Azahra Nayara Dan Sekolahnya Leutikapriocom



Keterangan eBook
CreationDate 2012-08-31T08:25:40+07:00
Author TIMUR - Utara
Creator PScript5.dll Version 5.2.2
Producer Acrobat Distiller 8.1.0 (Windows)
ModDate 2012-08-31T08:25:40+07:00
Title merangkai mimpi.indd
Pages 10 Page
Ukuran File 186 KB
Dibuka 21 Kali
Topik Contoh Proposal
Tanggal Unggah Tuesday, 15 Nov 2016 - 09:33 PM
Link Unduh
Baca Halaman Penuh BUKA
Rating eBook
Bagi ke Yang Lain

Kesimpulan

1Azahra Nayara dan SekolahnyaNamaku Azahra Nayara. Aku menduduki kelas 2 SMP. Tahun ini merupakan tahun yang berbeda bagiku. Muhammadiyah Boarding School, adalah sekolah berasrama tingkat pendidikan SMP dan SMA. Dengan fasilitas yang memadai, aku bisa belajar di sini. Please!!!Kapan kita pulang???Perkataan itu terus mengema di kedua telingaku. Sudah 2 minggu lebih jadwal perpulangan tak berjalan normal seperti biasanya. Minggu ini adalah minggu penantian panjang. Aku rindu pada semuanya. Kali ini aku bersekolah berasrama tinggal bersama teman-teman dari seluruh pelosok negeri. Muhammadiyah Boarding School namanya. “Hei, kenapa kau melamun seperti ini?” sapa Tessa teman sekelasku.Aku hanya menatap matanya lalu memalingkan pandangan ke persawahan yang membentang luas di hadapanku. “Sampai kapan kau akan terus seperti ini?” tanya Tessa kedua kalinya. “Entahlah… aku tak punya keinginan bersekolah di sini…,” jawabku. “Zah, cobalah dulu kau pasti akan mengetahui arti dari semua ini,” nasihatnya.

2“Aku juga sama sepertimu, kita jangan mudah menyerah dengan keadaan.”Tessa tersenyum kepadaku. Aku semakin yakin dengan perkataan Tessa. Oke, aku mendapatkan satu semangat darinya.Tet… tet….Jaras (bel) berbunyi, menandakan waktu shalat Asar tiba. Aku beranjak untuk berlari dan segera mengambil air wudu. Segar rasanya, setelah wudu hati menjadi lega. Kukenakan mukena putih membawa Al-Qur ’an ditangan kananku lalu masuk masjid. “Baca Al-Qur ’an!!” pinta seorang dengan suara yang keras sambil membawa catatan beserta pena di tangannya. Semua serempak mengambil Al-Qur ’an di almari lalu membacanya. Uh… hm… sebutlah dia seorang Qismul amni (security). Semua takut padanya, jika ada seorang yang tidak pernah menaati peraturan-peraturan yang telah tersedia bersiap-siaplah nama seorang itu akan tercap di muka kertas dan beberapa hari kemudian terpanggillah nama yang siap diberi iqob (hukuman). Itulah salah satu program Muhammadiyah Boarding School, menumbuhkan rasa kedisplinan dan ketertiban. Allahuakbar… Allahuakbar….Kumandang azan bergema hingga ke hati. Tersyadu indah lafadz-Nya. Aku palingkan sebentar untuk menjawab panggilannya. ***Selesai shalat dan berdoa untuk memohon kepada-Nya, seorang akhwat memberikan petuah-petuahnya. Kata beliau….

3“Kalian itu bersekolah di pendidikan yang tinggi. Bagi saya arti sebuah nama MBS itu bukan Muhammadiyah Boarding School lagi tetapi Mutiara-mutiara Belahan Surga. Tentu itu sangat indah bukan???”Begitu kata-kata itu meluncur dari beliau, wow…. Semangatku semakin menggempar. Semangat untuk belajar kembali pulih. Aku akan tunjukkan kepada dunia bahwa aku bisa. MBS aku akan berusaha tuk hadapi rintangan-rintangan masa depanku. Aku datang dunia….☺Ye s sip oke very simple….“Cher… Cherry bangun, ayo mandi… katanya minta dibangunin? Ayo bangun!” dengan suara lirih. Kemudian Cherry terbangun dari tidur lelapnya menguap sebentar dan mengucapkan, “Thank Zah…,” ucap terima kasih Cherry padaku. Hari ini adalah hari rabu tepatnya tanggal 9 November 2011. Kegiatan Muhammadiyah Boarding School setelah Idul Adha adalah lomba kamar. Hari ini jadwal lomba yang terakhir di kegiatan liburan Idul Adha. Hari terakhir: Rabu, 9 November 2011 * Nasyid max 7 orang * QOL (Quen Of Language)“Eh… Zah ayo siap-siap, lomba mau dimulai nih!!” pinta Cherry kepadaku. “Oke Cher, kita kumpul di samping masjid oke??” usulku. “Oke aku tunggu. Yang lain ayo!! Kita duluan Zah??”“Hu-um,” jawabku. Beberapa menit kemudian, sampailah di tempat yang telah disetujui tadi. Aku, Cherry, dan yang lainnya segera bersiap untuk latihan….

4Lalala >.< tiba-tiba….“Pengumuman. Lomba nasyid akan diselenggarakan sebentar lagi. Jadi tolong datang secepatnya. Peserta yang telat datang akan didiskualifi kasi. Syukron (terima kasih).”Hum…hum… acara pertama adalah pembukaan lalu dilangsungkan pengambilan nomor undian. “Kita dapat nomor tiga, Plen!” ucap Tessa. Kemudian kita mempersiapkan diri untuk menunggu giliran. “Plen, man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti bisa!” ucapku.Aku selalu jadikan makhfudat itu sebagai semangatku. Aku yakin pasti kita bisa. Kini giliran kita beraksi. Yapz… berhasil. Amanah sudah terselesaikan. Kini tinggal satu lomba lagi yang akan kita tempuh. Ya… QOL (quen of language). Lomba ini seperti cerdas cermat, tapi ada bedanya? Semua pertanyaan hanya menggunakan dua bahasa, Inggris dan Arab. Dan pesertanya pun tak kalah menarik. Semua berdandan seperti layaknya seorang ratu. Pesertanya hanya satu orang dan yang lain ikut memberi semangat menjadi suporter. Selesai menjalankan kewajiban untuk shalat Zuhur berjamaah. Teng… teng… teng jeng. Inilah saat yang ditunggu. Peserta QOL mulai didandani. Kursi tempat duduk quen siap dihias dan digotong, dibawa ke tempat perlombaan. Ini dia quen kita dari Khodij ah (my quen), yes sip oke very simple. Sebelum lomba dimulai, kita berpose dulu untuk difoto. Krik... humeff … senang rasanya. Yapz, lomba yang kedua akan segera dimulai. Suporter bersiap-siap untuk membuat yel-yel dan menyanyikannya. Suasana seperti di stadion sepak bola saja. Pertanyaan demi pertanyaan telah dikupas tuntas. Semua sudah beres. Alhamdulillah, akhirnya semua lomba selesai. Tapi sayang,

5pemenang lomba akan diumumkan saat upacara sekolah Sabtu pagi. What the meaning of ABAS Sir???“Hei, jadwal kelompok ABAS sudah ditempel…!” teriak seorang. Semua santri serempak berlari menuju papan pengumuman bagai semut mengerubungi gula-gula manis berceceran. ABAS kepanjangan dari Amal Bakti Santri. ABAS juga merupakan program Muhammadiyah Boarding School untuk mengenal lebih jauh tentang arti hidup sebenarnya. Santri Muhammadiyah Boarding School nantinya akan dikirim diberbagai rumah yang berbeda dengan daerah yang sama. Biasanya setiap satu rumah dihuni oleh satu kelompok yang anggotanya ya… tak tentu. Di program ini santri diajarkan mengenal lebih jauh tentang kehidupan di luar sana. Tahun kemarin, ABAS diadakan dari tanggal 19-22 Desember 2011 di Wonosobo. Kalau di acara televisi seperti Jika Aku Menjadi itu lho. Pasti pernah lihat… @.@Kemarin setelah ABAS dilaksanakan, Muhammadiyah Boarding School mengadakan rikhlah (refreshing). Dan jika akhir kenaikan kelas, Muhammadiyah Boarding School mengadakan acara perkemahan akhir kenaikan kelas. Tahun kemarin perkemahan dilaksanakan di Ngondang, Kaliurang. Seru… uuu >.

6Aku dan Rumah KeduakuOleh: Laili Mufl i ZusrinaSaya sendiri bingung harus bercerita mulai dari mana, karena banyak hal yang sudah saya lalui di tempat ini, bersama keluarga kedua saya. Sekolah sekaligus rumah kedua saya Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta. Sekarang adalah tahun keempat saya hidup bersama di tempat yang dulu sempat buat saya ciut karena lokasi yang pertama kali saya lihat. Yah, pada tahun pertama kami tinggal di gedung PCM yang bisa dibilang kurang layak untuk dinamakan sekolah atau bahkan pondok pesantren. Saya berusaha untuk membuat diri saya bertahan dengan keadaan seperti itu. Lambat laun, saya mulai terbiasa dengan keadaan sekolah kami yang begitu minim. Walaupun pada awalnya saya masih bersikeras agar orang tua saya mau memindahkan saya dari tempat ini. Allah selalu sayang pada hamba-Nya, saya diberi kekuatan untuk bertahan sampai saat ini. Dulu saya yang masih berstatus anak SMP sekarang berubah menjadi anak SMA. Suatu keputusan yang sangat berat ketika kami dituntut untuk menentukan di mana kami akan melanjutkan sekolah ke jenjang SMA. Saya pernah berpikir untuk keluar dari sekolah ini agar saya bisa lebih bebas dari segala peraturan yang sering kali buat kami stres dan suntuk. Tapi, saya mencoba berpikir secara jernih dan dewasa. Saya pernah menangis saat pikiran saya benar-benar terpojok. Banyak ustadz yang mencoba menasihati kami agar memilih sekolah yang lebih baik dari MBS. Saya masih

7ingat betul kata-kata Ustadz Nashir saat mengisi kegiatan Riyadhus Sholihin waktu itu. “Saya tidak mengharuskan kalian melanjutkan sekolah di MBS ini, tapi saya minta kalian memilih sekolah yang lebih baik dari MBS.” Pada akhirnya saya menjatuhkan pilihan saya untuk meneruskan di MBS. Sampai saat ini saya duduk di kelas 1 SMA. Terkadang saya bingung, saya harus senang atau tidak bersekolah di sini. Sebenarnya saya bosan dengan keadaan seperti itu terus. Tapi, pernah terbesit di hati saya bahwa saya harus tetap bertahan di sini, karena ini adalah pilihan saya. Satu yang membuat saya senang yaitu saya ada di angkatan pertama sejak SMP. Angkatan yang menurut saya spesial karena kami tidak memiliki kakak kelas. Jadi kami merasa benar-benar menjadi senior di sini.☺ Saya yakin angkatan pertama adalah angkatan yang tidak mudah dilupakan, justru akan terus terkenang di hati ustadzah. Di sini saya harus belajar ekstra keras karena saya memiliki teman-teman yang sangat tangguh dan rajin belajar. Tiap kali saya melihat teman saya belajar, itu adalah motivasi saya untuk melakukan hal yang sama dengan mereka dan menjadi lebih baik dari mereka. Jadi, saya sangat termotivasi untuk belajar ketika saya melihat teman saya belajar. Inilah yang membuat persaingan kami begitu ketat. Namun saya yakin, persaingan yang kami lakukan bersih. Jika diambil sisi positifnya, hidup berasrama akan membuat kita terbiasa berbagi, peduli, senasib seperjuangan yang bisa memberikan manfaat di kehidupan kita kelak nanti. Ya, saya yakin sekolah ini bisa menjadi sekolah yang luar biasa nantinya. Asalkan masih bisa istiqomah dan bersedia untuk menerima segala kritik dan saran dari mana pun termasuk dari santrinya.

8From Papua to Jogja Oleh: Hidayati FauziahLangsung aja yah…!!!Berawal dari sebuah sekolah dasar Muhammadiyah I, tepatnya di Sorong, Papua Barat, sesuai dengan asalku.Suatu pagi yang indah ditemani oleh kokok ayam kampung milik ayahku. Seperti hari-hari sebelumnya, keluargaku sibuk dengan pekerjaan masing-masing, lain halnya dengan diriku. Setiap pagi, aku selalu menyempatkan diri untuk tidur. Dan hal inilah yang selalu membuat jengkel seluruh penghuni rumah. Tapi, mau gimana lagi? Sudah menjadi kebiasaan. Dan anehnya, akulah yang selalu duluan sarapan dan keluar rumah, menunggu ayah dan kakakku yang akan mengantar ke sekolah. Inilah yang menjadi kelebihanku. Besoknya….Aneh, itulah kata pertama yang keluar dari pikiranku, setelah melihat suasana pada pagi hari ini. Seluruh keluarga telah berkumpul (bukan keluarga besar) di ruang keluarga. Tegang dan serius itulah pendapat kedua dariku. Dan kesimpulannya adalah “ada yang enggak beres nih”. Tapi gak terlalu tegang-tegang amat kok. Soalnya, mereka hanya membicarakan tentang di mana aku akan melanjutkan sekolah. Jujur, sekarang aku udah berasda di bangku kelas VI dan juga mendekati ujian akhir atau yang disebut UASBN. Awalnya, kukira bakalan masuk dalam SMP yang sama seperti kakak-kakakku sebelumnya. Sekolahnya juga enggak terlalu jauh dari habitat. Tadi ya… senang-senang aja. SMP

9itu juga sudah jadi sekolah favorit anak-anak di SD-ku. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, impian dan perkiraan itu hilang begitu saja dan kini saatnya terbit usulan baru yang akan menjadi impian yang tak terduga. Hasil dari rapat pleno keluargaku, memutuskan bahwasannya Iff a/Hidayati Fauziah anak ke-3 dari 6 bersaudara akan dimasukkan ke dalam pondok yang berada di… Yogyakarta. “What?” ingin rasanya aku protes, tapi ketika melihat begitu banyak yang mengharapkan aku mengucapkan kata ya maka, aku menyetujui semua keputusan rapat itu. Hanya satu doaku saat itu, semoga inilah jalan yang terbaik untukku.Singkat cerita….Setelah selesai UASBN, aku beserta keluarga menyiapkan keberangkatanku bersama Ayah. Rencananya aku akan masuk ke pondok tempat kakak kelasku. Tapi, ada satu masalah yang dari awal aku pikirkan. Aku baru sekali datang ke sana! Entar kalau ngilang gimana? Hal ini selalu menghantuiku saat bermimpi. Ditambah lagi, aku gak tahu mereka berkata apa jika mereka menggunakan bahasa Jawa. Semoga saja pakai bahasa Indonesia, itulah harapanku.Tanggal dan waktu yang ditentukan telah tiba, aku beserta Ayah dan keluarga pergi ke bandara untuk mempersiapkan keberangkatanku. Setelah menunggu lama, kami dipersilakan untuk menaiki sebuah bus agar dapat sampai ke pesawat. Sementara ibu dan kakakku pulang ke rumah. 3½ jam kemudian....“Alhamdulillah… sampai,” kataku kepada Ayah. Ayah tersenyum, aku nyengir. Sambil menunggu tempat pengambilan barang, aku mengingatkan ayahku untuk memesan sebuah taksi, agar kami dapat berangkat setelah mengambil barang. Malam ini, kami akan tidur di sebuah

10hotel yang berada dekat dengan Malioboro. Soalnya, besok aku akan membeli peralatan sekolah dan yang lainnya. Ketika sampai, aku langsung merebahkan diri di atas kasur yang empuk itu. Dan tertidur.Besoknya, setelah berjalan-jalan ke Malioboro dan Ramayana, aku bersiap untuk melakukan perjalanan lagi. Yaitu menuju MBS.Ketika sampai, aku kaget. Soalnya tadi sebelum aku tidur di taksi, suasananya masih bising banget. Eh… kok nyampe sini sawah…? Duh malangnya nasibku. Ayah mengurus pendaft aran, aku survei ke kamar-kamar, ternyata ada ranjang yang tak bertuan. Ya udah akulah yang menjadi tuannya atas izin dari Ustadz Pembina. Alhamdulillah, tesnya masih beberapa hari lagi. Berarti masih bisa mendalami materi.3 hari kemudian….“Hidayati Fauziah, lulus!”“Hore!!!” aku bersorak kegirangan setelah mendengar pengumuman panitia. Aku keterima.Beberapa minggu setelah pengumuman…. Kegiatan udah berjalan lancar, ayahku udah pulang, aku mulai jarang menangis. Bahkan gak pernah. Tapi kadang yang membuat naik darah adalah peraturan dan kegiatan yang ada di pondok ini. MBS semuanya… serba diatur tanpa melihat keadaan sebenarnya tapi gak pa-pa. Soalnya semua itu adalah cobaan sebelum kita meraih sebuah keberhasilan. Jujur, aku juga merasa senang udah masuk MBS. Tapi ya… gimana gitu kadang-kadang sebel juga sih. Jalan satu-satunya yang sangat ampuh meski pasaran: sabar. Sekian dan terima kasih.

Dokumen Terkait

Bab Ii Gambaran Umum Profil Kabupaten Demak 21 Sejarah

Bab Ii Gambaran Umum Profil Kabupaten Demak 21 Sejarah

Masjid agung demak sebagai lambang kekuasaan bercorak arti l.

Contoh Proposal / 22 kali tayang / 353KB

Perumusan Rekomendasi Bagi Penyusunan Peraturan

Perumusan Rekomendasi Bagi Penyusunan Peraturan

Sejumlah bencana alam lain juga banjir tahunan di dki jakart.

Contoh Proposal / 24 kali tayang / 1,089KB

Persyaratan Pemberian Izin Lokasi

Persyaratan Pemberian Izin Lokasi

Uraian rencana proyek atau proyek proposal yang akan di bang.

Contoh Proposal / 29 kali tayang / 201KB

Proposal Penawaran Produk Makanan Ringan Pdfslibformecom

Proposal Penawaran Produk Makanan Ringan Pdfslibformecom

Proposal penawaran produk makanan ringanpdf to download full.

Contoh Proposal / 114 kali tayang / 15KB

January 2014 Imagesmalkelapagadingcom

January 2014 Imagesmalkelapagadingcom

Berbagai acara seru hadir di christmas with line ini seperti.

Contoh Proposal / 37 kali tayang / 7,718KB

Free Download Here Pdfsdocuments2com

Free Download Here Pdfsdocuments2com

Latar belakang adat istiadat suku minahasapdf free download.

Contoh Proposal / 73 kali tayang / 13KB