Hubungan Bilateral Indonesia Australia Pada Masa Perdana



Keterangan eBook
Author Ana
CreationDate 2015-04-16T18:57:02+07:00
Creator Microsoft Word 2010
ModDate 2015-04-16T22:31:07+07:00
Producer Microsoft Word 2010
Pages 127 Page
Ukuran File 3,878 KB
Dibuka 5 Kali
Topik Contoh Proposal
Tanggal Unggah Thursday, 24 Nov 2016 - 03:33 AM
Link Unduh
Baca Halaman Penuh BUKA
Rating eBook
Bagi ke Yang Lain

Kesimpulan

i HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA-AUSTRALIA PADA MASA PERDANA MENTERI KEVIN RUDD (2007-2013) SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Oleh : Dwi Ana Wiyatiningrum 11406241018 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2015

v HALAMAN MOTTO “ Kita dapat memilih siapa saja yang akan menjadi teman kita, akan tetapi kita tidak bisa memilih siapa yang akan menjadi tetangga kita”. ( Dwi Ana Wiyatiningrum ) “Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah”. ( Thomas Alva Edison ) “Jangan lihat masa lampau dengan penyesalan; jangan pula lihat masa depan dengan ketakutan; tapi lihatlah sekitar anda dengan penuh kesadaran”. (James Thurber)

vi HALAMAN PERSEMBAHAN Alhamdulillah, atas rahmat dan hidayah-Nya, saya dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik dan lancar. Karya kecil ini ku persembahkan untuk:  Bapak dan Ibu, yang telah memberikan dukungan, memberikan motivasi dalam segala hal serta terimakasih telah memberikan kasih sayangmu kepadaku selama ini yang tidak akan tergantikan oleh apapun.  Mbak Vita, Rama, Ani, terimakasih untuk kalian saudaraku yang telah membantuku memberi do‟a agar skripsiku lekas selesai.  Jeni, terimakasih sahabat seperjuanganku, sungguh motivasimu sangat berarti untukku. Masuk kuliah bareng, Insya Allah lulus juga bareng. Amin  Hany, terimakasih sahabatku, teman menyusun skripsi, teman ngelembur bareng, teman dalam segala hal. Terimakasih telah memberiku semangat untuk mengerjakan karya ini.  Mas Muchlis terimakasih sudah membimbingku dan ikut memikirkan skripsiku.  Heni, Ali, Dian, Memet, Samsul, Ilham, Vergi, Lyta, Mami, Marisa terimakasih telah menjadi teman berbagi selama ini. Ayoo kelarkan skripsi kalian.  Anak Magelangan: Renita, Dedy, Tyan, Faisal, Juli, Galuh, Umbul, Ganang, Bagug, Item, Ayuning, Occa, Randy makasih telah menjadi sahabat terbaikku. Every moment spent with you is the moment i treasure #i don‟t want to miss a thing

vii  Teman-teman Pendidikan Sejarah (R) terimakasih telah memberikan banyak pelajaran selama ini, sukses untuk kita semua #i will miss you guys  Penghuni kost Demangan GKI 344B, terimakasih telah menjadi keluargaku di Jogja.  Unique band and Goeboex terimakasih untuk setiap rabu malamnya, alhamdulillah selalu bisa refreshing saat suntuk nyekripsi.

viii HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA DAN AUSTRALIA PADA MASA PERDANA MENTERI KEVIN RUDD (2007-2013) Oleh: Dwi Ana Wiyatiningrum 11406241018 ABSTRAK Tujuan penelitian ini : (1) mengetahui program-program yang dicanangkan oleh Kevin Rudd dalam pemilu Australia 2007; (2) mengetahui kebijakan-kebijakan Kevin Rudd terkait hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia; (3) mengetahui hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia pada masa transisi kepemimpinan Kevin Rudd. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode sejarah kritis yang mempunyai empat tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan: hubungan bilateral Indonesia dan Australia pada masa perdana menteri Kevin Rudd dirasakan harmonis. Kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Kevin Rudd ini cenderung „pro‟ Asia terutama Indonesia yang dianggap sebagai mitra penting Australia. Kebijakan luar negeri Kevin Rudd terkait dengan Indonesia antara lain, sesaat setelah menjadi perdana menteri, Kevin Rudd meratifikasi Protokol Kyoto dan melakukan kunjungan ke Indonesia dalam rangka penanganan masalah Perubahan Iklim di Bali. Kevin Rudd mempertegas hubungan bilateral antara Indonesia di berbagai bidang. Di bidang pendidikan Kevin Rudd telah mengaktifkan kembali mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah-sekolah menengah dan juga kerjasama antara Perpustakaan Nasional Indonesia dan Australian National Library akan ditingkatkan. Kerja sama di bidang keamanan dan pertahanan diperkuatlagi dalam menangani masalah imigran gelap yang mencari suaka di Australia dan Indonesia yang mempertegas Papua adalah bagian dari NKRI ( Negara Republik Indonesia). Kerja sama di bidang ekonomi oleh Australia diperkuat pada tahun 2013, ekspor sapi lebih ditingkatkan untuk memperkuat perekonomian kedua negara. Hubungan antara Indonesia dan Australia kembali mesra di era kepemimpinan Kevin Rudd pada tahun 2007 sampai 2013. Kata Kunci : Kevin Rudd, Protokol Kyoto, Kebijakan-Kebijakan, Indonesia dan Australia

ix KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsinya yang berjudul “Hubungan Bilateral Indonesia dan Australia pada Masa Perdana Menteri Kevin Rudd (2007-2013)” sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada nabi besar Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, serta umatnya sampai akhir zaman. Skripsi ini disusun sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Pendidikan Sejarah, Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta. Keberhasilan penulisan skripsi ini tentu tidak terlepas dari do‟a yang tulus dari kedua orang tua, Babe (Kiat Saputro) Nyak (Asih Wiyati) yang selalu memberikan motivasi, bimbingan, dan pandangan hidup kepada penulis. Terimakasih atas kesabaran, pengertian serta cinta dan kasihnya selama ini. Pada kesempatan ini penulis tak lupa pula mengucapkan terima kasih yang terdalam kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Rochmat Wahab, M. Pd., MA selaku Rektor Universitas Negeri Yogyakarta. 2. Bapal Prof. Ajat Sudrajat M. Ag selaku Dekan FIS UNY. 3. Bapak M. Nur Rokhman, M.Pd selaku Ketua Jurusan Pendidikan Sejarah, terima kasih telah memberikan saran dan nasihat dalam membantu penyelesaian skripsi ini..

x 4. Ibu Dr. Dyah Kumalasari, M.Pd. selaku sekertaris jurusan Pendidikan Sejarah sekaligus Pembimbing Akademik yang telah memberikan ilmu dan motivasi selama belajar di Pendidikan Sejarah. 5. Ibu Rr. Terry Irenewaty, M.Hum selaku dosen pembimbing skripsi yang telah meluangkan waktunya dalam membimbing, memotivasi, memberikan arahan selama penyusunan proposal sampai akhir penulisan skripsi ini. 6. Bapak/ibu dosen Pendidikan Sejarah UNY yang dengan sabar mendidik dan membagikan ilmu kepada kami para mahasiswa. 7. Seluruh Staf Karyawan Jurusan Pendidikan Sejarah UNY, Perpustakaan St. Ignatius, Perpustakan Fisipol UGM, Perpustakaan Nasional RI, Perpustakaan FIS UNY, Perpustakaan Lab. Sejarah, Perpustakaan UNY, Jogja Library Center dan Staff ANRI yang telah mempermudah proses penyusunan skripsi ini. 8. Seluruh staf Monumen Pers Indonesia yang telah membantu dan memberikan materi dalam proses penyusunan skripsi ini. 9. Keluargaku tercinta yang selalu memberikan doa dan motivasinya. Terimakasih untuk canda, tawa, serta tangis kalian menjadi penyemangat penulis selama proses penyusunan skripsi. 10. Orang-orang tersayang dan sahabatku yang selalu memberikan bantuan dan motivasi sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Bertemu dengan kalian adalah berkah bagi penulis. 11. Guru-guruku dari SD, SMP, SMA. Terimakasih bapak ibu guruku atas ilmu pengetahuan dan bimbingan yang telah diberikan.

xi 12. Teman-teman Pendidikan Sejarah A 2011. Terimakasih untuk empat tahun kebersamaan kita yang penuh cerita. 13. Dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah membantu secara langsung maupun tidak langsung dalam penulisan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari hasil penelitian skripsi ini, untuk itu saran dan kritik yang membangun kearah penyempurnaan penelitian ini, penulis terima dengan tangan terbuka. Semoga karya ini bermanfaat bagi pembaca, amien. Yogyakarta, April 2015 Penulis Dwi Ana Wiyatiningrum NIM. 11406241018

xii DAFTAR ISI halaman HALAMAN JUDUL......................................................................................i HALAMAN PERSETUJUAN..................................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................iii HALAMAN PERNYATAAN...................................................................... iv HALAMAN MOTTO....................................................................................v HALAMAN PERSEMBAHAN...................................................................vi ABSTRAK................................................................................................... .vii KATA PENGANTAR..................................................................................viii DAFTAR ISI..................................................................................................ix DAFTAR LAMPIRAN............................................................................... xiv BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang..................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah................................................................................. 6 C. Tujuan Penelitian.................................................................................. 6 D. Manfaat Penelitian................................................................................ 7 E. Kajian Pustaka....................................................................................... 8 F. Historiografi Yang Relevan..................................................................14 G. Metode Penelitian..................................................................................18 H. Pendekatan Penelitian........................................................................... 22 I. Sistematika Pembahasan....................................................................... 26

xiii BAB II PROGRAM YANG DICANANGKAN KEVIN RUDD DALAM PEMILU AUSTRALIA 2007 A. Berakhirnya Kekuasaan John Howard...................................... 30 B. Terpilihnya Kevin Rudd sebagai Perdana Menteri Australia..... 37 BAB III KEBIJAKAN-KEBIJAKAN KEVIN RUDD DALAM MENJALIN HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA-AUSTRALIA A. Sudut Pandang Kevin Rudd terhadap Indonesia......................... 47 B. Kerjasama Indonesia-Australia di Bidang Lingkungan.............. 55 C. Kebijakan Kevin Rudd dalam Bidang Keamanan dan Pertahanan …………………………………………………………… 59 D. Kebijakan Kevin Rudd dalam Bidang Politik ................. ……... .65 E. Kebijakan Kevin Rudd dalam Bidang Pendidikan...................... 68 F. Kebijakan Kevin Rudd dalam Bidang Ekonomi.......................... 68 BAB IV HUBUNGAN BILATERAL ANTARA INDONESIA DAN AUSTRALIA PADA MASA TRANSISI KEPEMIMPINAN KEVIN RUDD A. Persaingan di Tubuh Partai Buruh Australia............................... .75 B. Pengaruhnya terhadap Hubungan Australia-Indonesia............... 87 C. Mundurnya Kevin Rudd dari Panggung Politik.......................... 92 D. Hubungan Indonesia-Australia Dewasa Ini............................... 95 BAB V KESIMPULAN................................................................... ……... 98 DAFTAR PUSTAKA.................................................................................. 102 LAMPIRAN................................................................................................. 107

xiv DAFTAR LAMPIRAN 1. Kevin Rudd ....................................................................................... 107 2. Kevin Rudd & Presiden Yudhoyono................................................. 108 3. Bendera Indonesia dan Australia........................................................ 109 4. Australia and Indonesia sign Lombok Treaty……………………… 110 5. Masalah Imigran Gelap…………………………………………….. 111 6. Australia Tertutup Bagi Manusia Perahu........................................... 112 7. Indonesia Diuntungkan (Kompas, 27 November 2007)..................... 113 8. PM Kevin Rudd Meminta Maaf pada Anak Aborigin....................... 114

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Australia merupakan negara persemakmuran Inggris di mana kepala pemerintahannya di pimpin oleh Perdana Menteri. Sistem pemerintahan yang ada di Australia hampir mirip dengan yang ada di Amerika yaitu dikuasai oleh 2 Partai besar yaitu Partai Buruh Australia (ALP) dan Partai Liberal. Masalah keamanan dan keselamatan negara merupakan kepentingan nasional yang paling utama bagi setiap negara, masalah ini menjadi landasan bagi setiap negara yang akan membuat suatu kebijakan politik luar negeri terhadap negara lain. Suatu kebijakan yang akan dibuat oleh negara pasti akan mempertimbangkan hal-hal yang menyangkut perlindungan terhadap negara, serta keamanan nasionalnya. Sama seperti halnya Australia, dalam mengambil suatu kebijakan akan mempertimbangkan kepentingan nasionalnya, hal ini dapat dilihat dari ungkapan Evatt (Menteri Luar Negeri Australia) kepada pers di Amerika dalam kunjungannya pada bulan April 1943, “tentu saja Australia akan memandang rangkaian kepulauan di sebelah utara dan timur lautnya sebagai hal yang teramat penting demi keamanannya... Australia akan... sangat menaruh perhatian mengenai siapa yang akan menghuni, mengembangkan dan mengawasi daerah-daerah ini.”.1 1George Margaret. Australia And The Indonesian Revolution. Melbourne: Melbourne University Press. (1980). hlm. 17.

2 Indonesia dan Australia adalah dua negara dalam dua benua yang berbeda, yaitu Benua Asia dan Benua Australia. Indonesia sendiri merupakan bagian dari Benua Asia yang terdiri dari berbagai pulau dan membentuk sebuah negara dengan jumlah penduduk ratusan juta orang, lain halnya dengan Australia yang merupakan benua yang berbentuk pulau yang memiliki wilayah yang luas dan terletak diantara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, serta diapit oleh kepulauan Asia Tenggara dan daratan Kutub Selatan. Benua Australia merupakan benua yang terisolasi, disebut demikian karena letaknya yang jauh dari benua lainnya. Australia dibatasi oleh dua Samudera yang membatasi ketiga sisi negeri tersebut. Pertama, Australia terletak di ujung rute laut dunia, rute ini melintasi Samudera Hindia dan Samudera Pasifik serta melayani angkutan barang-barang ekspor ke luar negeri. Kedua, rute yang melintasi Samudera Pasifik ke benua Amerika Utara dan Hindia ke Jepang dan Asia Tenggara. Oleh karena itu, apabila rute-rute itu jatuh ke tangan satu atau beberapa negara yang bermusuhandengan Australia, kedudukan Australia akan terancam karena kehidupan ekonomi Australia sangat tergantung pada perdagangan luar negeri.2 Hubungan antara Indonesia dan Australia dapat dikatakan sebagai hubungan bilateral yang unik dikatakan demikian karena dalam menjalin 2Hadi Soebadio. Keterlibatan Australia dalam Pemberontakan PRRI/Permesta. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. (2002). hlm. 45.

3 kehidupan bertetangga terdapat dua sisi yang berbeda di antara keduanya dalam satu sisi kerjasama yang kuat dapat mempererat hubungan di antara kedua negara tersebut. Di sisi lain terdapat berbagai ancaman yang dapat mengakibatkan kerenggangan di antara kedua negara tersebut. Hal ini dapat terjadi di karenakan perbedaan ideologi politik, budaya, dan ras, serta tingkat pembangunan dan teknologi yang sedang berkembang. Pasang surut hubungan kedua negara inilah yang menjadi alasan tersendiri mengapa hubungan bilateral antara kedua negara bertetangga ini di katakan sebagai hubungan yang unik. Sebelum Perang Dunia II, Australia hanya menaruh sedikit perhatian dan kontak dengan Hindia-Belanda. Sebagai dominion Inggris, Australia menyandarkan diri pada hubungan diplomatik langsung antara Inggris dengan Belanda.3 Hubungan kedua negara tersebut cukup stabil dan bersahabat, Australia cukup puas dengan sikap apatis terhadap Hindia-Belanda. Sikap netral Belanda dalam politik luar negerinya, serta masih kuatnya kedudukan Inggris di Malaya (Malaysia sekarang) pada waktu itu memberi rasa aman kepada Australia. Setelah Indonesia memperoleh kemerdekaannnya pada 17 Agustus 1945, Australia mulai memperhatikan Indonesia, terlihat saat dukungan Australia kepada Indonesia untuk memperoleh kemerdekaannya. Hubungan ramah antara kedua negara ini menjelaskan bahwa pada waktu terjadinya aksi militer Belanda yang pertama pada bulan Juli 1947 Australia adalah negara Barat yang paling 3 J. Siboro. Sejarah Australia. Jakarta:IKIP Bandung. 1989, hlm. 166.

4 bersimpati pada tuntutan Republik untuk mendapat status merdeka di kalangan Internasional.4 Hubungan antara Indonesia-Australia sangat dipengaruhi oleh Partai yang pada saat itu sedang berkuasa. Sistem pemerintahan yang ada di Australia sangat mirip dengan yang ada di Amerika, yakni dikuasai oleh dua partai besar yaitu Partai Liberal Nasionalis dan Partai Buruh Australia (ALP). Kebijakan luar negeri yang diambil oleh Australia juga sangat dipengaruhi oleh sosok pemimpin yang sedang berkuasa. Perbedaan ideologi antara Partai Buruh dan Partai Liberal Nasionalis disini menjadi faktor yang mempengaruhi hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia. Pasang surut hubungan antara Indonesia dengan Australia disini dapat dillihat dari siapa penguasa dan dari partai mana yang sedang berkuasa di Australia. Hubungan Indonesia-Australia yang harmonis dapat dilihat pada saat Australia di bawah pimpinan Chifley dan Paul Keating dari Partai Buruh, dimana antara pemimpin kedua negara ini sangat akrab dan juga cenderung lebih akomodatif terhadap Indonesia.5 Berbeda saat Australia di bawah pimpinan John Howard dari Partai Liberal yang mana pada era ini memperkeruh hubungan bilateral diantara kedua negara ini. Hal ini dapat dilihat dari adanya kasus Irian Barat, Kemerdekaan Timor Timur dari 4 Anthony Reid & Martin O’Hare. (1955). Australia dan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. hlm.2 5 akomodatif menurut KBBI adalah akomodasi, di sini berkaitan dengan hubungan bilateral antara Indonesia dengan Australia dalam hubungan kerjasama di antara kedua negara dalam menjalin hubungan bilateralnya.

5 Indonesia, dan juga isu yang muncul mengenai terorisme yang akhirnya menimbulkan kecurigaan Australia terhadap Islam di Indonesia, dan juga kasus pemberian visa kepada warga Papua yang mana kasus ini menjadikan kekesalan tersendiri bagi Pemerintah Indonesia dan menimbulkan hubungan yang kurang stabil antara Canberra-Jakarta. Kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh Howard seperti keikutsertaan Australia dalam menangani masalah perang di Irak tanpa alasan yang jelas mengapa Australia harus ikut serta dalam perang tersebut menjadikan hilangnya kepercayaan dari masyarakat terhadap kepemimpinan era John Howard. Munculah Kevin Rudd dari Partai Buruh yang terpilih dan dilantik pada tanggal 3 Desember 2007 sebagai Perdana Menteri baru Australia menggantikan John Howard yang telah mendominasi pemerintahan konservatif selama sebelas tahun lamanya. Dalam kampanyenya, Rudd mengambil beberapa visi yang mana mengambil dari kebijakan-kebijakan dari Howard yang dirasa gagal dan menghilangkan kepercayaan dari masyarakat Australia. Kampanye yang dilakukan oleh Rudd pun mendapat respon baik dari masyarakat Australia, terutama di kalangan muda warga Australia. Terpilihnya Perdana Menteri baru inilah yang menghembuskan angin segar ke wilayah Indonesia, karena pada masa Kevin Rudd, hubungan antara Indonesia-Australia dirasakan harmonis. Melihat latar belakang masalah tersebut, disini penulis akan membahas bagaimana hubungan antara Indonesia dengan Australia selama masa Perdana Menteri Kevin Rudd sejak 2007 hingga

6 peralihan kekuasaannya dan persaingannya dengan Julia Gillard yang saling merebutkan kekuasaan meskipun dari partai yang sama yaitu Partai Buruh. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah dari tulisan yang berjudul “Hubungan Bilateral Indonesia-Australia Pada Masa Perdana Menteri Kevin Rudd (2007-2013)”, maka rumusan masalah sebagai berikut : 1. Program apa saja yang dicanangkan oleh Kevin Rudd dalam Pemilu Australia 2007? 2. Kebijakan-kebijakan apa yang dilakukan Kevin Rudd dalam menjalin hubungan Indonesia dengan Australia? 3. Bagaimana hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia pada masa transisi kepemimpinan Kevin Rudd? C. Tujuan Penelitian Penelitian ini pada hakekatnya mempunyai tujuan dan kegunaan yang di maksudkan untuk mendapatkan keterangan dari sumber yang jelas yang membahas tentang hubungan bilateral Indonesia dan Australia pada saat kepemimpinan Kevin Rudd. Adapun tujuan yang ingin dicapai penulis yaitu sebagai berikut : 1. Tujuan Umum a. Mengembangkan cara berfikir ilmiah dalam mengkaji suatu peristiwa sejarah untuk di tuliskan ke dalam sebuah tulisan sejarah.

7 b. Menerapkan Teori dan Metodologi ketika akan melakukan penelitian yang nantinya di kaji dalam penulisan sejarah. c. Memberikan pemahaman bahwa sebagai sebuah negara tidak dapat hidup sendiri tanpa adanya bantuan dan kerjasama dengan negara lain. 2. Tujuan Khusus a. Untuk mengetahui program yang dicanangkan oleh Kevin Rudd dalam Pemilu Australia pada 2007. b. Memberikan pemahaman mengenai kebijakan yang di ambil Kevin Rudd terkait hubungan Indonesia-Australia . c. Mengetahui hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia pada masa transisi kepemimpinan Kevin Rudd. D. Manfaat Penelitian 1. Bagi Pembaca a. Memperoleh informasi dan gambaran mengenai program yang dicanang oleh Kevin Rudd dalam Pemilu Australia pada 2007.. b. Menambah wawasan mengenai kebijakan yang di ambil oleh Kevin Rudd terkait hubungan Indonesia-Australia. c. Dapat memahami dan mengkritisi perubahan-perubahan yang dapat dicapai oleh Kevin Rudd terkait hubungan bilateral Indonesia dan Australia. 2. Bagi Penulis a. Menambah pengetahuan penulis mengenai hubungan bilateral antara Indonesia-Australia di berbagai bidang.

8 b. Menambah wawasan penulis dalam menulis sejarah terutama dalam hubungan bilateral antar negara khususnya Indonesia dan Australia di bawah kepemimpinan Kevin Rudd. c. Memberikan motivasi tersendiri bagi penulis bahwa menulis sejarah itu mengajarkan kita berfikir secara kritis dan dapat mengambil hikmah dari peristiwa yang telah terjadi. E. Kajian Pustaka Kepustakaan dalam penulisan sejarah merupakan hal yang mendasar dan penting mengingat sejarah adalah peristiwa di masa lalu yang bisa dikaji melalui fakta-fakta yang ada pada saat peristiwa tersebut terjadi. Kepustakaan sendiri berupa buku-buku yang dapat dijadikan acuan dalam menulis sebuah tulisan atau karya ilmah, kajian pustaka sendiri alangkah baiknya harus sesuai dengan kajian yang akan ditulis dalam suatu penelitian. Studi kepustakaan adalah teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku-buku, literatur-literatur, catatan-catatan, dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang dipecahkan. 6 Studi kepustakaan merupakan langkah yang penting dimana setelah seorang peneliti menetapkan topik penelitian, langkah selanjutnya adalah melakukan kajian yang berkaitan dengan teori yang berkaitan dengan topik penelitian. 7 Umumnya seorang peneliti setelah mengidentifikasi 6 Moh.Nazir. Metode Penelitian. (2011). Ghalia Indonesia. hlm.111. 7Ibid

9 topik yang dapat dan perlu diteliti ingin segera memulai melakukan penelitian, tanpa melakukan penyelidikan secara sungguh-sungguh mengenai apa yang diketahui orang lain dalam bidang yang dikajinya. Topik penelitian tersebut harus dikaitkan dengan pengetahuan yang relevan, seperti hasil penelitian, jurnal, disertasi, dan buku yang memiliki topik yang sama.8 Kajian pustaka dapat digunakan untuk membantu penulis dalam mengkaji suatu penelitian dalam penulisan karya ilmiah, melalui buku-buku yang relevan maka dapat dijadikan sebagai acuan dalam penulisan karya ilmiah. John Howard adalah perdana menteri Australia yang memerintah selama 11,5 tahun. Di akhir-akhir masa kepemimpinan John Howard, masyarakat Australia merasa tidak puas dengan kebijakan-kebijakan yang diambil oleh John Howard. Masyarakat menilai bahwa John Howard terlalu fanatik dengan negara sekutunya yaitu Amerika. Keikutsertaan Australia dalam Perang Irak merupakan kebijakan yang membuat masyarakat menjadi sangat kecewa dengan John Howard. Pemilu tahun 2007 menjadi titik balik kekuasaan dari John Howard ke sosok baru yang berasal dari Partai Buruh, yaitu Kevin Rudd. Dalam kampanyenya, Kevin Rudd mengambil beberapa visi-visi yang dianggap segar dan dapat membawa perubahan di Australia. 8 Donald Ary, et al. (2004). Pengantar Penelitian dalam Pendidikan dalam Arief Furchan (penerjemah). Yogyakarta: Pustaka Pelajar. hlm. 91.

10 Mengenai program yang dicanang oleh Kevin Rudd dalam pemilu Australia 2007, penulis menggunakan buku Chusnul Mar’iyah yang berjudul ). “Hubungan Indonesia-Australia: Tantangan dan Kesempatan dalam Hubungan Politik Bilateral”. Buku ini membahas mengenai kebijakan-kebijakan John Howard selama menjadi perdana menteri Australia termasuk kebijakannya dalam kaitannya dengan hubungan bilateral Indonesia dan Australia. Buku ini juga mengkaji bagaimana hubungan bilateral Indonesia dan Australia semasa pemerintahan John Howard. Kemenangan Kevin Rudd dari Partai Buruh Australia (ALP) dalam pemilu 2007 membawa angin segar ke wilayah Indonesia, hal ini dikarenakan kebijakan yang diambil oleh Kevin Rudd membawa hubungan Indonesia dan Australia menjadi lebih harmonis. Kevin Rudd adalah seorang politikus yang lahir pada 21 September 1957 di Nambour, Queensland yang berasal dari keluarga petani. Kevin Rudd menempuh pendidikannya di Universitas Nasional Australia, dan mengambil jurusan Bahasa China. Kevin Rudd bergabung dengan Partai Buruh pada tahun 1975 setelah mengikuti perserikat buruh muda semasa Rudd masih sekolah. Karirnya dalam politik di mulai saat Rudd bekerja untuk Departemen Luar Negeri pada tahun 1981-1988 dan ditugaskan di Atoklom kemudian Beijing. Pada tahun 1998, Rudd menjadi anggota DPR Griffith, pimpinan partai oposisi pada tahun 2006-2007, dan Menteri Luar Negeri pada tahun

11 2010-2012. Kevin Rudd memandang Indonesia sebagai negara yang harus dipertimbangkan Australia dalam menjalin hubungan bilateral dengan negara lain. Bagi Rudd sendiri Indonesia lebih penting dibandingkan menggantungkan diri dengan Amerika dan Inggris yang secara geografis sangat jauh dari Australia. Fokus peneliti adalah mendeskripsikan bagaimana hubungan bilateral Indonesia-Australia pada masa Perdana Menteri Kevin Rudd. Penulis menggunakan buku karangan Nicholas Stuart yang berjudul “Kevin Rudd an Unauthorised Political Biography”, buku ini membahas tentang biografi dari Kevin Rudd dan awal kemunculan Kevin Rudd dalam Partai Buruh yang dianggap sebagai pemimpin yang dapat mempersatukan partainya dan siap untuk menerima tantangan dari John Howard dalam Pemilu tahun 2007. Buku Biografi dan Politik Kevin Rudd ini mengeksplor peristiwa-peristiwa dari seorang pria yang ambisius, percaya diri, dan merupakan panutan dari setiap visinya yang mana terbentuk untuk masa depan Australia. Dalam buku ini juga membahas mengenai kebijakan-kebijakan dari Kevin Rudd semasa menjabat sebagai Perdana Menteri Australia. Penulis juga menggunakan buku karangan Mark Evans yang berjudul “ Kevin Rudd Goverment (2007-2010)”, yang diterbitkan di Canberra oleh ANU pada tahun 2010. Buku ini membahas tentang bagaimana awal kemunculan Kevin Rudd dalam dunia politik hingga perebutan kekuasaan yang ada di tubuh Partai Buruh, buku ini juga

12 mengulas faktor-faktor yang menyebabkan pamor Kevin Rudd menurun dan mundurnya Kevin Rudd dari kursi perdana menteri Australia. Selama Kevin Rudd menjadi Perdana Menteri Australia pada 2007-2010 banyak kebijakan yang di ambil oleh Rudd terutama yang menyangkut hubungan bilateral Indonesia-Australia. Langkah awal yang diambil Kevin Rudd setelah menjadi Perdana Menteri yaitu tetap menjaga kerjasama dengan Amerika, pentingnya menjaga kerangka hubungan multirateral, pentingnya kerjasama dengan negara-negara di kawasan Asia. Langkah ketiga yang diambil Rudd dalam menentukan kebijakannya dengan negara-negara di kawasan Asia inilah yang pada nantinya menentukan hubungan bilateral dengan negara-negara tetangga, salah satunya Indonesia. Berbagai kasus yang ditorehkan oleh Perdana Menteri Howard seperti Masalah Timor-Timur, kasus pemberian visa dan suaka kepada warga Papua, dan juga masalah-masalah lain yang muncul yang semakin memperburuk hubungan Indonesia-Australia pada era Howard. Membahas kebijakan Kevin Rudd dalam mengambil kebijakan luar negerinya, seperti meratifikasi Protokol Kyoto, Masalah Imigran Gelap penulis menggunakan buku yang sama seperti yang telah dijelaskan di atas, selain itu penulis juga menggunakan buku karangan Sunardi yang berjudul “Politik Luar Negeri Australia (Di Bawah Partai Buruh) yang di terbitkan Grafindo Utama, buku ini membahas mengenai ideologi yang mendasar dalam tubuh partai buruh, yang mana mempengaruhi kebijakan yang akan di ambil oleh pemimpin partai dan juga Perdana Menteri yang

13 berasal dari partai tersebut. Buku ini juga mengulas hubungan antara Indonesia dengan Australia semasa kepemimpinan Partai Buruh, di mana hubungan bilateral antara kedua negara ini dapat dikatakan harmonis. Selain itu penulis juga menggunakan buku karangan Chusnul Mar’iyah yang berjudul ). “Hubungan Indonesia-Australia: Tantangan dan Kesempatan dalam Hubungan Politik Bilateral”. Buku ini membahas dari latar belakang hubungan antara kedua negara tersebut sampai prospek hubungan Indonesia-Australia di masa depan. Buku ini membahas secara detail mengenai pasang surut hubungan diantara Indonesia-Australia terutama kerenggangan hubungan pada masa Perdana Menteri Howard. Pasca beralihnya kekuasaan Perdana Menteri Australia dari Kevin Rudd ke Julia Gillard mempengaruhi hubungan bilateral Indonesia-Australia. Hal ini disebabkan kebijakan dari Julia Gillard yang lebih fokus terhadap negera Australia dan sedikit membatasi hubungan dengan Indonesia. Pada tahun 2013, Kevin Rudd dapat naik kembali menjadi Perdana Menteri Australia setelah menggulingkan Julia Gillard lewat pemilihan dari tubuh Partai Buruh. Selama memerintah kembali sejak bulan Juni 2013-November 2013, Kevin Rudd berkunjung ke Indonesia untuk membahas hubungan bilateral di antara keduanya, di sini membahas mengenai kerja sama dalam bidang ekonomi. Pada Pemilu 2013, Rudd terpaksa kalah dari kubu lawan, sehingga kekalahannya membuat Rudd mengambil keputusan untuk mundur dari dunia politik yang telah lama digelutinya.

14 Hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia pada masa transisi kepemimpinan Kevin Rudd penulis menggunakan buku karangan Kerry Anne Walsh yang berjudul “The Stalking of Julia Gillard : How the Media and Team Rudd Contrived to Bring Down Prime Minister”, Buku ini membahas tentang bagaimana perpecahan di tubuh Partai Buruh dan juga persaingan di antara petinggi Partai yaitu Kevin Rudd dan juga Julia Gillard dalam perebutan kekuasaan. F. Historiografi yang Relevan Historiografi adalah usaha merekonstruksi sejarah dengan mengerahkan seluruh daya pikiran, ketrampilan tekis, penggunaan kutipan dan catatan, paling utama adalah penggunaan pikiran kritis dan analisis yang akhirnya menhasilkan suatu sintesa dari seluruh penelitian secara utuh.9 Penulisan karya sejarah sendiri diharuskan untuk menyertakan sumber-sumber sejarah yang relevan. Sumber tersebut dapat dijadikan sebagai pembanding maupun pelengkap dalam penulisan sejarah. Historiografi yang relevan sendiri berisi tentang kajian-kajian historis yang mendahului peneltian dengan tema dan topik yang hampir sama. Dengan adanya historiografi relevan berguna agar karya sejarah tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Penulisan skripsi mengenai Hubungan Bilateral Antara Indonesia-Australia Pada Masa Perdana Menteri Kevin Rudd (2007-2013), penulis menemukan historiografi relevan sebagai berikut: 9 Kuntowijoyo. (2003). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana. hlm. 18.

15 Pertama, penulis menggunakan skripsi yang berjudul Pasang Surut Hubungan Australia-Indonesia pada Masa Pemerintahan John Howard (1996-2007), yang ditulis oleh Bayu Andaruwati, mahasiswa Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta. Dalam skripsi ini dapat diperoleh bahwa hubungan antara Indonesia-Australia pada masa John Howard mengalami pasang surut bahkan dapat dikatakan hubungan antara kedua negara pada masa Howard kurang harmonis. Terdapat perbedaan dalam penulisan skripsi penulis dengan skripsi diatas, pada skripsi ini penulis akan mengkaji mengenai hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia pada masa Perdana Menteri Kevin Rudd yang mana fokus peneliti adalah mengenai kebijakan-kebijakan Kevin Rudd terkait hubungan bilateral Indonesia dan Australia. Kedua, penulis juga menggunakan skripsi yang berjudul Hubungan Indonesia-Australia pada Masa Reformasi Tahun 1998-2004, yang ditulis Agus Santoso, mahasiswa Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta. Dalam skripsi ini dapat diperoleh bahwa hubungan antara Indonesia-Australia diwarnai berbagai konflik seperti kasus Timor-Timur dan setumpuk masalah lainnya yang menyebabkan kedua negara ini bersitegang. Skripsi ini lebih menekankan pada ketegangan hubungan antara Indonesia dan Australia yang mana berbeda dengan skripsi yang akan dibahas oleh penulis yang lebih membahas hubungan Indonesia dan Australia yang berada tahap keharmonisan hubungan bilateral kedua negara tersebut.

16 Ketiga, penulis menggunakan skripsi yang berjudul Kebijakan Luar Negeri Indonesia dalam Menyikapi Kebijakan Travel Advisory Australia di Bawah Pemerintahan Kevin Rudd, yang ditulis oleh Cecep Saiman, mahasiswa jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Pasundan Bandung. Dalam skripsi ini dapat diperoleh bahwa kebijakan Travel Advisory yang diterapkan oleh Rudd yang memandang Indonesia sebagai negara yang masih perlu diwaspadai bagi warga Australia yang hendak pergi ke Indonesia. Skripsi ini membahas bagaimana kebijakan Indonesia dalam menanggapi kebijakan Travel Advisory yang diterapkan oleh pemerintah Australia. Skripsi di atas memiliki kemiripan dalam pengambilan kebijakan yang dilakukan oleh Kevin Rudd yaitu dalam masalah keamanan, akan tetapi dalam penulisan skripsi ini peneliti menulis secara umum kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Kevin Rudd dalam menjalin hubungan bilateral antara Indonesia dengan Australia. Keempat, penulis menggunakan skripsi yang berjudul Dinamika Politik Australia pada Masa Pemerintahan Kevin Rudd (2007-2010 dan 2013), yang ditulis oleh Bagus Grandis Pangingyon, mahasiswa jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Negeri Yogyakarta. Dalam skripsi ini membahas mengenai kebijakan dalam negeri Kevin Rudd selama menjabat sebagai perdana menteri Australia. Skripsi ini juga membahas mengenai bagaimana dinamika politik yang ada di Australia pada periode tahun 2007-2013. Skripsi ini memiliki kemiripan dengan yang akan diteliti oleh penulis, akan tetapi penulis disini memfokuskan terhadap kebijakan luar

17 negeri Kevin Rudd yang mana mempengaruhi hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia. Tulisan-tulisan yang ada sebelumnya ini sangat berguna sebagai pendukung dalam penulisan skripsi yang dapat dijadikan sebagai sumber untuk melengkapi sebuah karya sejarah. Buku-buku yang ada ataupun skripsi yang relevan belum menjelaskan secara detail mengenai Hubungan Antara Indonesia-Australia Pada Masa Perdana Menteri Kevin Rudd. Skripsi diatas mempunyai kemiripan dengan yang akan ditulis oleh peneliti, akan tetapi fokus peneliti disini adalah bagaimana upaya Kevin Rudd selama menjadi Perdana Menteri Australia dalam menjalin hubungan bilateral dengan Indonesia, berbagai kebijakan-kebijakan dalam berbagai bidang juga akan di bahas oleh penulis. Selain itu juga menjelaskan bagaimana hubungan bilateral Indonesia-Australia dewasa ini. G. Metode Penelitian Metode adalah suatu prosedur, proses, atau teknik yang sistematis dalam melakukan penyidikan suatu disiplin ilmu tertentu untuk mendapatkan objek yang diteliti. 10 Metode sejarah merupakan suatu proses yang dilakukan dalam menguji dan menganalisis secara kritis suatu peristiwa yang terjadi di masa lampau. Metode sejarah adalah proses menguji dan menganalisa secara kritis rekaman dan peninggalan masa 10 Hellius Sjamsuddin. (2007). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak. hlm. 13.

18 lampau.11 Terdapat empat tahapan pokok dalam metode sejarah yaitu pengumpulan data (heuristic), kritik sumber (verifikasi), penafsiran (interpretasi), dan penulisan sejarah (historiografi). 1. Heuristik Heuristik merupakan tahap awal ketika akan menulis karya ilmiah. Heuristik merupakan proses yang dilakukan seorang peneliti dalam mengumpulkan rekam jejak kejadian yang ada di masa lalu yang juga disebut sebagai data sejarah. Pengertian heuristik menurut Sjamsudin adalah suatu kegiatan mencari sumber-sumber untuk mendapatkan data-data atau meteri sejarah atau evidensi sejarah yang berhubungan dengan permasalahan yang akan dikaji oleh peneliti.12Sumber sejarah merupakan bahan-bahan yang dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Data yang diperoleh berupa data primer dan sekunder. Sumber yang digunakan dalam skripsi “Hubungan Bilateral Indonesia-Australia Pada Masa Perdana Menteri Kevin Rudd (2007-2013).” Sumber-sumber yang diperoleh kemudian dikategorikan berdasarkan sifatnya, sebagai berikut: a) Sumber Primer Menurut Louis Gottschalk sumber primer merupakan kesaksian daripada seorang saksi dengan mata kepala sendiri atau saksi dengan 11Louis Gottschalk. (1986). Mengerti Sejarah. Jakarta: Universitas Indonesia Press. hlm. 32. 12Ibid,. hlm. 86.

19 panca indra yang lain, atau dengan alat yang hadir pada peristiwa yang diceritakannya yang selanjutnya disebut sebagai saksi mata.13 Sumber primer sendiri haruslah didapat dari orang yang sejaman dengan peristiwa yang terjadi, yang benar-benar mengetahui peristiwa yang terjadi, akan tetapi dalam penerapannya sumber yang didapat tidak harus dalam bentuk asli, hal ini dikarenakan keterbatasan dari sumber yang di dapat. Penulis dalam penelitian ini menggunakan beberapa sumber primer diantaranya : 1. Sunrise. “Kevin Rudd Visits Indonesia”. 2. Sunday Opac. “Kevin Rudd:Australia-Indonesia Relationship”. 3. ABC News. “Good Neighbours - Leaders Promise Closer Cooperation” b) Sumber Sekunder Menurut Louis Gottschalk sumber sekunder merupakan kesaksian dari siapapun yang bukan merupakan saksi pandangan-mata, yakni seseorang yang tidak hadir pada peristiwa yang dikisahkannya.14 Sumber sekunder adalah sumber yang di dapat dari orang kedua yang mendapat sumber dari orang lain. Sumber sekunder dalam penelitian ini antara lain sebagai berikut: 13 Louis Gottschalk,, Understanding History: A Primer of Historical Method, a.b, Nugroho Notosusanto, MengertiSejarah. Jakarta: Universitas Indonesia Press, 1975, hlm. 35. 14Ibid., hlm. 45.

20 Chusnul Mar’iyah. (2005). Hubungan Indonesia-Australia: Tantangan dan Kesempatan dalam Hubungan Politik Bilateral. Jakarta: Granit. J. Siboro. (1989). Sejarah Australia. Jakarta: IKIP Bandung. Hadi Soebado. (2002). Keterlibatan Australia dalam Pemberontakan PRRI/Permesta. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Martin O’Hare & Antony Reid. (1995). Australia and Indonesia’s Struggle For Independence. Canberra: Australia-Indonesia Institute. Nicholas Stuart. (2007). “ Kevin Rudd: An Unauthorised Political Biography”. Carlton North: Scribe. Sunardi. (1985). Politik Luar Negeri Australia di Bawah Partai Buruh. Jakarta: Grafindo Utama. Tim Penulis. (1973). Hubungan Australia-Indonesia. Jakarta : Kantor Penerangan Kedutaan Besar Australia. 2. Verifikasi (Kriktik Sumber) Dalam penulisan sejarah, sumber yang didapat harus diuji kebenarannya, disini sejarawan dihadapkan pada kebutuhan untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang mungkin dan tidak mungkin, disini sangat diperlukan dikarenakan untuk membuktikan ke aslian dari sumber yang sudah didapat. Menurut Nugroho Notosusanto, verifikasi itu ada dua macam: kritik intern dan ekstern.15 15Nugroho Notosusanto. Mengerti Sejarah. Jakarta: Universitas Indonesia Press. (1975). hlm. 32.

21 3. Analisis Sumber (Interpretasi) Interpretasi adalah menafsirkan fakta-fakta yang telah diuji kebenarannya, kemudian menganalisa sumber yang pada akhirnya akan menghasilkan suatu rangkaian peristiwa. Tahap ini penulis dituntut untuk mencermati dan mengungkapkan data-data yang telah diperoleh, agar tulisan sejarah nantinya bersifat obyektif dan menghindarkan penulis pada subjektivitas dalam kajian sejarah. Menganalisis sumber juga perlu dilakukan dengan menjelaskan data-data yang sudah diperoleh kemudian dikaitkan antara sumber yang satu dengan sumber yang lainnya. Contoh analisis sumber-sumber dari penulisan skripsi ini adalah tentang hubungan pasang surut Australia-Indonesia pada masa PM John Howard dan digantikan oleh Perdana Menteri baru yaitu Kevin Rudd yang berasal dari Partai Buruh. Disini menjelaskan tentang hubungan baik antara Indonesia-Australia. 4. Penulisan Sejarah (Historiografi) Historiografi merupakan tahap akhir dalam penulisan sejarah. Pada tahap ini penulisan sejarah. Historiografi merupakan kegiatan penyampaian sintesis dari penelitian yang ditulis secara kronologis. Historiografi merupakan kegiatan menyusun fakta-fakta menjadi sebuah kisah sejarah setelah melakukan pencarian sumber, penilaian sumber dan penafsiran sumber yang kemudian dituangkan menjadi sebuah kisah sejarah dalam bentuk tulisan. Dalam hal ini penulis

22 dituntut untuk bisa membangun ide-ide tentang hubungan antar fakta dan penulis juga dituntut untuk bisa membangun ide-ide, sehingga tulisan yang dihasilkan akan bersifat objektif. Penulisan sejarah dan fakta-fakta sejarah dari berbagai sumber yang telah di interpretasikan kemudian ditulis sebagai sebuah cerita sejarah yang disajikan dalam suatu tulisan. 16 Menulis sejarah adalah mengembangkan ide-ide yang telah didapat agar menghasilkan suatu sintesis dari seluruh hasil penelitiannya dalam suatu tulisan yang utuh. H. Pendekatan Penelitian Mengkaji suatu peristiwa sejarah, pendekatan penelitian merupakan hal yang penting. Suatu peristiwa dapat terjadi tidak hanya karena satu sebab saja melainkan memiliki sebab-sebab lainnya yang mempengaruhi peristiwa itu terjadi. Dalam mengkaji peristiwa sejarah, tulisan sejarah dapat dikaji sesuai darimana kita memandang peristiwa sejarah tersebut. Dalam pendekatan ini pennulis menggunakan beberapa pendekatan yang sesuai dengan penelitian. Pendekatan yang digunakan antara lain adalah pendekatan politik, pendekatan geografis. 1. Pendekatan Politik Pendekatan politik adalah pendekatan politik adalah pendekatan yang menyoroti struktur kekuasaan dan sebagainya. 17 Politik sendiri 16Sardiman, Mengenalsejarah. Yogyakarta: Biografi Publishing. (2010).hlm. 106. 17 Sartono Kartodirdjo. Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.(1982). hlm.77.

23 memiliki pengertian yang bermacam-macam sesuai dengan sudut pandang mana yang dilihat. Politik sendiri pada umumnya didefinisikan dengan kegiatan yang berhubungan dengan negara dan pemerintahan. Fokus perhatian ilmu politik, karenanya, lebih tertuju pada gejala-gejala masyarakat seperti pengaruh dan kekuasaan, kepentingan dan partai politik, keputusan dan kebijakan, konflik dan konsensus, rekrutmen dan perilaku kepemimpinan, masa dan pemilih, budaya politik, sosialisasi politik. Sejarah adalah politik masa lalu, dan politik adalah sejarah masa kini. Melalui pendekatan politik inilah, disini pendekatan yang digunakan dapat membantu penulis dalam penulisan skripsi ini, melihat materi yang dikaji mengenai hubungan bilateral Indonesia-Australia pada masa Perdana Menteri Kevin Rudd, hal ini tidak terlepas dari adanya pengaruh politik didalamnya. 2. Pendekatan Geografis Menurut hasil seminar dan lokakarya geografi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari fenomena permukaan bumi dengan pendekatan keruangan, ekologis, dan kompleks wilayah. Dalam skripsi ini, peneliti menggunakan pendekatan geografi yang terfokus pada pendekatan keruangan. Letak geografis di suatu negara akan mempengaruhi hubungan internasional. Apabila dilihat dari letak geografisnya, Australia dibatasi oleh dua Samudera yang membatasi ketiga sisi negeri tersebut. Pertama,

24 Australia terletak di ujung rute laut dunia, rute ini melintasi Samudera Hindia dan Samudera Pasifik serta melayani angkutan barang-barang ekspor ke luar negeri. Kedua, rute yang melintasi Samudera Pasifik ke benua Amerika Utara dan Hindia ke Jepang dan Asia Tenggara. Oleh karena itu, apabila rute-rute itu jatuh ke tangan satu atau beberapa negara yang bermusuhan dengan Australia, kedudukan Australia akan terancam karena kehidupan ekonomi Australia sangat tergantung pada perdagangan luar negeri. Letak geografis Australia sangat dekat dengan Indonesia, Australia sendiri berpendapat bahwa invansi asing akan datang dari daratan Asia atau dari Kepulauan Indonesia yang berada di seberang Samudera Hindia dan Pasifik. Pertahann militer Australia sendiri berada di pertahanan garis utaranya, yaitu berhadapan langsung dengan Kepulauan Indonesia. Australia sendiri memiliki kepentingan strategis yang mana diukur dari jarak negara-negara tetangganya. Hal ini menjadikan Indonesia menduduki tempat terpenting terhadap keamanan Australia.18 Sehingga dalam skripsi ini, hubungan bilateral antara Indonesia-Australia dipengaruhi oleh faktor geografis yang membatasi kedua negara tersebut. 18Hadi Soebadio. Keterlibatan Australia dalam Pemberontakan PRRI/Permesta. Jakarta: PT Gramdeia Pustaka Utama. (2002). hlm.45.

25 3. Pendekatan Hubungan Internasional Hubungan Internasional yang ada di beberapa negara merupakan bagian dari kebijakan politik yang ada di suatu negara. Sistem politik internasional memiliki beberapa teori diantaranya: teori hubungan internasional realisme, teori hubungan internasional neorealisme, teori hubungan internasional liberalisme, dan teori hubungan internasional neoliberalisme. Penulisan skripsi ini, penulis menggunakan pendekatan hubungan internasional dengan teori realisme. Teori realisme politik dalam hubungan internasional merupakan unsur yang berdasarkan norma yang ada di suatu negara dalam menjalin hubungan bilateral dan menentukan kebijakan luar negeri negara tersebut. Realisme politik hubungan internasional menganggap politik luar negri yang rasional sebagai politik luar negeri yang baik. 19 Kepentingan nasional menjadi tonggak adanya hubungan bilateral antara Indonesia-Australia, dan dalam teori realisme hubungan internasional terjadi karena faktor keamanan menjadi kunci dari adanya hubungan bilateral antar negara. I. Sistematika Penelitian Skripsi yang berjudul Hubungan Bilateral Indonesia-Australia Pada Masa Perdana Menteri Kevin Rudd (2007-2013), akan disusun dalam lima bab, sebagai berikut: 19 Hans J. Morgenthau. Politik Antarbangsa. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. (1990). hlm. 14.

26 BAB I.PENDAHULUAN Bab pertama dalam skripsi ini membahas mengenai latar belakang penelitian, rumusan masalah yang akan dikaji, tujuan dan manfaat dari penulisan, kajian pustaka, historiografi yang relevan, metode yang digunakan dalam penelitian ini, serta sistematika penelitian. BAB II. PROGRAM YANG DICANANG KEVIN RUDD DALAM PEMILU AUSTRALIA 2007 Bab II menjelaskan mengenai bagaimana hubungan Indonesia-Australia di sebelum pemilu 2007, yaitu masa-masa akhir dari kepemimpinan Howard dan menjelaskan mengenai biografi dari Kevin Rudd mulai dari kelahirannya, kehidupan masa kecilnya, pendidikannya, dan juga perjalanan politiknya sampai menjadi Perdana Menteri Australia. Bab ini juga membahas mengenai sudut pandang Kevin Rudd terhadap Indonesia yang mana nantinya mempengaruhi kebijakannya dalam menjalin hubungan dengan Indonesia. BAB III. KEBIJAKAN-KEBIJAKAN YANG DILAKUKAN KEVIN RUDD DALAM MENJALIN HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA-AUSTRALIA Bab ini menjelaskan mengenai hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia di bawah kepemimpinan Kevin Rudd menjadi harmonis. Terdapat berbagai kerjasama yang disepakati oleh kedua negara tersebut dalam menjalin hubungan baik antara Indonesia dan Australia, yang mana pada masa sebelum Kevin Rudd yaitu Howard sempat merenggang. Bab III ini juga akan menjelaskan pendekatan geografis yang dipilih Kevin

27 Rudd dalam membuat kebijakan luar negeri terutama dalam menjalin hubungan dengan Indonesia. BAB IV. HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA-AUSTRALIA PADA MASA TRANSISI KEPEMIMPINAN KEVIN RUDD Bab ini menggambarkan hubungan antara Indonesia-Australia pasca lengsernya Kevin Rudd menjadi Perdana Menteri Australia pada 2010. Bab ini juga menjelaskan bagaimana Kevin Rudd dapat menjadi Perdana Menteri Australia kembali setelah menggantikan Julia Gillard dalam pemilihan yang dilakukan di dalam partai buruh. Kekalahan Kevin Rudd dalam Pemilu 2013 menjadikan berakhirnya kekuasaan Partai Buruh selama dua periode di Australia. Kevin Rudd sendiri menyatakan mundur dalam dunia politik setelah kekalahannya dalam Pemilu tersebut. Hubungan antara kedua negara menjadi sedikit merenggang terutama pada tahun 2013 ini. BAB V KESIMPULAN Bab V berisi kesimpulan dari permasalahan yang telah dibahas pada bab-bab sebelumnya. Kesimpulan juga berisi jawaban dari rumusan masalah yang terdapat pada bab pertama

29 BAB II PROGRAM YANG DICANANG KEVIN RUDD DALAM PEMILU AUSTRALIA 2007 Kebijakan-kebijakan John Howard yang terlalu fanatik terhadap negara sekutunya Amerika, menjadikan masyarakat Australia menginginkan sosok pemimpin baru yang mana dapat memberikan perubahan terhadap Australia. Kebijakan John Howard yang mana ikut serta dalam membantu Amerika dalam Perang Irak menjadikan John Howard gagal menjadi Perdana Menteri Australia di akhir-akhir pemerintahannya. Kebijakan John Howard yang enggan untuk meratifikasi Protokol Kyoto membuat pamor John Howard di kalangan masyarakat Australia menjadi menurun. 1 Berakhirnya kekuasaan John Howard sebagai Perdana Menteri Australia menghembuskan angin segar ke wilayah Indonesia. Terpilihnya perdana menteri baru akan membawa perubahan dalam bentuk hubungan bilateral Indonesia dan Australia. John Howard menjabat sebagai Perdana Menteri Australia selama 11 tahun. Hubungan antara Indonesia-Australia melemah saat pemerintahan Australia di pegang oleh John Howard. Berbagai sumber mengatakan bahwa Howard adalah politisi yang disetir paling 1Protokol Kyoto adalah sebuah instrumen hukum (legal instrument) yang dirancang untuk mengimplementasikan Konvensi Perubahan Iklim yang bertujuan untuk menstabilkan konsentrasi GRK agar tidak mengganggu sistem iklim Bumi. Lihat Daniel Murdiyaso. Protokol Kyoto Implikasinya bagi Negara Berkembang. Jakarta: Kompas. (2007). hlm. 5.

30 mencurigai ras, migrasi, dan ikatan dengan Asia. 2 Munculnya Kevin Rudd dari Partai Buruh Australia dan memenangkan pemilu di Australia pada 2007 memberikan harapan baru pada masyarakat Australia melalui visi-visinya yang dianggap dapat membawa Australia dalam perubahan yang lebih baik dan juga terpilihnya Kevin Rudd mengubah hubungan diplomatis antara Indonesia-Australia. A. Berakhirnya Kekuasaan John Howard Hubungan Indonesia-Australia pada masa pemerintahan Perdana Menteri John Howard berbeda dengan Perdana Menteri sebelumnya yaitu Paul Keating dari Partai Buruh. John Howard adalah Perdana Menteri ke-25 Australia yang mulai menjabat sejak 11 Maret 1996 sampai dengan 3 Desember 2007. Hubungan Internasional yang dijalankan oleh Howard selama memerintah memiliki banyak agenda reformasi yang luas, reformasi yang dilakukan oleh Howard bertumpu pada pengenalan pajak barang dan jasa. 3 Di akhir 1999 ada sebuah persepsi dalam media Indonesia, bahwa hubungan antara Indonesia dan Australia selalu berada di titik rendah dan Perdana Menteri John Howard merupakan kunci perubahan sikap Australia.4 Howard telah membawa perubahan atas hubungan bilateral, ia tidak pernah terpukau dengan pentingnya hubungan bilateral dengan Indonesia sebagaimana 2 Chusnul Mar‟iyah. Indonesia-Australia Tantangan dan Kesempatan dalam Hubungan Politik Bilateral. Jakarta: Granit. (2005). hlm. 4-5. 3 National Archives of Australia. About John Howard. Available at http://www.primeministers.naa.gov.au/primeministers/howard/. di akses pada Senin, 23 Februari 2015 pukul 13:45 4Ibid,.

31 yang dilihat oleh Keating. 5Menjalin hubungan dengan Indonesia tidak menjadi prioritas utama Australia dalam mengambil kebijakan luar negerinya. Australia lebih condong ke negara sekutunya yaitu Amerika, berbagai kebijakan luar negeri lebih mengarah ke Amerika, terbukti pada saat Australia ikut serta dalam Perang Irak. Howard dapat dikatakan sebagai sosok yang „anti‟ Asia dan „pro‟ Amerika, sehingga hubungan antara Indonesia-Canberra tidak menjadi pusat perhatian dari kebijakan Howard. Kebijakan yang diambil oleh John Howard terhadap Indonesia sendiri membuat hubungan diantara kedua negara merenggang, diantaranya terdapat tiga situasi dimana masyarakat Indonesia merasa dilecehkan oleh Australia. Pertama, pemerintah Australia melalui Menteri Pertahanannya mengusulkan untuk membentuk sebuah Cabang Intelijen Australia di Jakarta. Bagi Indonesia, usul tersebut mempunyai maksud tersendiri yaitu ingin menjadi mata-mata bagi negaranya, karena memiliki tujuan tersendiri diluar urusan politik, ekonomi, dan budaya. Kebijakan Pemerintah Indonesia menolak usulan tersebut karena bertentangan dengan ketentuan hukum internasional, khususnya Konvensi Wina tahun 1961. 6 Kedua, isu mengenai teroris yang ada di Indonesia selepas kasus Bom Legian Bali yang mana korban dari peristiwa 5 Chusnul Mar‟iyah op.cit hlm. 12. 6 Jawahir Thontowi. Penegakan Hukum & Diplomasi Pemerintahan SBY. Yogyakarta: Leutika. (2009). hlm. 229.

32 tersebut berasal dari Australia. 7 Persatuan Anti Teroris di Australia melakukan penggeledahan terhadap 12 Warga Negara Indonesia yang diduga terlibat JI (Jamaah Islamiyah), tindakan yang dilakukan oleh Kedaulatan Pemerintah Australia dianggap salah karena tidak memberitahu Kedutaan Republik Indonesia di Canbera sebelum melakukan penggeledahan. 8 Ketiga, Kebijakan Travel Warrant yang mana ikut menyinggung negara Indonesia dikarenakan kebijakan tersebut adalah sebuah peringatan bagi warga negara Australia yang hendak berpergian ke negara-negara yang rentan dengan teroris. Kebijakan tersebut dirasakan merugikan negara Indonesia secara ekonomi karena jumlah wisatawan asing dari Australia menurun. 9Seiring berjalannya waktu, turis dari Australia untuk datang ke Indonesia kembali normal. Menurunnya kepopuleran John Howard di kalangan masyarakat Australia dikarenakan berbagai faktor diantaranya kebijakan dari John Howard yang enggan untuk menandatangani Protokol Kyoto. Howard sendiri menolak adanya ratifikasi dikarenakan negara sekutunya yaitu Amerika tidak ikut terlibat dalam menangani masalah ini. John Howard setuju dengan kebijakan Amerika yang menolak adanya ratifikasi Protokol Kyoto dikarenakan akan berdampak pada perekonomian negaranya. Masyarakat Australia menganggap 7 Bom Legian Bali merupakan suatu tragedi pengeboman oleh teroris yang terjadi di Kuta, Bali pada 12 Oktober 2002 yang telah membunuh 185 orang dan mencederai 324 orang lainnya. Sebagaian besar korban adalah warga negara Australia. Lihat Chusnul Mar‟iyah. Indonesia-Australia Tantangan dan Kesempatan dalam Hubungan Politik Bilateral. Jakarta: Granit. (2005). hlm. 51. 8Ibid,. hlm. 230. 9Ibid,.

33 kebijakan Howard ini salah, dikarenakan Australia merasa perlu untuk ikut serta dalam meratifikasi Protokol Kyoto, hal ini dikarenakan perubahan iklim yang terjadi di Australia akan berdampak kepentingan negara.10Kebijakan-kebijakan yang diambil Howard sendiri cenderung mengarah kepada Amerika sebagai negara sekutunya. Amerika menyatakan tidak ikut serta dalam Protokol Kyoto karena dianggap AS tidak adil dan tidak efisien.11 Isu tentang masalah air yang saat itu sedang dihadapi serius oleh Australia harusnya bisa dijadikan tonggak bagi Howard dalam memenangkan kampanyenya. Pemerintahan Howard sendiri berencana akan mengeluarkan dana sebesar 10 Miliar Dollar Australia dalam mengatasi masalah air di Australia, akan tetapi hingga pemilu berlangsung rencana tersebut belum juga terlaksana.12 Hal tersebut membuat masyarakat semakin jenuh dengan gaya kepemimpinan Howard, kurangnya perhatian Howard terhadap lingkungan hidup memberikan pandangan kepada masyarakat Australia bahwa negaranya memerlukan pemimpin baru. Kepentingan negara merupakan hal mutlak yang harus diambil seorang pemimpin negara, dalam hal ini adalah mengenai ratifikasi Protokol Kyoto. 10John Howard Akui Kalah. available at http://www.BBCIndonesia.com/Berita Dunia /John Howard akui kalah.htm diakses pada 23 Februari 2015 pukul 13:45. 11 Daniel Murdiyaso. Protokol Kyoto Implikasinya bagi Negara Berkembang. Jakarta: Kompas. (2007). hlm 28. 12 Dokumen Hansard Majelis Rendah Australia No.12 Tahun 2007. Perdebatan Tentang Water Bill. Edisi Selasa, 14 Agustus 2007. halaman 1. diunduh dari situs http://www.aph.gov.au/hansard di akses pada 4 Maret 2015.

34 Kebijakan lain yang bisa dilihat adalah keikutsertaan Australia dalam Perang Irak membuat warga Australia menjadi kurang simpatik dengan Howard dan partainya. Masa kepemimpinan Howard sangat pro dengan Amerika, hal ini menjadikan posisi Australia yang seakan-akan tunduk dengan kebijakan luar negeri yang dikeluarkan oleh Amerika. Mantan Kepala Angkatan Bersenjata Australia, Jenderal Peter Gration, yang menjadi penentang Perang Irak , mengatakan bahwa perang itu “tidak bermoral, ilegal dan tidak diperlukan.” Gration juga mengatakan bahwa keterlibatan Australia di Perang Irak merupakan salah satu keputusan strategis paling konyol dalam sejarah Australia. Keterlibatan Australia dalam Perang Irak memberikan kerugian tersendiri bagi negaranya, karena jumlah korban akibat perang tersebut tidaklah sedikit dan keterlibatan Australia tersebut untuk pertama kalinya dalam sejarah Australia yaitu menyerang negara yang sama sekali tidak mellakukan apa-apa terhadap negaranya.13 Kevin Rudd sendiri juga menilai bahwa keikutsertaan Australia pada perang Irak malah akan membawa Australia menjadi negara yang akan rentan dengan ancaman terorisme. 14 Australia di bawah kepemimpinan John Howard dapat dikatakan sebagai negara yang terlalu fanatik dengan Amerika. Kepemimpinan Howard mulai mengalami kemunduran sejak periode ke-empat jabatannya. Menurunnya pamor John Howard juga dikarenakan hubungan antara Australia dan Selandia 13 L. Sastra Wijaya. “John Howard: Banyak Kesalahan Selama Perang Irak”. Kompas 17 Maret 2013. 14 Australia Mulai Tarik Pasukan Tentara. Kompas, 2 Juni 2007

35 Baru yang kurang mesra pada masa pemerintahan John Howard, karena kebijakan yang di ambil oleh John Howard lebih mendekatkan dengan Amerika Serikat. Selandia Baru juga sangat tidak setuju dengan kebijakan Howard yang terlalu buta mendukung invansi AS di Irak. 15 Pemilu Federal Australia yang diadakan pada 24 November 2007 menjadi titik balik di mana era John Howard harus berakhir. Howard mengalami kekalahan atas kandidat oposisinya yaitu Kevin Rudd dari Partai Buruh. Kevin Rudd adalah lawan politik Howard yang paling keras sejak mengalahkan Paul Keating pada pemilu 2 Maret 1996. Persaingan antara Rudd dan Howard dapat dilihat melalui kampanye yang diusung kedua tokoh ini. Kampanye Rudd yang mengusung “ we need new leadership” ditentang oleh Howard yang berkata bahwa Bangsa Australia “ does not need new leadership. It needs the right leadership”. 16 Australia merasa sudah bosan dengan gaya kepemimpinan dari Partai Liberal yang konservatif, sehingga munculnya Kevin Rudd dari Partai Buruh menjadikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat Australia. Masyarakat Australia menginginkan sosok pemimpin yang baru, yang mempunyai visi dan misi yang dapat membuat Australia lebih maju lagi. Berdasarkan sumber yang di dapat, perbedaan visi dan misi yang diusung dalam kampanye kedua tokoh 15 Keating: Sangat Lega Era Howard Telah Berakhir. Kompas,27 November 2007. 16 Ikrar Nusa Bhakti. Taruhan Politik John Howard. (2007). Yogyakarta: LIPI. Kompas, 7 November 2007.

36 tersebut yang menjadikan alasan mengapa Howard mengalami kekalahan telak saat pemilu dilaksanakan. Howard mengalami kekalahan telak oleh kubu Kevin Rudd. Jika dilihat dari segi perolehan suara yang dianalisis oleh Pemilu ABC, Antony Green yang memperkirakan Partai Buruh Australia mampu mengantongi 85 kursi di parlemen, dengan kelebihan 20 kursi di parlemen, hal ini dapat dipastikan bahwa ALP akan mengakhiri 11 tahun pemerintahan kubu koalisi Partai Liberal Nasional. 17 Bagi Howard, Pemilu Federal 2007 yang diikuti lebih dari 13,6 juta orang pemilih itu telah menempatkan karir politik Howard di ujung tanduk, karena kursi daerah pemilihan di Bennelong, Sydney yang menjadi andalannya selama berkuasa di Australia selama kurang lebih 11 tahun jatuh ke tangan kubu koalisinya yaitu ALP. Hasil pemilihan umum federal menyatakan bahwa ALP memperoleh sekitar 53,5% suara dan memiliki sekitrar 85 kursi di DPR. 18 Kemenangan Rudd dapat dikatakan sebagai akhir dari perjalanan politik Howard baik sebagai Perdana Menteri maupun di Partai Liberal. Howard merasa harus bertanggung jawab penuh atas kampanye Partai Liberal. Hal tersebut menjadikan Howard kehilangan kursi di parlemen setelah kalah dalam pemilu. Kemenangan dari Partai Buruh menandai perubahan generasi dari yang 17 Rahmat Nasution. Akhir Dominasi Howard, Rudd Harapan Baru Indonesia. InilahCom. available at http://www.inilah.com/telinga/mata/hati/rakyat.htm 18Ibid,.

37 tadinya condong pada Partai Liberal-Nasional kemudian beralih ke Partai Buruh. B. Terpilihnya Kevin Rudd sebagai Perdana Menteri Australia Kevin Michael Rudd lahir pada 21 September 1957 di pedalaman Nambour, Queensland. Anak bungsu dari pasangan Albert Rudd dan Margaret Rudd, tumbuh di sebuah daerah peternakan susu di Eumundi dan mulai belajar di bangku Sekolah Dasar Eumundi. 19 Ketika Rudd berusia 11 tahun, Rudd ditinggal oleh Ayahnya Bert Rudd yang meninggal pada Februari 1968, setelah mengalami kecelakaan mobil. Margaret Rudd menjadi orangtua tunggal bagi ke empat anaknya dengan bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit Mater Brisbane. Kevin Rudd melanjutkan sekolahnya di SMA Negeri Nambour dan menjadi pemenang di Queensland Rotary Youth Speaks for Australia. 20 Kehidupan dan masa kecil Kevin Rudd yang keras membuat Rudd harus berjuang demi masa depan dan keluarganya. Kevin Rudd mulai bergabung dengan Partai Buruh Australia pada tahun 1972 saat berusia 15 tahun. Rudd melanjutkan studinya di Universitas Nasional Australia di Canberra pada tahun 1977 dan mengambil jurusan Bahasa Tionghoa dan Sejarah Cina, Rudd lulus pada tahun 1981 dengan tesisnya yang membahas mengenai pembangkang Cina dan demokrasi kampanye Wei Jingsheng. Kevin Rudd dan Therese Rein menikah dan Rudd 19 National Archives of Australia. About Kevin Rudd. Available at http://primeministers.naa.gov.au/primeministers/KevinRudd/. di akses pada Senin, 23 Februari 2015 pukul 13:45. 20Ibid,.

38 dipekerjakan sebagai seorang diplomat dan ditempatkan di Kedutaan Besar Australia di Stockholm dan kemudian di Beijing, pada tahun 1986 Rudd kembali ke Canberra. Tahun 1988, Kevin Rudd dan Margaret Rudd kembali ke Queensland bersama kedua anak mereka yaitu Jessica dan Nicholas, selanjutnya Rudd kembali lagi ke China untuk melanjutkan studinya di Fundan University di Shanghai. Awal tahun 1993, Kevin Rudd memimpin komite strategi nasional dan mengajarkan Bahasa Asing di sekolah-sekolah pada masa pemerintahan Paul Keating. Tiga tahun berselang, Rudd terpilih menggantikam Ben Humpreys di kursi federal Griffith. Kepemimpinan Buruh dimulai sejak tahun 1983 dengan Perdana Menteri pertamanya yaitu Bob Hawke dan di susul oleh Paul Keating, tetapi pada pemilu 1996 pemerintah Koalisi di ambil menyusul kemenangan dari John Howard sebagai Perdana Menteri, begitu pula dengan perolehan suara yang mana kursi Griffith diambil alih oleh kubu oposisi. 21 Pemilu 1998, Kevin Rudd mendapatkan kursi di parlemen dan masuk di DPR pada usia 41. Kevin Rudd diangkat sebagai ketua Komite Partai Buruh Parlemen Keamanan Nasional dan Perdagangan. Pengalaman politik Rudd bertambah saat dia dikirim sebagai anggota dari misi pengamat Asutralia untuk pemilu di Indonesia dan pada bulan Agustus 2001 menjadi wakil dari delegasi parlemen Australia di Timor Timur. Tanggal 4 Desember 2006, diadakan pemungutan suara di dalam Partai Buruh, Kevin Rudd memperoleh suara terbanyak dan terpilih menjadi ketua partai menggantikan Kim Bezley. 21Ibid,.

39 Secara politik Kim Bezyley sebenarnya jauh lebih berpengalaman, dia juga orang yang paling sering mengkritisi kebijakan-kebijakan John Howard. Akan tetapi sisi lain dari Kevin Rudd yang percaya diri mampu membawanya menjadi pemimpin partai yang akan menantang kubu oposisi yaitu John Howard. Kevin Rudd ini adalah seorang pria percaya diri, dan merupakan panutan dari setiap visinya yang mana terbentuk untuk masa depan Australia. Perdana Menteri John Howard mengumumkan pemilihan umum federal dilaksanakan pada 24 November 2007. Kevin Rudd terpilih menjadi perdana menteri ke-26 Australia setelah mengalahkan John Howard dari kubu liberal. Kevin Rudd menjadi pilihan masyarakat Australia dikarenakan visi-visinya yang dianggap mampu memberikan pembaharuan bagi kepentingan negara. Pemilihan umum Australia ini diharapkan mampu memunculkan sosok baru bagi pemimpin Australia. Kevin Rudd menggandeng Jullia Gillard untuk mendampingi selama kampanye dan sekaligus sebagai wakil dari Partai Buruh. Jullia Gillard sendiri adalah seorang politisi perempuan yang mana selama pemerintahan Australia belum pernah ada wanita yang memiliki jabatan sebagai calon wakil Perdana Menteri. Kedua wakil dari Partai Buruh tersebut telah bersepakat untuk berkoalisi dan menantang John Howard dari Partai Liberal sejak tahun 2006. Hasil pemilihan umum Australia diumumkan oleh Majelis Rendah (HoR) Australia yang bias dilihat pada table dibawah ini:

40 Tabel 1. Hasil Pemilu Federal Australia 2007 di Majelis Rendah (HoR) Perolehan Suara Partai Buruh dan Partai Liberal-Nasionalis Pemilu Federal Australia di Majelis Rendah (Nasional) Koalisi Suara Presentase (%) Kursi di Parlemen Partai Buruh 4.727.888 46.37% 83 Partai Liberal-Nasional 5.389.246 53.27% 58 Sumber : data diperoleh dari House of Representative Australia pada Pemilu Federal 2007 yang di akses http://www.abc.co.uk/ Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa ALP berhasil memperoleh sedikitnya 83 dari 150 kursi di parlemen, hal ini jauh berbeda dengan Partai Liberal yang hanya mendapatkan 58 kursi di parlemen. Kemenangan Kevin Rudd dalam pemilu ini dikarenakan visi-visinya yang di anggap segar dan menjadi harapan baru bagi warga Australia. Politisi yang sekarang berusia 50 tahun dan telah bergabung dengan Partai Buruh selama kurang lebih separuh usianya itu telah membuktikan tekad bulatnya seperti yang disampaikannya di awal kampanye pemilu 14 Oktober lalu bahwa “untuk menang, kita harus membuat sejarah”. 22 Kemenangan Kevin Rudd ini juga memberikan rasa lega sendiri bagi Paul Keating, mantan PM Australia, Keating mengatakan merasa 22http://bbc.co.id diakses pada 23 Februari 2015.

41 lega, bukan hanya bahagia, karena akhirnya era Howard telah berakhir. Howard dianggap telah meracuni pemerintahan dan membuat negara menjadi terpecah belah. Keating juga mengatakan bahwa Howard tidak memanfaatkan pertumbuhan ekonomi dengan memperbaiki dengan banyak negara seperti Indonesia. 23 Kemengan Kevin Rudd ini di sambut baik oleh Paul Keating yang dapat dikatakan sangat “pro Indonesia” dan Asia pada umumnya. Kemenangan Rudd ini dikarenakan kampanyenya yang mengangkat visi-visi baru bagi Australia. Kevin Rudd dianggap dapat membawa Australia menjadi negara yang lebih baik lagi. Hal ini dapat dilihat dari visi-visi Kevin Rudd antara lain : 1. Kami akan terus menjaga Australia keluar dari resesi. Seandainya tidak, satu dari setengah juta orang akan kehilangan pekerjaan. 2. Kami akan memilih pilihan kerja yang layak sebagai tempat kerja. 3. Kami akan membangun bangsa, infrastruktur termasuk Nasional Broadband Network, yang akan mengubah ekonomi agar tidak membengkak. 4. Kami akan membangun perpustakaan yang ada di sekolah-sekolah. 5. Kami akan memiliki sekolah nasional untuk anak-anak. 6. Kami sekarang memiliki kurikulum nasional. 7. Kami sekarang memiliki lebih dari 50.000 tempat universitas dan akan menginvestasikan lebih banyak anggaran untuk kemajuan universitas. 23 Keating: Sangat Lega Era Howard Telah Berakhir. Kompas, 27 November 2007.

42 8. Kami telah mereformasi sistem kesehatan; kesehatan dan rumah sakit jaringan nasional... (pengaturan pendanaan baru akan dilihat sebagai) sangat, reformasi mendalam. 9. Kami sedang membangun 20 pusat daerah untuk mengatasi penyakit kanker di negara kita. 10. Kami sekarang memiliki Otoritas Transplantasi Organ Nasional. 11. Kami telah memberikan uang sebesar $ 100 untuk para pensiun. 12. Kita akan memberikan cuti kepada orangtua. 13. Kami akan membagi dua jalur untuk para tunawisma di negara ini. 14. Kami akan menambahkan 20.000 unit tambahan untuk perumahan sosial. 15. Kami akan menandatangani Protokol Kyoto. 16. Kami akan meningkatkan energi terbaru menjadi 20 persen 17. Kami telah mencoba sebanyak tiga kali untuk mendapatkan sistem perdagangan emisi melalui parlemen. 18. Kami sekarang memiliki Otoritas Murray Basin dan untuk pertama kalinya dalam sejarah kita memiliki rencana yang besar. 19. Kami akan menangani masalah yang sedang dihadapi oleh Australia dalam Konferensi G20. 24 Berbagai visi dan janji dari Kevin Rudd dalam kampanyenya mampu membuat warga Australia percaya dan memilihnya dalam Pemilu Federal 24 Chris Aulich and Mark Evans. The Rudd Goverment Australian Commonwealth Administration 2007-2010. (2010). Canberra: ANU E Press. hlm. 270-271.

43 Australia. Kevin Rudd ini adalah seorang pria yang ambisius, percaya diri, dan merupakan panutan dari setiap visinya yang mana terbentuk untuk masa depan Australia. 25 Rudd mengangkat isu terkini yang ada di Australia yaitu mengenai masalah air dan lingkungan yang sedang berkembang di Australia, untuk itulah dalam kampanye yang dilakukan Rudd ini mengangkat isu perubahan iklim. Tahun 2007 dianggap sebagai peralihan kekuasaan dari Howard ke Kevin Rudd. Kevin Rudd mampu menarik perhatian masyarakat Australia melalui kampanyenya. Setidaknya ada beberapa hal yang membuat Kevin Rudd ini berbeda dengan John Howard. Pertama, Kevin Rudd akan meratifikasi Protokol Kyoto yang mana pada masa Howard sangat menentang dan enggan untuk meratifikasinya. Howard justru mengandalkan pada keberhasilan pemerintahaanya dalam mengatur perekonomian negara. Masyarakat menilai hal tersebutlah yang membuat masyarakat menentang sikap pemerintah, hal ini menjadi celah tersendiri bagi Partai Buruh untuk merebut kekuasaan dari Howard melalui orang-orang yang anti pemerintah. Kedua, Howard yang dianggap terlalu tunduk dengan Amerika sebagai negara sekutunya, bahkan Howard dianggap sebagai deputi sherif Amerika di Asia Pasifik. Berbeda dengan Kevin Rudd yang memiliko orientasi ke wilayah Asia Pasifik, terutama Indonesia. Indonesia dianggap mitra yang penting dan kerjasama di antara kedua negara ini akan 25 Nicholas Stuart. “Kevin Rudd: An Unauthorised Political Biography”. Carlton North: Scribe. (2007). hlm. 4.

44 mempengaruhi kepentingan nasional negaranya terutama di bidang ekonomi, sosial, budaya. Ketiga, jika dilihat dari slogan antara Kevin Rudd dan John Howard memiliki pandangan yang berbeda, jika Kevin Rudd memiliki slogan “Betweenthe Past and the Future” dan “Fair Go”, lain halnya dengan slogan milik Howard yaitu “Go for Growth”. Terbukti meskipun pada masa pemerintahana Howard pemerintahanya dapat di katakan bersih dan juga perekonomian negara tumbuh dengan baik, akan tetapi Australia membutuhkan sosok pemimpin baru yang lebih muda, lebih ambisius, semangat, dan antusias dengan kebijakan dan hal-hal baru yang dapat membawa Australia ke generasi yang lebih baru lagi. 26 Kemenangan Kevin Rudd sebagai Perdana Menteri baru Australia ini disambut baik oleh beberapa pihak, salah satunya lawannya sendiri yaitu John Howard. John Howard mengucapkan selamat atas kemenangannya sesaat setelah pengumuman hasil suara oleh House of Representative Australia. Howard mengatakan : “ I want to say that there is no prouder job that anybody can occupy than the Prime Minister of this country. I wish him well in the task that he will undertake and I want to say on behalf of the Coalition that has governed this country for the last 111/2 years that we bequeath to him a nation that is stronger and prouder and more prosperous that it was.” (Saya ingin mengatakan bahwa tidak ada pekerjaan yang membanggakan karena siapapun dapat menjadi Perdana Menteri di 26 Cahyono Mitra. Pemilu Australia: Kevin Rudd, Anak Petani jadi Perdana Menteri. Kabar Indonesia. 26 November 2007. di akses pada http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=1&jd=PEMILU+AUSTRALIA%3A+Kevin+Rudd%2C+Anak+Petani+Jadi+Perdana+Menteri&dn=20071126060538.

45 negara ini. Saya berharap dia akan bekerja dengan baik dan atas nama koalisi yang telah memerintah negara ini selama 11,5 tahun maka Saya wariskan kepadanya jabatan sebagai Perdana Menteri di negara yang kuat dan makmur lagi kedepannya). Langkah awal Kevin Rudd dalam mengambil kebijakan bagi Australia yang paling mengejutkan adalah dengan meminta maaf kepada warga Aborigin yang mana telah di pandang sebelah mata oleh pemerinta Australia. Dalam dunia politik memang Rudd adalah seorang yang selalu memberikan kejutan, „beneath his smooth exterior was a pulasting energy, drive, and ambition‟, di balik kelembutannya dia sangat tegas, mudah mempengaruhi, dan orang yang penuh dengan ambisi.27 Kevin Rudd meminta maaf atas nama dirinya sebagai Perdana Menteri, atas nama Pemerintah Australia, dan atas nama Warga Negara Australia kepada rakyat Aborigin dan berjanji untuk memberikan hak atas Aborigin untuk tinggal bebas di Australia. Janji permintaan maaf dari PM Rudd kepada warga Aborigin itu disambut hangat oleh para aktivis. Mereka mengatakan, ini saatnya rekonsiliasi Aborigin dengan pemerintahan baru.28 Hal ini seperti yang di katakan oleh Kevin Rudd : “We apologise especially for the removal of Aborigineal and Torres Strait Islander children from their families, their communities and their country”. “To the stolen generations, I say the following: as Prime Minister of Australia, I am sorry”. “Onbehalf of the Goverment of Australia, I am sorry.” 27 Paul Kelly. Kevin Rudd: Up Close and Personal with Paul Kelly. Weekend Australian Magazine. 27 Oktober 2007. 28 PM Kevin Rudd Minta Maaf kepada Warga Aborigin. Kompas, 27 November 2007.

46 “On behalf of the Parliament of Australia, I am sorry.” “I offer you this apology without qalification”.29 Akibat kebijakan pemerintah di masa lalu, banyak generasi suku asli Australia tersebut banyak yang hilang karena adanya deskriminasi dan diasingkan. Perjuangan kaum Aborigin untuk mendapat pengakuan ini baru terwujud saat pemerintahan Kevin Rudd. Kebijakan dari Kevin Rudd ini membuka peluang bagi masa depan Australia yang lebih baik bagi penduduk asli Australia tersebut.30 Langkah awal tersebut membuat Rudd di segani oleh masyarakat Australia. Terpilihnya Kevin Rudd ini menjadikan babak baru di dunia perpolitikan Australia, berbagai masalah yang ada menjadikan bagi warga Australia untuk menaruh harapan lebih kepada Rudd. Rudd dianggap menjadi revolusioner politik di Australia. Dengan karakternya yang penuh ambisi, tegas, dan mampu berakomodasi dengan berbagai kalangan itulah yang menjadi senjata Rudd dalam membawa Australia ke babak baru yang lebih baik lagi. 29 Kevin Rudd. Apology to Aborigines. “Vidyajyoti Journal of Theological Reflection”. Vol.72, No. 4, April 2006. hlm. 306-309. 30 Azyumardi Azra. Arah Kebijakan Kevin Rudd. Harian Umum Republika. Kamis, 19 Juni 2008.

47 BAB III KEBIJAKAN-KEBIJAKAN KEVIN RUDD DALAM MENJALIN HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA DAN AU-STRALIA Kemenangan Kevin Rudd dalam Pemilu Federal Australia membawa angin segar ke wilayah Indonesia. Hal ini dikarenakan berbagai kebijakan yang di ambil oleh Rudd membawa hubungan antar kedua negara tersebut menjadi harmonis. KebijakanKevin Rudd ini juga diharapkan membawa keuntungan bagi Indonesia. Berbagai bentuk kerjasama antar kedua negara ini berkembang pesat di berbagai bidang, antara lain bidang ekonomi, politik, pendidikan, Keamanan dan Pertahanan. A. Sudut Pandang Kevin Rudd terhadap Indonesia Kedekatan Australia pada Asia adalah hal yang tidak dapat diremehkan. Dinamika perekonomian yang ada di Asia menjadi penting bagi Australia. Di bawah pemerintahan John Howard, Australia terkesan masih menjaga jarak dengan Asia, termasuk Indonesia. Berbeda dengan Kevin Rudd, yang mana lebih kenal secara baik dengan budaya Asia, termasuk dengan Indonesia, negara pertama yang dikunjungi oleh Kevin Rudd. 1 Sesaat setelah pengumuman kemenangannya terpilih menjadi Perdana Menteri baru Australia menggantikan John Howard dari kubu Liberal, Kevin Rudd mendapat ucapan selamat lewat telepon dari Presiden Indonesia yaitu Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam percakapan tersebut juga SBY 1 Indonesia Diuntungkan, Australia Memerlukan ASEAN yang Kuat untuk Imbangi China. Kompas, 27 November 2007.

48 mengundang Kevin Rudd untuk menghadiri Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim di Bali. Kevin Rudd sendiri menyambut ucapan selamat dan seperti di akui Rudd, Presiden Yudhoyono merupakan pemimpin negara sahabat pertama yang menelepon dirinya untuk memberikan ucapan selamat atas keberhasilannya sekaligus mengundangnya menghadiri konferensi PBB tentang perubahan iklim di Bali. 2Rudd juga menyambut secara positif undangan resmi Presiden Yudhoyono untuk menghadiri Conferance of Parties of the United Nations Framework Convention on Climate Change/UNFCCC di Bali yang akan diselenggarakan pada 3-14 Desember 2007. Selain bertemu Presiden Yudhoyono di Bali, Rudd berencana akan mengunjungi Indonesia kembali pada tahun 2008, untuk membahas hubungan bilateral di antara kedua negara tersebut. Melalui persnya Selasa, 27/11, Perdana Menteri ke-26 Australia tersebut mengatakan dan mempertegas kebijakan yang akan diambilnya untuk ikut serta dalam membahas isu Perubahan Iklim di Bali, Rudd membicarakan hal tersebut dengan mantan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Albert Arnold “Al” Gore, Jr melalui telepon pada 26/11. 3 2 Konferensi Pers Kevin Rudd. Channel Nine TV, 25 November 2007. available at http://www.channelnine.tv.au. 3 Rahmad Nasution. Akhir Dominasi Howard : Rudd Harapan Baru Australia. Antara News, 28 November 2007. Available at http://www.antara.news.co.id

49 Kebijakan tersebut tentunya membawa harapan tersendiri bagi Indonesia, bahwa dengan terpilihnya Kevin Rudd sebagai Perdana Menteri baru Australia dapat membawa keuntungan tersendiri bagi Indonesia di berbagai bidang melalui kerjasama bilateral di antara kedua negara tersebut. Kevin Rudd memandang Indonesia sebagai negara yang harus diperhitungkan. Indonesia merupakan negara terdekat Australia, berbagai kebijakan luar negeri Australia yang melibatkan Indonesia maka akan mempermudah Australia dalam bekerjasama dengan negara lain di wilayah Asia. Bagi Rudd sendiri, Indonesia merupakan kunci dari Australia dalam menjalin hubungan kerjasama dengan negara Asia lainnya. Setidaknya ada 2 negara yang menjadi kunci selain Indonesia, yaitu Cina dan India. Keinginan Perdana Menteri terplih Australia Kevin Rudd untuk dapat berkunjung kembali ke Indonesia ini menandakan bahwa Indonesia menjadi prioritas bagi Australia dalam membuat kebijakan Luar Negeri Australia, hal tersebut disampaikan oleh Miniter Counsellor Bidang Politik KBRI Canberra, Samsu Rizal.4 Sambutan positif juga datang dari Samsu Rizal dalam menanggapi tanggapan positif Rudd terhadap Indonesia, ia juga mengatakan bahwa keinginan Rudd ini adalah menjadikan Indonesia sebagai negara sahabat pertama yang dikunjunginya adalah hal yang wajar karena antara 4 Berita Sore. PM Rudd Menyambut Baik Undangan SBY di Bali. 28 November 2007. Available http://www.beritasore.com/PM/Rudd/Menyambut/Baik/Undangan/SBY/Bali di akses pada 5 Maret 2015 pukul 14:35 WIB.

50 Australia dan Indonesia sama-sama memiliki kepentingan yang cukup besar baik dengan kedua negara tersebut ataupun di tingkat ASEAN. Di bawah pemerintahan Howard, hubungan kedua negara ini mengalami kerenggangan yang bisa dikatakan drastis akibat isu isu yang muncul dan terjadi kesalahpahaman yang tidak diselesaikan dengan baik oleh kedua negara tersebut seperti masalah Papua dan lepasnya Timor Timur dari Indonesia.5Hubungan antara keduaa negara yang renggang tersebut antara pemerintah dan parlemen yang ada di Indonesia mencari solusi untuk mengatasi ketegangan yang terjadi baik di Australia maupun Indonesia. Kevin Rudd adalah seorang politisi yang sejak menjabat Perdana Menteri membawa hubungan Australia dan Indonesia menjadi kembali harmonis. Keharmonisan tersebut kembali terulang seperti masa pemerintahan Paul Keating. Hubungan bilateral Indonesia dan Australia sangat harmonis pada masa itu. Akan tetapi setelah lengsernya Keating dan naiknya Howard, ketegangan kembali terjadi. Kevin Rudd merupakan Perdana Menteri pertama Australia yang dapat berbahasa Mandarin. Rudd mengambil jurusan Bahasa Mandarin dan Sejarah Cina. Hal tersebut daat dikatakan sebagai alasan kuat ketertarikannya dengan Asia. Kevin Rudd memandang Indonesia sebagai mitra hubungan negaranya dengan negara lain di kawasan Asia. Bagi Rudd dengan bekerjasama dengan Indonesia maka akan membuka jalan bagi Australia dalam ikut masuk ke percaturan politik luar negeri Australia di kawasan Asia terutama ASEAN. Australia dan Indonesia telah menjalin mitra kerja selama bertahun tahun, hal 5Ibid,.

51 ini sebenarnya telah terjadi jauh sebelum Indonesia memperoleh kemerdekaannya. Pemerintah Australia bertekad untuk memperkuat dan mempertahankan hubungan bilateral dalam jangka panjang. 6 Kevin Rudd adalah seorang diplomat, dibandingkan dengan Perdana Menteri Australia lainnya, Kevin Rudd adalah PM yang jauh lebih mengenal Asia dan merupakan PM pertama yang bisa berbahasa Mandarin. 7 Sudut pandang Kevin Rudd dalam mengambil kebijakan luar negerinya pasti akan mempertimbangkan aspek kedekatan dengan negara tetangganya terutama Indonesia, yang berbatasan dengan Australia. Kunjungan Kevin Rudd ke Indonesia selama menjabat sebagai Menlu dan saat menjadi Perdana Menteri adalah sebanyak 10 kali sejak 2007 sampai 2010, hal tersebut membuktikan kedekatan Rudd dengan Indonesia. Rudd juga memandang Indonesia adalah negara yang sedang berkembang menjadi negara yang mempunyai sumber daya alam (SDA) yang patut untuk diperhitungkan. Arah kebijakan Kevin Rudd ini mirip dengan Paul Keating. Rudd mengusulkan sebuah forum mirip APEC, yakni pembentukan Komunitas Asia Pasifik pada tahun 2020 sebagai antisipasi perubahan lain 6Arsip The Hon. Joel Fitzgibbon MP Menteri Pertahanan Australia .Kedutaan Besar Australia Indonesia yang di akses pada 5 Maret pukul 13:05 dan di unduh di alamat http://www.Indonesia.embassy.gov.au/Jaktindonesia/PidatoMenhan.html 7 Lidya Christin Sinaga. Hubungan Australia-Indonesia di Bawah Kepemimpinan PM Kevin Rudd. Edisi 16 November 2009 di akses http://www.politik.lipi.go.id pada 9 Maret 2015

52 sebagai antisipasi perubahan besar di kwasan menyusul bangkitnya ekonomi India dan China, serta tantangan lain yang nantinya muncul dan mempengaruhi hubungan bilateral di kawasan ASEAN. 8 Arah kebijakan Rudd juga dapat dilihat bagaimana ia cenderung memainkan apa yang di sebut sebagai “middle power diplomacy” di mana sistem pemerintahannya akan lebih mengandalkan mekanisme multiratelal dan diplomasi di kawasan Internasional dalam menangani berbagai isu internasional. Isu yang dianggap sensitif bagi Australia dan Indonesia adalah masalah Papua. Gerakan OPM atau Operasi Papua Merdeka, menjadikan Indonesia khawatir kasus lepasnya Timor-Timur akan terulang kembali. Australia telah menegaskan bahwa Australia akan berdiri di kaki sendiri, dalam hal ini tidak akan menggantungkan diri pada kekuatan besar (Amerika), namun juga tetap memprioritaskan Amerika sebagai negara sekutu utama. Samsu Rizal juga mengatakan bahwa PM Rudd saat itu mengatakan, ia menekankan kepada Presiden Yudhoyono betapa sangat pentingnya sebuah hubungan bilateral yang kuat antara Australia dan Indonesia dan dia juga menunggu “satu waktu di tahun baru” bisa mengunjungi Indonesia untuk memperluas hubungan kedua negara. Terkait juga dengan kelangsungan hubungan bilateral antara Indonesia dan Ausralia, Samsu Rizal mengatakan, kedua belah pihak perlu terus bekerja sama secara erat dalam mengurangi berbagai kecurigaan yang masih ada di benak kedua negara tersebut karena adanya salah paham di masing masing 8Tabloid Diplomasi. Memaknai Kunjungan Rudd. Edisi Juni 2008.

53 pihak, yang mana Indonesia masih menganggap Australia ikut campur dalam masalah Intervensi Papua dan juga Australia masih menganggap Indonesia sebagai negara ancaman bagi Australia. 9 Kepulauan Indonesia mempunyai sejarah yang kaya dan majemuk, hal tersebut merupakan sejarah toleransi dan keterlibatan dengan negara negara tetangganya. Kevin Rudd mengaku bangga karena Australia menjadi mitra Indonesia, sejak 1947 dan sepanjang abad ke-20. Kevin Rudd sendiri ingin memastikan bahwa Australia dan Indonesia dapat mengembangkan kerjasama di berbagai bidang. Ketika melakukan kunjungan ke Indonesia, seperti di akui oleh Rudd, ia selalu ingin menatap ke depan, karena dunia sedang menghadapi berbagai tantangan yang serius pada masa yang akan datang akan jauh lebih serius, untuk itulah Australia harus menjalin hubungan kerja sama yang erat dengan Indonesia untuk mengatasi berbagai tantangan yang akan muncul. Bagi Australia sendiri, Indonesia merupakan tetangga terdekat negaranya dan merupakan mitra yang penting dan tidak dapat disepelekan. 10 Tantangan yang terus muncul dan menjadi momok tersendiri bagi setiap negara yang akan menghadapi haruslah mulai dipikirkan dari sekarang. Indonesia dan Australia harus meredam emosi masing-masing guna kelangsungan hubungan bilateral di antara keduanya. Prospek hubungan 9Ibid,. 10 Kevin Rudd. Indonesia Mitra Penting Australia. Uni Sosial demokrat. di akses pada 7 Maret 2015 available at http://www.unisosdem.org/article-_detall.php?aid=10261&cold=1&cald=27&gld=2

54 bilateral kedua negara ini akan berkembang seiring sinyal positif yang diberikan oleh Kevin Rudd. Kevin Rudd juga menggaris bawahi pentingnya hubungan dengan Indonesia, hal ini disampaikannya dalam pidato di Asia Society (Masyarakat Asia) di Sydney pada 4 Juni 2008. Perdana Menteri Kevin Rudd menjabarkan visi Pemerintah Australia tentang masyarakat di Asia Pasifik. Pidato tersebut disampaikan sebelum kunjungan Rudd ke Indonesia pada 12-14 Juni yang merupakan kunjungan kedua setelah menghadiri Konferensi di Bali pada Desember 2007. Indonesia akan dijadikan sebagai pilar ketiga kebijakan luar negeri Australia. 11 Bagaimanapun sosok Kevin Rudd di sini memiliki posisi sentral sebagai perantara hubungan bilateral di antara kedua negara yang rentan akan konflik. Terkait dengan hubungan Indonesia-Australia, Kevin Rudd sendiri menganggap Presiden Yudhoyono sebagai sahabatnya. Kunjungan Presiden Yudhoyono ke Australia pada 9 Maret 2010, Rudd menilai bahwa kesediaan Yudhoyono untuk berpidato di depan Parlemen Australia, sudah sejajar dengan sejumlah tokoh yang ada di dunia. SBY di anggap berjasa dalam memperkuat hubungan kedua negara dalam memperjuangkan demokrasi dan pembangunan yang ada di Indonesia. Kevin Rudd sendiri mengatakan 11Arsip Siaran Media oleh Kedutaan Besar Australia Indonesia. Perdana Menteri Australia Menggaris bawahi Pentingnya Hubungan dengan Indonesia.

55 “Presiden Yudhoyono adalah sahabat sejati Australia, di bawah kepemimpinannya, hubungan kedua negara bertambah kuat”. 12 B. Kerjasama Indonesia-Australia di Bidang Lingkungan Kevin Rudd percaya bahwa Australia dan Indonesia dapat melakukan kerjasama yang lebih erat lagi adalah perubahan iklim. Australia dan Indonesia dapat bekerjasama mengatasi penyebab perubahan iklim dan kita dapat berupaya untuk mengatasi dampaknya. Kevin Ruddberharap dengan Indonesia, Australia dapat bekerjasama lebih erat untuk melindungi hutan hujan. Kevin Rudd menantikan kerja sama yang lebih erat lagi antara Australia dan Indonesia pada masa depan tentang tantangan-tantangan kawasan, seperti pandemi, bantuan bencana, pembajakan, dan stabilitas keuangan. Kevin Rudd yakin bahwa antara Presiden Yudhoyono dan Kevin Rudd sama-sama ingin membangun masa depan yang lebih baik untuk kedua negara dan untuk dunia. 13 Pendapat tersebut dikemukakan oleh Kevin Rudd dimana untuk memperkuat hubungan bilateral diantara kedua negara yang sedang mengalami masa-masa yang sulit dalam menjalin hubungan bilateral. Kunjungan Kevin Rudd ke Indonesia terkait undangan dari Presiden Yudhoyono di sambut positif oleh Perdana Menteri baru Australia tersebut. Australia merupakan negara pendukung penuh upaya Indonesia dalam 12 Renne R.A Kawilarang. PM Rudd: SBY Sahabat Sejati Australia. Viva News, 9 Maret 2010. di akses http://m.news.viva.co.id/news/read/ pada 9 Maret 2015. 13 Indonesia Mitra Penting Australia. Kompas, 11 Juni 2008

56 mengatasi perubahan iklim yang sedang menimpa dunia. Rudd lebih kondusif dalam menjalin hubungan blateral dengan Indonesia. Salah satu garis kebijakan luar negeri Australia adalah kerjasama dengan Asia.14 Hal ini di buktikan dengan kebijakannya dalam bidang lingkungan dengan ikut serta menandatangani Protokol Kyoto sebagai upaya memerangi perubahan iklim yang sedang menjadi permasalahan global. Sikap Australia ini diungkapkan Presiden United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), Rachmat Witoelar di Hotel Westin Nusa Dua, Bali, Senin (3/12) yang menyatakan, “Delegasi Australia menyatakan, PM Kevin Rudd setuju meratifikasi Protokol Kyoto dan Australia juga menyatakan menjadi anggota penuh COP.”15 Kebijakan Kevin Rudd untuk meratifikasi Protokol Kyoto diambil oleh Kevin Rudd karena dengan adanya pemanasan global akan berdampak ke negara Australia, salah satunya masalah kekeringan yang menimpa Australia. Meratifikasi Protokol Kyoto akan membawa Australia bersama-sama dengan negara-negara lain untuk menangani dampak pemanasan global di masa yang akan datang. Perubahan iklim adalah perubahan pola iklim dalam jangka waktu yang relatif lama dalam lingkup regional ataupun global. Global warming merupakan salah satu aspek yang menyebabkan perubahan iklim, global warming sendiri berarti meningkatnya suhu ratarata di permukaan 14 Embassy of the Republic Indonesia. Memanfaatkan Hubungan dengan Australia. News Bulletin, 1 July 2008. Editor : Jurnal Nasional 15Australia Setuju, AS Menolak Ratifikasi Protokol Kyoto. Suara Merdeka. Selasa, 4 Desember 2007.

57 bumi. Aspek-aspek lainnya yang menjadi penyebab terjadinya perubhan iklim adalah perubahan cuaca, curah hujan, kelembapan udara, sinar UV, dan sebagainya. 16 Komitmen kedua negara dalam mengatasi perubahan iklim ini juga di anggap serius oleh Kevin Rudd. Kerjasama di bidang lingkungan ini membuka jalan bagi kedua negara untuk mempererat hubungan bilateral di antara kedua negara baik di masa kini ataupun di masa yang akan datang. Sebab, persoalan mengenai lingkungan ini menjadi masalah global yang serius dan harus melibatkan semua negara yang terkait. Menteri Luar Negeri Australia, Greg Combe MP, Menteri untuk Perubahan Iklim dan Penghematan Energi Australia mengatakan bahwa Kevin Rudd dan Australia akan mendukung penuh upaya dari Indonesia untuk mengatasi perubahan iklim yang terjadi dan mengumumkan akan memberikan alokasi sebesar $45 juta untuk Indonesia sebagai bagian dari pendanaan Australia untuk perubahan iklim sebesar $599 juta. 17 Rudd sendiri juga mengatakan “Menurunkan kadar emisi akibat deforestasi dan degradasi hutan – yang besarnya mencapai 18 persen dari kadar emisi di dunia dan 60% dari 16http://www.ecolife.com di akes pada 7 Maret 2015 pukul 18:30 17Arsip Siaran Media Bersama : Kevin Rudd MP, Menteri Luar Negeri Australia Greg Combet MP, Menteri untuk Perubahan Iklim dan Penghematan Energi Australia. Memperkuat Kemitraan Perubahan Iklim Australia dengan Indonesia. Kedutaan Besar Australia Indonesia. available at http://www.indonesia.embassy.gov.au. di akses pada 7 Maret 2015 pukul 17:00.

58 kadar emisi di Indonesia- sangatlah penting dalam mencapai tujuan akhir dari program perubahan iklim di dunia.”18 Isu perubahan iklim di sini membuka jalan bagi Kevin Rudd dan juga SBY dalam mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia. Kevin Rudd merupakan sosok yang diharapkan mampu membawa Inonesia dan Australia kembali lagi ke masa-masa indah sebagai negara bertetangga, seperti pada masa Paul Keating. Berkaitan dengan hubungan Australia terhadap Amerika sebagai negara sekutunya, Kevin Rudd telah berhasil bernegosiasi dengan Bush dengan penegasannya untuk menjadi negara yang mandiri. Kunjungan kedua PM Kevin Rudd ke Indonesia yaitu pada pertengahan bulan Juni 2008. Kevin Rudd dan SBY bertemu untuk menandatangani bentuk kerjasama untuk menanggulangi perubahan iklim dengan cara mempromosikan perdagangan karbon.19 Rudd mengatakan bahwa pengurangan emisi karbon dan pelestarian hutan akan menunjang dalam penanganan isu Perubahan Iklim dan meminimalisir menipisnya lapisan ozon di atmosfer akibat pencemaran lingkungan. Dalam jumpa pers bersama setelah pertemuan hari ini Perdana Menteri Australia Kevin Rudd mengatakan kerjasama kedua negara tentang 18Ibid,. 19Ervan Hardoko. „PM Australia Kunjungi Jakarta‟. BBC Indonesia. 2008. available at http://www.bbc.co.uk di akses pada 7 Maret 2015.

59 pelestarianhutan dan pengurangan emisi karbon sangat penting karena bisa mengendalikan perubahan iklim.20 C. Kebijakan Kevin Rudd dalam Bidang Pertahanan dan Keamanan Hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia semakin erat sejak kunjungan perdana Kevin Rudd ke Indonesia di Bali, telah membuka jalan bagi kedua negara dalam membuat kebijakan di masa depan Australia-Indonesia. Isu yang berkembang menjadi hal yang sesitif bagi kedua negara seperti masalah Papua, Imigran Gelap, dan juga terorisme menjadi tolak ukur kedua negara dalam membuat kebijakan di bidang pertahanan dan keamanan. Munculnya Kevin Rudd dalam menghadapi isu yang berkembang ini tidak dianggap sepele akan tetapi ditanggapi dengan santai namun tetap berakomodasi dengan baik dengan Presiden Yudhoyono. Pemerintah Australia bertekad untuk memperkuat dan mempertahankan hubungan bilateral dalam jangka panjang. Hal ini merupakan hal yang sangat penting bagi kedua negara yang bertetangga, yang memiliki kesamaan dalam menanggapi masalah keamanan nasional baik dari segi maritim, terorisme dan stabilitas keamanan suatu negara. 21Indonesia merupakan negara terdekat Australia. Australia memiliki komitmen kuat terhadap forum-forum yang menghadirkan negara-negara di Asia Pasifik untuk bersama-sama memusatkan perhatian pada tantangan keamanan, termasuk ASEAN Regional 20Ibid,. 21 The Honourable Joel Firzgibbon MP. Arsip Kedutaan Besar Australia Indonesia: Pidato Menteri Pertahanan Australia 18 Septermber 2008. di akses http://www.indonesia.embassy.gov.au. Pada 7 Maret 2015.

60 Forum dan APEC. Gagasan untuk membuat forum seperti APEC dituangkan oleh Kevin Rudd untuk menghadapi tantangan hubungan bilateral maupun multirateral di masa yang akan datang. Hubungan antara Australia dan Indonesia akhir-akhir ini di picu oleh media massa dengan dampak dari terorisme yang memicu ketegangan di kedua negara tersebut. Bom Bali dan Jakarta telah memakan banyak korban terutama Warga Negara Australia (WNA). Keberhasilan luar biasa Pemerintah Indonesia dalam menangkap lebih dari 440 orang dan memejahijaukan lebih dari 200 orang dalam kasus yang berhubungan dengan terorisme merupakan suatu hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Australia memuji keberhasilan Indonesia dalam menangani kasus terorisme yang mengancam keamanan di kawasan Indonesia maupun Australia. 22Kunjungan Kevin Rudd ke Jakarta pada pertengahan 2008, selain untuk menandatangani kerjasama dalam masalah perubahan iklim, dalam pertemuan tersebut SBY juga meminta Australia untuk mencabut peringatan berkunjung ke Indonesia bagi warga nya yang hendak berpergian ke wilayah Indonesia. 23 Indonesia merupakan negara terdekat bagi Australia, berbagai kebijakan yang menyangkut kepentingan negara akan dilakukan oleh Australia termasuk bagi keamanan negaranya. Begitu pula yang dilakukan oleh Kevin Rudd. Masalah terorisme yang merenggut banyak korban Warga Negara Australia 22 Ibid,. 23 Ervan Hardoko. PM Australia Kunjungi Jakarta. BBC Indonesia, 13 Juni 2008. Di akses di alamat http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2008/06/08/ pada 9 Maret 2015.

61 tersebut membuat Australia mengeluarkan suatu kebijakan terkait terorisme. Kebijakan-kebijakan Kevin Rudd di bidang keamanan antara lain: 1. Perjanjian Lombok (Treaty Lombok) Indonesia dan Australia mengesahkan sebuah perjanjian keamanan baru dalam sebuah upacara di Perth. Kerjasama Indonesia-Australia di bidang pertahanan ini di landasi oleh adanya Treaty Lombok. 24Perjanjian Lombok sendiri menjadi tonggak hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia di masa yang akan datang. Menteri luar negeri Australia Stephen Smith dan Menteri luar negeri Indonesia Hasan Wirayuda pada 8 Februari bertemu dan mengesahkan mulai berlakunya Perjanjian Lombok. Perjanjian tersebut menyangkut 21 kerjasama di 10 : pertahanan, penegakan hukum, anti terorisme; intelijen, keselamatan maritim, keamanan penerbangan, perluasan senjata pemusnah missal, kerjasama tanggap darurat, kerjasama multilateral, dan peningaktan hubungan bilateral antar negara maupun perorangan. Bidang keamanan dan ditujukan untuk mengatasi masalah terorisme, penyelundupan, keamanan maritim, kejahatan trans-nasional.25 24 Treaty Lombok adalah perjanjian kerjasama antara Indonesia dan Australia yang resmi ditandatangani pada tanggal 13 November di Lombok oleh Menteri Luar Negeri RI Dr. N. Hassan Wirajuda dan Menteri Luar Negeri Australia, Alexander Downer. Perjanjian ini mengatur kerangka kerjasama dan konsultasi mengenai masalah-masalah keamanan yang menjadi kepentingan kedua negara. Perjanjian ini mengatur kerjasama keamanan dalam arti luas dan bukan merupakan suatu pakta militer. Lihat http://kemlu.go.id di akses pada 14 Maret 2015 pukul 19:00. 25 Ruslan Andy Chandra. Indonesia dan Australia Mengesahkan Perjanjian Keamanan Baru di Perth. Kabar Indonesia, 8 Februari 2008.

62 Kunjungan ketiga PM Kevin Rudd ke Indonesia pada Desember 2008 di Bali terkait dengan kegiatan Bali Democracy Forum (BDF). Presiden Yudhoyono dalam acara tersebut kembali menegaskan kepada Kevin Rudd agar Australia mengakui Papua sebagai bagian dari Indonesia. Kevin Rudd mendampingi Presiden Yudhoyono sebagai pembicara acara tersebut. “Our two nations, Australian and Indonesia have different histories of democarcy. But we are both fiercely proud of our democratic credentials. Democracy we would regard as a universal standart. Indonesia’s Foreign Minister Dr. Wirajuda referred to the need for the spread of...people could participate in decision making procceses that affected their lives”.26 (Kami dua negara, Australia dan Indonesia memiliki sejarah yang demokrasi yang berbeda. Tetapi kami berdua sangat bangga terhadap demokrasi yang kita punya. Demokrasi kita akan dianggap sebagai standar yang umum. Menteri Luar Negeri Indonesia Dr. Wirajuda mengacu pada kebutuhan untuk penyebaran...orang bisa berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi hidup mereka). 2. Kebijakan Travel Advisory Kebijakan tersebut adalah Travel Advisory atau Surat Peringatan Berpergian bagi warga Australia yang akan berpergian ke wilayah atau negara-negara yang rawan oleh terorisme. Penetapan Travel Advisory sebenarnya merupakan langkah dari pemerintah Australia untuk melindungi setiap warganya, karena bagaimanapun hal tersebut merupakan tanggung jawab dari pemerintah. Terlepas dari kasus tersebut, Kevin Rudd memandang positif kasus yang menimpa Indonesia tersebut, karena Indonesia mampu 26 Kevin Rudd. Bali Democracy Forum Opening Bali, Indonesia. 10 December 2008. PM Transcipt available at http://www.pmtransciptdpmcgov.au/browse.php?did=161304 di akses pada 8 Maret 2015.

63 menangkap para pelaku teroris di Indonesia. Berbagai pendekatan di lakukan oleh Kevin Rudd agar pada nantinya kebijakan Travel Advisory ini tidak akan merugikan Indonesia. 27 3. Masalah Imigran Gelap (People Smugling) Penanganan masalah yang sulit diatasi menyangkut keamanan dan pertahanan Australia dan Indonesia pada masa pemerintahan Kevin Rudd ini mengenai Imigran Gelap. Sejak pemerintahan Howard sampai Kevin Rudd, masalah ini tak kunjung selesai. Baik Indonesia maupun Australia sama-sama „kecolongan‟ oleh para pelaku imigran gelap. Berbagai bentuk permasalahan yang ada antara Indonesia dan Australia terutama masalah imigran gelap mampu diselesaikan secara baik. Kebijakan Kevin Rudd dalam mengenai suaka di Australia ini mulai melunak dibandingkan pada masa Howard. Hal ini dapat di lihat pada kasus yang menimpa 2 pria WNI (Warga Negara Indonesia) yang berhasil tertangkap di wilayah perairan Australia. Seperti dilaporkan oleh Reuters, bahwa pria pertama berusia 32 tahun yang berusaha menyelundupkan 59 orang yang berniat untuk mendapatkan suaka dari pemerintah Australia. Penyelundupan ini gagal dikarenakan tertangkap di dekat Pulau Ashmore, wilayah Barat Laut dari Australia, sedangkan pria kedua berusia 40 tahun yang berusaha menyelundupkan 38 orang yang juga 27 Derek Manangka. Hamzah Thayeb: Rudd Pro Indonesia. Inilah.Com. di akses pada http://www.inilah.com/news/detail/3132/hamzah-thayeb/

64 berniat sama yaitu mendapatkan suaka. Penyelundupan pun gagal karena tertangkap pada 6 April 2009 di Christmas Island. 28 Penanganan kasus tersebut tidak memicu konflik di kedua belak pihak dikarenakan Australia dan Indonesia menyikapinya dengan kepala dingin. Polri juga sempat mengirim tim untuk ke Australia, guna untuk menyelidiki kasus mengenai para pencari suaka. Kabid Penerangan Umum Divhumas Polri, Kombespol Boy Rafli Amar mengatakan, tim Polri terdiri dari 3-4 penyidik yang mana merupakan realisasi kerjasama penanggulangan pedagangan manusia antara Polri dan AFP (Australia Federal Policy). 29 Gagasan PM Kevin Rudd mengenai Asia Pasifik Community atau Asia Pasifik Block merupakan suatu komunitas yang pada nantinya dapat mencegah konflik antar negara yang dapat mengancam keamanan negara terkait dengan ekonomi, politik, dan juga keamanan di kawasan Asia-Pasifik. Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengatakan bahwa kerja sama di bidang pertahanan dengan Australia akan diwujudkan dengan penambahan Perwira Militer Indonesia yang menempuh pendidikan di Australia dan juga rencana kerja sama pengadaan kapal patroli.30 28 Selundupkan Imigran, Dua WNI Mulai Disidang. Radar Jogja, 25 April 2009. 29 Polri Kirim Tim ke Australia. Radar Jogja. 21 Desember 2010. 30 RI-Australia: PM Rudd Inginkan Hubungan yang Kukuh. Kompas, 13 Juni 2008.

65 D. Kebijakan Kevin Rudd dalam Bidang Politik Hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia pada masa pemerintahan Kevin Rudd ini bisa dikatakan meningkat, salah satunya dalam bidang politik. Kevin Rudd menyatakan bahwa politik yang ada di Indonesia berjalan dinamis. Sejak kepemimpinan Rudd, antara Indonesia dan Australia telah melakukan sebanyak 34 rapat bilateral setingkat menteri. Rudd sendiri juga mengatakan bahwa Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Yudhoyono menjadi negara yang demokrasi dengan politik yang dinamis. 31 Indonesia dan Australia juga bekerjasama dalam menuntas koruptor Indonesia yang melarikan diri ke Australia. Misalnya saja kasus Andrian Kiki Ariawan yang menjadi daftar 12 buronan terpidana kasus korupsi yang melarikan diri ke luar negeri. Andrian Kiki terbukti menggunakan dana sebesar Rp.1,9 Triliun dana BLBI. Pada Masa Kevin Rudd, Andrian Kiki tertangkap di Perth pada tahun 2008. 32 Hubungan politik antara Indonesia dan Australia pun juga berjalan dinamis. Berbagai bentuk pertemuan baik antara petinggi negara maupun para menteri menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan dalam menjalin hubungan bilateral di antara kedua negara tersebut. Secara politik 31 Renne R.A Kawilarang. PM Australia: Politik RI Berjalan Dinamis. Viva News. Jum‟at, 20 Februari 2009. Di akses pada alamat http://m.news.viva.co.id pada 9 Maret 2015 pukul 16:00. 32 Basrief Arief. Indonesia-Australia Sepakati Perjanjian Ekstradisi Koruptor. Politik Indonesia. Di akses pada alamat http://www.politikindonesia.com di akses pada 9 Maret 2015.

66 berbagai bentuk kerjasama ataupun pertemuan antar petinggi negara, para menteri memiliki maksud tertentu, dalam hal ini menyangkut kepentingan negaranya. Dunia politik memang tidak bisa dipisahkan dengan hubungan bilateral suatu negara. Politik menjadikan faktor penting bagi negara yang akan melakukan hubungan bilateral maupun multilateral. Politik Luar Negeri Australia sangat dipengaruhi oleh partai yang saat itu sedang berkuasa. Hubungan diplomatis Indonesia-Australia di bawah Partai Buruh selalu berada di level yang baik, berbeda saat Australia di pegang oleh Partai Liberal yang menunjukkan hubungan bilateral di antara kedua negara selalu berada di titik rendah. Melihat kebelakang, hubungan politik di era Keating adalah salah satu yang menunjukkan level keharmonisan hubungan Indonesia dan Australia. Bagi Keating, tidak ada negari tetangga yang lebih penting bagi Australia daripada Indonesia. 33 Berbeda pada saat pemerintahan Howard, hubungan bilateral di antara kedua negara memanas, baik dalam bidang politik maupun bidang yang lain. Pidato Kevin Rudd di depan masyarakat Asia pada 4 Juni 2008, yang menyatakan bahwadengan adanya APEC, dan Indonesia-Australia sebagai tonggak dari adanya lembaga tersebut. Kevin 33 Thee Kian Wie. Hubungan Indonesia dengan Australia Masa Kini. Tempo, 10 Juli 2013.

67 Rudd bertekad untuk membangun hubungan yang lebih erat antara rakyat, parlemen maupun lembaga yang ada di Indonesia dan Australia. 34 Kevin Rudd menjabat menjadi perdana menteri sebanyak dua kali, yang pertama pada tahun 2007-2010, era pemerintahan Kevin Rudd yang kedua yaitu pada tahun 2013, pada pemerintahan Rudd yang kedua Kevin Rudd menetapkan Kebijakan Manusia Perahu. Indonesia merupakan salah satu negara penting dalam kebijakan Australia mengatasi manusia perahu dari berbagai negara yang mencari suaka ke Australia. Kerja sama dengan Indonesia akan dilakukan secara kooperatif oleh pihak Australia. 35 Masalah seperti ini menjadikan masalah politik bagi kedua negara, hal terebut menjadi isu yang rentan akan konflik. Untuk itulah diperlukan komunikasi yang baik antar kedua belah pihak agar tidak menjadi konflik yang memicu kerenggangan hubungan bilateral antara Indonesia sebagai negara „transit‟dan Australia sebagai negara tujuan. Meningkatnya people smuggling yang menuju Australia melalui Indonesia, membuat Presiden SBY mengajak kerjasama dengan beberapa negara yang terlibat guna mencegah people smuggling. PM Kevin Rudd menanggapi positif usulan dari SBY ini, dan menambahkan gagasan bahwa masalah people smuggling ini bukan hanya masalah Australia dan 34 Arsip Perdana Menteri Australia Kevin Rudd. Pidato di Depan (Asia-Society), Pusat AustralAsia, Sydney: Saatnya Membangun Masyarakat Asia Pasifik. 4 Juni 2008. di akses di alamat http://www.indonesia.embassy.gov.au/ pada 9 Maret 2015. 35 Natalia Santi. Kebijakan Manusia Perahu. Tempo, 16 September 2013.

68 Indonesia, tetapi masalah regional yang menyangkut negara yang bersangkutan dan harus di cari jalan keluarnya.36 Selain itu juga Kevin Rudd juga menyatakan dukungan penuh terhadap kedaulatan Indonesia atas Papua, bahwa di masa lalu, sekarang, dan yang akan datang, Australia akan tetap mendukung kedaulatan Indonesia atas Papua. 37 Kebijakan politik yang di ambil kedua belah pihak membawa hubungan bilateral di antara Indonesia dan Australia menunjukkan perkembangan yang positif, sikap pengertian yang ditanamkan oleh Indonesia dan Australia sangat mempengaruhi hubungan bilateral kedua negara. Hal ini juga tidak dapat dipisahkan dari peran Kevin Rudd sebagai Perdana Menteri Australia dan juga Presiden Yudhoyono, mereka adalah orang yang membawa hubungan Indonesia dan Australia kembali mesra. E. Kebijakan Kevin Rudd di Bidang Pendidikan Menurunnya minat warga Australia untuk belajar ke Indonesia karena adanya kebijakan Travel Warrant oleh pemerintah Australia di era Howard mengakibatkan Pemerintah Indonesia menjadi geram. Terpilihnya Kevin Rudd dan karakter Kevin Rudd yang kooperatif membuat Presiden Yudhoyono meminta Australia untuk mencabut tuntutan Travel Warrant bagi warganya yang hendak ke Indonesia. Hal tersebut dirasakan 36 Arsip Kementrian Sekertariat Republik Indonesia. The 3rd Indonesia-Australia Annual Leaders. Senin, 8 Juli 2013. di akses pada alamat http://www.setneg.go.id pada 9 Maret 2015 pukul 20:00. 37 Ibid,.

69 merugikan Indonesia. Melihat dari segi pendidikan, Kevin Rudd membuat kebijakan terhadap Indonesia yaitu untuk meningkatkan pendidikan yang ada di Australia dan Indonesia melalui program pertukaran pelajar atau people to people. Kebijakan Rudd yang semakin menginginkan Indonesia semakin penting perannya sebagai mitra bagi Australia bisa dilihat dari kebijakannya yang akan mengaktifkan kembali mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah tingkat menengah di Negeri Kanguru tersebut.38 Hubungan bilateral Indonesia-Australia juga dipengaruhi oleh faktor pendidikan. Kevin Rudd juga menegaskan bahwa pentingnya pendidikan, khususnya peningkatan kajian Asia do Australia. Bulan Oktober 2008, Gubernur Muladi menandatangani Nota Kesepakatan antara Lemhamnas dan Kolese Pertahanan Australia. Nota tersebut menjadi dasar kerja sama pendidikan yang lebih erat antara kedua lembaga tersebut, termasuk kunjungan staf dan peserta kursus serta pertukaran informasi tentang metode pendidikan. 39 Bulan November 2008, Australia akan mengirim sejumlah dosen tamu untuk memberikan presentasi tentang sejumlah topik menarik dalam program Magister Manajemen Pertahanan Lemhannas. 40 38 Renne dan Nezar Patria. PM Australia: Politik RI Berjalan Dinamis. Viva News. 20 Februari 2009. Di akses pada http://m.news.vava.co.id/ pada 9 Maret 2015. 39 The Honourable Joel Firzgibbon MP. Arsip Kedutaan Besar Australia Indonesia: Pidato Menteri Pertahanan Australia 18 Septermber 2008. di akses http://www.indonesia.embassy.gov.au. Pada 7 Maret 2015. 40Ibid,.

70 Sebagai penunjang terciptanya kemitraan hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia dalam bidang pendidikan, lembaga mempunyai andil dalam mempererat hubungan bilateral di antara kedua negara tersebut. Kunjungan Ibu Negara Theresia Rein, Istri Perdana Menteri Kevin Rudd ke Perpustakaan Nasional RI pada tanggal 13 Juni 2009 memiliki makna simbolis pentingnya kemitraan bagi hubungan Jakarta-Canberra yang kerap kali mengalami pasang surut.41 Kerjasama antara Perpustakaan Nasional RI dan National Library of Australia diharapkan dapat menjadi perantara bagi terjalinnya hubungan bilateral antara pelajar baik yang ada di Indonesia maupun Australia. Sebanyak 70.000 pelajar di Australia meningkatkan pemahaman tentang Asia, program Leading 21st Century Schools; Engange with Asia (L21CS) merupakan program yang diluncurkan pada 20 Mei 2008, yang bertujuan untuk memperkuat komitmen komunitas sekolah guna meningkatkan pemahaman yang lebih luas dan mendalam tentang Asia. Kajian Indonesia dan Bahasa Indonesia menjadi prioritas dari adanya program tersebut. Memperkuat pemahaman warga Australia tentang Asia merupakan kunci dari terciptanya hubungan harmonis antar warga, terutama dengan negara-negara terdekatnya, terutama dengan Indonesia. 42 41 Wisnu Hardi. “Kemitraan Strategis Perpustakaan Nasional RI dan National Library of Australia dalam Mendukung Hubungan Bilateral Indonesia dan Australia”. Visi Pustaka, Vol. 11, No.3, Desember 2009. 42 Siaran Media Kedutaan Besar Australia Indonesia, 27 Agustus 2009. 70.000 Pelajar di Australia Meningkatkan Pemahaman Tentang Asia. Di akses pada http://indonesia.embassy.gov.au pada 9 Maret 2015 oukul 21:39

71 Minat pelajar Indonesia yang ingin belajar ke Australia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berbagai program beasiswa yang ditawarkan oleh Ausralia lewat Kedutaan Besar Australia di Indonesia memberikan kesempatan bagi setiap siswa yang berprestasi untuk mendapatkan kesempatan melanjutkan sekolah di Australia. Kerjasama yang ditawarkan pemerintahan Kevin Rudd memberikan dampak yang positif terhadap dunia pendidikan yang ada di Indonesia. Hubungan kerjasama di bidang pendidikan juga akan membantu mitra hubungan bilateral diantara kedua negara tersebut di masa yang akan datang. Dibentuknya AEI (Australia Education International) adalah prakarsa Pemerintah Australia di bawah Departemen Inovasi, Industri, Sains, Riset, dan Pendidikan Tinggi (DIISRTE), AEI berupaya meningkatkan kerjasama di bidang kebijakan-kebijakan strategis, peraturan dan undang-undang serta hubungan antar pemerintahan di sektor pendidikan internasional. AEI memfasilitasi kerjasama penelitian antar lembaga dengan mendukung hubungan tingkat tinggi antara akademisi dan institusi. AEI diwakili oleh seorang Konselor yang berkedudukan di Kedutaan Besar Australia Jakarta. 43Harapan terciptanya hubungan Indonesia dan Australia yang harmonis di berbagai bidang, terutama pendidikan adalah kunci 43 Kedutaan Besar Australia Indonesia. Belajar di Australia. available at http://www.indonesia.embassy.gov.au di akses pada 10 Maret 2015 pukul 15:00

72 keterbukaan pemerintah Australia dalam menjalin kerjasama dengan Pemerintah Indonesia. F. Kebijakan Kevin Rudd di Bidang Ekonomi Era Kevin Rudd kerjasama bilateral antar Australia dan Indonesia juga tidak bisa lepas dari bidang ekonomi, berbagai bentuk kerjasama dimaksudkan untuk kemajuan perekonomian bangsa. Hubungan kerjasama kedua negara kian penting, meningkatnya kerja sama di bidang ekonomi ini bisa di lihat pada tahun 2007-2008, ekspor Australia ke Indonesia tercatat US$ 4,5 miliar. Impor Australia dari Indonesia mencapai US$ 5,3 miliar. Indonesia menempati posisi ke-11 sebagai mitra dagang Australia, dengan pangsa pasar 2,2 persen. Australia sendiri berada di posisi ke-8 tujuan ekspor Indonesia, sedangkan Indonesia menempati posisi ke-9. 44 Tsunami yang melanda Nangroe Aceh Darussalam (NAD) memberikan kerugian yang sangat banyak bagi Indonesia, pembangunan demi pembangunan dilakukan oleh Indonesia secara bertahap. Era Kevin Rudd, Australia akan membantu meneguhkan penguatan pembangunan lima tahun dengan Indonesia untuk membantu menangani kemiskinan dan memajukan perdamaian, stabilitas, serta kemamuran kawasan. Program pertama yang didanai dalam kemitraan pembangunan yang telah diperkuat 44 Renne dan Nazar. PM Australia: Politik RI Berjalan Dinamis. 20 Februari 2009. available at http://m.news.viva.co.id di akses pada 10 Maret 2015.

73 ini adalah program kesehatan ibu dan bayi baru lahir senila 49 juta dollar Australia.45 Kevin Rudd ingin mengulang masa-masa indah hubungan bilateral dengan Indonesia yang akhir-akhir ini memanas karena beberapa kasus yang muncul. Kevin Rudd melihat pembangunan yang ada di Indonesia meningkat dan menarik perhatiannya. Sejak krisis ekonomi menimpa Indonesia, Kevin Rudd melihat perkembangan yang signifikan dari Indonesia dalam mengatasi masalah tersebut. Indonesia adalah negara demokrasi terbesar di Asia setelah India, Indonesia juga merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di Asia. Kerjasama ekonomi Indonesia dan Australia diperkuat lagi dengan adanya perjanjian kerjasama perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA). FTA ini pada nantinya bertujuan untuk membantu meningkatkan nilai ekspor barang Indonesia ke Australia dengan akses pasar yang lebih baik. Produk unggulan Indonesia adalah kayu dan kertas, elektronik, produk kimia, dan produk pertanian (kakao dan karet). 46 Berbagai kebijakan yang di lakukan oleh Rudd demi terciptanya kemitraan bagi Indonesia memberikan alasan kuat bahwa Asutralia kini lebih serius dalam menjalin hubungan bilateral dengan Indonesia. Rudd sendiri dalam kunjungan tahunan kenegaraan pada tahun 2013, 45 Australia Bantu RI Tangani Kemiskinan. Kompas, 15 Juni 2008. 46 RI-Australia Kerjasama Perdagangan Bebas (Ekonomi dan Keuangan). Pelita. 3 Desember 2007.

74 mengatakan bahwa Presiden Yuudhoyono adalah orang yang mampu mengubah ekonomi Indonesia semakin berkembang, selama masa kepemimpinannya serta menjadikan ekonomi di Indonesia menjadi lebih stabil. Kunjungan Kevin Rudd ke Indonesia pada pertengahan 2013 di Bogor, Presiden Yudhoyono dan PM Kevin Rudd menyepakati kerjasama perdaganagan daging sapi. Dalam pertemuan tersebut Presiden Yudhoyono menyampaikan, “Meski kita meningkatkan produksi dalam negeri tetapi ada kekurangan untuk memenuhi kebutuhan rakyat kita. Dalam konteks itu kita masih menjaga kerja sama daging sapi ini dengan Australia”. 47 47 Indonesia-Australia Bahsa 3 Isu Penting. Kedutaan Besar Republik Indonesia Den Haag. 5 Juli 2013. available at http://Ina.indonesia.nl/index.php/all-category/84 -asean-multilateral/508/indonesia/australia/bahas/3-isu-penting/ di akses pada 11 Maret 2015.

75 BAB IV HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA-AUSTRALIA PADA MASA TRANSISI KEPEMIMPINAN KEVIN RUDD A. Persaingan di Tubuh Partai Buruh Hubungan Indonesia dengan Australia sangat dipengaruhi oleh Perdana Menteri yang saat itu sedang berkuasa di Australia. Politik di Australia di pertengahan tahun 2010 mengalami kekacauan. Hal ini dikarenakan adanya perseteruan di tubuh Partai Buruh. Pemilihan Umum di Australia menggunakan sistem non-fix term yaitu pemilihan umum dilakukan paling tidak tiga tahun sekali. Dengan demikian pemilihan umum dapat dilakukan sebelum tiga tahun berakhir. Berbeda dengan di Indonesia yang menganut sistem fix-term yaitu pemilihan umum dilaksanakan setiap lima tahun sekali. 1 Australia merupakan negara dengan sistem pemerintahan federasi yang terdapat dua pemerintahan yang berdaulat, yaitu pemerintah federal dalam hal ini di Australia adalah pemerintah commonwealth dan „negara bagian‟ (states goverment), lain halnya dengan di Indonesia yang merupakan negara kesatuan dengan satu pemerintah pusat yang berdaulat, sehingga posisi pemerintah di kursi pemerintahan menjadi sangat kuat. Politik luar negeri pemerintah Australia selalu mendapatkan dukungan dari kedua partai besar meskipun melalui perdebatan yang panjang di parlemen, Australia menerapkan politik bi-partisan. Sehingga perubahan 1 Chusnul Mar‟iyah. Indonesia-Australia Tantangan dan Kesempatan dalam Hubungan Politik Bilateral. (2005), Jakarta: Granit. hlm. xiv.

76 kekuasaan yang ada di Australia tidak terlalu berpengaruh kepada kebijakan luar negeri Australia, hanya saja yang membedakan adalah siapa perdana menteri yang saat itu sedan memerintah, apakah dia lebih dekat dengan Jakarta atau dengan negara sekutunya, yaitu Amerika. Kevin Rudd, perdana menteri Australia ke-26 merupakan perdana menteri yang dianggap kontroversial dalam mengambil kebijakan-kebijakannya. Kebijakan yang diambil Kevin Rudd inilah yang menyebabkan pamornya menurun di kalangan masyarakat Australia. Kebijakan mengenai perubahan iklim yang sejak awal kampanye pada pemilihan umum federal Australia pada tahun 2007 yang selalu ditegaskannya sebagai langkah awal untuk menjadikan perubahan di Australia menjadikan Kevin Rudd kehilangan dukungan dari teman-temannya di Partai Buruh. Kevin Rudd adalah perdana menteri yang populis dan banyak disukai oleh pemilih di Australia, akan tetapi kebijakan mengenai pajak bagi para pengusaha tambang membuat kekecewaan tersendiri bagi masyarakat Australia. Pada awalnya masyarakat sangat terkejut dengan kebijakan Kevin Rudd yang akan bergabung dengan PBB dengan ikut dalam meratifikasi Protokol Kyoto, akan tetapi kebijakan dalam menangani masalah Perubahan Iklim yaitu dalam mengurangi emisi dilakukan dengan menaikkan pajak yang cukup tinggi, yaitu sekitar 40%

77 ke Industri Pertambangan. Hal tersebut ditentang keras oleh industri tambang yang mana merupakan andalan dari ekonomi Australia. 2 Kevin Rudd dianggap „salah mengambil kebijakan‟, dikarenakan kebijakan tersebut akan merugikan masyarakat yang memiliki saham di pertambangan dan juga industri pertambangan itu sendiri, padahal industri pertambangan merupakan andalan dari perekonomian negara. Dengan penetapan pajak yang tinggi maka akan mengurangi pendapatan dari para pemilik saham maupun dari industri pertambangan itu sendiri. Kegagalan Kevin Rudd dalam masalah pajak pertambangan dianggap Partai Hijau sebagai pendukung partainya sebagai hal yang memalukan. Partai Hijau merupakan partai yang mendukung kebijakan untuk mengatasi perubahan iklim, akan tetapi karena tuntutan dari pemegang saham tambang di Australia, Kevin Rudd tetap bertahan dengan kebijakannya. Partai Hijau merasa dirugikan dengan adanya kebijakan tersebut karena kebijakan tersebut dirasakan akan menjatuhkan nama baik partainya. Kevin Rudd tetap mempertahankan kebijakannya mengenai pajak, hal ini kemudian menyebabkan pertentangan di dalam tubuh Partai Buruh. Mundurnya Menteri Pertahanan, Joel Fitzgibbon dari kabinet Perdana Menteri Kevin Rudd adalah menteri pertama yang mengundurkan diri sejak kepemimpinan Kevin Rudd pada 2007. Hal tersebut menambah 2 Heri Susanto. “SBY Telepon PM Wanita Pertama Australia”. Viva News, 25 Juni 2010. available at http://m.news.viva.co.id/news/read/160187-sby-telepon-pm-wanita-pertama-australia/ di akses pada 12 Maret 2015 pukul 13:00.

78 daftar kegagalan Rudd dalam membuat pemerintahan yang bersih dari korupsi. 3 Kevin Rudd masuk ke dunia politik dan bergabung dengan Partai Buruh sejak dia masih berusia 15 tahun. Meski telah cukup lama bergabung dengan Partai Buruh, Rudd merasa dirinya sebagai „‟orang asing”, karena tidak berasal dari serikat buruh seperti anggota Partai Buruh yang lain, melainkan dari Queensland. Hal tersebut dapat dilihat pada saat kampanyenya pada tahun 2007, dengan slogannya Kevin07, “Saya Kevin, Saya dari Queensland, dan di sini saya akan membantu kalian”. Kepopuleran Kevin Rudd tidak bertahan lama, karena dia tidak mendapat dukungan dari teman partainya sendiri dalam kebijakan-kebijakan yang diambilnya. 4 Setelah memenangkan pemilu pada 2007, Rudd mendapatkan berbagai pujian dari berbagai politisi atas berbagai tindakan politiknya, seperti saat meminta maaf kepada anak-anak Aborigin yang telah dipisahkan oleh orangtuanya, meratifikasi Protokol Kyoto, dan juga menyelamatkan Australia dari krisis ekonomi global yang menimpa Australia pada 2008. Kebijakan-kebijakan Rudd yang kadang terkesan mendadak, mengakibatkan menurunnya dukungan dari teman-teman Rudd di partainya. Kevin Rudd akan selalu di kenal sebagai perdana menteri 3 Skandal Suap, Menhan Australia Mundur. Radar Jogja. 5 Juni 2009. 4 L. Sastra Wijaya. Kevin Rudd: Politisi Paling Populer dan Kontroversial. ABC Radio Australia, 14 November 2013. available at http://m.radioaustralia.net.au di akses pada 13 Maret 2015.

79 yang gagal untuk menyampaikan tiga ide besarnya yaitu skema mengenai pengurangan polusi karbon, skema perdagangan emisi, dan juga pajak keuntungan yang besar bagi pertambangan. 5 Kebijakan Kevin Rudd mengenai pengurangan polusi karbon yaitu langkah dari pemerintahan Rudd untuk mengatasi masalah perubahan iklim yang mana bertujuan untuk membantu Australia dalam mencapai target dalam pengurangan polusi karbondioksida sampai dengan tahun 2020. Hal ini dimaksudkan untuk membangun ekonomi negara Australia dengan tingkat polusi karbon yang rendah, dan ditetapkan biaya tersendiri bagi perusahaan industri yang menyebabkan polusi tinggi di wilayah Australia. Seluruh dana yang terkumpul akan diinvestasikan ke perusahaan yang „pro‟ lingkungan yang menggunakan energi matahari dan panas bumi.6 Kebijakan selanjutnya mengenai skema perdagangan emisi, kebijakan tersebut ditetapkan pada tahun 2013, setelah kebijakan mengenai pengurangan polusi karbon gagal ditetapkan di Australia. Kebijakan tersebut menuai kontroversi karena penerapannya masih akan sama dengan kebijakan sebelumnya. Kevin Rudd adalah politisi yang terkenal memiliki ambisi yang besar, sehingga kebijakan yang diambilnya akan selalu dipertahankan, 5 Mark Evans. The Rise and Fall of the Magic Kingdom: Understanding Kevin Rudd‟s Domestic Statecraft. Kevin Rudd Goverment. (2010). Canberra: ANU. hlm. 275. 6 PM Rudd Umumkan Skema Pengurangan Polusi Karbon. Republika Online, 16 Desember 2008. available at http://m.republika.co.id di akses pada 4 April 2015 pukul 19:10.

80 karena bagi Rudd kebijakan menaikkan pajak hingga 40% tersebut akan digunakan pemerintah untuk membangun sekolah-sekolah, rumah sakit, dan berbagai bentuk fasilitas umum. Kepentingan masyarakat sebenarnya menjadi alasan kuat bagi Kevin Rudd dalam mempertahankan kebijakannya. Kegagalan dari kebijakan Kevin Rudd inilah yang menjadi tanggung jawab Kevin Rudd sebagai Perdana Menteri Australia. Kehilangan kepercayaan dari masyarakat merupakan hal yang harus diterima kevin Rudd pada saat itu. Kegagalan Kevin Rudd dalam mengambil kebijakan menjadikan para senator di Partai Buruh beralih kepada wakil PM Kevin Rudd, yaitu Julia Gillard. Sosok Julia Gillard di dalam partai mendapatkan perhatian tersendiri dari para petinggi partai. Gillard dianggap lebih mengetahui kondisi yang sedang terjadi di Australia dibandingkan dengan Kevin Rudd, yang sibuk menjalankan tugas untuk kunjungan ke berbagai negara. The Australian pernah mengeluarkan statement ,” Wayne Swan has confirmed he believes Julia Gillard is a better leader than Kevin Rudd”. 7 Julia Gillard berpendapat bahwa pemerintahan Rudd telah “kehilangan arah”, Kevin Rudd dianggap telah gagal dalam mengambil kebijakan dalam hal ini mengenai perekonomian Australia yang bersektor pada industri pertambangan.8 Masyarakat Australia merasa kecewa dengan langkah yang di ambil oleh Rudd. Melihat kondisi tersebut, para senator 7 Kerry Anne Walsh. The Stalking of Julia Gillard. (2013). Australia: Allen & Unwin. hlm. 22. 8 Ibid,.

81 meminta Julia Gillard untuk maju menantang Kevin Rudd dalam pemilihan ketua partai, hal tersebut harus dilakukan untuk mempertahankan posisi partai dalam pemilu 2010 mendatang. Julia Eileen Gillard, lahir di Barry, Wales pada 29 September 1961. Julia Gillard dan keluarga pindah ke Australia saat usia Gillard empat tahun. Awal karirnya adalah sebagai pengacara dan kemudian bergabung di Partai Buruh sejak 1998. Sejak Kevin Rudd masuk ke parlemen, bersamaan dengan itu pula Julia Gillard dan Kevin Rudd membentuk aliansi pada tahun 2006. Kemenangan besar Partai Buruh dalam Pemilu Federal Australia pada 2007 mengantarkan Kevin Rudd sebagai Perdana Menteri Australia, dan juga Julia Gillard sebagai wakilnya. Julia Gillard di percaya menjabat sebagai wakil perdana menteri dan juga memegang jabatan sebagai menteri pendidikan, menteri perlibatan sosial, dan menteri tenaga kerja. 9 Partai Buruh menyarankan untuk diadakan pemungutan suara untuk menentukan pemimpin baru di partai sekaligus sebagai Perdana Menteri baru Australia. Kevin Rudd yang saat itu merasa tidak mendapatkan dukungan yang lebih di dalam partai, Kevin Rudd mengundurkan diri sebagai perdana menteri, dan selanjutnya terpilihlah 9 Profile: Julia Gillard. BBC, 27 June 2013. available at http://m.bbc.com/news/10398741 di akses pada 15 Maret 2015 pukul 11:00.

82 Julia Gillard sebagai Perdana Menteri baru Australia.10 Pemilu Federal Australia pada 2010, membawa Julia Gillard menang tipis dari partai oposisi yaitu Partai Liberal pimpinan Tony Abbot, Julia Gillard adalah Perdana Menteri ke-27 Australia, dan merupakan Perdana Menteri wanita pertama di Australia. Masa pemerintahan Julia Gillard, Kevin Rudd diberikan jabatan sebagai Menteri Luar Negeri Australia. Masalah Luar Negeri akan diserahkan pada Kevin Rudd, dan Stephen Smith ditetapkan sebagai Menteri Pertahanan Australia. Perombakan susunan kabinet dilakukan oleh Julia Gillard, sebagai langkah awal untuk memperbaiki susunan kabinet yang sedang kacau setelah mundurnya Menteri Pertahanan, Joel Fitzgibbon dari kabinet Perdana Menteri Kevin Rudd. Perseteruan antara Kevin Rudd dan Julia Gillard ini berlanjut dan meruncing hingga pertengahan februari 2012, yang mana saat itu Kevin Rudd menyatakan mengundurkan diri sebagai Menlu lewat konferensi pers di Washington, AS. Kevin Rudd merasa sudah tidak bisa lagi menjabat sebagai Menlu, karena sudah tidak mendapatkan kepercayaan lagi dari Julia Gillard. Rudd dalam persnya mengatakan, “ Sejujurnya saya tidak bisa terus menjabat sebgai Menlu jika saya tidak memiliki dukungan 10 Pengunduran diri Kevin Rudd sebagai perdana menteri pada periode pertama kepemimpinannya masih dianggap kontroversial. Banyak berita menyebutkan hal ini masih ditutupi oleh Partai Buruh untuk menjaga nama baik partai pada pemilu yang akan dilaksanakan pada tahun 2010.

83 Perdana Menteri Gillard”. 11 Melihat keputusan yang di ambil oleh Kevin Rudd secara mendadak tersebut dapat di lihat bahwa sebenarnya kemunduran dari Kevin Rudd di sini memiliki maksud dan tujuan tersendiri. Kevin Rudd merasa jika Julia Gillard tetap bertahan menjadi Perdana Menteri Australia, dan juga sebagai pemimpin partai, maka dalam pemilu yang akan di gelar pada 2013 mendatang, partainya akan kalah telak dengan kubu oposisi. Setelah menyatakan untuk mundur sebagai Menlu, Kevin Rudd mengumumkan akan menantang kepemimpinan Perdana Menteri Australia, Julia Gillard dalam pemungutan suara anggota parlemen dari Partai Buruh pada 27 Februari 2012. Hal tersebut disampaikan oleh Kevin Rudd dalam konferensi pers di Brisbane, tidak lama setelah kepulangannya dari Amerika. 12 Julia Gillard menerima tantangan dari Kevin Rudd dan menyatakan bahwa siapapun yang kalah dalam pemungutan suara itu harus menyatakan tidak akan mengejar lagi ambisi untuk menjadi pemimpin. Julia Gillard merasa tindakan yang dilakukan oleh Rudd ini sudah keterlaluan, kekecewaannya kepada Rudd yang mengundurkan diri sebagai Menlu belum usai, ditambah lagi dengan 11 Rita Uli Hutapea. Menlu Kevin Rudd Mundur, PM Australia Kecewa. Detik News, 22 Februari 2012. available at http://m.detik.com/news/ di akses pada 14 Maret 2015 pukul 13:00. 12 Rudd Akan Tantang Kepemimpinan dalam Partai Buruh. Australia Plus, 24 Februari 2012. available at http://www.australiaplus.com di akses pada 14 Maret 2015 pukul 19:15.

84 pernyataan Rudd yang ingin menantangnya dalam pemungutan suara di tubuh partai membuat Gillard harus mengambil sikap tegas. Perbedaan antara Julia Gillard dengan Kevin Rudd adalah sosok Gillard dan koleganya di partai kurang populer di kalangan masyarakat Australia, berbeda dengan Rudd yang cukup populer di kalangan masyarakat, akan tetapi memiliki pendukung yang sedikit di dalam partai. Seharusnya hal tersebut dimanfaatkan oleh keduanya untuk tidak saling berseteru, akan tetapi saling mendukung agar partainya menjadi bertambah kuat dan tidak dimanfaatkan oleh partai oposisi untuk merebut kekuasaan. Kevin Rudd menantang Julia Gillard setidaknya sebanyak dua kali, pada pemungutan suara pertama, Rudd gagal mendapatkan suara di partai dengan kalah 71:31 dari Gillard.13 Kevin Rudd berniat untuk mundur dan akan mendukung Julia Gillard sebagai Perdana Menteri Australia. Akan tetapi pada pertengahan tahun 2013, Kevin Rudd melanggar janjinya, dan memutuskan untuk kembali menantang Julia Gillard dalam perebutan kekuasaan sebagai pemimpin partai. Rudd mengatakan bahwa banyak pihak yang mendukungnya untuk bertarung dalam kursi kepemimpinan partai karena kondisi berbahaya yang sedang dihadapi oleh Australia, dukungan juga datang dari para menteri yang meminta Rudd untuk mencalonkan diri sebagai pemimpin partai untuk menyelamatkan 13 Ross Fitzgerald. Paradox at Heart of Conflict Between Gillard and Rudd. The Australian, 20 July 2013. Available at http://m.theaustralian.com.au di akses pada 14 Maret 2015 pukul 20:30.

85 partainya dalam pemilu mendatang. Kevin Rudd juga menilai bahwa Julia Gillard telah kehilangan kekuasaan mayoritas. Kronologi persaingan antara Julia Gillard dan Kevin Rudd ini di mulai pada tanggal 23 Juni 2010, Gillard menantang Perdana Menteri Kevin Rudd dalam pemilihan suara di tubuh partai, selang sehari setelah itu pemungutan suara di mulai dan karena Kevin Rudd merasa tidak mendapatkan dukungan, Kevin Rudd secara resmi mengundurkan diri dari pemimpin oposisi dan juga sebagai Perdana Menteri Australia. Menjelang akhir Agustus, tepatnya tanggal 21 Agustus 2010, Julia Gillard dilantik menjadi Perdana Menteri baru Australia. Partai Buruh di bawah kepemimpinan Julia Gillard berkuasa dalam kondisi yang rapuh, karena pada masa-masa tersebut, Australia harus menghadapi berbagai masalah yang muncul, seperti pembenahan kebijakan yang telah ditinggalkan oleh Rudd, dan juga perombakan susunan kabinet. Akan tetapi pada saat itu, Julia Gillard di anggap sebagai pahlawan di Partai Buruh. 14 Popularitas Julia Gillard tidak bertahan lama, memasuki awal tahun 2011, tepatnya pada 8 Maret, popularitasnya menurun akibat rencana denda polusi yang mana merupakan kebijakan Kevin Rudd yang dipertahankan pada masa Julia Gillard dan juga kemunduran bagi Gillard ketika Mahkamah Agung menolak pergantian pengungsi dengan Malaysia. Partai Buruh mengajukan rencana pengurangan emisi yang dapat dikatakan sebagai suatu hal yang kontroversial, terutama pada masa Kevin 14 Rudd Gulingkan PM Gillard. Kompas, 28 Juni 2013.

86 Rudd. Pada awal tahun 2013, Gillard mengumumkan Pemilihan Umum Nasional akan diselenggarakan pada 14 September 2013, Menteri senior, Simon Grean mengatakan bahwa Australia harus mengadakan pemilihan ulang di tubuh partai, dan menyarankan Kevin Rudd untuk maju sebagai lawan dari Gillard, Rudd memenangkan pemilihan dengan memperoleh 57 suara, sedangkan Gillard memperoleh 45 suara. Pada tanggal 27 Juni 2013, di lantik sebagai Perdana Menteri baru Australia. 15 Perubahan kepemimpinan di Australia yang kembali di pegang oleh Kevin Rudd menjadikannya harus merombak total susunan kabinet yang telah ditinggalkan pada masa Julia Gillard. Kevin Rudd menempatkan lebih banyak perempuan untuk duduk dalam kabinetnya. Sebanyak 11 perempuan dari 20 kabinet dipilih oleh Kevin Rudd, ia mengaku bangga telah menunjuk lebih banyak perempuan dalam kabinetnya. 16 Perombakan tersebut dilakukan oleh Kevin Rudd karena Rudd sendiri ingin mengubah susunan kabinet yang ditetapkan oleh Julia Gillard, yang mana terdiri dari para pendukung setia Gillard. Kekalahan Rudd pada 2010 kemarin dianggap sebagai pelajaran berharga bagi Kevin Rudd untuk menjadi pemimpin yang lebih baik kedepannya. Kevin Rudd menghimbau agar dalam tubuh partai tidak akan ada lagi persaingan. 15 Ibid,. 16 Menteri Perempuan Dominasi Kabinet Baru Australia. Koran Tempo,2 Juli 2013.

87 Politik yang lebih ramah di usung oleh Kevin Rudd agar tidak lagi menjadi isu yang akan menurunkan pamor partai untuk pemilu mendatang. Perdana menteri pertama Australia itu tersingkir karena dianggap sudah tidak memiliki pendukung lagi di publik Australia, meskipun selama masa pemerintahannya keadaan ekonomi Australia stabil dan angka pengangguran di Australia rendah, faktor lain juga dikarenakan kebijakan Julia Gillard yang selalu mendapat tantangan dari pihak oposisi. Akan tetapi faktor popularitas inilah yang nantinya akan menentukan nasib Partai Buruh di pemilihan umum pada September nanti. 17 B. Pengaruh Persaingan di Partai Buruh terhadap Hubungan Bilateral Indonesia-Australia. Australia mengalami krisis kebijakan akibat pergantian perdana menteri. Pergantian perdana menteri ini juga mempengaruhi hubungan bilateral antara Indonesia-Australia. Penggulingan kekuasaan oleh Julia Gillard, membuat arah kebijakan politik luar negeri Australia menjadi berubah, akan tetapi tidak terlalu mencolok. Julia Gillard tetap meneruskan kebijakan yang biasa dilakukan oleh Partai Buruh yaitu lebih menjaga hubungan dengan negara-negara tetangganya. Era Julia Gillard hubungan antara Indonesia dan Australia sedikit mengalami penurunan. Kebijakan-kebijakan yang di ambil oleh Julia Gillard cenderung tidak lagi berhaluan ke Indonesia, namun hubungan baik antara Presiden Yudhoyono dan Julia Gillard masih tetap 17 Australia: Rudd, Gillard, Rudd. Tempo, 7 Juli 2013.

88 berlangsung. Selama masa pemerintahan Kevin Rudd, Julia Gillard yang menjabat sebagai wakilnya lebih sering berada di kantor dibandingkan dengan Kevin Rudd yang sering berpergian, hal tersebut yang membuat Julia Gillard lebih mengetahui bagaimana opini publik yang saat itu rentan dijadikan bahan pembicaraan di Australia. Gillard mengkhawatirkan nasib Partai Buruh pada masa Kevin Rudd seperti era Paul Keating (1991-1996) akan terulang. Pemerintahan Paul Keating tumbang karena publik Australia, tidak terlalu menyukai kebijakan Paul Keating yang lebih dekat dengan Indonesia, selain itu bagi masyarakat Australia, Indonesia dianggap sebagai negara dengan totalitas militer dan juga negara yang tidak demokratis. Pemilihan umum selanjutnya, kemenangan diambil alih oleh Partai Liberal, yaitu pimpinan John Howard. Era John Howard yang berhaluan ke negara sekutunya yaitu Amerika, ia mengambil isu-isu yang berkembang di Indonesia dengan menganggap bahwa Indonesia sebagai negara ancaman. Hasil survei yang dilakukan oleh Australia menunjukkan bahwa satu di antara lima orang Australia berpendapat, Indonesia merupakan ancaman paling berbahaya. Ketika kondisi kurang kondusif di Indonesia sedang terjadi, Howard kembali mengambil survei dan hasilnya selalu memojokkan pendukung Indonesia. 18 18 Derek Minangka. Menakar Kebijakan Pemimpin Wanita. Inilah.Com, 28 Juni 2010. available at http://m.inilah.com di akses pada 17 Maret 2015.

89 Perubahan kebijakan antara Partai Liberal dan Partai Buruh dalah kaitannya dengan hubungan bilateral Indonesia dan Australia inilah yang menjadi bahan pertimbangan tersendiri bagi Julia Gillard yang akan memerintah Australia tiga tahun mendatang. Kebijakan dalam menangani manusia perahu atau imigran gelap ini berbeda dengan masa Kevin Rudd yang membawa Indonesia ikut terlibat, berbeda dengan masa Gillard yang lebih memilih melibatkan Malaysia sebagai negara untuk bekerjasama dalam menangani masalah imigran gelap ini. Kebijakan kontroverial tersebut telah menimbulkan perdebatan di pemerintahan Australia, Pengadilan Tinggi Australia menolak kebijakan tersebut karena di nilai tidak sesuai dengan hukum. Pedana Menteri Australia, Julia Gillard mengatakan pemerintah akan mengubah undang-undang migrasinya untuk menghindari keberatan pengadilan. Bagi Gillard, Malaysia telah menawarkan solusi terbaik atas masalah pencari suaka dan penyelundupan manusia. 19 Perbedaan kebijakan dalam mengatasi imigran gelap antara Kevin Rudd dan Julia Gillard dapat dilihat melalui kebijakan yang diambil. Julia Gillard, seperti yang telah dijelaskan diatas lebih memilih bekerja sama dengan Malaysia yang menawarkan akan membantu Australia dalam mengatasi imigran gelap. Berbeda dengan Kevin Rudd yang lebih memilih bekerja sama dengan Indonesia dalam menangani imigran gelap. Solusi 19 PM Australia Ngotot Hidupkan Lagi Pertukaran Pengungsi. Available at http://www.dw.de/pm-australia-ngotot-hidupkan-lagi-pertukaran-pengungsi/ di akses pada 17 Maret 2015 pukul 13:00.

90 Indonesia merupakan gagasan Kevin Rudd yaitu meminta bantuan kepada Indonesia untuk menahan kapal-kapal yang masuk ke wilayah Australia. Perubahan arah kebijakan Julia Gillard ini mempengaruhi hubungan bilateral di antara kedua negara tersebut. Hubungan Indonesia-Australia di bawah Partai Buruh bisa dikatakan minim ketegangan, akan tetapi di era Gillard ini, masih ada pergolakan-pergolakan yang muncul. Hal ini dapat di lihat dari adanya masalah pencemaran di Laut Timor, di mana Australia di tuntut untuk ikut bertanggung jawab. Masalah tersebut bermula ketika pemerintah Australia memberikan izin operasi ladang minyak Montara kepada PTT Exploration and Production (PTTEP) Australasia. Tumpahnya minyak di Laut Timor akibat meledaknya ladang Montara di Blok Atlas Barat Laut Timor ini membuat Yayasan Peduli Timor Barat menuntut Australia ikut bertanggung jawab atas insiden tersebut, karena Australia di nilai telah lalai dalam mengawasi perusahaan tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kerugian akibat insiden tersebut mencapai 100 Triliun lebih yang diterima oleh masyarakat dan nelayan di Nusa Tenggara Timur. 20 Indonesia menjadi alternatif kedua bagi pemerintahan Julia Gillard dalam menangani masalah imigran gelap atau penyelundupan manusia, Indonesia dan Australia mengadakan hubungan kerja sama yaitu mengenai Kode Etik SAR. Kerja sama tersebut dilakukan karena selama ini 20 Australia Utara Diminta Ikut Bertanggung Jawab. Koran Tempo, 2 Desember 2010.

91 Indonesia di kenal menjadi negara transit terakhir para imigran gelap sebelum berupaya memasuki tujuan akhir mereka, yaitu Australia. Dengan adanya kode etik bersama maka penanganan kondisi darurat akan lebih cepat dilakukan dan lebih terorganisasi dengan baik antara Indonesia dan Australia. 21 Arah kebijakan Australia ini sendiri dengan adanya perubahan kepemimpinan sebenarnya tidak terlalu mempengaruhi kebijakan politik luar negeri Australia. Kebijakan dalam negeri Australia yang memiliki perbedaan yang cukup terlihat. Ketertarikan masyarakat Australia terhadap Indonesia ini sendiri masih sangat minim, hanya saja melalui pendekatan yang dilakukan oleh masing-masing pemimpin di negara tersebut yang menjadikan negara bertetangga ini menjalin hubungan yang baik. Julia Gillard dan Kevin Rudd sama-sama saling menjaga hubungan baik dengan negara-negara di ASEAN terutama Indonesia yang dianggap sebagai mitra bagi Australia. Hanya saja di masa Julia Gillard, kebijakan yang di ambil tidak terlalu banyak melibatkan Indonesia. Bidang pendidikan masih tetap menjadi sasaran bagi pemerintahan Julia Gillard, karena Indonesia merupakan negara pemasok mahasiswa terbanyak di dunia, hal tersebut juga mempengaruhi pendapatan Australia. Hubungan antara Indonesia dengan Australia lebih menonjol pada saat pemerintahan Kevin Rudd. Kemenangan Kevin Rudd sebagai perdana menteri kedua kalinya, di sambut baik oleh Presiden Yudhoyono, dalam 21 Indonesia-Australia Bahas Kode Etik SAR. Kompas, 15 September 2012.

92 pidato kemenangannya, Kevin Rudd juga menyebut Indonesia, dan akan melakukan kunjungan ke Indonesia untuk membahas kerja sama bilateral antara kedua negara tersebut. Perdana Menteri Kevin Rudd juga mengumumkan bahwa negaranya tidak akan lagi menerima pencari suaka yang menggunakan perahu. Pengungsi yang tidak memiliki surat resmi akan langsung dikirim ke Papua Nugini. Pada masa pemerintahan Julia Gillard, Papua enggan untuk ikut campur dalam penanganan masalah imigran gelap ini, akan tetapi melalui Kevin Rudd, Papua Nugini dan Australia menandatangani kerja sama untuk mengatasi manusia perahu. Sebagai imbalannya, Papua Nugini akan mendapatkan bantuan dari Australia untuk pembangunan di wilayah Papua Nugini. 22 Sosok pemimpin Australia yang menjadi perdana menteri memang menjadi penentu hubungan antara Jakarta dan Canberra. Terbukti pada masa kepemimpinan Kevin Rudd, hubungan di antara kedua negara selalu terjaga dan harmonis. C. Mundurnya Kevin Rudd dari Panggung Politik Pemerintahan Kevin Rudd pada periode kedua tidak berlangsung lama, setelah menjabat kedua kalinya sejak 27 Juni 2013, poularitas dari Partai Buruh tidak sanggup lagi membendung suara mayoritas dari Partai Liberal yang di pimpin oleh Tony Abbot. Dari total 80 persen suara yang telah dihitung oleh Komisi Pemilihan Umum Australia, koalisi Libetal/Nasional yang di pimpin oleh Abbot memimpin dengan perolehan 22 Australia Tertutup Bagi Manusia Perahu. Koran Tempo, 20 Juli 2013.

93 88 kursi di parlemen, berbanding terbalik dengan Kevin Rudd yang hanya mendapatkan 56 suara. 23 Bagaimanapun dengan kekacauan akibat adanya perubahan perdana menteri dan kekuasaan di dalam Partai Buruh, membuat masyarakat mempunyai penilaian sendiri terhadap pimpinan Kevin Rudd. Pamor partai telah menurun dan hal ini dijadikan kesempatan bagi Partai Liberal untuk mengambil alih kekuasaan yang telah di pegang oleh Partai Buruh selama enam tahun. Perdebatan antara Kevin Rudd dan Tony Abbot pada pemilihan umum mengangkat beberapa isu yang selalu menjadi masalah di Australia, diantaranya adalah masalah perubahan iklim, krisis ekonomi, tingkat pengangguran yang meningkat, dan juga masalah pencari suaka atau imigran gelap. Kevin Rudd tidak mendapat banyak dukungan dari warga Australia, hal ini menyebabkan berakhirnya era Partai Buruh Australia. Kemenangan Tony Abbot, membuat Kevin Rudd harus mengakui kekalahannya, pada sambutan di hadapan pendukungnya, Rudd mengatakan, Partai Buruh sudah “bertarung dengan baik”. Kevin Rudd juga memberikan ucapan selamat kepada perdana menteri baru Australia sekaligus memberikan pesan bahwa apapun garis politik Australia, yang paling utama dan terpenting adalah bangsa Asutralia dan hal-hal yang menyatukannya akan jauh lebih kuat dibandingkan yang memisahkan Australia, untuk itulah 23 Kevin Rudd Ucapkan Selamat pada Tony Abbot. Kompas Online. Available at http://tekno.kompas.com/read/2013/09/07. di akses pada 17 Maret 2015.

94 Kevin Rudd memberikan dukungan kepada Tony Abbot sebagai perdana menteri baru Australia. Kekalahan Kevin Rudd ini membuatnya mengambil kebijakan mundur sebagai pemimpin Partai Buruh. Kevin Rudd secara resmi mengundurkan diri pada 13 November 2007. Keputusan Kevin Rudd untuk mundur dari partai merupakan hal yang tidak mudah, karena Rudd sangat mencintai bidang politik yang telah mengantarkanya ke kursi pemerintahan dan menjadikannya sebagai perdana menteri selama dua periode. Dalam pidatonya di depan anggota parlemen, Kevin Rudd mengucapkan terimakasih karena telah diberikan kehormatan untuk melayani negara Australia sebagai perdana menteri, dan mendapatkan kehormatan besar untuk kembali memimpin Partai Buruh hingga pemilihan umum pada September lalu. 24 “Keluarga saya telah memberikan semuanya untuk saya dalam kehidupan publik, dan bagi bangsa. Sekarang saatnya saya memberikan sesuatu kembali kepada mereka, ini merupakan hasil pencarian jiwa kami sebagai keluarga selama beberapa bulan terakhir.” Ucapan yang cukup mengharukan tersebut disampaikan langsung oleh Kevin Rudd dan disambut tepuk tangan oleh para rekannya di parlemen. Kevin Rudd merupakan perdana menteri yang dianggap telah membawa hubungan baik antara Indonesia dan Australia yang rentan akan ketegangan. Mundurnya Kevin Rudd dari dunia perpolitikan akan 24 Eks PM Australia Kevin Rudd Mundur dari Parlemen. Tempo.Co, 14 November 2013. Available at http://m.tempo.co/read/news/2013/11/14/ di akses pada 17 Maret 2015.

95 memberikan rasa kehilangan tersendiri bagi Indonesia dan Presiden Yudhoyono selaku sahabat Kevin Rudd. Rudd juga mengatakan bahwa setelah tidak lagi aktif di dunia politik dalam negeri, ia berencana akan mendirikan sebuah yayasan dan melanjutkan minat lamanya dalam masalah hubungan internasional untuk ikut berkontribusi nyata untuk perdamaian dan stabilitas, pengaturan ekonomi global, dan pembangunan berkelanjutan, termasuk perubahan iklim. 25 Pernyataan Kevin Rudd tersebut juga menunjukkan bahwa ia masih akan terlibat dalam dunia politik. Kevin Rudd akan menjadi perdana menteri yang akan terus dikenang oleh Indonesia, karena telah menjadikan negara Indonesia sebagai mitra bagi Australia, dan hal tersebut merupakan suatu nilai yang penting bagi Indonesia untuk melanjutkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia untuk di masa-masa yang akan datang. D. Hubungan Indonesia-Australia Dewasa Ini Berakhirnya kekuasaan Partai Buruh dan beralih ke Partai Liberal sangat berpengaruh terhadap hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia. Melihat sejarahnya, hubungan diantara kedua negara berada di titik rendah ketika perdana menteri berada di tangan Partai Liberal. Tony Abbot adalah perdana menteri Australia ke-28 yang berhasil mengalahkan Kevin Rudd dalam pemilu September 2013. Kebijakan yang di ambil oleh 25 Ibid,.

96 Tony Abbot membuat hubungan antara Indonesia dan Australia kembali memanas. Kemenangan Koalisi Nasionalis-Liberal pimpinan Abbot, yang dalam kampanyenya berjanji akan memerangi manusia perahu pencari suaka, tidak menyurutkan para pencari suaka untuk tidak datang ke Australia. Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa mengatakan, Jakarta akan menolak kebijakan Australia karena hal tersebut dianggap bukan bagian dari bentuk kemitraan kedua negara. Kebijakan Tony Abbot ini berbeda dengan masa Kevin Rudd, jika era Rudd, Papua bersedia bekerjasama dengan Australia, berbeda dengan Tony Abbot yang mengambil kebijakan dengan akan membeli kapal-kapal Indonesia agar tidak dipakai oleh para pencari suaka. Hal tersebut telah menyinggung Indonesia, karena menganggap bahwa Australia akan mengunstruksikan adanya orang-orang menjadi deteksi dini di Indonesia. 26 Berbagai masalah yang membuat kedua negara ini menjadi kembali renggang adalah masalah penyadapan telepon yang menimpa sejumlah petinggi Indonesia. Penyadapan tersebut masih menjadi isu yang hangat dan banyak menjadi perbincangan di publik. Seperti yang dibocorkan oleh Edward Snowden, mantan kontraktor badan intelijen Amerika Serikat, bahwa Australia dan Selandi Baru menyadap jaringan telepon genggam terbesar di Indonesia, dan juga sistem telekomunikasi sejumlah negara 26 Kebijakan Manusia Perahu, Australia Minta Pengertian Indonesia. Koran Tempo, 14 September 2013.

97 kecil di Kepulauan Pasifik. 27 Tony Abbot enggan meminta maaf kepada Indonesia terkait masalah tersebut. Hal ini yang memicu terjadinya konflik dan kembalinya hubungan Indonesia dan Australia yang memanas. Hubungan panas Indonesia dan Australia ini kian memuncak ditambah isu-isu yang sedang muncul, salah satunya mengenai kasus Bali Nine yang mana melibatkan dua terpidana mati Warga Negara Australia yang terjerat kasus narkoba. Pihak pemerintah Australia meminta kepada pemerintah Indonesia untuk mencabut hukuman mati kepada dua warga negaranya. Pemerintah Indonesia tetap bersikukuh untuk tetap melakukan eksekusi terhadap dua Warga Negara Australia tersebut. Masalah ini menjadikan pemerintah Australia geram dan mengancam Indonesia jika tetap melakukan eksekusi. Indonesia di bawah presiden baru, Presiden Jokowi bersikap tegas dan tidak takut terhadap ancaman yang diberikan oleh pemerintah Australia. 27 Taufik Rachman. Pemerintah akan Protes Australia jika Terbukti Lakukan Penyadapan. Republika Online, 9 Maret 2015. available at http://m.republika.co.id di akses pada 17 maret 2015.

98 BAB V KESIMPULAN Pemilu Federal Australia tahun 2007 telah memunculkan sosok Kevin Rudd dari Partai Buruh Australia yang berhasil mengalahkan John Howard dari Partai Liberal-Nasionalis yang telah berkuasa selama 11 tahun lamanya. Kevin Rudd adalah sosok baru di dunia perpolitikan Australia yang dianggap dapat membawa perubahan yang lebih baik di dunia perpolitikan Australia. John Howard telah kehilangan kepercayaan dari masyarakat Australia yang menilai bahwa John Howard terlalu fanatik dengan negara sekutunya Amerika. Keterlibatan Australia dalam Perang Irak mengakibatkan kekecewaan tersendiri bagi masyarakat Australia terhadap John Howard. Munculah Kevin Rudd yang memiliki visi-visi baru yang diantaranya : Akan membawa Australia menjadi negara yang lebih maju dengan visi-visinya, Kevin Rudd berjanji akan menarik pasukan tentara Australia dari Irak, Kevin Rudd juga berjanji akan meratifikasi Protokol Kyoto. Hal tersebut menjadikan masyarakat Australia lebih percaya terhadap Kevin Rudd yang dianggap lebih mampu membawa Australia ke perubahan yang lebih baik. Terpilihnya Kevin Rudd menjadi Perdana Menteri Australia membawa angin segar ke Indonesia. Undangan Presiden Yudhoyono terkait konferensi yang akan dilakukan di Bali terkait Perubahan Iklim disambut

99 baik oleh PM Kevin Rudd. Kunjungan pertama Kevin Rudd ini menjadikan dasar terbukanya hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia di masa yang akan datang. PM Kevin Rudd menilai bahwa Indonesia merupakan mitra penting bagi Australia. Berbagai bentuk kerjasama akan diperkuat demi terciptanya mitra untuk kedepannya. Kunjungan kedua PM Kevin Rudd ke Indonesia pada 12-14 Juni 2008 di Bali membahas berbagai bentuk kerja sama antara Indonesia dan Australia dalam beberapa bidang, terutama ekonomi dan pendidikan. PM Kevin Rudd berjanji akan mengaktifkan kembali mata pelajaran Bahasa Indonesia ke Sekolah Menengah di Australia, dan di bidang ekonomi akan memperkuat impor-ekspor untuk meningkatkan pendapatan kedua negara tersebut. Hubungan antara Indonesia dan Australia menjadi lebih erat pada masa Kevin Rudd. Indonesia sangat senang karena dianggap menjadi mitra penting bagi Australia. Kevin Rudd membawa perubahan berarti bagi hubungan Indonesia dan Australia. Berbagai kebijakan dari bidang ekonomi, politik, pendidikan, keamanan dan pertahanan membawa hubungan Indonesia dan Australia mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan pada masa John Howard. Kevin Rudd menjadikan Indonesia sebagai mitra penting bagi Australia dan menjadikan setiap kebijakan luar negerinya condong ke Asia terutama Indonesia. Kebijakan Kevin Rudd terkait Perubahan Iklim yaitu dengan menaikkan pajak hingga mencapai 40 persen bagi Industri Tambang

100 membuat pamornya menurun dan tidak mendapatkan dukungan rekan-rekannya di parlemen. Kevin Rudd dianggap telah salah mengambil kebijakan karena, dengan pajak yang terlalu tinggi akan merugikan pendapatan negara yang mana industri tambang merupakan andalan dari perekonomian Australia. Munculah Julia Gillard, wakil dari PM Kevin Rudd yang dianggap menjadi pahlawan karena mampu menggantikan sosok PM Kevin Rudd. Julia Gillard lebih memahami kondisi yang ada di Australia dibandingkan PM Kevin Rudd yang jarang berada di kantor kenegaraan. Kevin Rudd menjabat menjadi Perdana Menteri Australia sebanyak dua kali, sempat terjadi kekacauan di tubuh Partai Buruh karena perebutan kekuasaan menjadikan Kevin Rudd harus mengundurkan diri dari kursi pemerintahannya pada tahun 2010, dan digantikan oleh wakilnya yaitu Julia Gillard. Hubungan antara Indonesia dan Australia pada masa Julia Gillard mulai melemah akan tetapi tidak membawa konflik yang berarti bagi kedua negara tersebut. Masa jabatan PM Kevin Rudd yang kedua ini tidak betahan lama karena pamornya di Australia sudah menurun dan dalam pemilihan umum yang dilaksanakan pada November 2013 menjadi akhir dari kekuasaan Kevin Rudd menjadi PM Australia. Kemenangan diraih oleh Tony Abbot dari Partai Koalisi Liberal/Nasionalis, dari total 80 persen suara yang telah dihitung oleh Komisi Pemilihan Umum Australia, koalisi Libetal/Nasional yang di pimpin oleh Abbot memimpin dengan perolehan 88 kursi di

101 parlemen, berbanding terbalik dengan Kevin Rudd yang hanya mendapatkan 56 suara. Kekalahan Kevin Rudd ini membuatnya memutuskan untuk mengakhiri perjalanan politiknya, pada 13 November 2013, Kevin Rudd secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua partai dan juga dari parlemen. Australia memiliki pemimpin baru yaitu Tony Abbot dari Partai Liberal. Hubungan antara Indonesia dan Australia pada masa pemerintahan Tony Abbot kembali berada di masa-masa panas, berbagai masalah yang muncul seperti kasus Bali Nine, Imigran Gelap, Penyadapan menjadi sederet masalah yang membawa hubungan kedua negara ini menjadi renggang dan harus cepat diselesaikan dengan tidak merugikan salah satu pihak. Bagaimanapun Indonesia merupakan tetangga terdekat Australia yang seharusnya antara Indonesia dan Australia saling menjaga demi kemitraan hubungan antara kedua negara di masa yang akan datang. Hubungan diantara kedua negara tersebut tidak dapat dipisahkan, karena setiap kebijakan yang diambil baik di Indonesia dan Australia akan mempengaruhi hubungan bilateral kedua negara tersebut. Seperti Kevin Rudd, yang berhasil membawa Australia dan Indonesia kembali ke masa-masa indah dan menjadikan kedua negara tersebut jauh dari adanya ketegangan-ketegangan yang memicu konflik diantara kedua negara tersebut.

102 DAFTAR PUSTAKA Anne, Kerry Walsh. (2013). The Stalking of Julia Gillard. Australia: Allen & Unwin Aulich, Chris and Mark Evans. (2010). The Rudd Goverment Australian Commonwealth Administration 2007-2010. Canberra: ANU E Press. Burchill, Scott and Andrew Linklater. (1996). Teori-Teori Hubungan Internasional. Bandung: Nusa Media. Chusnul Mar‟iyah. (2005). Indonesia-Australia Tantangan dan Kesempatan dalam Hubungan Politik Bilateral. Jakarta: Granit. Daniel Murdiyaso. (2007).Protokol Kyoto Implikasinya bagi Negara Berkembang. Jakarta: Kompas. Donald Ary et al.(2004).Pengantar Penelitian Dalam Pendidikan dalam Arief Furchan (penerjemah).Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hadi Soebadjo. (2002). Keterlibatan Australia dalam Pemberontakan PRRI/Permesta. Jakarta: PT Gramedia Pustaka. Hellius Sjamsuddin.(2007).Metodologi Sejarah.Yogyakarta:Ombak. Hans Morgenthau, J. (1990).Politik Antarbangsa. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia Jawahir Thontowi. (2009). Penegakan Hukum & Diplomasi Pemerintahan SBY. Yogyakarta: Leutika. Kuntowijoyo.(2005).Pengantar Ilmu Sejarah.Yogyakarta:PT Bentang Pustaka. Louis Gottschalk.Understanding History: A Primer of Historical Method, a.b, Nugroho Notosusanto. MengertiSejarah. Jakarta: Universitas Indonesia Press, 1975. Moh.Nazir.(2011).Metode Penelitian.Ghalia Indonesia. Siboro, J.(1989).Sejarah Australia.Jakarta:IKIP Bandung. Stuart, Nicholas. (2007). “Kevin Rudd: An Unauthorised Political Biography”. Carlton North: Scribe. Sunardi. (1985). Politik Luar Negeri Australia di Bawah Partai Buruh. Jakarta: Grafindo Utama. Tim Penulis.(1973).Hubungan Australia-Indonesia.Jakarta: Kantor Penerangan Kedutaan Besar Australia Van Der Kroef, Justus.(1976). Masalah Politik dan Keamanan Australia. Jakarta: Yayasan Paritrana.

103 Sumber Surat Kabar: Harian Umum Republika, 19 Juni 2008. Kabar Indonesia, 8 Februari 2008. Kompas 17 Maret 2013. Kompas, 2 Juni 2007 Kompas, 11 Juni 2008 Kompas, 13 Juni 2008 Kompas, 15 Juni 2008 Kompas, 28 Juni 2013. Kompas, 15 September 2012. Kompas, 15 September 2012. Kompas, 27 November 2007 Koran Tempo,2 Juli 2013. Koran Tempo, 14 September 2013 Koran Tempo, 2 Desember 2010. Koran Tempo, 20 Juli 2013. Pelita, 3 Desember 2007. Radar Jogja, 25 April 2009. Radar Jogja. 21 Desember 2010. Suara Merdeka. Selasa, 4 Desember 2007. Tabloid Diplomasi, Edisi Juni 2008. Tempo, 7 Juli 2013.

104 Tempo, 10 Juli 2013. Tempo, 16 September 2013. Weekend Australian Magazine, 27 Oktober 2007. Sumber Artikel &Jurnal: Embassy of the Republic Indonesia. Memanfaatkan Hubungan dengan Australia. News Bulletin, 1 July 2008.Editor : Jurnal Nasional Ikrar Nusa Bhakti. Taruhan Politik John Howard. (2007). Yogyakarta: LIPI Kevin Rudd. Apology to Aborigines. “Vidyajyoti Journal of Theological Reflection”. Vol.72, No. 4, April 2006. Wisnu Hardi. “Kemitraan Strategis Perpustakaan Nasional RI dan National Library of Australia dalam Mendukung Hubungan Bilateral Indonesia dan Australia”. Visi Pustaka, Vol. 11, No.3, Desember 2009. Arsip: Dokumen Hansard Majelis Rendah Australia No.12 Tahun 2007. Perdebatan Tentang Water Bill. Edisi Selasa, 14 Agustus 2007. halaman 1. diunduh dari situs http://www.aph.gov.au/hansard Siaran Media Kedutaan Besar Australia Indonesia, 27 Agustus 2009. 70.000 Pelajar di Australia Meningkatkan Pemahaman Tentang Asia. Di akses pada http://indonesia.embassy.gov.au Arsip Kementrian Sekertariat Republik Indonesia. The 3rd Indonesia-Australia Annual Leaders. Senin, 8 Juli 2013. di akses pada alamat http://www.setneg.go.id pada 9 Maret 2015 pukul 20:00. Arsip Perdana Menteri Australia Kevin Rudd. Pidato di Depan (Asia-Society), Pusat AustralAsia, Sydney: Saatnya Membangun Masyarakat Asia Pasifik. 4 Juni 2008. di akses di alamat http://www.indonesia.embassy.gov.au/ pada 9 Maret 2015. Kevin Rudd. Bali Democracy Forum Opening Bali, Indonesia. 10 December 2008. PM Transcipt available at http://www.pmtransciptdpmcgov.au/browse.php?did=161304 di akses pada 8 Maret 2015. The Honourable Joel Firzgibbon MP. Arsip Kedutaan Besar Australia Indonesia: Pidato Menteri Pertahanan Australia 18 Septermber 2008. di akses http://www.indonesia.embassy.gov.au. Pada 7 Maret 2015. Arsip Siaran Media Bersama : Kevin Rudd MP, Menteri Luar Negeri Australia Greg Combet MP, Menteri untuk Perubahan Iklim dan Penghematan Energi Australia.

105 Memperkuat Kemitraan Perubahan Iklim Australia dengan Indonesia. Kedutaan Besar Australia Indonesia. available at http://www.indonesia.embassy.gov.au. di akses pada 7 Maret 2015 pukul 17:00. Arsip Siaran Media oleh Kedutaan Besar Australia Indonesia. Perdana Menteri Australia Menggaris bawahi Pentingnya Hubungan dengan Indonesia. Sumber Internet: National Archives of Australia. About John Howard. available at http://www.primeministers.naa.gov.au/primeministers/howard/. Howard Akui Kalah. Available at http://www.BBCIndonesia.com/Berita Dunia /John Howard akui kalah.htm Rahmat Nasution. Akhir Dominasi Howard, Rudd Harapan Baru Indonesia. InilahCom. available at http://www.inilah.com/telinga/mata/hati/rakyat.htm National Archives of Australia. About Kevin Rudd. Available at http://primeministers.naa.gov.au/primeministers/KevinRudd/ http://bbc.co.id Cahyono Mitra. Pemilu Australia: Kevin Rudd, Anak Petani jadi Perdana Menteri. Kabar Indonesia. 26 November 2007. di akses pada http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=1&jd=PEMILU+AUSTRALIA%3A+Kevin+Rudd%2C+Anak+Petani+Jadi+Perdana+Menteri&dn=20071126060538. Berita Sore. PM Rudd Menyambut Baik Undangan SBY di Bali. 28 November 2007. http://www.beritasore.com/PM/Rudd/Menyambut/Baik/Undangan/SBY/Bali Lidya Christin Sinaga. Hubungan Australia-Indonesia di Bawah Kepemimpinan PM Kevin Rudd. Edisi 16 November 2009 di akses http://www.politik.lipi.go.id Kevin Rudd. Indonesia Mitra Penting Australia. Uni Sosial demokrat. available at http://www.unisosdem.org/article_detall.php?aid=10261&cold=1&cald=27&gld=2 Renne R.A Kawilarang. PM Rudd: SBY Sahabat Sejati Australia. Viva News, 9 Maret 2010. di akses http://m.news.viva.co.id/news/read/ http://www.ecolife.com Ervan Hardoko. „PM Australia Kunjungi Jakarta‟. BBC Indonesia. 2008. available at http://www.bbc.co.uk http://kemlu.go.id Renne R.A Kawilarang. PM Australia: Politik RI Berjalan Dinamis. Viva News. Jum‟at, 20 Februari 2009. Di akses pada alamat http://m.news.viva.co.id Basrief Arief. Indonesia-Australia Sepakati Perjanjian Ekstradisi Koruptor. Politik Indonesia. Di akses pada alamat http://www.politikindonesia.com

106 http://Ina.indonesia.nl/index.php/all-category/84 -asean-multilateral/508/indonesia/australia/bahas/3-isu-penting/ http://m.news.viva.co.id/news/read/160187-sby-telepon-pm-wanita-pertama-australia/ http://m.radioaustralia.net.au http://m.bbc.com/news/10398741 http://www.australiaplus.com http://m.theaustralian.com.au Dokumentasi: Dokumentasi Konferensi Pers Kevin Rudd. Channel Nine TV, 25 November 2007. available at http://www.channelnine.tv.au. Sunrise. “Kevin Rudd Visits Indonesia”. Sunday Opac. “Kevin Rudd:Australia-Indonesia Relationship”. ABC News. “Good Neighbours - Leaders Promise Closer Cooperation”

107 Lampiran 1. KEVIN MICHAEL RUDD di akses pada http://resources2.news.com.au/images/2012/02/23/1226279/993234-kevin-rudd.gif

108 Lampiran 2. Kunjungan Presiden Yudhoyono ke Australia https://62e528761d0685343e1c-f3d1b99a743ffa4142d9d7f1978d9686.ssl.cf2.rackcdn.com/files/26534/width668/cb92nmj9-1372642641.jpg

109 Lampiran 3. Bendera Indonesia dan Australia di akses pada http://sp.beritasatu.com/media/images/original/20111007102053036.jpg

110 Lampiran 4. Australia and Indonesia sign Lombok Treaty http://resources2.news.com.au/images/2014/08/28/1227040/370942-7e97b9f0-2e80-11e4-8e1b-6ed88193d702.jpg

111 Lampiran 5. Masalah Imigran Gelap Rute Masuknya Para Pencari Suaka http://images.smh.com.au/2009/04/17/479896/820indonesiagraph.jpg

112 Lampiran 6. Australia Tertutup Bagi Manusia Perahu Koran Tempo, 20 Juli 2013

113 Lampiran 7. Indonesia Diuntungkan Australia Memerlukan ASEAN yang Kuat untuk Imbangi China Kompas, 27 November 2007

114 Lampiran 8. Perdana Menteri Kevin Rudd Meminta Maaf kepada arga Aborigin Kompas, 27 November 2007

Dokumen Terkait

Pusdiklatbpkgoid

Pusdiklatbpkgoid

No diklat kai ender diklat tahun anggaran 2013 me i kriteria.

Contoh Proposal / 7 kali tayang / 348KB

Gereja Presbyterian Orchard Orpcorgsg

Gereja Presbyterian Orchard Orpcorgsg

Petugas kebaktian kamis putih 8 april 2004 pkl 1830 jumat ag.

Contoh Proposal / 12 kali tayang / 717KB

Sulit 11031 Bahasa 2009 Lamanbahasafileswordpresscom

Sulit 11031 Bahasa 2009 Lamanbahasafileswordpresscom

Kerajaan meringankan beban rakyat dalam menghadapi kegawatan.

Contoh Proposal / 6 kali tayang / 125KB

Profil Status Gizi Dan Kapasitas Vo2 Maks Siswa Kelas Iv

Profil Status Gizi Dan Kapasitas Vo2 Maks Siswa Kelas Iv

V kata pengantar puji syukur penulis panjatkan kehadirat all.

Contoh Proposal / 10 kali tayang / 409KB

Menyelenggarakan Study Gakushuinacjp

Menyelenggarakan Study Gakushuinacjp

Menyelenggarakan study s juga direncanakan training lokal pe.

Contoh Proposal / 11 kali tayang / 567KB

Manajemen Modal Kerja Gunadarma University

Manajemen Modal Kerja Gunadarma University

Usaha konsep dasar dan pendek konsep ini disebut modal kerja.

Contoh Proposal / 9 kali tayang / 479KB