Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat Pada Bank Syariah Mandiri



Keterangan eBook
Creator Microsoft Word - 9 MUHAMMAD NADRATUZZAMAN HOSEN
Producer ScanSoft PDF Create! 5
CreationDate 2014-07-19T16:02:59+07:00
ModDate 2014-07-19T16:03:01+07:00
Author Tito
Title Microsoft Word - 9 MUHAMMAD NADRATUZZAMAN HOSEN
Pages 12 Page
Ukuran File 369 KB
Dibuka 12 Kali
Topik Contoh Proposal
Tanggal Unggah Saturday, 19 Nov 2016 - 06:16 AM
Link Unduh
Baca Halaman Penuh BUKA
Rating eBook
Bagi ke Yang Lain

Kesimpulan

JurnalLiquidityVol.3, No.1,Januari-Juni 2014, hlm.65-76PELAKSANAAN KREDIT USAHA RAKYAT PADABANK SYARIAH MANDIRI DI KABUPATEN PATIMuhamadNadratuzzaman HosenMas ArifFakultas Ekonomi UIN Syarif Hidayatullah JakartaE-mail:mnhosen@yahoo.com,ibnshohibi@yahoo.comAbstractOne of Government Programs in encouraging for small and medium enterprises (SMEs) isKredit Usaha Rakyat (KUR). The purposeof the implementation of the program to address thecapital investment problem particularly un-bankable proposal. KUR makes SMEs will be ableto obtain financing. Then the government authorize the commercial bank for theimplementation. One of the authorized commercial bank is Bank SyariahMandiri (BSM). Thispaper present the findings that debtors characteristics of KUR in BSM is 57.69% male, 85.71%of enterprises, 50% of high school graduates, and 50% of debtors have been become SMEsbetween 1-10 years. The determinant factors of the debtors of KUR in BSM assumed into fivevariables, namely information KUR procedures, debtor perception of the KUR, transactioncosts, their understanding the value of KUR and Islamic values.Kata Kunci:UMKM, KarakteristikPenerima KUR, SWOT AnalysisPENDAHULUANTingkat pengangguran di Indonesia saat inimasih sangat tinggi. Berdasarkan data dariBadan Pusat Statistik disebutkan pada Februari2012 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)Indonesia mencapai 6,32%. Untuk itu, perluupaya pemerintah dalam mengatasi per-masalahan ini dengan membuka lapanganpekerjaan yang dapat menyerap tenaga kerjayang lebih banyak. Disebutkan pula bahwaTPT tersebut mengalami penurunan dibandingTPT Agustus 2011 yaitu sebesar 6,56% dan TPTFebruari 2011 sebesar 6,80%. Penurunan ter-sebut terjadi akibat naiknya penyerapan tenagakerja terutama di sektor perdagangan.Sektor perdagangan dengan jumlah ter-besar yaitu Unit Usaha Mikro Kecil danMenengah (UMKM). Untuk itu, pemerintahmencanangkanprogram Kredit Usaha Rakyat(KUR) pada tanggal 5 November 2007 denganfasilitas penjaminan kredit dari Pemerintahmelalui PT Askrindo dan Perum Jamkrindo.Adapun bank pelaksana yang menyalurkanKUR ini adalah Bank BRI, Bank Mandiri, BankBNI, Bank BTN, Bank Syariah Mandiri,BankBukopin, dan BNI Syariah.Dengan adanya program KUR diharapkanUMKM dan Koperasi (UMKM-K) dapatmenerima fasilitas pembiayaan terutama bagiUMKM-K yang memiliki usaha yang layaknamun belumbankable. UMKM dan koperasiyang diharapkan dapat mengakses KUR adalahyang bergerak di sektor usaha produktif antaralain: pertanian, perikanan dan kelautan,perindustrian, kehutanan dan jasa keuangansimpan pinjam (Kemenko Perekonomian, 2010).

Jurnal Liquidity:Vol.3, No.1,Januari-Juni 2014: 78-8966Pada tahun 2013, terhitung hingga bulanMei realisasiKURditujuh bank dan 26 BankPembangunan Daerah (BPD) mencapai Rp.115triliun.Secara rinci realisasi KUR pada akhirMei 2013 dijelaskan dalam tabel berikut ini.Tabel 1. Realisasi dan NPL Penyaluran KUR(31 Mei 2013)Sumber: Komite Kredit UsahaRakyat, 2013.Keberadaan Bank Syariah Mandiri(BSM) diposisi lima besar bank penyalur KUR (diluar 26BPD) menunjukkan bahwa minat masyarakatuntuk mendapatkan akad syariah cukup baik.Dan BSM di posisi kelima sebagai penerimajatah penyaluran KUR menunjukan akses yangcukup mudah bagi nasabah untuk mengajukanKUR di BSM, sehingga pemerintah mem-berikan jatah yang besar kepada BSM. BSMjuga sebagai salah satu bank syariah penyalurKUR, tentunya memiliki perbedaan denganbank-bank penyalur KUR lainnya yangberbasisbunga. Baik itu berupa operasional maupuntata nilainya, kekurangan maupun kelebihan-nya, kendala maupun faktor pendukungnya,persepsi dari penyalur maupun penerima KUR,dan lain-lain.Kabupaten Pati menjadi salah satu daerahyang berhasil melaksanakan program KUR. Haltersebutterbukti pada tahun 2012 merupakandaerah penyerap KUR terbesar secaranasionalyangmencapai Rp.186,19 miliardengan pemanfaat 25.395pelaku usaha danmenyerap 76.242 tenaga kerja.Hal ini didukungolehwilayahKab.Patiyang sangat luas danbanyak usaha yang memerlukan pembiayaanuntuk pengembangan usahanya, di antaranyaadalah sektor pertanian, perdagangan,perindustrian dan perikanan.Gambar 1. Peta Wilayah Kab. PatiTUJUAN PENELITIANTujuan penelitian iniadalah:1.Mengidentifikasikarakteristik pihak pene-rima KURdiBSM.2.Mengetahui kesesuaian birokrasi penya-luran KURdi BSMdengan peraturan yangtelah ada.3.Mengkalkulasibesaran biaya yang di-keluarkan untuk mendapatkan KUR diBSM.4.Mengidentifikasiapa yang menjadiper-masalahan dan faktor pendukung dalammenjalankan progam KUR diBSM.BANKREALISASI PENYALURAN KURNPL(%)Plafon(Rp juta)Outstanding(Rpjuta)DebiturRata-rataKredit(Rpjuta/debitur)BNI13.701.7725.214.229216.32063,310,5BRI (KUR Ritel)14.441.2716.021.51987.459165,13,6BRI (KUR Mikro)56.005.84317.006.6607.929.5707,11,8BANK MANDIRI11.962.7306.243.123232.39251,53,5BTN3.732.1242.051.86121.353174,86,9BUKOPIN1.718.221734.08211.448150,14,2BANK SYARIAH MANDIRI3.176.0861.834.82442.93574,06,8BNI SYARIAH103.16970.836665155,13,9BPD10.912.9255.419.428139.52478,27,5115.754.14244.596.5618.681.66613,34,5

Pelaksanaan KUR pada BSM di Kab. Pati(Muhamad Nadratuzzaman Hosen & Mas Arif)675.Menganalisiskekurangan dan kelebihanProgram KUR diBSM.METODEJenis penelitian yang digunakan adalahpenelitian kualitatif deskriptif, yaituyangbersandarkanpadahasil wawancaramendalam,catatan-catatan dan data-data penunjanglainnya untuk mendapatkan gambaran yangkomprehensif berkaitan dengan topikpenelitian.Metode penelitian yangdigunakanmetodesurvei. Adapun objek penelitian yaitu padaBSM Kab.Pati. Penelitian ini menggunakan alatanalisis berupa kuesioner, wawancara nasabah,wawancara pihakBSMdanCustomer’s BusinessStory.Sampel diambil dengan caraPurposiveSamplingsebanyak 26 orang responden.Analisis yang digunakan adalah; (1)analisisdeskriptif yangmenggambarkanperbandingan antara peraturan KUR yang adadengan pelaksanaan KUR sebenarnyadilapangan;(2)analisisstatistik dengan teknikkorelasi;(3)analisis kebijakan KUR denganSWOT, analisis ini akan merangkum kekuatan,kelemahan, peluang dan tantangan dalamprogram ini.Analisis SWOT adalah instrumenperencanaaan strategis yang klasik. Denganmenggunakan kerangka kerja kekuatan dankelemahan dan kesempatan ekternal danancaman, instrument ini memberikan carasederhana untuk memperkirakan cara terbaikuntuk melaksanakan sebuah strategi. Instrumenini menolong para perencana apa yang bisadicapai, dan hal-hal apa saja yang perludiperhatikan oleh mereka.Kerangka konseptualpenelitian sebagai-mana tampak dalam bagan alir di bawah ini.Gambar 2. KerangkaKonseptual PenelitianHASIL DAN PEMBAHASANA.Analisis Deskriptif1.Karakteristik Nasabah Penerima KURPadaKab.Pati, penelitian dilakukan padasemua nasabah karena hanya ada 26 orangnasabah KUR yang dimiliki oleh kantor cabangBSMKab.Pati. Namun, saat melakukanpenelitian diKab.Pati, ada 3 nasabah yangtidak sesuai data diri spesifikasi kelengkapannasabah, sehingga dalam penelitian ini tidakbisa di peroleh datanya.Berdasarkan jenis kelamin responden ter-dapat 15 (57,69%) nasabah denganjeniskelamin pria dan 11 ( 42,31%) nasabah berjeniskelamin wanita.Kondisi yang hampir seimbangini menunjukkan bahwa secara pasti penerimadana KUR secara gender telah merata.Sedangkan berdasarkan umur,yang palingdominan mengambil pembiayaan KURadalahnasabah denganintervalumur 41-50 tahunyakni sebesar 8nasabah (30,77%).AnalisisDeskriptif1.Membadingkan Peraturan Pemerintah tentangProgram KUR dengan Pelaksanaan ProgramKUR;2.Biaya Transaksi yang dikeluarkan olehNasabah BSM;3.Respon Nasabah terhadap Program KURAnalisisStatistikAnalisisSWOTPerbaikan

Jurnal Liquidity:Vol.3, No.1,Januari-Juni 2014: 78-8968Dari status perkawinan nasabah diketahuisebanyak 26 orang yang menjadi nasabah KURdi BSM Pati, terlepas 3 orang (error) telahmenikah. Yakni tepatnya 22 orang sudahmenikah dengan menyumbang 84,62% danhanya 1 nasabah (3,84%) belum menikah.Danberdasarkan latar belakang pendidikan nasabahdiketahui bahwa setengah dari nasabah KURBSM Pati adalah lulusan SMA, dan hanya 7orang atau 26,92% diantaranya adalah S1.Jenisusaha yang banyak ditekuni oleh paranasabah KUR adalah industri, dimana adasekitar 21 orang (80,77%) yang menjalani usahaini. Dan 2 orang (7,69%) lainnya adalahpertanian. Dari 80,77% industri yangmendominasi,85,71%adalahpedagang dansisanya (14,29%) adalah di industri jasa. Dansetengah dari usaha yang dibiayai KUR olehBSMKab.Patimerupakan usaha yang telahmemiliki tingkat kemapanan yang lumayandalam waktu. Yakni kisaran 1-10 tahun,danbahkan 9 nasabah atau porsi 34,62% dari totalnasabah adalah jenis wirausaha yang sudahsangat lama bertahan di atas 10 tahun.2.Perakturan dan Pelaksanaan KURDalam pelaksanaan programKUR diBSMdiKab.Patitelah dijalankan sesuai denganPeraturan Menteri Keuangan No.135/PMK.05/2008.Pernyataan ini dapatdibuktikanmelalui pengaplikasian peraturantersebut dengan tepat dalam operasional KURdiBSMdi Kab. Pati. Berikut ini adalahbeberapa pengaplikasian peraturan tersebut:a.BSMdiKab.Pati telah menyediakan danmenyalurkan dana untukKUR (Pasal 4 ayat1).b.BSMdiKab.Pati melaksanakan programKUR di unit Warung Mikro BSM dan dalampenatausahaannya Warung Mikro BSMmemisahkan antara Pembiayaan Mikroyang mereka miliki dengan KUR (Pasal 4ayat 2).c.BSM menyalurkan KUR secara tepat jumlahdan tepat waktu sesuai dengan programyang ditetapkan oleh pemerintah (pasal 4ayat 3).d.BSM diKab.Pati juga telah memenuhiperaturan penyaluran KUR dengan baik,hal ini nampak dari kolektabilitas nasabahprogram KUR tidak ada yang tergolongmacet (Pasal4 ayat 4).e.BSM diKab.Pati menyalurkan KUR secaralangsung kepada UMKM-K, tanpa melaluilinkageprogram (Pasal 4 ayat 5).f.Penerima KUR pada BSM diKab.Patiadalah adalah nasabah UMKM-K yangmemiliki usaha yangfeasibledan belumbankable, tidak sedangmenerima kreditmodal kerja dan/atau investasi dariperbankan dan/atau yang tidak sedangmenerima kredit program dari pemerintahyang dibuktikan dengan hasil SistemInformasi Debitur pada saat permohonanKUR diajukan (Pasal 5 ayat 1).g.Maksimal KUR diKab.Pati adalah Rp.500juta dan jika KUR yang disalurkanmencapai Rp.5juta makamarjinpembiayaan paling tinggi sebesar/setara22% (dua puluh dua persen) efektif pertahun dan bila KUR antara Rp.5 juta danRp.500juta, maka marginya sebesar 14%(Pasal 5 ayat 2).Pada pasal 5 Ayat (3) yang menerangkantentang penyaluran KUR dengan polaexecutingtidak diterapkan, karena BSM di Kab.Pati menyalurkan KUR secara langsung.3.Biaya Transaksi Nasabah KURDalam penelitian ini, komponen dari biayatransaksi dibagimenjadi dua kelompok,yaknibiaya transaksi di luar bank dan biaya transaksidibank. Biaya transaksi di luar bank adalahbiaya yang dikeluarkan nasabah dalam prosespermohonan KUR yang tidak secara resmitercatat oleh pihak perbankan. Sedangkan biayatransaksi di bank adalah biaya yang di-keluarkan nasabah dalam proses permohonanKUR yang secara resmi tercatat oleh pihakBank, seperti yang telah dikemukakan sebelum-nya bahwa ada biaya administrasi yang harusdibayarkan di awal akad.

Pelaksanaan KUR pada BSM di Kab. Pati(Muhamad Nadratuzzaman Hosen & Mas Arif)69Biaya transaksi di luar bank mencakupbiaya-biayaphotocopyberkas-berkas yangdibutuhkan, biaya transportasi, biaya-biayaadministrasi dokumen yang dibutuhkan, danbeban biaya yang ditanggung nasabah karenameninggalkan usahanya untuk memprosespermohonanKUR. Sedangkan biaya transaksidi bank mencakup biaya buka buku tabungan,biaya administrasi, biaya asuransi jiwa, biayaasuransi jaminan, biaya notaris, biaya materaidan biaya BPKB.Diantara hal yang membedakan prinsipsyariah pada dualisme bank adalahbeban biayayang ditanggung. Pada bank konvensionalmembebankan biaya transaksi di bankpadadana KUR. Sehingga pada saat pencairan, KURyang diterima adalah dana KUR yang telahdikurangi dengan beban biaya di bank.Gambar 3. Ilustrasi Biaya TransaksiNasabah untukKUR Kategori MikroTabel di bawah ini adalah rincian biayatransaksi seorang nasabah (Tn. Fulan) KURuntuk kategori mikro.Tabel 1. Rincian Biaya Transaksi SeorangNasabah (Tn. Fulan)NoBiaya TransaksiBesar Biaya(Rp)1.Biaya Fotocopy10,000.002.Biaya Perjalanan20,000.003.Biaya Pemerintah Terkait10,000.00Transaksi Nonbank (1)40,000.004.Biaya Buka Rek.Tabungan80,000.005.Biaya Administrasi100,000.006.Biaya Asuransi Jiwa50,000.007.Biaya Asuransi Jaminan200,000.008.Biaya Notaris400,000.009.Biaya Materai48,000.0010.Biaya BPKB75,000.0011.Biaya Lain—lain (Blokir 1 x Angsuran)381,904.00Transaksi di Bank (2)1,334,904.00Total Biaya Transaksi (1) + (2)1,374,904.00Sumber: survey4.ResponsNasabah terhadap KURDalam penelitian ini dilakukanwawancaramendalamyang mengungkap setiapaspirasi, ide, pemikiran, saran dan keluhan darinasabah KUR BSM diKab.Pati mengenaiprogram KUR. Untuk itu, secara garis besarrespon dari nasabah tersebut peneliti rumuskankedalam tiga bagian, yaitudukunganterhadapKUR, keluhan terhadap KUR dan saranterhadap KUR.a.Dukunganterhadap KUR1)KURmudah dan cepat dalam prosedurdan administrasi.Delapan puluh persen (80%)respondenmenyatakan bahwa KUR adalahprogam yangmudah dan cepat dalamprosedurdan administrasi.2)Besaran KUR dan skim bunganya (bagihasil) sesuai dengan harapan dankebutuhan nasabah.Delapan puluh persen (80%)darinasabah menyatakan bahwa kredityangdidapatkannya sama dengan yangdibutuhkan dan diharapkan.3)KUR mampu meningkatkan usaha danperekonomian nasabah.Dari 26 keseluruhan nasabah yangditeliti, 80% menyatakan bahwa usahadan perekonomian keluarga merekanaik setelah mendapatkan suntikandanaKUR.4)Jaminan KUR ringan.Delapan puluh persen (80%)darimereka menyatakan bahwa agunanyang dipersyaratkan dalam KURtergolongmudah. Selain itu merekajuga bisa menerima kredit yang dalamnominal yang hampir besarnya denganagunan yang mereka gunakan.Nama: Tn. Fulan (nama disamarkan)Alamat:Desa Tahunan, RT 04 RW 03Kecamatan Tahunan,JeparaLimit Pembiayaan: Rp 10.000.000,-Jenis Pembiayaan: Murabahah–Modal Kerja (KUR)Tujuan Pembiayaan: Pembelian Barang Untuk ModalUsaha JasaJangka Waktu: 36 (Tiga Puluh Enam) bulanAngsuran/Bulan: Rp 381.904,-Cara Pembayaran: Angsuran bulanan setiap tanggal5 (Lima)Penjamin:Lembaga Jamkrido danBPKB Motor Honda Vario TechnoTahun 2009.Pengikatan Jaminan: SKMHT

Jurnal Liquidity:Vol.3, No.1,Januari-Juni 2014: 78-8970b.Keluhan terhadap KUR1)KUR belum mampu meningkatkanpertumbuhan sektor riil dan UMKM.KUR masih belum bisa dinilai maksimaluntukmeningkatkan sektor riil danUMKM, karena hanya 58% darinasabah yang mengalami kenaikanpendapatan kurang dari setengahpendapatansebelumnya.2)KUR belum mampu mengatasi per-masalahan kemiskinan danpengangguran.Lima puluh delapan persen (58%)darinasabah menyatakan bahwa KUR tidakbegitu mempengaruhi secara signifikanupaya lepas dari kemiskinan dan 77%dari nasabah menyatakan bahwa KURbelum bisa mengatasi masalahpengangguran dan kesempatan kerjac.Saranterhadap KUR1)Sebaiknya sosialisasi KUR ditingkatkanlagi.Hampir dari setengah jumlah nasabahyang diwawancarai menyatakan bahwapentingnya sosialisasi KUR secaraintensif.3)Sebaiknya plafon KUR diperbesar (lebihdari 20 Juta).Tiga puluh persen (30%)nasabahmenyarankan agar plafon KURdiperbesar (lebih dari 20 Juta).4)Sebaiknya bunganya diperkecil lagi.Lima puluh persen (50%)dari nasabahmenyatakan bahwa bunga KUR masihperlu diperkecil lagi.5)Sebaiknyaperlu adanya pembinaandari bank.15% nasabah menyarankan sebaiknyaperlu adanya pembinaan dari bank.B.Analisis Statistik KUR BSM1.Faktor-Faktor Penerimaan MasyarakatTerhadap KURDalam penelitian ini faktor-faktor pe-nerimaan masyarakat terhadap KURBSMdimasukkankedalam lima variabel, diantaranyayaitu informasi prosedur KUR, persepsinasabah terhadap KUR, biaya transaksi,pemahaman nilai KUR dan pe-mahaman nilaiSyariah. Pada tiap-tiap variabel diwakilkan olehbeberapa pertanyaan.a.Variabel I: Informasi Prosedur KUR,dengan 11 pertanyaan:X1:Ide peluncuran program KUR inimerupakan suatu hal yang baikX2:Sosialisasi tentang informasiprosedur KUR telah dilakukandengan baikX3:Dana KUR mudah diakses paranasabah melalui bank-bank yangtelah ditunjuk pemerintahX4:Program KUR memberikan proseduryang mudah bagi nasabahX5:Besaran kredit yang diberikan sesuaidengan kebutuhan usaha nasabahX6:Skim kredit yang ditawarkan sesuaidengan kebutuhan usahanasabahX7:Suku bunga KUR sesuai dengankemampuan pengembalian nasabahX8:Ketentuan agunan pokokmeringankan nasabah penerima danaKURX9:Ketentuan agunan tambahan sebesar30% dari nilai kredit memberatkannasabah penerima dana KURX10:Prosespencairan dana KUR relatifcepatX11:Sasaran pemberian dana KUR sudahtepat sasaranb.Variabel II: Persepsi Nasabah TerhadapKUR, dengan 8 pertanyaan:X1:Saya mengetahui informasi programKUR melalui media massa (koran,majalah, televisi, internet,dll)

Pelaksanaan KUR pada BSM di Kab. Pati(Muhamad Nadratuzzaman Hosen & Mas Arif)71X2:Saya mengikuti program KURkarena dapat meningkatkan kegiatanusaha sayaX3:Saya mengikuti program KURkarena dapat meningkatkan kondisiperekonomian sayaX4:Saya mengikuti program KURkarena prosedur yang mudahX5:Saya mengikuti program KURkarena suku bunga yang rendahX6:Saya mengikuti program KURkarena mendapatkan jaminan daripemerintahX7:Saya akan mengambil KUR denganplafon yang lebih besar untuk 1(satu) tahun ke depanX8:Saya akan mengajak sahabat dankerabat untukmengikuti programKURc.Variabel III: Biaya Transaksi, dengan 9pertanyaan:X1:Saya perlu mengeluarkan biaya untukmencari informasi prosedur KURX2:Saya perlu mengeluarkan biaya untukagunan tambahan sebesar 30% darinilai kreditX3:Saya perlumengeluarkan biayatambahan untuk membayar calo KURX4:Saya perlu mengeluarkan biaya untukpengurusan administratif dipemerintah daerah setempat (KTP,KK, Surat Keterangan dari desa ataukoperasi, dll)X5:Saya perlu mengeluarkan biayatambahan untukmendapatkanpendampingan dari petugaskementerian terkaitX6:Saya perlu mengeluarkan biaya ataspenilaian kelayakan usaha sayakepada bank penyalur KURX7:Saya perlu mengeluarkan biayapenegakan kontrak kepada bankpenyalur KUR agar berjalan sesuaikesepakatanX8:Saya perlu mengeluarkan biayatambahan kepada lembagalinkagepenyalur KUR agar dana lebih cepatcairX9:Saya perlu mengeluarkan biaya untukkeperluan dokumen legalitas usaha,perizinan usaha, catatan keuangan,dsb.d.Variabel IV:Pemahaman Nilai KUR,dengan 9 pertanyaanX1:Program KUR sangat sesuai denganprinsip-prinsip ekonomi kerakyatanX2:Program KUR mempercepatpembangunan sektor riilX3:Program KUR membantumemberdayakan sektor UMKMX4:Program KUR meningkatkanaksespembiayaan kepada UMKM dankoperasiX5:Program KUR membantumenanggulangi kemiskinanX6:Program KUR membantu perluasankesempatan kerjaX7:Program KUR memberikankeuntungan kepada nasabahpeminjamnyaX8:Program KUR mampu menjalinkekerabatan yang baik antarapemerintah, bank pelaksana,perusahaan penjaminan denganpelaku UMKM dan KoperasiX9:Masyarakat peduli dengan kemajuandan perkembangan program KURe.Variabel V: Pemahaman Nilai Syariah,dengan 5 pertanyaanX1:Saya memilihBSMmenjadi BankPenyalur KUR, karena BSMberdasarkan prinsip syariah.

Jurnal Liquidity:Vol.3, No.1,Januari-Juni 2014: 78-8972X2:Penyaluran dana KUR melalui sanksyariah lebih baik dari bankkonvensional lainnya.X3:Bank syariah telah menjalankanprinsip-prinsip ekonomi syariah dalammenyalurkan danaKUR.X4:Dalam penagihan pembayaran KUR,BSM memiliki kebijakan dan toleransiyang sesuai kode etiksyariahX5:Saya merasa porsi bagi hasil yangditetapkanBSMtidak memberatkan.Sebelumkuesioner digunakan sebagaiinstrumendalampenelitian ini, kuesionertersebut diuji validitas dan reliabilitasnya,sehingga pernyataan-pernyataan yang adapada kuesioner tersebut dapat diyakini stabildalam penggunaannya (valid) dan dapatmenjalankan fungsinya sebagai alat ukur(reliable). Adapunhasil uji validitas danreliabilitas dapat dilihat pada bagian lampirandari artikel ini.DarikorelasiX3Sesi 1 dengan pernyataanKURmudah diakses melalui bank-bank yangditunjuk pemerintahberkorelasi positif dansignifikan denganX4Sesi 1 dengan pernyataanbesaran kredit yang diberikan sesuai dengankebutuhan usaha nasabah.Hubungan inimenunjukkan bahwa KUR yang mudah diaksesadalah KUR yang dinilai mampu memberikredit berdasarkan kebutuhan nasabah.Dari korelasiX2Sesi 2 denganpernyataanKURmeningkatkan usahaberkorelasi positif dan signifikan denganX3Sesi 2 dengan pernyataanProgam KURmeningkatkan perekonomian.Korelasi inimenjelaskan bahwa KUR selain meningkatkanusaha juga meningkatkan perekonomiankeluarganasabah.Selainkorelasikedua pasangan di atas, adajuga korelasi postif yang terbentuk antaraX2Sesi 2 denganX5Sesi 2, yang menunjukkanbahwa progam KUR dinilai meningkatkanusaha nasabah karena memiliki suku bungakredit yang rendah.Dan begitu pula padaX3Sesi 2 denganX5Sesi 2 yang menjelaskan bahwa yangmenunjukkan bahwa progam KUR dinilaimeningkatkan perekonomian keluarga nasabahkarena memiliki suku bunga kredit yangrendah. Sedangkan pada korelasiX6Sesi 4denganX3Sesi 5 membuktikan bahwa adahubungan yang progam KUR denganperluasan kesempatan kerja bila KURmenjalankan prinsip penagihan dengan metodesyariah.2.Analisis Kebijakan KUR Kabupaten Patidengan SWOTBerdasar pada analisis SWOT, diperolehketerangan sebagai berikut:a.Kelebihan1)KUR merupakan program pemerintah.2)Adanya jaminan dari pemerintah(resiko jaminan ditanggung olehpemerintah sebesar 70%, sisanyasebesar 30% ditanggung oleh bankpemerintah).3)Proses pencairannya cepat.4)Keramahan pelayanan yang syar’i.5)Integritas daristaffmarketingyangsangat baik.6)Tingkat marjin untuk KUR kategorimikro yang ditawarkan oleh BSM Patilebih rendah dibanding bank lainnya.7)KUR Memberikan proses perpanjangankontrak.8)Kekurangan1)Limit plafon yang kurang mampumemenuhi kebutuhan nasabah.2)Kurangnya penjelasan akan perbedaanantara KUR dengan progam lainnya.3)Jaminan pemerintah tidak begituditransparansikan.4)Hanya ada 1 BSM diKab.Pati.5)KUR belum bisa membantu mengem-bangkan usaha UMKM-K.

Pelaksanaan KUR pada BSM di Kab. Pati(Muhamad Nadratuzzaman Hosen & Mas Arif)73KESIMPULANBerdasarkan hasil analisisdan pembahasanyang telah diuraikan, diperoleh kesimpulansebagai berikut:1.Karakteristik pihak penerima KUR BSMKab. Pati diantaranya adalah:a.Mayoritas berjenis kelamin laki-lakidengan persentase 57.69%b.Mayoritas nasabah berumur antara 41–50 tahunyakni sebesar 30,77%c.Mayoritas berpendidikan terakhir SLTAdengan persentase 50%2.Birokrasi pencairan dana KUR BSM Kab.Pati dilaksanakan secara langsung tanpamelaluilinkage program, dengan tujuanuntuk meminimalisasirisiko yang dapatterjadi.3.Estimasi biaya transaksi dalam prosesmendapatkan KUR BSMKab.Pati, dalamsebuahkasusseorang nasabah harusmengeluarkan dana sebesar 13,76% darilimit dana KUR sebelum dia memperolehdana KUR tersebut.DAFTAR PUSTAKAAnggeriani, Winda.”Analisis Pemberian KreditUsaha Rakyat (KUR) di BRI UnitLingkar Timur Kota Bengkulu.” SkripsiS1 Fakultas Ekonomi, UniversitasBengkulu, 2010.Pane, Yunita Mariana.”Efektivitas PenyaluranKredit Usaha Rakyat (KUR) Pada PTBank RakyatIndonesia (Persero) Tbk.Unit Bangkatan Binjai.” Skripsi S1Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,Universitas Sumatera Utara Medan,2011.Rangkuti, Freddy.Analisis SWOT TeknikMembedah Kasus Bisnis. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama, 2009Sugiyono,Metode Penelitian. Jakarta, 2007.Tim Pelaksana Komite kebijakan PenjaminanKredit/Pembiayaan Kepada UMKM-K,Kumpulan Peraturan Kredit UsahaRakyat (KUR),Kemenko BidangPerekonomian, 2010.Tim Pelaksana Komite kebijakan PenjaminanKredit/Pembiayaan Kepada UMKM-K,Tanya Jawab Seputar Kredit UsahaRakyat (KUR),Kemenko BidangPerekonomian, 2010.Widyaresti, Enggar Pradipta. “Analisis PeranBRI Unit Ketandan Dalam PemberianKredit Usaha Rakyat (KUR) KepadaUsaha Mikro dan Kecil di KecamatanNgawen Kabupaten Klaten.” Skripsi S1Fakultas Ekonomi dan BisnisUniversitas Diponegoro Semarang,2012.

JurnalLiquidityVol.3, No.1,Januari-Juni 2014, hlm.65-76Korelasi Antar Variabel Bebas BSM Kab. PatiX3Sesi 1X4Sesi 1X2Sesi 2X3Sesi 2X5Sesi 2X6Sesi 4X3Sesi 5X3Sesi1PearsonCorrelation11.000**-.062-.062-.062.083.045Sig. (2-tailed).000.778.778.778.708.837N23232323232323X4Sesi1PearsonCorrelation1.000**1-.062-.062-.062.083.045Sig. (2-tailed).000.778.778.778.708.837N23232323232323X2Sesi2PearsonCorrelation-.062-.06211.000**.783**.113.062Sig. (2-tailed).778.778.000.000.608.778N23232323232323X3Sesi2PearsonCorrelation-.062-.0621.000**1.783**.113.062Sig. (2-tailed).778.778.000.000.608.778N23232323232323X5Sesi2PearsonCorrelation-.062-.062.783**.783**1.113.062Sig. (2-tailed).778.778.000.000.608.778N23232323232323X6Sesi4PearsonCorrelation.083.083.113.113.1131.550**Sig. (2-tailed).708.708.608.608.608.006N23232323232323X3Sesi5PearsonCorrelation.045.045.062.062.062.550**1Sig. (2-tailed).837.837.778.778.778.006N23232323232323**. Correlation is significant atthe 0.01 level (2-tailed).

Pelaksanaan KUR pada BSM di Kab. Pati(Muhamad Nadratuzzaman Hosen & Mas Arif)75Matriks SWOT Program KUR BSM Kab. PatiInternalEksternalKekuatan (S)1.KUR merupakan programpemerintah2.Adanya jaminan daripemerintah (resiko jaminanditanggung olehpemerintah sebesar 70%,sisanyasebesar 30%ditanggung oleh bankpemerintah)3.Proses pencairannya cepat4.Keramahan pelayananyang syar’i5.Integritas daristaffmarketingyang sangatbaik6.Tingkat margin untukKUR kategori mikro yangditawarkan oleh BSM Patilebih rendah dibandingbanklainnya.7.KUR Memberikan prosesperpanjangan kontrakKelemahan (W)1.Limit plafon yang kurangmampu memenuhi kebutuhannasabah.2.Kurangnya penjelasan akanperbedaan antara KUR denganprogam lainnya.3.Jaminan pemerintah tidakbegitu ditransparansikan.4.Hanya ada1 BSM di KabupatenPati5.KUR belum bisa membantumengembangkan usaha UMKM-KPeluang (O)1.Nasabah turutmempromosikan programKUR di masyarakat2.BSM Pati bertempat dilokasi strategis.3.Kebutuhan menggunakanbank di Pati meningkat4.Kesadaran masyarakatakan aspek syariah.5.UMKM terus meningkattiap tahunnya.Strategi S–O1.Ajakan dan sosialisasi yangjuga dilakukan denganmasyarakat akanmenambah nasabah KURBSM.2.Service Excellentdanintegritas yang baik yangdimiliki BSM dapat menarikcalon nasabahKUR.3.Program KUR BSM Patidapat berkembang denganbaik di dukung denganletaknya yang strategis danmudah diakses masyarakatPati.Strategi W–O1.Dengan limit plafon yang lebihtinggi maka akan semakinbanyak nasabah yang dapatlebih mengembangkanusahanya2.Tidak efektifnya sosialisasi KURdalam informasi dan proseduraloleh pemerintah lewat mediamassa serta kurangnyasosialisasi KUR oleh BSMterhadap nasabah BSM sendiriterbantu dengan sosialisasi KURyang dilaksanakan oleh nasabah3.Keberadaan BSM yang Cuma 1akan bisa maksimalkan denganKesadaran masyarakat akansyariah yang kuat.Tantangan1.Pemahaman masyarakatyang menganggap bahwaKUR adalah dana bantuancuma-cuma2.BSM Pati berkompetisidengan BRI dan banklainnya yang sudah adadalam memperolehmarketsharedi wilayahnya.3.Masyarakat yang sibukdengan usahanya tidakStrategi S–T1.Pemerintah dengan instansiKUR terkait Menanamkanpemahaman yang benarkepada masyarakat tentangdana KUR melaluipenjelasan langsungkepada nasabah maupunmedia.2.Kelebihan BSM denganpelayanannya yang syar’iakan mampu mengungguliStrategi W–T1.Adanya biaya transaksimengancam BSM, karenapada penelitian di BRI tidakditemui biaya transaksi.2.Sosialisasi KUR akan efektifapabila pemerintahmelakukan sosialisasiprogram KUR secaramassivedancontinuity.3.Sebaiknya sosialisasi KURjuga ikut melibatkan tokoh

Jurnal Liquidity:Vol.3, No.1,Januari-Juni 2014: 78-8976sempat melihat sosialisasiKUR di media massa.4.Adakalanya bank lainmenawarkan tingkatmargin yang lebih rendah.5.Dogma akan praktek ribabank masih mengakarkuat di Pati.market sharedi di wilayahpati yang mayoritasmuslim.3.Menawarkan tingkatmargin yang cukupkompetitif untuk KURkategori Mikro.masyarakat maupun aparatpemerintah ditingkatkelurahan. Sehinggasosialisasi KUR bisa meratadan meluas.Terlebihpemahaman aspekkesyariahan pada banksyariah.

Dokumen Terkait

Proposal Usaha Keripik Salak Bing Pdfdirppcom

Proposal Usaha Keripik Salak Bing Pdfdirppcom

Contoh proposal usaha makanan contoh proposal usaha kecil co.

Contoh Proposal / 10 kali tayang / 32KB

Pemerintah Kota Tangerang Dinas Pendidikan Smk Negeri 3

Pemerintah Kota Tangerang Dinas Pendidikan Smk Negeri 3

Di lingkungan sekolah membuat laporan kegiatan hasil pemelaj.

Contoh Proposal / 9 kali tayang / 112KB

Contoh Denah Lokasi Bentuk Format Dan Tata Cara Pengisian

Contoh Denah Lokasi Bentuk Format Dan Tata Cara Pengisian

Contoh denah lokasi pengangkatan pelantikan dan pemberhentia.

Contoh Proposal / 19 kali tayang / 1,078KB

Pembentukan Panitia Pelaksana Peringatan Maulid Tingkat

Pembentukan Panitia Pelaksana Peringatan Maulid Tingkat

Pembentukan panitia pelaksana peringatan maulid nabi besar m.

Contoh Proposal / 16 kali tayang / 122KB

03 Perencanaan Proyek Viyanstaffgunadarmaacid

03 Perencanaan Proyek Viyanstaffgunadarmaacid

Contoh pada level 3 di wbs untuk interview dan sistem analis.

Contoh Proposal / 14 kali tayang / 83KB

Kariritbacid

Kariritbacid

Lampiran surat 229611b0142km2013 nomor tanggal 07 juni 2013.

Contoh Proposal / 11 kali tayang / 1,904KB