumen", analisis konjoin dapat digunakan untuk menjawab berbagai pertanyaan kebijakan, rnisalnya: "Bagaimanakah penilaian konsumen terhadap suatu produk asuransi kesehatan sesuai dengan ekspektasi (baca: harapan kepuasan!) mereka?". "Baqatmana kepentingan relaut dari rnasinq-masinq atribut (kar akterisnk) produk asurans! kesehatan menurut penilaran konsumen?". "Apakaf peruoahan-perubahan konfigurasi pelayanan kesehalan yang disediakan asutans! akan membawa perunqkatan atau penurunan ulilitas (kepuasan) konsumen?". Bahkan, apabila aspek biaya dimasukkan dalam satah satu atribut. maka analisis konjom dapat dipunakan untuk mengelahui kemauan rnernbayar alias willingness-la-pay (WTP) konsumen terhadap suatu procok.w" Untuk itu pertanyaan WTP yang relevan terhadap prod uk asuransi kesehatan adalah "Seberapa besar maksimal konsumen ber sedia mengorbankan sebagian dar! pendapatannya untuk membeli produk asuransi kesehatan?". Atribut (karateristik) dan tingkat atribut dari suatu program asuransi ke sehatan telah disajikan datarn Tabel t ,lengkap denqan kode atnbut dan kode regresi yang diperlukan untuk anal isis data. Sebanyak 5184 skenario dapat dibuat dari atnbut dan tingkat atribut yang sudah dipilih responden Dengan metode ortoqonal. nbuan skenario terse but selanjutnya eerereosn Anallsls Kunjoin direduksi menjadi, rnisalrwa 16 skenario, terdiri dan 1 skenario program A (yakni, program asuransi kesehatan sekarang) dan 15 skenario program B (yakni, program altematif asuransi kesehatan}. Dengan demikian dapat disusun 15 pasang pilihan-pilihan diskret dengan cara membandinqkan program asuransi sekarang dengan sernua program asuransi alternatf. Kepada masing-masing responden disajikan 15 pasang pitihan, tantas responden diminta memilih salah satu dari dua pllihan tersebut yang paling disukainya. seperti disajikan Tabel

Penerapan Ana/isIs KonJoin unit pengukuran Seb aqa! contoh, r:L rnununjukkan perubahan ulililas dar! pelayanan primer oleh dokter di Puskesrnas ke dokter pada praktek swasta. Dengan tats.ran yang serupa. r menunjukkan perubahan uulitas dar! membayar prerru lebih rnurah ke premi lebih rnahal. Selanjulnya f\JJi, adalah rasio yang menqisyaratkan rvlRS (marginal rate of substi­tution), yaitu sejauh mana responden mau melakukan suatu pertukaran (trade off) dengan mernbayar premi lebih mahal untuk oapa: memperoleh pelayanan primer (dokter urnum) dari Puskesmas ke praklek swasta Oemikian pula f\/( mengisyaratkan seberapa banyak responden rnau melakukan pertukaran dengan rnernbayar premi lebih rnaha! untuk dapat rnemperoleh pelavanan sekunoer (spesialis) dari klinik rawat [alan rumah sakrt ke praktek swasta. Tauet J. Hasil anaust regresi dari data anans!s konjoin (data hipoletis) Varia bel Nilai P Pelayanan dokler \prliller) 0.49 <0,001 Pelayanan spesrahs \"e,.under) !J.55 <0001 Pthhan rawat lI1

Secara urnum. manfaat/utilitas bernilai positif menunjukkan keadaan yang lebih baik daripada pelayanan kini, sedang nilal negatif rnenqisyaratkan bahwa pasien kurang puas terbadap konfigurasi pelayanan baru yang ditawarkan asuransi kesehatan. Beberapa lsu Metodologis propper>' ". RyanJJ , Vick dan Scott" maupun Gegax dan Stanley" menqukuhkan vahditas teoretis penerapan teknik analisis konjoin dalam riset ekonomi kesehatan. Kendati derniktan sejumlah isu metodologis perlu diperhatikan dalam menqqunakan analisis konjoin" ,·1 J6 Pengaruh Urutan-Respons Pertama, Schuman dan Presser rnenunjuk­kan bahwa urut-urutan pertanvaarv. tuqas. bagian. ataupun pilihan berpengaruh pada respons (baca: jawabanl) responden pada penetifian non an alisis konjom yang menggunakan kuesioner. lsi pertanyaan­pertanyaan yang terletak di bagian awal xuesioner berpengaruh terhacJapjawaban atas pertanyaan-pertanyaan pad a bagian berikutnya, suatu problem metodologis yang disebut pengaruh urutan-respons (respons&­ordering effects). ,., Bukf eksistensi pengaruh urutan-respons pada anal isis konjoin beraqam. Aclto" maupun Scott dan Vick (forthcoming) ~l',' melaporkan, urutan penyajian atnbut berpengaruh secara stqnlfika n terhadap respond en dalam memberikan peringkat terhadap skenario pilihan. Sebaliknya. Ryan et al., 13 Lauro et al.4C maupun Farrar dan Ryan':' melaporkan trdak bukti-bukti adanya pengaruh urutan-respons dalam analisis konjoin. Di masa mendatang perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi ke adaan-keadaan yang rnemperbeaar lerjadinya pengaruh urutan­respons dalam analisis konjoin P"neli'll'an Analisls KOf;jO/11 Jumlah skenario ultra banyak Kedua, sebagaimana dicontonkan Tabel 1, daftar atribut dan tingkat atribut menghasilkan 5184 skenario. Terhadap demikian banyak pilihan jelas tidak rnunqkin menanyakan preferensi kepada responden. Satu alternatif solusi yang dapat dilakukan adalah me!akukan randomisasi pasangan atau rotasi ortoqonal dari 5184 skenario menjadi hanya sekitar 16 pasang pilihanys,26 lnkonsistensi internal dan preferensi dominan Ketiga, seoeru lazirnnya sebuah penelitian, konsistensi internal dan kemungkinan adanya preferens! do-nman perlu dicek. Scott" melaporkan adanya preferensi dominan ketika mengungkapKan preferensi dokter urnuru di Inggris antara karakteristik-karakteristik pekerjaan yang bersifat uang (pecuniary) di satu pihak dan non-uang di pihak lain. Preferensi dominan terjadi apabila responden tidak bersedia melakukan pertukaran antara pengurangan tingkat sebuah atribut bagi perbaikan tinqkat atribut lainnva.' Dengan kata lain. setelah jawaban dianatisis. terungkap bahwa seorang responden memberikan nilai sangat tinggi (baca: dominanl) terhadap atribut Iertentu.e"-" Penilaian responden yang inkonsisten dan preferensi dominan dapat di"drop" dari anal isis.' Meskipun demikian, penelitian mendatang perlu menqkaji sejauh mana jawaban inkonsisten tersebut memang merupakan perilaku rasional. Jawaban yang larnpaknya inkonsisten tetapi sesungguhnya ra sicnal tentu harus dimasukkan dalam analisis data. Pilihan model fungsi utilitas Keempat. analists konjoin dalam atbkel ini mengasumsikan fungsi utililas yang bersifat linier dan aditif. Demikian pula 16 pasang 11

Pcn('rapan Anallsi_" !<,C>r1/l"n pilihan diperoteh dengan teknik ro ta si ortoqonar.«» s ehinqqa secara implisit mengasumsikan independensi atnbut-atribut. Bentuk Iinier aditif rnernanq lebih sederhana, rncmbutuhkan lebih s edikit penilaian responden dan lebih mullah memperoleh perkiraan kontribusi atribut. Tetapi bentuk interaktif (dengan demikian atribut-atribut diasurnsikan saling dependen) mungkin lebih akurat rnencerminkan penilaian responden yang sesungguhnya terhadap suatu prod uk atau pelayanan. -' Model analisis konjoin yang bukan luuer aditif yang dilakukan di luar setting pelayanan kesehatan sejauh ini tidak menunjukkan perbaikan goodness of fit (baca: kesesuaianj yang lebih balk." Namun demikian penelitian di mesa mendatang perlu mengeksplarac;i berbagai model alternatif anal-sis konjoin sebelum mengandalkan pada modellimer adifif dalam riset ekonomi kesehatan :" Akan1 halnya hubungan antar tingkat atribut, dikenal tiqa tipc dasar': tinier. kuadtank (disebut juga ideal). dan Pert-wcrtt: KESIMPULAN Anafisrs konjom rnerupakan teknik survei multivariat yang terbukti valid untuk mengLJrlgkapkan pandangan-pandangan uas.en dan anggota-anggota masyarakat terhadap produk/pelayanan, Teknik tersebut tetah banvak diterapkan dalam membuat keputusan tentang pola pelayanan kesehatan dan menentukan prioritas pelayanan kesehatan. Dengan basis aksiorna-aksioma teori utilitas dan teori mikroekonomi standar tentang pengambilan keputusan meng­gunakan konsep utilitas. anal isis konjoin dapat diterapkan pula untuk meningkatkan kualitas kebijakan asuransi kesehatan. Teknik survei terse but sangat berrnantaat untuk menjawab berbagai pertanyaan kebijakan asuransi kesehatan, misalnya tentang ap ak ah perubahan-perubahan konfigurasi pelayanan kesehatan yang disediakan asuransi akan membawa peningkatan atau penurunan utilitas (kepuasan) peserta. Meskipun demikian, beberapa isu metodologis perlu diperhatikan dalam menggunakan teknik analisis konjoin. KEPUSTAKAAN

Dokumen Terkait

Pengumuman Kariritbacid

Pengumuman Kariritbacid

Lampiran surat nomor 4087i1b0142km2015 tanggal 20 oktober 20.

Contoh Proposal / 55 kali tayang / 441KB

Proposal Bisnis Griya Boneka Family Shop

Proposal Bisnis Griya Boneka Family Shop

Proposal bisnis griya boneka family shop 2013 kita usahakan.

Contoh Proposal / 21 kali tayang / 607KB

Kiasan Dasar Smkn3amuntaifileswordpresscom

Kiasan Dasar Smkn3amuntaifileswordpresscom

Metode kepramukaan metode kepramukaan 1 metode kepramukaan m.

Contoh Proposal / 20 kali tayang / 78KB

Redemption Locations The Sm Store Bdo Unibank

Redemption Locations The Sm Store Bdo Unibank

Redemption locations the sm store sm aura sm bacolod sm baco.

Contoh Proposal / 18 kali tayang / 141KB

Sistematika Penulisan Proposal

Sistematika Penulisan Proposal

Sistematika penulisan proposal di dalam penulisan proposal p.

Contoh Proposal / 17 kali tayang / 460KB

Kata Pengantar Binusacid

Kata Pengantar Binusacid

Penerapan ekspresi struktur bentang lebar dengan tema penyus.

Contoh Proposal / 58 kali tayang / 5KB